Triplets' Last Mission.

Triplets' Last Mission.
Kado Pernikahan Langka



"Heh, ulat ijo. Pertanyaan apa itu? Kamu menuduh adikku yang buruk-buruk?" ketus Chen. 


"Tuan Chen, saya hanya bercanda. Tidak mungkin juga Aisyah begitu, saya kan kenal dia dari kecil," jawab Puspa. 


"Ck, Ilkay ini anak angkat Aisyah. Entah kenapa Aisyah mengangkat anak ini. Kita tanyakan saja, apa maksudnya?" timpal Airy yang sudah tidak sabar menunggu kejujuran dari keponakannya itu. 


Masih dengan bahasa qolbu, Aisyah dan Asisten Dishi berdebat masalah Ilkay. Gwen yang mulai curiga kepada kakaknya membuatnya harus turun tangan. 


"Dishi, kamu yang harus jelaskan!"


"Kok, aku? 


"Iyalah! Siapa lagi? Kamu yang membuat Ilkay jadi anak kita!"


"Ai, ini udah aku jelasin, 'kan?"


"Penjelasanmu hanya ke aku doang. Kamu bisa jelasin lagi ke keluarga, 'kan?"


"Tidak, Ai. Aku tidak memiliki keberanian itu!"


"Moon maap ini Ibu Aisyah dan bapak Dishi. Kalian sedang bahas apa di alam batin saja, ye? Berasa kek nonton film untuk si bisu kalau begini?" sahut Gwen menyadarkan keduanya. 


Aisyah dan Asisten Dishi sama-sama sepakat untuk membongkar identitas Ilkay yang sebenarnya. Namun, Aisyah tidak ingin melihat keluarga membenci kakaknya karena kenyataan itu. 


"Kalian harus berjanji dulu. Jika sudah tau identitas Ilkay, jangan ada yang menghakimi orang tua kandungnya, paham?" ucap Aisyah. 


"Iya, kami paham," sahut Airy paling keras. 


"Kami hanya ingin tau saja, kenapa tuh anak manggil kamu dengan sebutan, Mama," timpal Ayden, anak dari Mayshita dan juga Gu. 


Asisten Dishi mengeluarkan beberapa dokumen penting yang ia bawa dari Amerika. Asisten Dishi ini lahir di Amerika, namun besar di Tiongkok. Memang sejak kecil hidupnya dalam bawah naungan keluarga Wang. 


Meski saat ini berusia 26 tahun, Asisten Dishi masih belum bisa memilih untuk tetap tinggal di mana. Ia masih sibuk menjalani pekerjaannya yang harus sering keluar masuk luar negri. 


"Ini berkas milik, Ilkay. Nama Ilkay diresmikan sekitar empat hari yang lalu, oleh Ibu angkatnya yang bernama Aisyah Putri dan Ayah angkatannya--" ucapan Asisten Dishi terhenti, menghela napas panjang, sebelum ia siap-siap di bunuh oleh Chen. 


"Lanjut!" tegas Airy. 


"Saya Ayah angkatnya. Dengan memberi nama belakang Ilkay, menggunakan nama saya. Saat ini, Ilkay memiliki kewarganegaraan, Indonesia dan Amerika,"


"Meski besar di Tiongkok, itu tidak berarti Ilkay bisa mengambil kewarganegaraan sana saat ini. Lalu, kenapa saya yang angkat dia jadi anak saya dan Dokter Aisyah?" 


"Sebab, saat itu berkas berkat milik Tuan Yusuf Ali dan juga Nyonya Rebecca Lim belum sempat saya bawa ke Amerika," imbuhnya.


"Sesuai dengan permintaan Dokter Aisyah agara tidak membutuhkan proses yang lama ...  sangat terpaksa saya yang mengangkat anak ini,"


"Ibunya telah meninggal dunia ketika melahirkan dirinya. Sejak berusia 1 satu hari, Ilkay dibawa oleh seorang penjahat dan dipenjarakan di penjara bawah tanah dan tidak pernah diperlihatkan atau dipertemukan oleh Ayah kandungnya," jelas Asisten Dishi gugup. 


Chen menyela, ia bertanya tentang orang tua kandung Ilkay. Saat itu, Ilkay sedang bermain dengan Puspa di luar rumah. Mengingat Ilkay masih kecil, jadi Ilkay belum boleh tahu, jika Chen adalah Ayah kandungnya. 


"Ilkay Aidi Putra adalah anak kandung dari Tuan Chen dengan mantan kekasihnya dulu saat Tuan Chen belajar di Amerika," ungkap Asisten Dishi sudah menuai puncaknya. 


"Apa?" 


Semua orang terkejut mendengar kenyataan besar itu. Mereka juga sampai berdiri, mendesak Asisten Dishi dan Aisyah untuk menceritakan lebih lanjut lagi. 


"Apa kau bercanda, Ai?" tanya Faaz. 


"Kak Aisyah, apa benar itu? Kak Chen?" Gwen mulai bingung. 


"Kak Chen, maafkan aku. Tapi Ilkay memang seharusnya menjadi anak angkat Ibu dan Ayah. Tapi karena kesalahan yang kami buat, jadi saat ini dia menjadi anak angkat kami," Aisyah tetap tidak menyalahkan Asisten Dishi. 


