
"Aku harus mengajaknya pergi kemana Ma??? Dan kapan??? Aku benar-benar sibuk, besok pagi aku juga harus kembali karena siang harus latihan... Minggu depan juga sudah mulai ada pertandingan..."
"Axel....!! Kau bisa mengajak Kyra pergi saat weekend, kalian berdua tidak sedang bekerja kan???"
"Baru minggu depannya lagi kan??? Kau bisa pergi weekend ini, jangan jauh-jauh, di sekitar sini saja.. Ada banyak tempat yang bisa kalian kunjungi.. Pikirkan hal yang bisa membuat Kyra bahagia, tunjukkan bahwa kau sangatlah mencintai nya..." Ucap Mama Axel.
"Benar Xel, luangkan sedikit waktumu, melamar seorang gadis dengan romantis dan juga dibumbui kejutan adalah sesuatu yang di impikan oleh kebanyakan perempuan.. Karena mereka merasa sangat di hormati dan di cintai... Menjadikan hal itu sebagai sesuatu yang akan mereka kenang selamanya.... " Pungkas Papa Axel.
Axel menganggukkan kepala nya. "Axel akan memikirkannya dengan baik, sekali lagi Terima kasih karena Mama dan Papa selalu mendukung setiap langkah Axel dan juga banyak memberi Axel motivasi...." Axel memeluk kedua orang tua nya. Kemudian berpamitan untuk istirahat karena besok pagi dia harus kembali ke luar kota karena dia tidak bisa meninggalkan begitu saja jadwal latihan. Karena seharusnya saat ini dia tidak berada disini. Akan tetapi di karenakan masalah yang di timbulkan Mama Celia, membuat Axel harus pulang. Bagi Axel sangat menyebalkan sekali apa yang terjadi hari ini karena ulah Celia dan juga Cyntia.
Sampai di kamar, Axel mencuci wajahnya dan menggosok gigi nya sebelum nanti dia mengganti pakaian dan pergi tidur. Axel menatap wajahnya di cermin dalam diam. Mencoba memikirkan tentang ususlan kedua orang tua nya untuk mengajak Kyra pergi ke luar dan melamar Kyra. Axel bingung, lamaran seperti apa yang akan dia lakukan dan hal itu bisa membuat Kyra bahagia. "Biasanya orang-orang melamar kekasih mereka di pantai, apa aku juga harus melakukan hal yang sama ya???? Kyra juga sangat menyukai pantai???! Tapi aku harus mengajaknya ke pantai mana??? Kalau ke Bali, terlalu jauh juga.... Dimana ya????" Gumam Axel. "Ahhhh coba besok aku cari pantai yang ada di dekat sini atau dimana kek gitu...!!" Lanjutnya lagi dan lekas menggosok gigi nya.
. Setelah selesai bersih-bersih, Axel kembali ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Kemudian dia naik ke tempat tidur dan berbaring.
Axel meraih ponselnya dan dia lupa belum menghubungi Kyra. Sudah jam sepuluh lebih. Kyra pasti sudah tidur, atau mungkin sedang menunggu untuk di hubungi karena sudah jadi kebiasaan mereka berdua saling berkirim pesan sebelum tidur. Kyra tidak mengirim pesan, entah sengaja tidak mengirim karena menunggu nya atau tidak. Tetapi Axel tetap harus mengucapkan selamat malam kepada kekasihnya itu, setidaknya Kyra bisa merasa tenang dan di perhatikan meskipun pesan itu baru di baca besok.
..."Think of me while you dream! I’ll make sure that I’m dreaming of that beautiful face too...😘🌹😍"...
Begitulah tulis Axel dan mengirimnya kepada Kyra. Pesan singkat yang memiliki pengharapan yang manis. Pesan itu memiliki arti "Pikirkan aku saat kamu bermimpi! Aku akan memastikan bahwa aku juga memimpikan wajah cantik itu...😘🌹😍"
Kyra baru saja meletakkan ponselnya setelah mengobrol dengan Gienka. Dia menarik selimut untuk tidur, karena sudah mengantuk. Biasanya Axel akan mengiriminya pesan manis, akan tetapi mungkin karena hari ini ada masalah dan mood Axel pasti sedang tidak bagus, Kyra memilih untuk tidak mengganggu kekasihnya itu. Karena yakin besok Axel pasti akan menghubungi nya.
Kyra mulai memejamkan matanya, dan sedetik kemudian, ponselnya yang ada di atas meja bergetar. Kyra membuka matanya lagi dan meraih ponsel itu. Senyumnya melebar ketika mendapati ada pesan dari Axel yang sudah dia nantikan. Kyra sentum-senyum sendiri membaca pesan manis Axel. Dan dia pun langsung membalasnya dengan ucapan yang tidak kalah romantisnya.
..."It's time to ride the rainbow back to the land of dreams! I’ll miss you until I see you again ❤♥💞"...
Begitulah balasan Kyra pada Axel yang memiliki arti.
..."Saatnya menaiki pelangi kembali ke negeri impian! Aku akan merindukanmu sampai aku melihatmu lagi ❤❤💞"...
Axel pun membalas dan memberitahu Kyra jika besok pagi dia harus kembali dan akan menyempatkan waktu sebentar untuk bertemu dengan kekasihnya itu sebelum kembali. Kyra pun kembali membalas dengan mengatakan besok dia akan menunggu Axel. Kemudian mereka berdua saling mengucapkan selamat malam dan tidur di kamar masing-masing.
