
"Kak Gie....???" Panggil Sanne pada Gienka yang sedang duduk di tepi kolam renang.
Gienka menoleh dan tersenyum mendapati Sanne dan Vineet datang menghampiri nya. "Kalian...??? Duduklah... Sudah istirahatnya???" Tanya Gienka.
"Sudah kak, tidur sebentar membuat kami merasa lebih baik... Kok sendiri?? Kak Ky dimana???" Tanya Sanne.
"Oh, Ky pergi ke kantor, dia ijin setengah hari, jadi tadi setelah dari airport dia berangkat ke kantor... "
"Oh iya ya.... Kak Ky ijin setengah hari..." Sanne tersenyum.
"Kalian pasti lapar, aku sudah siapkan makanan untuk kalian.. Eh uncle dan aunty apa sudah bangun??? Kita bisa makan bersama..."
"Entahlah... Tapi coba aku akan periksa... Aku turun karena sebenarnya lapar heheheh... Aku naik ke atas dulu ya???" Sanne pun pergi meninggalkan Gienka dan Vineet.
"Besok aku akan mengajak kalian jalan-jalan.. Ky libur, dan kita bisa pergi bersama... Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi???" Tanya Gienka pada Vineet.
"Aku tidak terpikirkan mau kemana, aku hanya ikut saja, ingin refresh otak.. Terserah kakak saja mau mengajak kemana... " Jawab Vineet.
Gienka terkekeh. "Kita pergi nonton, dan makan-makan saja dulu, hehehehe... "
"Ya.... Hmmm Apa kakak selalu seperti ini kalau kak Ky pergi bekerja???"
"Iya, aku sendirian di rumah dan selain melamun kadang aku coba melakukan hal lain... Agak menyebalkan, tetapi beginikah ibu rumah tangga yang belum memiliki anak... Hehehe..."
Vineet tersenyum. "Tapi Kakak kan memang belum berniat memiliki momongan.. Jadi kakak harus menikmati kesendirian kakak setiap hari jika di tinggal kak Ky bekerja...
"Kau memang benar... Hahaha aku memang ingin dulu menghabiskan waktu bersama Ky.... Dan banyak hal yang ingin kamu raih dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi..."
"Pasti nanti kalian akan memiliki bayi yang sangat lucu, kak Gienka sangat cantik, dan Kak Kyros juga tampan, aku jamin bayi kalian akan sangat menggemaskan nanti nya... Ah itu Uncle dan Aunty turun... "
"aah iya, ayo kita makan sekarang... Aku sudah menyiapkan semua nya di meja makan... " Gienka dan Vineet pun beranjak dan berjalan menghampiri Sanne dan orang tua nya yang sedang menuruni tangga.
"Gue sudah memasak untuk kalian, semoga suka dengan masakan Gie... Walaupun tidak seenak masakan buatan aunty Rana, dan juga calon chef Sanne..." Ucap Gienka sambil mengajak mereka ke ruang makan.
"Pasti enak, karena Mama mu pernah bilang kalau kau juga jago memasak... Dan sekali lagi kami minta maaf sudah merepotkan kau dan Ky... "
"Ah aunty, jangan terus minta maaf, lebaran masih lama... Hehehe hari ini aku yang memasak, dan besok aunty harus mengajariku memasak yang lain, supaya Ky tidak bosan hehehehe.. Aku hanya bisa masak itu-itu saja soalnya... Hehehe.. "
"Iya, siap..." Ucap Rana.
Gienka pun mempersilahkan mereka untuk duduk dan menikmati makan siang menjelang sore, karena mereka baru bangun setelah beristirahat sebentar. Perjalanan jauh pasti membuat mereka sangat lelah. Semua pun menikmati masakan yang di buat Gienka, memuji nya karena rasanya enak.
"Ky pulang jam berapa biasa nya???" Tanya Vitto.
"Tidak tentu Uncle, kadang jam 6 sudah sampai rumah terkadang juga jam 7 atau jam 8.."
"Dia pasti sibuk sekali... Oh iya, besok Uncle dan Aunty akan pergi untuk bertemu klien, jadi kami titip Sanne dan Vineet ya???"
