I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 58



Aditya mencoba menahan dirinya untuk tidak menangis, walaupun perasaan dan hatinya sangat hancur dengan kejadian ini. Dia yang sudah berjanji untuk menjaga istri dan kedua anaknya tetapi ternyata dia lalai yang akhirnya kejadian seperti ini bisa terjadi. Ini adalah kecerobohan yang sangat fatal yang sudah dia lakukan.


Tubuh Cahya tiba-tiba lemas, dan dia pingsan. Aditya dengan cepat menahannya lalu menggendongnya dan membawa istrinya itu naik ke kamarnya. Aditya membaringkan Cahya di tempat tidur. Ibu Cahya memberikan minyak kayu putih kepada Aditya agar bisa dihirupkan ke Cahya. Aditya kemudian menyuruh ibu mertuanya itu untuk manggilkan Ariel, agar bisa ke kamar ini. Tak lama akhirnya Ariel masuk ke kamar Aditya.


"Iel, kurasa aku tidak bisa meninggalkan Cahya untuk saat ini, aku takut jika dia sadar nanti dia memaksa untuk pergi dari rumah, lebih baik semua bukti-bukti itu kalian bertiga yang membawanya ke kantor polisi, aku memasrahkan semuanya kepada kalian, jika ada sesuatu segera hubungi aku"


"Aku mengerti Dit, memang hanya kau yang bisa menenangkan Cahya, kami akan mengurusnya, kau tenang saja, oke aku akan berangkat sekarang" Ariel pun keluar dari kamar Aditya.


Aditya kembali berusaha menyadarkan Cahya juga memanggil dokter untuk memeriksa kondisi istrinya itu. Sangat sulit bagi Aditya berada di posisi ini, dia tidak tahu bagaimana kondisi Kyros saat ini, dimana dia dan bagaimana keadaannya, tetapi dia juga tidak bisa meninggalkan Cahya, mengingat istrinya itu sangat mudah panik juga yang Aditya takutkan adalah Cahya akan berada dalam kondisi yang sama seperti dulu saat kehilangan janinnya, karena tentu saja hal itu bisa terulang lagi jika Cahya mengalami shock berat akan suatu hal. Aditya tidak bisa melihat hal buruk itu terjadi lagi, dia hanya bisa berharap segera bisa menemukan petunjuk dimana keberadaan Kyros saat ini.


Dokter sudah memeriksa Cahya dan memberikan beberapa obat agar Cahya menjadi lebih tenang. Dokter juga menyarankan agar saat siuman, Cahya harus segera makan.


*****


Hari sudah sore tetapi masih belum ada kabar sama sekali tentang nasib Kyros. Aditya semakin frustasi memikirkan keadaan Kyros saat ini, ada berbagai ketakutan yang menggelayuti pikirannya. Aditya merasakan bahwa kepalanya seperti ingin pecah dan tidak berhenti menyalahkan dirinya sendiri. Jika terjadi sesuatu dengan Kyros, Aditya tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.


Cahya memukul dada Aditya berkali-kali dan memandang Aditya dengan pandangan penuh kemarahan. "Lepaskan aku.....! Kenapa kau terus saja menghalangiku, aku harus mencari Ky.... Lepaskan aku Adit.... Kau jahat sekali.....!!!"


"Ssshhhh.....!!! Sayang, ku mohon tenanglah, Ky akan segera ditemukan, kita tunggu saja, polisi sedang mencarinya, Randy juga sudah mengirim anak buahnya untuk mencari Ky, kau tenang...."


"Kyra mana??? Kyra mana??? Aku harus menjaganya, aku tidak mau putriku juga diculik... Kyra mana....!!!"


"Kyra ada bersama Ibu, sekarang kau duduk, kau harus makan, sejak tadi kau belum makan, nanti ku panggilkan ibu agar membawa Kyra kesini, tapi kau makan dulu oke???" Aditya mencoba membawa Cahya agar duduk di sofa dan akan menyuapinya.


Cahya duduk dan Aditya mengambil makanan yang ada di atas meja, lalu menyendok nasi dan sayur, hendak menyuapkan ke Cahya tetapi istrinya itu justru membuang muka. "Sayang, buka mulutmu, ayo kau harus makan, kau pasti sangat lapar" Gumam Aditya.


"Aku tidak mau, Ky juga pasti belum makan, aku tidak akan makan sebelum aku melihat Ky ada di depanku"