
Mobil Axel memasuki halaman rumah Gienka. Mereka sudah sampai di kediaman Mamanya Gienka yaitu Elea karena memang Gienka sedang mengingat disini setelah minggu lalu di rumah Ariel. Gienka keluar dari mobil begitu juga dengan Axel. Mereka kemudian naik ke lantai dua karena pintu garasi tertutup yang menandakan bahwa Elea dan Danist belum pulang dari kantor.
"Assalamualaikum.. Oma... Gie pulang...!" Ucap Gienka ketika memasuki rumah. Terdengar sayup-sayup suara dari dalam rumah yang menjawab salam Gienka. Tak lama Oma Gienka keluar dan tersenyum ketika mendapati Gienka pulang bersama Axel.
"Eh Axel... Kalian pulang bersama???" Tanya Oma Gienka.
"Axel yang menjemputku Oma..."
"Oh di jemput Axel..! Oma buatkan minum dulu ya???" Oma Gienka ke belakang untuk. membuatkan Axel minuman.
"Xel, kau duduk dulu, aku ke kamar dan berganti pakaian, atau kau mau langsung ke halaman belakang??? Tunggu aku disana...!" Ucap Gienka dan Axel menganggukkan kepala nya.
Gienka masuk dan naik ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Sedangkan Axel memilih untuk masuk tetapi turun ke lantai satu dimana dia senang duduk di halaman belakang sambil mengobrol dengan Gienka.
Sementara itu, Kyros baru saja selesai melaksanakan keeajibannya. Dia berdiri dan melipat sajadah nya, kemudian pergi ke dapur dan membuat kopi. Kebiasaannya setiap pagi adalah menikmati kopi di balkon apartemennya, dan jika weekend, dia biasanya akan pergi jogging. Jika tidak malas, dia akan memilih treadmill di apartemennya saja. Seperti sekarang dia sedang malas untuk treadmill dan memilih ingin meminum kopi saja sebelum nanti berangkat ke kantor.
Setelah membuat kopi, Kyros pergi ke balkon, hari masih sedikit gelap, tetapi dia sangat menyukai udara pagi di balkon nya. Sambil menyesap kopi nya, Kyros memikirkan Gienka. Dan senyumnya menghiasi wajah tampannya setiap dia mengingat Gienka. Sejak semalam dia berpikir untuk mencari waktu libur yang tepat, sehingga dia bisa pulang dan bertemu Gienka. Kyros ingin segera mengungkapkan perasaannya kepada gadis yang sejakkecil sangat di cintai nya itu. Bagi Kyros sudah cukup dia memendam perasaannya selama ini. Jika sebelumnya dia ingin berfokus pada pendidikannya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai menjalin hubungan dengan seseorang. Kyros berharap Gienka mau menerimanya nanti dan juga dia bisa mewujudkan janjinya dulu untuk menikahi Gienka, walaupun Kyros sendiri tidak yakin apakah Gienka mau menerima cintanya atau tidak. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk mengutarakan perasaannya pada Gienka.
"Sepertinya memang cocok untuk pulang, selain libur Natal juga tahun bari dan musim dingin... Jika aku harus mengurus cuti, itu akan cukup sulit, lebih baik sedikit bersabar untuk pulang saat itu saja...!" Gumam Kyros. "Aku harap kau bisa sedikit menungguku sebentar saja ya Gie... Semoga harimu belum di masukin oleh laki-laki lain, sehingga aku punya kesempatan memasuki nya...!" Lanjutnya lagi.
Ponselnya berdering, sebuah pesan masuk. Kyros yang tadinya mengarakan pandangannya lurus ke depan, beralih ke ponselnya yang berkedip. Kyros mengambil ponselnya dan membuka isi pesan itu. Ternyata pesan dari atasannya di kantor, yang meminta agar dia datang ke kantor lebih pagi daripada biasanya karena ada meeting penting yang harus di ikuti olehnya.
Kyros menghela napasnya panjang. "Meeting apa??? Tidak biasanya ada meeting sepagi ini.. Ah ya sudahlah, pasti ada hal yang sangat penting sekali...! " Gumam Kyros, dan dia kembali menyesap kopi nya.