
Aditya terus berusaha membujuk Cahya tetapi tetap saja istrinya itu tidak mau membuka mulutnya bahkan sekedar minum saja Cahya juga tidak mau. Akhirnya Aditya memanggil Ibu mertuanya agar membawa Kyra ke kamarnya karena Cahya terus memintanya. Aditya juga sudah berhasil meyakinkan Cahya agar lebih tenang karena Kyros sudah dalam pencarian dan akan baik-baik saja.
Ibu Cahya akhirnya membawa Kyra masuk ke kamar dan memberikan cucunya itu pada Aditya. Melihat Kyra ada di gendongan Aditya, Cahya langsung berdiri dan mengambilnya. Cahya tidak berhenti menciumi Kyra dan menggendongnya.
Ariel, Randy dan Danist juga akhirnya sampai di rumah, mereka sudah membawa beberapa informasi untuk Aditya. Sebuah ketukan pintu membuat Aditya beranjak dan membukanya. "Mereka sudah kembali, dan kau ditunggu di ruang kerjamu, biar aku, Chika dan Chitra yang menjaga Cahya" Ucap Elea.
"Baiklah, jangan lupa kunci pintunya El"
Elea mengangguk, lalu masuk ke kamar Cahya bersama dengan Chitra dan juga Chika. Sementara Aditya pergi keluar untuk menemui Randy dan yang lainnya.
"Bagaimana???" Aditya langsung bertanya saat dia memasuki ruang kerjanya.
Randy kemudian menjelaskan bahwa saat pertama kali mereka menyodorkan rekaman cctv dan wajah pelaku yang membuntuti Aditya, adalah orang yang sudah berulang kali keluar masuk penjara. Itu yang menyebabkan polisi langsung bisa mengenalinya. Dan orang itu terbiasa melakukan hal-hal semacam ini biasanya biadanya mereka dibayar oleh seseorang bukan keinginan mereka sendiri.
"Dit, aku rasa memang pria itu dibayar oleh seseorang untuk ini semua, coba kau ingat apa kau pernah bermasalah dengan orang akhir-akhir ini? Atau apa, mungkin dengan itu kita bisa menyimpulkan siapa dalang utamanya"
"Tidak Iel!! Aku tidak sedang bermasalah dengan siapapun, kalian tahu kan bahwa aku baru beberapa minggu disini, dan aku disibukkan dengan berbagai pekerjaan hingga tidak ada waktu untuk mencari musuh atau berdebat dengan orang lain"
"Mungkin bisa jadi pelakunya adalah orang yang sama yang membakar tempat usaha ibu mertua anda pak" Sela Danist kemudian. "Mengingat bahwa pelaku pembakaran itu juga mengaku dibayar oleh seseorang"
"Benar, kurasa apa yang baru di ucapkan Danist itu ada benarnya Dit"
"Ya tapi siapa Ran??? Aku benar-benar tidak tahu, aku merasa tidak melakukan apapun, begitu juga dengan keluargaku yang lainnya, aku hanya berharap Kyros segera di temukan, aku bisa gila jika harus melihat penderitaan Cahya saat ini, ya Tuhan.....!!!! Kenapa harus ada lagi kejadian seperti ini....!"
*****
Aditya duduk disamping Cahya yang tertidur dengan memeluk Kyra. Sejak tadi Cahya benar-benar tidak mau melepaskan Kyra dari gendongannya. Keadaan seperti ini pasti membuat Cahya takut dan tidak mau melepaskan Kyra. Masih belum ada perkembangan apapun, baik dari polisi ataupun anak buah Randy. Dalam kekalutan yang luar biasa Aditya tidak berhenti merapalkan doa untuk keselamatan Kyros. Aditya juga meminta agar permasalahan ini jangan sampai terdengar pada orangtuanya di Swiss, karena mereka pasti akan panik luar biasa, terutama Mamanya. Tadi bahkan dia harus berbohong kepadanya saat Mamanya itu menanyakan Cahya dan si Kembar karena dia berusaha menghubungi Cahya tetapi tidak di jawab sama sekali. Aditya terpaksa mengatakan bahwa Cahya, Kyra dan Kyros sedang tidur.
*****
Rumah sudah sangat sepi, sepertinya orang-orang sudah tidur. Hanya tinggal Aditya, Ariel dan Randy yang terjaga di ruang keluarga. Sementara yang bersama Cahya saat ini ada Ibunya juga Elea. Mereka bertiga masih menunggu dan harap-harap cemas tentang kabar terbaru. Aditya sangat gusar bahkan hanya untuk sekedar meneguk air saja dia tidak bisa melakukannya. Memikirkan keadaan Kyros membuatnya semakin gila, rasanya kepalanya benar-benar ingin pecah.
Waktu sudah menunjukkan lebih dari jam 3 dini hari, Aditya masih belum bisa memejamkan matanya sama sekali, sementara Randy dan Ariel tampak sudah tidur dengan posisi duduk di sofa. Hati Aditya benar-benar hancur saat ini, waktu seolah berjalan begitu lambat. Dan terus bertanya-tanya kenapa masih belum ada informasi apapun tentang keberadaan pria itu atau anaknya.
Randy terlonjak karena ponselnya berdering, dia pun langsung mengangkatnya karena seorang anak buahnya menghubunginya, berharap ada titik terang atau sekedar informasi tentang permasalahan ini. Ariel juga langsung terbangun, dan Aditya terlihat menyimak.
"Hallo...!!" Ucap Randy.
Randy terlihat diam mendengarkan. "Oke bagus, jika dia masih menolak berbicara, langsung bawa dia kesini, ke rumah Aditya, cepat....!" Randy kemudian menutup teleponnya.
"Gimana Ran??" Tanya Aditya.
"Anak buahku sudah menemukan si brengs*k itu, dia sedang berpesta di sebuah club, sepertinya dia tengah menikmati uangnya, sayangnya dia tetap tidak mau berbicara tentang keberadaan Kyros jadi anak buahku mengikatnya dan aku menyuruhnya membawanya kesini, kita harus bisa membuat mulutnya mau terbuka"
"Aku yang akan menghajarnya jika dia terus dia terus bungkam, berani-beraninya dia melakukan hal ini kepada keluargaku" Geram Aditya.