Triplets' Last Mission.

Triplets' Last Mission.
Bayangan Dan Pengabdi



"Ilkay, kenapa namanya Ilkay? Siapa yang beri nama itu?" tanya Puspa kalau bermain dengan Ilkay. 


"Mama," jawab Ilkay. "Mama bilang, wajah Kay seperti bilang purnama. Jadi, dia memberikan nama Kay, dengan nama Ilkay," jelas Ilkay. 


"Nama yang bagus, bahkan Kakak aja juga suka nama itu," ucap Puspa menyentil hidung Ilkay. 


"Mama Kay orang yang sangat baik. Jadi, pasti semua suka jika membahas tentang Mama Kay," celetuk Ilkay. 


"Alhamdulillah dan MasyaAllah sekali Aisyah ini. Gadis yang sangat baik dari dulu sampai sekarang. Tapi, dia tidak selalu baik soal hubungan asmara. Dia selalu saja dipatahkan hatinya oleh kenyataan yang di mana pria yang dicintainya secara diam-diam selalu menikah dengan wanita lain. Aisyah, aku selalu berdoa untukmu, agar kelak kamu berjumpa dengan pria yang mampu membuatmu kembali ceria seperti dulu," doa Puspa untuk sahabatnya, Aisyah. 


Puspa membelai kepala Ilkay. Kemungkinan, Ilkay memang kurang akan kasih sayang, sehingga Ilkay mampu dekat juga dengan Puspa. Atau bisa dikatakan Puspa memiliki hati yang tulus, sehingga ia mampu dekat dengan Ilkay dalam waktu singkat. 


Di rumah, Kabir yang datang hanya dengan Yue ikut serta dalam mengambil keputusan. Ceasy tidak bisa hadir karena ia sedang terganggu kesehatannya, lalu Hamdan harus menjaganya karena sangat adik masih sibuk dengan pekerjaannya di luar kota. 


"Ini, harusnya Aisyah kudu menikah menyusul Gwen. Mau tidak mau, soalnya anak itu telah menjadi anaknya," celetuk Kabir membuat suasana kembali tegang. 


Bukan hendak mendesak Aisyah untuk segera menikah, tapi keluarganya hanya ingin menggoda Aisyah saja karena telah menyembunyikan rahasia sebesar itu hanya bertiga dengan Asisten Dishi dan juga Feng. 


"Jadi, kita harus pilih salah satu dari seorang laki-laki yang pernah melamar Aisyah waktu itu, bagaimana?" usul Raihan. 


"Setuju!" seru Gwen. 


"Iya, aku juga setuju," sahut yang lainnya juga menyetujui jika Aisyah menikah dengan pria yang pernah melamarnya. 


Saat semua membicarakan satu-satu diantara pria yang sudah pernah melamar Aisyah, Aisyah dan Asisten Dishi hanya bisa diam. Mereka berdua bingung harus bagaimana. Namun, saat itu memang tak mungkin bagi Aisyah menikah dengan Asisten Dishi. 


Syarat menikah yang penting adalah seiman. Memiliki imam yang baik di keluarga sangat penting bagi Aisyah dan sekeluarga. Di samping itu, Asisten Dishi juga sadar diri jika dirinya belum bisa menjadi seperti yang diharapkan di keyakinan Aisyah. 


"Aku belum siap menikah, aku akan fokus merawat Ilkay saja dulu. Kuliahku juga belum kelar, baru menjadi dokter, rasanya belum puas bagiku belajar! Assalamu'alaikum!" Aisyah tiba-tiba beranjak, keluar rumah hendak pulang. 


"Loh, kok, gitu? Kita kan baru saja membicarakan pernikahan kamu," goda Feng melirik ke arah Asisten Dishi. 


Bukan Asisten Dishi tidak tegas, hanya saja … bukan waktu yang tepat untuk mengejar wanita yang dicintainya. Di hadapan semua keluarga, Asisten Dishi tak ingin menambah masalah lagi. 


"Ai, kenapa sakit sekali mencintaimu. Tak bisa aku miliki, tapi … aku juga tak bisa merelakanmu bersama dengan pria lain," gumam Asisten Dishi dalam hati. 


Suasana malam itu kembali ceria dengan menggoda Gwen yang baru saja menikah. Mendapatkan suami seperti Agam sangat langka bagi Gwen yang tingkahnya tak bisa diam. 


Rencana Gwen dan Agama, esok hari mereka akan pulang ke tempat asal Agam dan menetap di sana. Membawa Gwen ke tempat yang membuatnya tak percaya jika dirinya menjadi istri seorang ustadz. 



