Triplets' Last Mission.

Triplets' Last Mission.
Menikah Secara Agama



Masalah Chen sudah terselesaikan. Chen sudah bisa menerima kenyatan bahwa adiknya akan menikah. Ia pun memiliki pesan yang disampaikan kepada Asistennya untuk selalu menjaga adik dan anaknya yang dititokan padanya.


Malam telah tiba, usai salat isya' semua santri dan keluarga pesantren yang lainnya juga ikut berkumpul di aula besar untuk menjadi saksi nikahnya Aisyah dan Asisten Dishi. Tanpa riasan yang menonjol, Aisyah terlihat sangat anggun dengan gamis berwarna putih yang Ayyana desain sendiri.


"Kamu cantik sekali, Aisyah. Lihatlah, baju ini aku sengaja aku desain semirip mungkin dengan baju yang dipakai Nenek di poto itu. Senyum kalian sangat mirip, matanya, hidungnya dan juga perwatakan kalian juga tidak ninggal sedikit pun," ucap Ayyana bangga.


"Kita sama-sama tidak melihat kakek dan nenek, Kak. Tapi, dari kisah yang orang tua dan keluarga besar kita ceritakan, membuat kita mengerti bahwa beliau-beliau ini adalah orang yang istimewa," celetuk Aisyah menatap potret nenek kakeknya kala masih muda.


Masih sangat jelas diingatan kisah cinta mereka yang sangat sederhana tanpa konflik kehidupan yang banyak. Hanya saja,perpisahan selama hampir 9 bulan membuat cucunya terharu mendengar kisah cinta Aisyah dan Rifky. Sosok Aisyah Putri Handika yang tegas adalah panutan bagi seluruh adik-adiknya. Kini Aisyah Adelia Putri juga menerapkan ketegasan itu kepada adiknya Gwen dan juga Rifky kelak.


Waktu yang dinanti telah tiba. Aula itu memng satu ruangan, tapi karena tidak mungkin santriwati dan santri putra saling kontak, maka ditengah-tengah aula dibentangkan kain besar. Jantung berdebar hebat, kegugupan juga melanda mempelai pria dan wanita.


PENGHULU


"Bismillahirahmanirrahim, Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Aisyah Adelia Putri binti Yusuf Ali, alal mahri seperangkat alat salat dan juga uang tunai $2300 hallan!"


DISHI


"Qobiltu nikaha Aisyah Adelia Putri binti Yusuf Ali, wa tazwijaha alal mahri madzkur wa radhiitu bihi, Wallahu waliya taufiq,"


"Bagaimana para saksi?"


SAH!


Gema para santri membuat hati kedua penganting tersentuh. Meski menikah baru secara agama, tapi keduanya telah menjadi suami istri yang sah di mata Allah SWT. Mereka juga berpegangan tangan tidak mungkin akan menimbulkan dosa lagi.


Penghulu yang termasuk sahabat dari Raihan mendoakan keduanya.


Alhamdulillahirobbil'alamin Allahumma Inni As'aluka Min Khairina Wa Khairi Ma Jabaltaha "Alaihi. Wa A'dsubika Min Syarriha Wa Syarii Ma Jabaltaha "Alaihi."


Semua orang memberikannya ucapan selamat. Senyum sumringah juga wajah haru mereka terpancar di wajahnya. Kegugupan mereka mencair, udara seketika terasa sejuk kala penghulu dan para saksi mengucapkan kata SAH.


Chen merangkak mendekati keduanya. Mengapa merangkak? Karena memang acara akad di selenggarakan lesehan. Chen sampai di antara adiknya dan juga Asisten pribadinya yang kini telah menjadi adik iparnya.


"Jaga adikku dengan baik. Jika aku sampai tau kau main kasar dan berbuat jahat padanya ... kupastikan tubuhmu akan termutilasi, paham!" gertak Chen.


"Kak ...," bisik Aisyah.


"Cukup, Kak Chen. Tindakanmu ini seolah keburukan akan terjadi di kehidupan Kak Aisyah. Jangn terlalu protektif gini dah! Nikah sono!" desis Gwen.


Meski begitu, Aisyah dan Asisten Dishi hanya tersenyum menanggapi gertakan dari Chen. Aisyah bersyukur dalam hidupnya. Di saat dirinya menikah, masih ada wali sah yang ada. Meski dirinya sedih tanpa kehadiran kedua orang tuanya.


"Dimana Ilkay?" tanya Aisyah.


"Dia masih suka menyendiri. Saat ini ada di kamar bersama dengan Kak Ayyana. Aku rasa dia masih trauma dengan penculikan kemarin," jawab Chen.


"Biarkan nanti kami yang menghiburnya," ucap Asisten Dishi.


"Hish, aku masih kesal dengamu!" kesal Chen memalingkan wajahnya.


Usai akad dilaksanakan, seluruh keluarga berkumpul untuk menentukan hari yang tepat untuk mengesahkan pernikahan mereka secara agama. Semua berkas milik Asisten Dishi ternyata sudah lengkap. Hanya kurang milik Aisyah yang belum lengkap.


"Jika besok semuanya sudah siap semua berkasnya, lusa kalian bisa datang ke kantor untuk akad kembali dan juga tanda tangan dokumen untuk buku nikah kalian," ucap penghulu, sekaligus petugas KUA.


"Secepat itu?" tanya Aisyah.


"Iya, karena memang sudah lengkap, untuk apa menunda lagi? Ini akan membuat kalian mudah untuk urus kartu keluarga yang baru nantinya. Ada anak angkat kalian juga, 'kan? Apa kalian tidak ingin segera sah secara negara?" imbuh penghulu.


"Tapi kita masih akan tinggal di Korea. Kependudukan Ayahnya Ilkay juga masih dua negara, Amerika dan Tiongkok, Pak. Apa itu tidak akan memakan waktu lama untuk mengurusnya?"


Penghulu mengatakan bahwa Asisten Dishi sudah menetapkan diri sebagai warga negara Tiongkok setelah pergi melamar Aisyah kepada Yusuf. Ia juga mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkan jauh-jauh hari sebelumnya. Hanya tinggal membawanya ke KUA dan mereka akan menjadi suami istri yang sah di depan Agama dan Negara.


Aisyah tidak menyangka jika pria yang saat itu telah menjadi suaminya, sudah memikirkan dan menyiapkan segalanya sejak lama. Bahkan, Asisten Dishi juga mengurus semua itu bersama dengan Yusuf kala mereka bertemu di Australia.


"Aisyah, Paman dan dan Pamanmu Raihan sudah tau semua ini sejak awal. Kami tidak menyangka jika orang tuamu akan hilang. Tapi percayalah, kami tidak pernah menempatkan semua beban padamu seorang. Kami melakukan ini, karena ketulusan yang suamimu berikan kepada kami," sahut Adam.


"Kalian tau?" tanya Aisyah.


Adam dan Raihan mengangguk bersamaan. Merekalah yang akan mengurus sisanya supaya pernikahan kedua keponakannya segera terdaftar. Mereka juga meminta Aisyah dan Asisten Dishi untuk tinggal beberapa hari lagi sampai tanggal pendaftaran tiba.


"Kalian mengurus mereka, tapi tidak mengurusku. Sangat emejing epribadeh!" sulut Chen.


Semua orang menjadi tertawa karenanya. Meski begitu, Chen hanya bercanda saja. Tugasnya belum selesai. Masih ada satu adik lagi yang belum ia antarkan ke jenjang pernikaan. Chen berjanji, selagi kedua orang tuanya kembali, ia akan selalu menjaga adik-adiknya dengan baik.