I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 80



Setelah mengobrol dengan anggota keluarganya, satu persatu masuk ke kamar masing-masing karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih. Kyros memilih untuk tetap di ruang tengah karena ingin menonton televisi atau bermain PS lebih dulu, dia belum terlalu mengantuk karena masih belum terbiasa dengan waktu disini.


Kyra dan Gienka masuk ke kamar. Kyra mengganti pakaiannya dengan piyama tidur begitu juga dengan Gienka. Kyra masuk lebih dulu, Gienka mengambil ponselnya menunggu Gienka selesai lebih dulu. Gienka tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena Kyros sudah pulang. Rasanya dia ingin melompat dan berteriak kencang untuk mengungkapkan kebahagiaannya saat ini. Lelaki yang sangat di cintainya itu ada di dekatnya, Kyros terlihat lebih tampan saat ini.


Kyra akhirnya keluar dan menyuruh Gienka untuk memakai piyama miliknya. Gienka beranjak dari tempat tidurnya dan hendak masuk ke ruang ganti Kyra tetapi matanya tertuju pada pitcher yang kosong di atas meja. "Ra... Aku akan mengambil air dulu di dapur, pitcher nya kosong, tau sendiri aku suka terbangun dan merasa haus, kau tidur saja lebih dulu...!" Ucap Gienka.


"Ah iya ya tadi aku lupa memberitahu Mbak Tina, ya sudah kau ambil saja, aku mengantuk sekali Gie...!"


"Iya, kau tidur saja duli, aku ke bawah dulu..." Gienka mengambil pitcher dan pergi keluar dari kamar Kyra untuk turun ke dapur.


Gienka berjalan pelan dan sedikit bersenandung. Dan sampailah dia di ruang tengah, langkahnya terhenti mendapati Kyros masih berada disana yang sedang asyik bermain PS.


"Ky.... Kau masih disini???"


Suara Gienka membuat Kyros terlonjak dan hampir melepaskan stick Ps yang ada di tangannya. "Astaga Gie... Kau mengagetkaknku saja....!!"


"Kau kenapa masih disini??? Bukannya beristirahat, kau kan habis perjalanan jauh, pasti lelah, kenapa malah masih disini...??" Tanya Gienka lagi.


Kyros terkekeh. "Aku belum mengantuk, di pesawat istirahatku cukup, tadi juga sempat beristorahat di kamar, kau sendiri kenapa ada disini??"


"Aku mau mengambil air..!" Gienka duduk di sofa di sebelah Kyros kemudoan meletakkan pitcher yang di pegangnya di meja.


"Bagaimana ujian akhir semesternya??? Sudah selesai??" Tanya Kyros lagi.


"Sudah... Baru saja selesai hari ini...!"


"Baguslah... Dan ide mu pergi liburan itu sangat bagus, aku senang bisa ikut bergabung dengan kalian.. Apa kau hanya akan pergi dengan Kyra, Louis dan Sanne saja????"


"Ya... Aku dekat dengan mereka, jadi aku ingin pergi bersama mereka saja...!"


Kyros tersenyum dan membuatnya semakin tampan. "Ku dengar dari Kyra di sekolah banyak teman laki-laki mu yang menyukaimu, kau tidak berniat pergi bersama salah satu dari mereka yang mungkin kau sukai...?"


"Aku tidak menyukai mereka jadi untuk apa aku mengajaknya, lagipula aku tidak mau mengambil resiko apapun, pergi bersama orang yang di kenal itu lebih baik...!" Ucap Gienka.


Kyros terkekeh. "Kau sangat manis tetapi juga jutek....!" Gumam Kyros.


"Apa sebenarnya yang membuatmu enggan sekali sepertinya meninggalkan Swiss, apa karena disana ada banyak perempuan yang cantik-cantik jadi kau sepertinya betah sekali???"


"Hahahaha tidak begitu juga Gie, aku hanya tidak ingin repot saja ketika akan ini itu...!"


"Tapi disini kan ada keluargamu, kenapa kau tidak memikirkan mereka???" Protes Gienka.


"Siapa bilang aku tidak memikirkan mereka, tentu saja aku memikirkan nya... Dan bukti nya sekarang aku ada disini bersama mu dan juga mereka semua...!"


