Triplets' Last Mission.

Triplets' Last Mission.
Setelah 13 Tahun (Chen Yuan Wang)



13 tahun berlalu.


Perpisahan selama itu tentu saja membuat Yusuf dan Rebecca semakin gelisah. Mengingat putranya yang belum kembali ke mereka. 


Kini, Chen masih berbisnis di dunia gelap itu. Ia selalu dikelilingi wanita-wanita seksi yang bersedia menyerahkan dirinya kepadanya untuk menemaninya bermain di ranjang.


"Tuan, lihatlah tubuhku yang seksi ini. Aku mengoles minyak setiap harinya. Aku juga selalu luluran dengan bubuk mutiara asli," ucap wanita itu.


"Oh, minyak apa yang kau gunakan?" tanya Chen memainkan rambut wanita itu.


"Minyak agar milikku besar dan sempit. Apakah kau menyukainya, Tuan Muda Wang?" bisik wanita itu seraya menjilat telinga Chen. 


Tanpa belas kasihan, Chen langsung mendorong wanita itu sampai tersungkur di lantai. Kemudian memanggil Asisten Dishi.


Asisten Dishi ini merupakan adik kandung dari Asisten Chen sebelumnya. Usia Asisten Dishi juga tak jauh dengan Chen. Hanya saja, Asisten Dishi jauh lebih tua tiga tahun darinya. 


"Asisten Dishi! Cepatlah kemari!" teriak Chen. 


"Iya, Tuan. Ada urusan apa Tuan memanggil saya?"


"Cepat bawa pergi wanita ini. Saya jijik melihatnya ada di sini!" usir Chen dengan melempar uang tunai kepada wanita tersebut. 


Banyak dari kalangan pengusaha yang menyodorkan putrinya hanya untuk membuat perjanjian kontrak kerja. Namun, Chen selalu menolak wanita-wanita itu. Padahal, dari sekian wanita-wanita tersebut tidak pernah mengecewakan. Tetap saja Chen menolaknya. 


"Asisten Dishi, kenapa Tuan Chen menolakku? Apakah ini pertanda jika aku harus mati?" tanya wanita tersebut. 


"Nona, sebaiknya anda menjauh saja dari Tuan Muda kami. Dia memang tidak pernah ingin di sentuh oleh wanita manapun. Tolong mengertilah!" jelas Asisten Dishi.


"Mengapa demikian? Apakah aku ini banyak kekurangan? Jika aku gagal, aku pasti akan dibunuh oleh Ayahku, tolong ...." mohon wanita itu, bersimpuh di kaki Asisten Dishi. 


Chen keluar dan meminta wanita itu masuk kembali. Kemudian memberikan perjanjian kontrak kerja hanya selama 3 tahun saja. Wanita itu sangat girang, ia berinisiatif untuk mengecup Chen, namun di tolak mentah-mentah oleh Chen.


"Saya jijik, dan saya bukan lelaki murahan!" seru Chen memberikan kode kepada Asisten Dishi untuk membawa wanita itu keluar dari kantornya. 


Setelah wanita itu keluar, Chen membuka potret lama Aisyah dan Gwen yang pernah dikirimkan oleh Airy sejak perpisahan mereka 13 tahun lalu. 


"Tuan," sapa Asisten Dishi seraya mengetuk pintu.


"Masuklah!" 


Asisten Dishi duduk di kursinya. Kemudian mempertanyakan tentang mengapa Chen selalu menolak wanita yang menyerahkan diri dan kehormatannya kepadanya. 


"Kau mempertanyakan itu lagi, Asisten Dishi?" 


"Maaf jika saya lancang, Tuan Muda," ucap Asisten Dishi membungkuk. 


"Baiklah, aku akan menjawab pertanyaan yang sering kau tanyakan itu. Duduklah!" 


Asisten Dishi duduk di depan meja Chen. Chen menunjukkan potret kedua saudarinya kepada Asisten Dishi.


"Mereka kedua saudariku. Dua-duanya perempuan, jika aku memanfaatkan atau bahkan sampai merusak wanita yang datang kepadaku ... bagaimana dengan kedua saudariku?" 


"Aku mampu menghancurkan markas klan lain. Aku mampu membunuh orang lain dengan tanganku sendiri," Chen mengatakan itu dengan mengelap potret Aisyah dan Gwen.


"Tapi ... aku tidak bisa menghukum ataupun melukai kedua saudariku menggunakan karmaku, Asisten Dishi. Paham?" tukas Chen menyimpan kembali potret tersebut. 


"Tapi Tuan, saya tidak pernah melihat mereka datang atau anda menemui mereka. Di mana mereka sekarang, Tuan?" tanya Asisten Dishi. 


Chen menyeringai, sudah 13 tahun lamanya, ia  belum pernah bertemu lagi dengan kedua saudari kembarnya. Itu karena, dirinya terlalu sibuk balas dendam kepada Ibu tirinya saat ini.