Gienka tersenyum. "Tenang saja Uncle, besok Ky libur dan aku berniat mengajak mereka jalan-jalan... Jadi Uncle Vit dan Aunty Rana tidak perlu khawatir.... Mereka aman bersamaku.."
Vitto tersenyum. "Uncle percaya padamu... "
★★★★★
Keesokan hari nya.....
Di tempat lain... Axel duduk di sofa yang ada di ruang tamu, menunggu Kyra keluar. Kyra sedang bersiap untuk jalan-jalan sore bersama nya. Seharian ini, mereka berdua menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Bermain di pantai, snorkeling, naik jet ski, serta hal lain yang sangat menyenangkan. Kyra tampak bahagia sekali, karena ini pertama kali nya dia berlibur bersama Axel dan menghabiskan waktu berdua saja.
Tujuan datang ke tempat ini adalah untuk memberi Kyra kejutan, tentu Axel sejak tadi merasa grogi dan mencoba menenangkan dirinya serta menyiapkan mental untuk melamar Kyra. Memang hari pertunangan sudah di atur, dan Kyra setuju, akan tetapi Axel tetap i ngin melamar Kyra secara langsung, mengungkapkan perasaannya yang begitu bahagia dan bisa di beri kesempatan untuk mencintai perempuan itu. Axel ingin ada tanda semat di jari manis Kyra, menandakan bahwa Kyra sudah terikat dengan nya. Dan cincin pemberian Mama Axel adalah cincin warisan dari keluarga mereka dan harus di berikan kepada siapapun yang akan menjadi menantu mereka. MesMeskioun itu cincin lama, tetaoi cincin itu tidak terlihat kuno. Tidak memiliki ukiran dan hanya di hiasi oleh berlian yang cantik. Axel yakin, Kyra akan menyukai nya.
Dia akan mengajak Kyra jalan-jalan sore di tepi pantai. melihat sunset kemudian akan melamar Kyra. Axel bukan orang yang puitis, tetapi dia akan berusaha keras nanti.
"Ayo...!!" Kyra keluar dari dalam dan menghampiri Axel.
Mereka bergandengan tangan, menyusuri jalan menuju pantai. Kyra menyandarkan kepala nya di dada Axel. "Aku senang akhirnya kau mengajakku pergi berdua dan kita jalan-jalan seharian ini... " Gumam Kyra.
"Kau senang???" Tanya Axel.
"Tentu saja... Kita berdua begitu sibuk dan tidak bisa bertemu setiap hari... Akhirnya punya waktu untuk berduaan... "
"Nanti juga kita akan punya lebih banyak waktu setelah sudah menikah... " Ucap Axel kemudian memeluk punggung Kyra.
"Ya... Tapi masih sekitar 2 bukan lagi... Masih lama... Btw kita belum membahas bulan madu... Kau akan mengajakku bulan madu kemana???" Tanya Kyra.
"Terserah kau saja.... Kau ingin dimana??"
"Mmmmm.... Kemana ya??? Aku tidak tahu, kau saja pasti akan sibuk sekali nanti, jadwal laga sudah menunggu selama beberapa bulan ke depan, dan aku tidak mau kau jadi egois dan melupakan pekerjaan mu... Kita bisa pergi bulan madu jika jadwal sudah longgar... Lagi pula kita bisa bulan madu di rumah... "
Axel tertawa. "Kau ikut saja denganku setelah kita menikah, aku akan ijin pada Apap agar kau bisa ikut denganku selama beberapa hari, seminggu atau dua minggu, jadi kita tetap bisa menikmati waktu berdua nanti nya.... Itu akan tetap menyenangkan... Tapi itu juga tergantung jika kau mau?? Mengingat kontrakan ku kecil..."
Kyra mendongak menatap Axel. "Kau pikir aku akan menolak??? Tentu saja tidak, dimana saja aku siap jika aku bersama suami ku...."
"Benarkah???? Aku akan melihatnya nanti... "
Mereka sudah sampai di pantai, dan berkeliling. Matahari juga perlahan mulai turun, sehingga langit mulai berubah warna menjadi jingga muda. "Kita naik kesana... " Ajak Axel sambil menunjuk ke arah bebatuan karang di tepi pantai. Kyra mengangguk dan oergila mereka kesana.