"Kau ini bisa saja... Lanjutkan saja bermain PS nya akh harus mengambil air...!" Gienka beranjak hendak meninggalkan Kyros.


"Gie.. Bawakan untukku juga beserta buah-buahan ya???" Pinta Kyros, Gienka mengangguk kemudian berjalan menuruni tangga.


Sementara itu, Kyros juga beranjak dari sofa dan pergi ke kamarnya. Sampai disana dia langsung mengambil sesuatu yang tadi dia sudah siapkan, hadiah kecil untuk Gienka. Tadi Kyros sudah mencarinya di dalam koper dan mengambilnya lebih dulu darioada hadiah lainnya, setelah melihat Gienka ada di rumahnya bersama dengan adiknya Kyra.


Kyros kemudian kembali lagi ke ruang tengah dan duduk melanjutkan lagi bermain PS sambil menunggu Gienka yang masih ada di dapur. Kyros senang sekali akhirnya bisa melihat dan bertemu orang yang sangat di sukai nya. Gienka yang manis dan juga cerewet, tetapi hal itulah yang membuat Myros semakin menyukai gadis itu. Dari informasi Kyra, Gienka tidak memiliki pacar meskipun banyak sekali yang mencoba mendekatinya. Kyros senang dengan hal itu tetapi dia jiga memilili ketakutan bahwa Gienka mungkin juga akan menolaknya jika dia memutuskan mengungkapkan perasaannya terhadap gadis itu. Selain itu Kyros juga mempertimbangkan banyak hal dan dia juga tidak mau menyakiti Gienka, takut mengabaikan gadis itu karena kesibukakannya.


Gienka membawa nampan berisi air di dalam pitcher, segelas air untuk Kyros juga anggur dan apel. "Ky... Ini pesananmu...!" Ucap Gienka.


Kyros mempause game nya dan menoleh ke Gienka. "Thanks ya Gie...!"


"Iya sama-sama... Aku masuk ke kamar dulu ya??? Aku mengantuk sekali...!"


"Eh tunggu... Duduk dulu dan temani aku bermain!"


"Kau sendiri saja...!" Tolak Gienka.


"Sekali saja kawan aku... Lihat kau bisa memilih mana yang kau suka...!"


Gienka menggelengkan kepalanya. Dia tidak bisa, apalagi itu adalah permainan fighting. Tetapi Kyros memaksanya dan berjanji akan memberikan hadiah pada Gienka jika Gienka bisa menang darinya. Gienka akhirnya duduk di sebelah Kyros karena dia tidak bisa menolak ajakan bermain game dengan lelaki itu.


"Pilih kau mau yang mana??? Yang rrambutnya merah namanya Kurama, dia punya senjata cambuk mawar, yang ini namanya Yusuke dia punya senjata pistol dari jari telunjuknya nama senjatanya Rei Gun, atau kau mau yang ini??? Namanha Kuwabara, dia punya Rei Ken, pedang api di tangannya, terserah kau mau pilih mana..!" Ucap Kyros sambil menunjukkan berbagai karakter yang ada di game itu kepada Rana juga mengajari Rana menekan tombol yang ada di stick PS itu, fungsi nya apa saja. Kyros belum memberikan hadiahnya dan akan memberikannyaa nanti, dia masih ingin bersama dengan Gienka beberapa saat sebelum gadis itu tidur.


Setelah mengerti, mereka akhirnya bermain. Awalnya Gienka masih bingung, dan butuh beberapa kali untuk bisa menguasainya. Kyros bahkan rela mengulang lagi dari awal ketika Gienka tidak mengerti. Sampai akhirnya Gienka mulai menguasai permainan. Gienka terlihat menikmati dan sesekali berseru karena dia di serang oleh karakter milik Kyros.


"Astaga... Si Kurama ini kheren sekali, senjata nya bagus, cambuk mawarnya luar biasa... Siapa nama karaktermu Ky???" Tanya Gienka.


"Namanya Hiei, si cebol angkuh tetapi dia hebat juga kan dengan naga nya???"


Gienka mengangguk. "Seru sekali ...!" Ucapnya.


"Tentu saja, sudah lama aku tidak memainkan ini, dan ternyata masih tersimpan baik, ini dulu ada anime nya, dan menjadi anime faforitku...!"