****
Sementara itu, di tempat lain, Cyntia dan Mama nya akhirnya sampai di depan rumah Theo. Dengan penuh kemarahan, mereka turun dari mobil dan berjalan menuju rumah itu. Meskipun sudah hampir tengah malam, Cyntia tetap akan membawa Celia pulang bersama nya. Dan nanti ketika sampai di rumah, Cyntia akan memberi Celia pelajaran agar Celia tidak lagi bersikap seperti ini dan membawa nya harus berurusan dengan Aditya dan teman-temannya. Tadi benar-benar membuat Cyntia naik pitam karena apa yang sudah di lakukan Aditya dan kedua temannya itu.
Theo yang sedang menonton televisi di ruang tengah mengernyit dan menggerutu dalam hati tetapi dia lekas berdiri untuk melihat siapa yang datang malam-malam begini dengan cara menggedor pintu. Celia sedang tidur di kamar setelah tadi tidak berhenti menangis saat perjalanan pulang. Celia masih belum bisa menerima jika Axel menolak kembali kepada nya. Dan Theo berusaha sangat keras untuk memberikan pengertian kepada putri nya itu agar bisa menenangkan diri dan berpikir jernih. Meskipun Theo juga cukup kecewa atas sikap Celia yang tadi kasar kepada Kyra anak Cahya dan Aditya yang tak lain adalah kekasih baru Axel.
Theo membuka pintu dan terperangah ketika mendapati mantan istrinya serta mantan mertua nya datang ke rumahnya malam-malam seperti ini. "Kalian...????" Ucap Theo.
"Dimana Celia...???" Tanya Cyntia setengah berteriak.
"Dia sedang tidur....!" jawab Theo.
"Kau memang tidak punya otak... " Umpagama Cyntia pada Theo. "Aku dan Cyntia hampir gila mencari Celia dan kau malah menyembunyikannya di rumah kumuh mukanya ini..."
Theo mencoba tersenyum dan memaklumi setiap perkataan Cyntia ataupun Mama nya. "Maaf Ma, maaf Cyn... Celia melarangku memberitahu kalian.... Dia bilang dia ingin menenangkan dirinya dulu... "
. "Persetan.....!!!! Kau pasti memang sengaja mempengaruhi nya agar dia mau tinggal di rumah sampahmu ini... Dimana dia????" Tanya Cyntia sambil mendorong tubuh Theo agar lelaki itu tidak menghalangi jalannya.
"Jangan Cyn, biarkan saja dia disini dulu, menenangkan pikirannya, dia pergi dengan perasaan marah dan kecewa, dan nanti setelah pikirannya sudah jernih, aku pasti akan mengantarnya pulang kepada kalian... "
"Diam Theo... " Teriak Mama Cyntia yang juga ikut menerobos ke rumah Theo.
"Celiaaaa..... Celiaaa..... " Teriak Cyntia, Theo mencoba menahan kedua orang itu agar tidak membuat keribuatan karena ini sudah malam. Dan meminta mereka berdua agar menahan diri dan memberi kesempatan Celia menenangkan diri.
"Cyntia please.... Biarkan Celia istirahat disini... Jangan bangunkan dia, kasihan seharian ini dia banyak menangis... " Ucap Theo dan masih berusaha menghentikan Cyntia. Akan tetapi Cyntia sama sekali tidak peduli.
"Diamlah..... Inilah jika kau terlalu memanjakannya, dia jadi sangat kurang ajar.." Teriak Cyntia pada Theo.
Cyntia pun membuka pintu yang ada di beberapa ruangan rumah Theo. Tetapi tidak menemukan Celia. Dan ada satu kamar di bagian. belakang. Cyntia dan Mama nya bergegas kesana, membuka pintu kemudian mendapati Celia memang sedang tertidur. Cyntia melirik ke beberapa sudut, dan dia berbalik badan, kemudian meraih pitcher yang ada di atas meja makan. Pitcher itu berisi air, dan tanpa aba-ana Cyntia langsung menyiramkan air di dalam pitcher itu tepat di wajah Celia yang tertidur.
Hal itu tentu saja membuat Celia gelagaoan dan terbangun. Belum sempat menyadari apa yang terjadi, Celia berteriak kesakitan ketika rambutnya di jambak kasar oleh Cyntia.
"Kau memang anak kurang ajar.... Ayo sekarang pulang.. DSar bodooh dan tidak punya otak.... Kenapa kau selalu saja menyusahkan Mama, dan kau senang sekali menaikkan emosi Mama.. Ayo pulang... " Cyntia menjambak dan menyeret Celia keluar. Cyntia tidak memperdulikan teriakan kesakitan Celia dan erus menyeret Celia hingga keluar rumah. Sementara Mama Cyntia justru menghalangi Theo.
"Cyntia... Apa yang kau lakukan???" Teriak Theo. "Hentikan.. Kau menyiksa nya... " Lanjutnya lagi. Tetapi Cyntia sama sekali tidak peduli dan terus menyeret Celia melalui rambut gadis itu.
Cyntia sudah kehabisan kesabaran karena kaburnya Celia. Dan dia akan menghajar Celia habis-habisan nanti di rumah.