
Setelah mendengar keterangan dari anaknya, pak Bimo terdiam sesaat,dia berpikir untuk mencari akal agar kerjasama tetap di lanjutkan, dan uang yang sudah ada di tangan nya itu tidak di ambil kembali oleh Abiyasa.
sedangkan Morgan dan anak buahnya sudah siap di posisi mereka, tapi Morgan terlihat gelisah karena tidak ada aba aba dari dalam atau pun tanda dari Arvin yang sudah di sepakati mereka sebelum berangkat penyergapan.
" Apa yang mereka lakukan di dalam sehingga sampai saat ini aba aba pun belum terdengar " ucapnya.
" Tunggu aja komandan, mungkin mereka lagi nego dengan tersangka " celetuk Uzi.
" Iya juga ya...eh...! kamu ini mana ada mau penyergapan pake nego, dasar semprul. " ucap Morgan seraya tersenyum pada Uzi.
Uzi hanya terkekeh melihat sang komandan baru tersadar dari ucapannya.
Sedangkan di dalam rumah tersebut,pak Bimo menatap ketiga tamunya tersebut, dan dia pun terkekeh karena dia sudah mendapatkan rencananya tersebut.
" Hey papan setrikaan!! kenapa kamu terkekeh? kambuh ya penyakit gila dadakan kamu hah !! sini biar aku sembuhkan dengan semburan api ku yang keluar dari mulutku ini !! kata Clarissa tajam.
" Dari tadi kali Ris, api sudah keluar dari mulutmu melebihi panasnya suasana sekarang." sambung Arvin tersenyum di ikuti dengan Abiyasa yang ikut juga tersenyum.
" Aku terkekeh karena aku tetap menang dari kalian, kalian yang kalah, meskipun kalian membawa berita yang ini, yang itu, tentang mantan mertua dan istriku Bella, tetap saja aku yang menang dan kalian melakukan itu semua ingin membatalkan kerja sama dan mau mengambil alih kembali cek tunai yang sudah di berikan padaku, itu sangat tidak mungkin karena Abiyasa selaku CEO perusahaan sudah sepenuhnya menanda tangani berkas nya tadi, itu berarti semua belah pihak sudah sama sama menyetujui nya hahahah, kalian kalah sekarang!!" ucapnya merasa menang.
" Wowwww !!!!" ketiga tamunya pun mengucap lebih keras darinya, sampai Morgan dan anggotanya pun mendengar dari luar dan mereka pun saling pandang.
" Apakah ini tanda baru dari mereka, bukankah Arvin memberikan aba aba dengan memanggil namaku, tapi kenapa ini suara teriakan, mungkin aba aba nya diganti kali ya, ach...kok aku jadi oon sih. " ucapnya seraya menepuk jidad nya sendiri, dan anak buahnya pun melihat sekilas seakan memerintahkan semuanya maju, dan tanpa pikir panjang lagi mereka pun bergerak menuju pintu utama rumah kediaman pak Bimo.
Morgan tersentak melihat anak buahnya sudah mulai maju kedepan.
" Astagfirullahhalazim, kenapa mereka maju,belum ku kasih aba aba juga, tapi nggak apa apa lah lebih baik maju aja dari pada nanti sahabat sahabat ku mengalami celaka " ucapnya ikut maju.
" Jangan bergerak !!!" ucap Uzi pada mereka yang ada didalam, semua mata tertuju pada pintu utama.
kemudian Morgan berjalan memasuki rumah tersebut, yang lain melihat Morgan menuju ke arah mereka, sontak saja mereka terkejut terutama Arvin, Abiyasa dan Clarissa.
" Astaga ?! belum dikasih aba-aba sudah nongol duluan tuh bule " ucapnya seraya menepuk jidadnya sendiri.
Abiyasa tersenyum, Clarissa pun ikut tersenyum sedangkan wajahnya Pak Bimo dan Faris terlihat terkejut, lebih-lebih nya Faris yang mulai terlihat pucat pasi melihat beberapa anggota sudah ada di depan pintu rumahnya.
" Apa-apaan ini Abiyasa?! ini urusan kita kenapa dilibatkan kan anggota kepolisian?!" Ucap pak Bimo emosi dan menatap tajam pada Abiyasa.
" Perjanjian kerjasama kita sudah batal !!" Sahut Abiyasa.
" Tidak bisa dibatalkan Abiyasa! Karena kamu sudah menandatanganinya, jadi kamu harus tetap melanjutkan kerjasama ini " ucapnya tersenyum sinis.
" Menandatangani apa? surat apa yang aku tandatangani?" Ucap Abiyasa santai.
" Jelas-jelas kamu menandatanganinya, aku juga menandatanganinya." Ucap pak Bimo yakin akan kata katanya kalau semuanya benar.