###


"Benarkah??? Sepertinya seru..."


"Kau mau melihatnya??? Aku punya seluruh episodenya dari awal sampai akhir..!"


"Boleh juga...!"


Kyros dan Gienka melanjutkan bermain PS lagi, mereka benar-benar menikmatinya bahkan rasa ngantuk Gienka juga sudah hilang. Cukup lama mereka menikmati permainan itu samoai akhirnya Gienka beberapa kali menang melawan Kyros. "Yeaaayyy.... Aku menang lagi...!" Gienka setengah berteriak.


"Yahhh kenapa aku malah kalah darimu yang masih amatiran...!"


Gienka tertawa. "Jangan remehkan aku...! Mana hadiahku???" Tanya Gienka.


"Oke baiklah... Aku tidak pernah tidak menepati janji, ini hadiah untukmu...!" Kyros menyodorkan sebuah kotak hadiah kepada Gienka.


Mata Gienka terbelalak. "Kau sudah menyiapkan nya??? Kapan??" Tanya Gienka.


"Tentu saja... Kan tadi aku bilang bahwa aku akan menepati janjiku... Bukalah dan lihat isinya, semoga kau suka..!"


Gienka membuka kotak hadiah dari Kyros, di dalam kotak itu ternyata berisi boneka Beruang berwarna peach dengan baju merah dan perpita pink di lehernya membuatnya terlihat sangat lucu. Gienka tersenyum lalu menatap Kyros yang ada di sampingnya. "Ini lucu sekali.... Thanks ya Ky???" Ucapnya.


Kyros mengangguk. "Boneka lucu untuk sahabatku yang tidak kalah lucu dan menggemaskan, aku berharap kau menyukai nya... Anggap saja ini hadiah kedua untuk ulang tahunmu...!"


"Tentu saja aku sangat menyukai nya, ini begitu lucu... Dan aku sangat menyukai nya, sekali lagi terima kasih...!" Gienka memeluk Kyros.


"Sama-sama....! Sekarang istirahatlah... Kau pasti sudah mengantuk sekali...!"


Kyros tertawa. "Hahhaha sorry sorry.... Kau besok libur ya??? Ada rencana apa dengan Kyra???" Tanya Kyros.


"Tidak ada rencana apapun, kami juga sedang tidak ingin pergi kamana pun, aku dan Kyra biasanya hanya di rumah, membaca buku di perpustakaan atau sibuk menanam bunga atau sekedar berenang dan mengobrol..."


"Pasti bergosip ya kalian???"


"Sembarangan.... Sorry ya kita berdua tidak pernah bergosip...!"


Kyros terkekeh. Inilah yang dia suka ketika bersama Gienka, mengobrol ngalor ngidul, menggoda nya dengan candaan ringan. Dan Kyros senang mendapati ekspresi kesal Gienka.


"Teman-teman perempuanmu sangat banyak, kenapa Kyra selalu bilang bahwa kau belum membuat memiliki kekasih??? Apa kau menyembunyikan itu dari kami selama ini???" Tanya Gienka mencoba menelisik Kyros lebih dalam.


"Just friend..! Buatku tidak ada guna nya menjalin hubungan di saat seperti ini jika tujuannya hanya untuk bersenang-senang, aku akan melakukannya jika aku pikir waktunya tepat, dan tentu itu bukan hubungan yang main-main, melainkan serius dan berakhir di altar pernikahan...!" Jawab Kyros.


"Kau aneh... Ini kan waktunya kita menikmati masa muda kita...!" Gienka menimpali.


Kyros terkekeh. "Lalu kau sendiri bagaimana???? Kau juga belum memiliki kekasih! Kenapa kau bertanya hal itu padaku...!"


"Aku belum memiliki nya karena belum ada yang cocok Ky, tetapi pasti akan mencari nya nanti. Jawabanmu tadi serius sekali, lalu kapan kau akan mendapatkannya? Menunggu kau lulus kuliah atau bahkan lulus magister? Lama sekali hahaha..."