Malam yang dingin, membuat Aisyah merasakan betapa menusuknya luka yang ia alami. Saat itu, Ilkay juga tidur di sampingnya, memandang wajah Ilkay, membuatnya tak lagi merasa kesakitan. 



"Kenapa? Setiap kali melihat wajah Ilkay, membuatku begitu damai. Anak ini, membuatku jatuh cinta saja," gumam Aisyah. 



Kembali merebahkan tubuhnya, berpikir akan pernikahan yang diinginkan oleh keluarga. Rupanya Aisyah menanggapinya dengan serius tentang perjodohan itu. 



"Ya Allah, jika saja Dishi … Huh, apa-apaan aku ini? Aku tidak boleh berharap lebih. Tak mungkin aku memintanya untuk pindah keyakinan hanya karena cinta pada sesama umatnya," Aisyah menepis tangannya sendiri yang saat itu menyentuh fotonya bersama dengan Asisten Dishi kala berlibur di rumah singgah yang Chen bangun. 



Jarinya begitu berat menghapus foto itu. Tapi, hal itu harus ia lakukan. Tak ingin dirinya mencintai seorang manusia melebihi kecintaannya kepada Sang Penciptanya. 



"Aku harus menghapus foto berdua dengannya. Mau bagaimanapun juga … ini tetap tidak boleh!" serunya. 




"Sampai saat ini, aku belum bisa membuat diriku tertarik akan Islam. Jika aku mencintai Aisyah, tanpa mencintai Tuhannya, apakah itu akan kekal? Meski di dunia ini tak ada yang abadi?" gumam Asisten Dishi sembari menatap langit. 



"Tapi, aku begitu cemburu saat semua keluarganya menjodohkan dia dengan pria lain," imbuhnya. 



Bahkan Asisten Dishi saja masih bingung harus bertindak bagaimana dengan perasaannya. Yang lebih memberatkan lagi, saat ini statusnya adalah seorang ayah dari anak angkat Aisyah juga. 



Tengah malam yang sunyi dipinggir laut. Jackson yang mengganti namanya menjadi Jack saja tengah kesal karena belati itu tidak membuat Aisyah dan Asisten Dishi tiada. 



"Sudahlah, Tuan Jack. Apa gunanya kau marah? Mereka sudah tau tentang anak itu!" dengus Cindy. 



"Aku ingin anak itu lenyap. Dia adalah penghalang besar bagiku untuk mendapatkan harta keluarga Lim yang saat ini berada dalam genggaman Becca dan juga Gwen," Jack masih berusaha. 



"Anak itu juga akan menjadi penghalang besar bagi putriku mendapatkan segalanya dari harta keluarga Wang. Lantas, apa rencanamu, Tuan Jack?" Cindy tak menyerah meski rencana pembunuhnya kepada Aisyah gagal.



Cindy masih menyimpan dendam karena perbuatan Aisyah, membuat pipinya memiliki bekas luka sayatan. Baginya, Aisyah adalah ancaman besar. Sebab, jika Aisyah mengatakan semuanya tentang dirinya, Cindy akan mati di tangan Tuan Wang. 



Saat ini, Aisyah hanya mengatakan bahwa Cindy hanya menyekap Ilkay saja. Kejahatan lainnya tidak ia ungkap karena dirasa itu tidak perlu. 



Rahasia apa yang Aisyah ketahui? Lalu, kapan Aisyah mengetahui itu? 



Dua hari lalu, saat Asisten Dishi pergi ke Amerika, ia di hadang oleh anak buah Cindy untuk menggagalkan rencana adopsi Ilkay. Hal itu mampu Asisten Dishi tangani meski dirinya hampir kehilangan nyawanya. 



Dua orang ini selalu saja terluka demi keluarga (Aisyah) dan majikannya (Asisten). Hanya saja, keduanya memiliki jarak pemisah yang sangat tinggi. Sehingga keduanya hanya bisa saling menguatkan, berkorban, namun belum bisa bersatu. 



Aisyah hidup bagaikan hanya sebuah bayangan bagi Gwen dan Chen. Sementara Asisten Dishi hidup hanya sebagai pengabdi, yang seolah jiwanya telah dijual kepada keluarga Wang untuk melindungi keluarga tersebut. 



Mampukah Ilkay menyatukan orang tua angkatnya, dan membebaskan dari julukan bayangan dan pengabdi? 



Misi tiga kembar ini belum selesai. Badai belum mereka tangguhkan. Kejahatan Cindy belum di tuntaskan oleh ketiga saudara kembar ini. Lalu, misi apa lagi yang akan mereka lakukan di masa mendatang? 



Melenceng dari religius, ya. Tapi, InsyaAllah, kita masih harus memetik hal positif dari kisah ini.