"Ini bukan waktunya terharu," balas Aisyah berbisik. 


"Tunggu, aku masih belum paham apa yang terjadi ini. Lalu kenapa juga Jack mengancam kalian, bahkan ingin membunuh kalian?" Rebecca semakin pusing. (Author makin pusing) 


"Apa lagi, Ilkay kan pewaris keluarga besar Lim dan Huang. Ya dia ingin Ilkay tiada lah! Karena Aisyah dan Dishi yang menjadi pionnya, makanya mereka juga ingin membinasakan keduanya," tebakan Airy selalu saja benar. 


"Ai, ini sangat berisiko. Kenapa keluarga kita yang adem ayem begini, harus turun tangan ke dunia hitam seperti itu?" sahut Tama, anak Aminah dan Raditya. 


"Bang Tama, ini sangat di jelaskan. Tapi Ilkay akan aman jika dia tetap dibawah asuhan aku!" seru Aisyah. 


Merasa di pojokkan, Aisyah mengungkap siapa dibalik masalah besar itu. Aisyah tak ragu lagi menyebut nama Cindy dengan dendam lamanya karena pria yang dicintainya menikahi wanita lain. 


Lahirnya Ilkay akan membuat rencana Cindy yang ingin menikahkan Xia, putri hasil perselingkuhannya dengan adik Tuan Wang, akan berantakan. Maka dari itu, pewaris besar harus di sembunyikan dengan mengurungnya di penjara bawah tanah. 


Dengan mengurung Ilkay di penjara bawah tanah, akan membuat Cindy dengan leluasa bisa mengendalikan suatu hari, ketika Tuan Wang dan Chen melawannya. 


Lalu, bagaimana dengan Jackson Lim? 


Jack kembali untuk membunuh Rebecca karena diduga menyebabkan keluarganya tiada. Jack juga masih berambisi merebut kekayaan dari keluarga Lim yang saat ini masih berada dalam genggaman Rebecca dan juga Gwen. 


Orang uang melukai Asisten Dishi adalah suruhan Cindy. Hingga Asisten Dishi terpaksa memutuskan jaringannya, supaya tidak terdeteksi oleh orang suruhannya Cindy. Itu sebabnya Aisyah sulit menghubunginya. 


"Sudah? Kalian sudah jelas, 'kan? Saat ini, biarkan Ilkay menjadi anaknya Ai dan Asisten Dishi. Masalah selesai, dan saatnya kita makan," sela Feng yang saat itu sudah lelah berdiri di pojokan. 


"Feng!" teriak Yue yang baru saja datang bersama dengan Kabir. 


"Mami? Aih, kenapa dia datang juga?" gumam Feng hendak menjauhi Ibunya sendiri. 


Alhasil, Feng di jewer oleh Yue, karena menggunakan ramuan yang begitu mahal untuk membuat Ilkay bisa bicara dengan cepat. 


"Mami, Ilkay itu cucunya Paman Yusuf. Itu hadiah dariku, untuk keponakan yang belum pernah aku temui. Ai, tolong!" 


Meski masih dalam suasana tegang, Feng berhasil membuat semua orang tertawa sore itu. Penjelasan Aisyah dan Asisten Dishi memang tidak mendetail, namun itu cukup untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi tiga hari yang sudah berlalu. 


"Jadi Ilkay putraku?" tanya Chen lemas duduk di sofa. "Sungguh kejamnya aku, membiarkan putraku terlantar selama lima tahun lamanya," sesal Chen. "Di penjara yang gelap, kotor dan bersatu dengan orang-orang yang jahat,"


"Chen, ini semua sudah terjadi. Tidak perlu ada yang disesali lagi. Yang terpenting, anak muda sudah pulang, bukan?" Yusuf meredamkam emosi Chen yang saat itu sedang tidak stabil. 


"Aku malu dengan semua perbuatanku. Aku datang, malah membawa bencana bagi kalian. Maafkan aku, kalian berhak membenciku," ucap Chen lirih. 


"Ini bukan pertama kalinya keluarga besar kita dalam masalah. Kita tidak akan membencimu. Kita akan cari solusi terbaik bagimu. Bismillah, semoga kita bisa melewati semuanya," tutur Raihan. 


"Tapi, ngomong-ngomong, kenapa nama Ilkay lokal banget?" tanya Gwen memancing pertanyaan yang menyesatkan. 


Aisyah menatap Asisten Dishi. Sebab, dirinya hanya menamai Ilkay dengan satu nama. 


"Aidi? Darimana Asisten Dishi mendapatkan nama itu?" tanya Raditya. 


"Itu ... Em, Aidi itu, singkatan. Aisyah dan Dishi hehehe ... spontan saja itu--" Asisten Dishi tertawa terpaksa. 


"Apa kau bilang? Katakan! Bagaimana cara kau ingin mati, Asisten Dishi! Nama itu jelek sekali!" teriak Chen. 


"Tapi Tuan, saat ini dia putraku, bukan putramu!" terang Asisten Dishi tidak mau kalah. 


Semua orang menjadi tertawa. Badai memang belum berlalu, tapi masalah Ilkay terpecahkan dan itu membuat kado paling indah untuk pernikahan Gwen dan Agam. 


Mau langsung kisah Aisyah dan Chen, atau sambung kisah Gwen dan Agam setelah nikah?