Kyros tersenyum dan menjelaskan kepada Gienka bahwaidak masalah jika dia terlambat memiliki pacar atau kekasih. Daripada dia harus encari sekarang atau nanti dalam waktu dekat tetapi ending gatot alias gagal total. Karena Kyros tahu biasa nya perempuan suka sekali di manjakan sedangkan saat ini dia belum memiliki waktu untuk itu, yang ada justru hanya bertengkar kemudian mengganggu hubungan segala nya juga pasti berpengaruh pada pendidikan Kyros. Itu justru akan merusak segala nya. Itulah salah satu alasannya kenapa saat ini dia hanya ingin berfokus pada pendidikannya saja dan belum terpikirkan memiliki kekasih.


"Aku sudah menduga nya..!" Gumam Gienka.


"Jika kau sudah tahu jawabannya kenapa masih bertanya...???"


"Hanya mengetes saja.... Cara berpikirmu sangatlah menyebalkan tetapi cerdas bagi orang yang mengerti..!"


"Lalu kau yang mana??? Yang berpikir bagian menyebalkan atau cerdas???" Tanya Kyros.


"Keduanya hahaha...!" jawab Gienka kemudia tergelak dan tertawa, Kyros juga ikut tertawa.


Kyros memandangi Gienka dalam tawa nya sambil berharap Gienka nanti adalah perempuan yang akan mau menunggu nya sampai dia benar-benar siap dengan segala nya. Berharap Gienka hanya menjadi miliknya. Perjalanan mereka masih panjang, Kyros sebenarnya tidak masalah jika Gienka nanti memiliki kekasih karena Gienka juga berhak mendapatkan kebahagiaan. Ya, hanya kekasih bukan menjadi suami, karena harapannya, dia lah yang harus menjadi suami Gienka. Jika Gienka benar-benar memiliki kekasih nantinya, Kyros akan menyiapkan hati nya untuk menerima itu tetapi tentu tidak mau menyerah untuk menunggu Gienka menjadi istrinya. Konyol memang tetapi saat ini Kyros belum memiliki nyali untuk mengungkapkan segalanya.


Disisi lain Gienka memandangi Kyros dengan penuh cinta. Dia sangat berharap suatu saat Kyros tahu mengenai perasaannya dan memenuhi janjinya saat mereka masih kecil dimana Kyros ingin menjadikannya istri. Gienka sebenarnya juga bersedia untuk setia menunggu Kyros mengatakan perasaannya, berharap lelaki itu juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya selama ini. Sayangnya, Kyros sangatlah sulit di tebak membuat Gienka terkadang sering bertanya-tanya berbagai hal tentang Kyros. Meskipun sudah bertahun-tahun bersahabat, tetapi lelaki ini penuh rahasia yang Gienka sendiri sangat sulit untuk mengetahui nya. Cara berpikir Kyros yang luas membuat Gienka selalu ingin mengenal Kyros lebih jauh lagi. Bisa mendapatkan hati lelaki itu tentulah bukan hal mudah, tetapi Gienka tidak akan berhenti berdoa agar Kyros tetap menjadi cinta pertama nya dan juga yang terakhir untuknya.


"Seperrinya aku sudah mulai mengantuk Gie, lebih baik kita tidur, ini sudah larut sekali...!" Ucap Kyros dan Gienka mengangguk, mereka pun beranjak meninggalkan ruang tengah menuju kamar masing-masing.


"Apakah besok kau akan di rumah saja???" Tanya Gienka sambil berjalan beriringan dengan Kyros.


"Setelah bertemu arsitek yang di katakan Apap tadi, aku akan menemui Nenek, aku sangat merindukannya, aku hanya belum bertemu dengannya jadi aku harus menemui nya...!"


Gienka tersenyum. "Nenek mu sangat merindukanmu sekali Ky, ide bagus jika kau akan kesana...!" Ujar Gienka.


"Besok kau dan Kyra ikut pergi bersamaku ya???"


"Oke baiklah, dengan senang hati...!" Jawab Gienka.


Gienka kemudiam masuk ke kamar Kyra dan mengucapkan selamat malam kepada Kyros. Gienka membawa hadiah pemberian Kyros juga pitcher berisi air. Kyra ternyata sudah tertidur. Gienka menganti pakaiannya dan lekas kembali lalu berbaring di samping Kyra sambil memeluk boneka pemberian Kyros tadi. Perasaannya sangat bahagia sekali, Kyros memberinya hadiah lagi dan boneka ini benar-benar sangat lucu. Gienka mengangkatnya dengan kedua tangannya kemudian memandangi boneka itu dengan senyum penuh kebahagiaan.