Mereka nai ke batuan karang, berdiri menatap luasnya laut dan indahnya langit berwarna jingga. Diam-diam Axel merogoh saku celana nya dan mengeluarkan kotak cincin yang sudah di bawa nya sejak tadi.
Axel menoleh ke arah Kyra yang ada di sebelahnya. Rambut panjang Kyra di terpaksa angin pantai yang membuat nya menjadi berantakan, menambah kecantikan siluet wajah nya begitu luar biasa. Axel perlahan menghadapi ke kanan dan duduk berlutut
"Kyra sayang.... " Panggil nya dengan suara lembut.
Kyra menoleh dan terkejut mendapati Axel berjongkok. "Kau kenapa???" Tanya Kyra.
"Aku tidak tahu harus memulai darimana, tetapi aku sangat mencintai mu, pertemuan tak terduga kita di pesta itu membuatku langsung menyukai mu, bukan karena wajahmu yang cantik, tetapi kelembutan hatimu, aku bisa melihatnya ketika kau memilih diam dan tidak membalas apa yang di lakukan Jelena, menandakan bahwa hatimu begitu lembut dan kau pasti memiliki kebaikan hati yang luar biasa... Setelah mengenalmu lebih jauh, semua itu semakin tampak jelas bahwa kau adalah perempuan yang sangat baik, lembut dan tidak pernah merasa tinggi hati meskipun kau seseorang yang memiliki segala nya dan seorang putri dari konglomerat terkenal, kau tetap rendah hati, pemaaf dan hatimu begitu luar biasa, membuatku semakin kagum, dan aku semakin menyukai mu.." Ucap Axel, dan Kyra hanya bisa terperangah menatap Axel.
"Dan aku seperti mimpi saat kau memberiku kesempatan untuk bisa dekat denganmu, keluarga mu juga luar biasa, menerima ku dengan tangan terbuka meskipun aku hanya seseorang dari keluarga biasa saja, kau dan keluargamu penuh cinta dan kasih... Hal itu semakin membuatku kagum, dan cintaku semakin besar untukmu, aku tidak menyangka jika hubungan kita bisa sejauh ini, aku berjanji akan membuatmu bahagia selama nya, menjadi suami yang baik dan ayah yang luar biasa untuk anak-anak kita nanti, juga tidak akan mengecewakan mu serta keluarga mu, aku akan berusaha sekeras mungkin untuk membahagiakanmu... Jadi aku mohon kau juga memberiku kepercayaan bahwa aku bisa membahagiakan mu... Dan sekarang aku ingin memberikan sesuatu sebagai tanda bahwa aku mencintaimu dan juga kau adalah milikku..." Axel mengangkat kotak cincin beludru berwarna hitam. Menunjukkannya pada Kyra. "Will you marry me????" Ucapnya lagi.
"Ya Tuhan...!!! Tapi bukankah kita sudah bersiap menikah dan hari sudah di tentukan, lalu kenapa kau harus bertanya??? Tentu saja aku mau menikah denganmu...!! Kalau tidak pasti persiapan nya sudah tidak sejauh ini... " Timpal Kyra sambil tersenyum dan masih tidak menyangka Axel akan. melamarnya seperti ini.
Axel melempar senyum. "Aku tahu, tetapi aku ingin mengikat mu, memberimu cincin warisan keluarga ku dan menunjukkan pada orang-orang jika kau adalah milikku.. Kau mau kan???" Tanya Axel.
Kyra tersenyum lebar dan mata nya berkaca-kaca. Masih tidak menyangka dan mencoba menyadarkan dirinya bahwa ini bukanlah mimpi. "Ya... Tentu saja aku mau... " Jawab Kyra.
Axel memejamkan matanya untuk sesaat tetapi kemudian dia langsung menyematkan cincin di jari manis Kyra. Setelah itu Axel berdiri dan memeluk Kyra dengan perasaan penuh kebahagiaan. "Aku sangat mencintaimu...." Ucap Axel.
"Aku tahu.. Dan aku juga sangat mencintaimu... Thanks for everything.... Thank you so much...." Ucap Kyra. Mereka kemudian berciuman untuk mengungkapkan kebahagiaan yang mereka rasakan. Dan tentu saja Axel sudah menyuruh petugas yang bekerja di resort untuk mengabadikan moment ini diam-diam. Axel tidak ingin melewatkan kenangan ini begitu saja.