" Makanya jadi orang itu jangan bodoh !! Sebelum di tanda tangani seharusnya berkas apapun itu,resmi atau tidaknya terlebih dahulu harus dibaca, sebanyak apapun kamu harus mengerti !!dilihat isi dalamnya Apa isinya, jangan asal tanda tangan aja!!" Ucap Abiyasa dengan nada penekanan.
" Aku sudah banyak dan sering kerjasama, jadi aku tidak mau langsung membacanya, karena semua perusahaan itu sudah jelas isi yang tertera di dalam berkasnya itu, buat apa lagi aku baca!! Sudahlah Abiyasa, biarpun kamu berlindung dengan anggota polisi itu, tidak ada apa apanya padaku!" Ucapnya dengan senyum mengejek.
" Heh!! Kambing!! kalau kamu tidak percaya silakan buka berkas yang kamu tandatangani dan Abiyada tandatangani itu!!" Ucap Clarissa.
Pak Bimo menatap Clarissa dengan tatapan tajam.
Kemudian Pak Bimo mengambil salah satu bekas yang masih ada di atas meja dia membukanya dan membacanya.
" Sudah jelas sekarang Bimo " ucap Abiyasa.
Pak Bimo kemudian terduduk dan tertunduk lesu, setelah membaca perjanjian yang ditandatangani nya bersama dengan Abiyasa pagi tadi.
" Ini tidak mungkin !" katanya bersuara.
" Jadi Apa yang kau berikan padaku cek 2 miliar itu Abiyasa? Apakah itu menebus Bella?"
" Kalau iya, silahkan saja ambil Bella, dan maaf cek itu tidak akan pernah aku kembalikan lagi kepadamu Abiyasa!! karena kamu sudah memberikannya kepadaku!!" ucapnya tersenyum.
" Cek? cek yang mana yang kamu maksud,aku tidak merasa memberikan selembar cek pada mu!!" Ucap Abiyasa enteng dan santainya seraya bersendekap.
kemudian Pak Bimo menatap Abiyasa, dan dia lalu merogoh saku kemejanya, dia mengingat ingat sesaat kalau cek tersebut di berikan Abiyasa padanya dan di masuk kan nya di saku kemejanya.dia terus mencari-cari tapi cek itu tidak ada.
" Apa-apaan ini, jelas-jelas dia memberikan itu pada ku, tapi kenapa sekarang tidak ada ?" Ujarnya kebingungan.
" Makanya jadi orang itu jangan bodoh !!dan jangan oon!! itu kebanyakan dosa yang telah kamu perbuat " ucap Clarissa
" Kamu masih belum sadar dengan dosa-dosa yang telah kamu perbuat pada keluarga mu, mertua, serta almarhum istri kamu,serta istri kamu sekarang hah!!' sambung nya lagi.
" Kamu ini memang sudah keterlaluan!! dari tadi aku sudah enek dengan kata-kata kamu!! kamu selalu ngomong tidak tahu aturan kepada orang tua!!" Ucapnya menatap Clarissa dan karena sudah di pengaruhi rasa marah yang memuncak, kemudian dia mengambil botol minuman yang ada di atas meja dan memecahkannya, dia hendak menyerang Clarissa namun langsung ditendang oleh Morgan yang ada di dekat Clarissa berdiri,dan dia pun tersungkur botol minuman yang ada ditangannya sudah terlepas jauh darinya.
Kesempatan itu dilanjutkan oleh Clarissa, dia langsung menerjang tubuh gendutnya Pak Bimo saat Bimo mau bangun dan ingin menampar Clarissa tapi terlambat, dia langsung kena jotos bogem mentah di hidungnya darah segar keluar dari hidungnya.
Dia hanya mampu berucap
" Awww " keluh nya.
" Sakit !!!" ucap Carissa emosi.
" Nih terima lagi !!!" seraya memberikan pukulan nya sekali lagi pada wajah pak Bimo.
Pak Bimo mengalami sobek di bibir bawahnya karena hantaman wonder women Srikandi Abu gosok.
" Aduh..!!!" Ucapnya dan mengeluarkan darah segar kembali.
" Masih kurang hah!!!" ucap Clarissa seraya mau nampar kembali.
Melihat itu, Morgan dan Arvin langsung melepaskan cengkraman Clarissa dari wajahnya Bimo.
Pak Bimo pun terkulai lemas di lantai ubin keramik, seakan-akan baru menyadari kesadarannya Faris melongo melihat sang papah ada di lantai ubin keramik, dengan berlumuran darah dari hidung dan mulut nya.
Dia kemudian mendekati sang papah, dia membantu papahnya untuk duduk kemudian dia melirik ke arah Clarissa, dengan satu kali bentakan, Faris langsung terdiam.
" Apa kamu delik-delik hah!!mau kamu ku kasih ini hah !!" ucap Clarissa sembari mengacungkan genggaman tangannya pada Faris.
Faris tersentak, dan dia hanya menggelengkan kepalanya saja, kemudian Morgan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk memborgol pak Bimo dan membawanya keluar dari rumahnya ke dalam mobil yang sudah disediakan oleh mereka.