"Karena kau memberiku boneka beruang maka aku akan memanggil Ky dengan panggilan Bear...!" Gumam Gienka pelan.


67


"Morning Mam... Gie...Ra...!" Sapa Kyros.


Kyros masuk ke dapur dan mendapati Amamnya, Adik serta Gienka sedang berada di dapur. Mereka seperti nya sedang menyiapkan sarapan. Kyros mencium Pipi Amam nya. "Kau ini Ky, seperti Apapmu saja...!" Ujar Cahya ketika putranya itu mendaratkan ciuman di pipi nya.


"Ky masih merindukan Amam...! Amam sedang membuat apa???" Tanya Kyros.


"Huevos rancheros" Sahut Kyra.


"Wah... Enak seperti nya... Amam yang membuat saus salsa nya ya???"


"Iya, Amam yang membuatnya...!"


Kyros melihat Kyra sedang mengeluarkan sesuatu dari panggangan, sedangkan Gienka membuat telur mata sapi. "Gie.. Untukku tanpa garam ya, just blackpapper...!" Pinta Kyros.


"Oh kau mau yang tanpa garam??? Oke..!" Jawab Gienka.


"Ky... Kau bisa membuat jus kan?? Ambil semangka dan juga lemon, buatlah jus, sebentar lagi Apap dan Oma Opa mu akan turun, jangan sampai membuat mereka menunggu...!" Ujar Cahya.


"Iya Mam...!"


Kyros membuka kulkas, mengambil semangka dan lemon seperti yang di minta oleh Amamnya. Kemudian dia lekas membelah semangka menjadi dua bagian, mulai memotongnya dan memasukkannya ke juicer.


Sementara Kyra meletakkan tortilla jagung yang sudah dia goreng ke beberapa piring, tidak lupa dia menambahkan toasted bean di atas nya kemudian meminta saus salsa yang baru saja di buat oleh Amamnya, meletakkannya dengan rapi. Setelah itu tinggal menunggu telur mata sapi buatan Gienka selesai.


Hanya butuh beberapa menit Kyros menyelesaikan membuat jus semangka, dia kemudian meletakkan gelas-gelas yang sudah terisi jus ke nampan lalu membawa nya ke ruang makan.


Aditya dan Kedua orang tua nya akhirnya turun dan duduk di ruang maakan. Kyros sudah duduk dan menyapa Apap serta Oma Opa nya. Aditya pun memuji putranya itu yang sudah bangun padahal semalam dia tidur cukup larut dan seharusnya Kyros beristirahat saja karena kemarin juga baru sampai. Tetapi sepertimya Kyros tidak ingin melewatkan waktu sarapan pertama nya dengan keluarga nya setelah selama 2 tahun tidak pulang.


Sarapan juga akhirnya selesai, dimana Kyra meletakkan telur mata sapi di atas tortilla jagung yang sudah di beri saus salsa juga toasted bean. Kyra, Cahya juga Gienka bergabung duduk di ruang makan.


"Wah Huevos rancheros ya???" Tanya Aditya.


"Iya... Aku, Kyra dan Gienka yang membuatnya...!" Jawab Cahya.


"Sudah pasti enak...!" Ujar Aditya lagi.


"Apap juga minumlah jus nya, aku yang membuatnya...!" Timpal Kyros yang langsung membuat semua orang terkekeh.


"Oh ya??? Pasti segar...!"


"Pap... Siang nanti Ky ke rumah nenek ya???"


"Baru Apap dan Amam mau menyuruhmu, tetapi ternyata kau sudah berniat kesana? Ya sudah, pergilah...! Amam dan Apap ada acara jadi tidak bisa ikut, salam untuk Nenek mu juga Uncle dan Aunty mu serta Niall, suruh mereka segera kesini, aku juga sangat merindukan mereka bertiga...!" Ucap Aditya.


Kyros mengangguk, dia akan menyampaikan itu nanti kepada Adri, Chika dan Niall putra mereka. Aditya menyuruh Kyra dan Gienka agar ikut Kyros nanti. Supir akan mengantar mereka kesana. Sementara nanti jam sembilan, arsitek akan datang untuk membahas tentang persiapan renovasi rumah mereka.


★★★★