
Zayan keluar dari hotel, dan matanya melihat ke penjuru arah untuk mencari Kyros. Sampai akhirnya dia menemukan lelaki itu sedang berdiri di samping sebuah mobil. Zayan pu. berlari menghampiri temannya itu. Zayan langsung menyalami Kyros dan Kyros membalas uluran tangannya. "Ikutkah denganku...!" Ucap Kyros singkat dan membuka kan pintu mobilnya untuk Sayang. Kemudian Sayang masuk dan Kyros berlari ke sisi lain mobilnya lalu masuk dan mengendarainya keluar area hotel.
Kyros mengendarai mobilnya dalam diam, tidak mengajak Zayan berkomunikasi. Sementara Zayan hanya bisa terdiam juga, dia tidak berani bertanya atau mengatakan apapun pada Kyros, tahu bahwa Kyros sepertinya tidak dalam kondisi seperti biasanya.
Kyros akhirnya menghentikan mobilnya di sebuah restoran dan mengajak Zayan masuk. Dia sebenarnya ingin berbicara di tempat terbuka tetapi karena hawa di luar sedang dingin, dia memilih untuk mengajak Zayan masuk. Sampai di dalam, Kyros memesan kopi begitu juga dengan Zayan.
"Kapan kau datang Zayan!???" Tanya Kyros.
"Kemarin siang Ky...!" Jawab Zayan.
"Kau datang kesini kenapa tidak memberitahuku??? Padahal aku sudah pernah mengatakan kepadamu jika kau kesini kau bisa menghubungiku, kau bisa juga tinggal di apartemenku tanpa harus di hotel...!"
Zayan tersenyum. "Aku besok berniat ingin menghubungimu sebenarnya..! Tetapi kau sudah menghubungiku.."
"Kyra yang memberitahuku..!" Ucap Kyros dan Zayan kembali tersenyum. "Bisakah kau berikan nomor rekening mulai padaku Zayan???" Tanya Kyros.
"Nomor rekeningku??? Untuk apa Ky???" Tanya Zayan bingung.
Kyros tersenyum tipis. "Aku ingin mentransfer uang ke rekeningmu senilai 14.000 US dollar dengan syarat kau harus meninggalkan dan menjauhi Kyra adikku...!" Ucap Kyros dengan suara penuh ketegasan.
Mendengar itu, tentu saja Zayan terperanjat dan menatap Kyros tajam. "Apa....????!!!! Kau bercanda ya Ky???"
Kyros menggelengkan kepala nya. "Apa kau lihat bahwa aku sedang bercanda??? Bagaimana Zay??? Kau mau meninggalkan dan tidak lagi menghubungi Kyra??? Aku akan memberimu uang jika kau bersedia melakukannya, tidak perlu menunggu besok, aku akan memberikannya sekarang, atau jika bisa aku bisa memberikanmu sebuah cek senilai itu.. Bagaiamana???"
Zayan membelalakkan matanya mendengar kata-kata Kyros. Sejenak dia mencoba mencerna apa yang barusan di dengarnya lagi, berharap ada kemungkinan dia salah dengar. Tetapi kemudian ketika dia menyadari bahwa apa yang dikatakan Kyros itu benar-benar seperti yang dimaksudkannya, wajahnya merah padam oleh kemarahan bercampur rasa terhina.
"Kau benar-benar gila Ky... Bagaimana bisa kau menawarkan hal semacam itu padaku??? Aku ingin bersama Kyra karena aku menyukainya, menyukai pribadi dan dirinya, aku juga mencintainya, kau malah menawarkan hal konyol itu padaku, aku memang tidak sekaya keluarga kalian tetapi aku punya harga diri, niatku sangat baik ingin meminta ijin mulai untuk aku bisa bersama Kyra, kau justru bersikap merendahkanku seperti ini... Aku tidak pernah menyangka jika Kyros yang selama ini aku kenal baik, cerdas, berwawasan luas ternyata memiliki sikap buruk seperti ini...!"
Kyros melempar senyum tipis tetapi tidak menanggapi apapun. Sementara wajah Zayan terlihat kesal bercampur kecewa dengan apa yang di tawarkan oleh Kyros. Temannya yang terkenal dengan kebaikannya itu ternyata sekarang justru menghina nya secara tidak langsung dan juga cukup melukai hatinya karena tawaran yang terdengar konyol. Padahal Zayan merasa bahwa dia menyukai Kyra itu murni cinta bukan karena Kyra adalah putri dari Aditya Sahasya yang terkenal dengan kekayaannya dan juga bisnisnya yang sangat maju. Zayan tidak pernah melihat itu dari Kyra, karena cintanya bener-bener tulus untuk gadis itu. Tetapi ternyata ketulusannya justru di pandang sebelah mata oleh Kyros.
Zayan hendak berdiri meninggalkan Kyros tetapi dengan cepat Kyros menahannya dan menyuruh Zayan duduk lagi karena Zayan belum meminuk kopi yang di pesannya. Zayan menolak dan ingin pergi meninggalkan Kyros hanya saja Kyros masih menahannya. Membuat Zayan akhirnya kembali duduk tetapi enggan untuk melihat Kyros yang di depannya.
"Apa yang membuatmu menyukai dan berniat mendekati Kyra???" Tanya Kyros pada Zayan.
"Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku mencintai Kyra bukan karena siapa dia dan berasal dari keluarga mana, tetapi perasaanku padanya adalah karena aku menyukai pribadi nya yang ceria, menyenangkan dan dia sangat baik...!"
"Seberapa serius kau ingin bersamanya???" Tanya Kyros lagi.
"Jika aku tidak serius untuk apa aku jauh-jauh datang kesini Ky...! Aku benar-benar sangat mencintainya dengan tulus sepenuh hatiku...!"
Kyros kembali melempar senyumnya. Dia bisa melihat keseriusan Zayan. Apa yang tadi di tawarkan olehnya pada Zayan hanyalah sebuah jebakan untuk mengetahui apakah Zayan mau menerima tawarannya atau tidak dan dengan alasan apa. Jikalau pun Zayan menerima tawarannya, Kyros akan memberikan uang itu pada Zayan, dan memberitahu Kyra bahwa Zayan bukanlah laki-laki yang baik dan memilih uang daripada keinginannya untuk bisa bersama Kyra. Hanya saja ternyata Zayan memberikan jawaban yang baik, dan juga secara terang-terangan menolak dan tersinggung dengan permintaan Kyros, menandakan bahwa sepertinya Zayan memang benar-benar menyukai Kyra.
Kyros kembali tersenyum memandangi Zayan. "Kau berhasil melewati ujian pertama mu Zay....! " Ucap Kyros diikuti dengan tepuk tangan darinya untuk Zayan.
"Apa maksudmu??? " Zayan mengernyit.
"Aku tadi menawarimu uang sebenarnya aku hanya mengetesmu saja Zay, apa kau menerima tawaran ku atau tidak, karena kau pasti akan terkejut mengetahui berapa banyak yang setuju untuk menyambar umpanku mentah-mentah" Ucap Kyros. "Kau ternyata menolak tawaranku , itu bagus, artinya kau memang menyukai Kyra... Tetapi jikapun kau menerimanya aku tetap akan memberikan uang yang aku janjikan tadi padamu, dan kau bisa menjauhi adikku selama nya...!! "
"Tidak semua orang biasa sepertiku itu tidak memiliki harga diri...!" Gerutu Zayan.
Kyros terkekeh. "Aku tahu Zay... Aku hanya mencoba mengetesmu saja...! Dan kau berhasil melalui nya dengan baik... "
. "Jadi itu artinya kau menyetujui jika aku dan Kyra berpacaran???" Tanya Zayan.
Kyros menggelengkan kepalanya. "Aku bilang ini tahap pertama, baru awal... Aku masing menginginkan untuk melihat keseriusanmu pada Kyra, aku ingin yang terbaik untuk adikku, aku tidak mau dia tersakiti.. Kau masih harus melewati beberapa ujian lagi...! "
"Ujjian lagi??? Ujian apa???" Tanya Zayan.