
"Ini semua karena mu Cyntia... Kita jadi di kurung disini...!" Gerutu Mama Cyntia. Saat ini mereka sedang berada di salah satu ruangan yang biasa di gunakan oleh security kompleks untuk beristirahat, ruang ganti dan meletakkan barang milik mereka. Ruangan itu tertutup, dan hanya ada pintu yang di depannya tentu ada pos security, dan juga tanpa jendela.
"Kenapa Mama menyalahkanku???" Tanya Cyntia kesal.
"Kau memang bersalah, kenapa kau harus berteriak seperti orang gila??? Sehingga membuat kegaduhan dan orang-orang itu pasti langsung melapor pada si Ariel brengsseknya itu... "
"Kok jadi Cyntia yang Mama salahkan, kan Mama yang menyuruh Cyntia berteriak memanggil Axel dan juga masuk ke rumah itu... Mana aku tahu jika perumahan ini milik Ariel?? Dan siapa juga yang tahu jika dia tinggal tidak jauh dari tempat ini... "
"Kita di bungkam oleh kedua orang menyebalkan itu, dan sekarang kita harus menunggu untuk di hadapkan pada Aditya... Bisa habis kita.... " Ujar Mama Cyntia lagi. "Celia memang kurang ajar, dia selalu saja merepotkan... Berani sekali dia datang ke rumah Theo, aku sangat yakin pasti Theo sudah memperngaruhi nya dan menyuruhnya agar pergi ke rumahnya... Anakmu itu memang sangat tidak berguna..." Imbuh Mama Cyntia lagi.
"Setelah dari tempat ini, kita langsung ke rumah Theo, aku akan menghajarnya, dia selalu saja merepotkan.... Sudah aku bilang agar tidak lagi memikirkan Axel dan mencari laki-laki lain, tetapi dia sangat keras kepala, dan malah menjebak kita untuk berurusan lagi dengan Aditya... Celia memang tidak punya otak, sama seperti Theo... " Ungkap Cyntia dengan sangat kesal. Dia terlihat sangat marah sekali dan tidak akan memaafkan sikap Celia saat ini. Cyntia juga merasa menyesal, harusnya dia pergi ke rumah Theo bukan malah ke rumah Axel.
"Cyntia...!!!" Panggil Mama nya, membuat lamunan Cyntia buyar.
"Apa sih Ma???" Tanya Cyntia ketus.
. Cyntia memalingkan wajahnya. "Mama.... Memang apa salahnya kita datang ke rumah Theo dan mencari Celia disana... Kita sudah mendatangi semua ruah temannya dan tidak mendapati dia ada disana, dan hanya rumah Theo yang belum kita datangi... Mama tahu kan Celia begitu menyayangi Papa nya... "
"Ya tidak ada salah nya sih.... Baiklah setelah kita keluar dari tempat ini kita cari Celia disana, dan kita laporkan Aditya dan teman-temannya itu ke polisi karena sudah memperlakukan kita seperti ini...!"
Cyntia berdecap menatap Mama nya. "Sudahkah Ma, kita jangan lagi mencari masalah dengan mereka, jika kita melaporkannya yang ada mereka akan berbalik membalas kita dan ujung-ujungnya, kita malah yang jatuh dalam masalah... Mereka sangat cerdik, dan punya seribu cara untuk menghancurkan orang lain, sudah cukup aku jatuh ke perangkap mereka... Aku tidak mau terulang lagi... Kita sudah banyak kehilangan karena mereka bertiga... "
"Kau benar juga sayang.... Gara-gara si Aditya brengsek itu, kita mengalami kebangkrutan dan juga kita menderita selama bertahun-tahun...". Gumam Mama Cyntia.
. " Aku sangat menyesal sekali, kenapa aku dulu tidak langsung melempar si Kyros itu dari balkon... Supaya dia mati lalu hidup Aditya dan istrinya pasti akan hancur, dan si Cahya yang tolol itu akan menjadi kembali Gila seperti sebelumnya.. Setidaknya aku bisa mendapat kepuasan atas kematian Kyros, meskipun aku harus di penjara..." Ujar Cyntia.
"Si Aditya itu semakin angkuh karena Kyros di eluh-eluhkan banyak orang gara-gara menjadi astronot muda yang pergi keluar angkasa....Itu prestasi yang sebenarnya tidak perlu di agungkan-agungkan.... Sangat tidak berguna... " Ucap Mama Cyntia.
"Itulah kenapa, aku sangat menyesal, kenapa aku dulu tidak melemparnya saja dari balkon.... Saat ini bayi bodoh itu sudah dewasa dan tidak tinggal disini lagi... Ingin sekali rasanya aku menghancurkan hidup Kyra, karena dia, Axel menolak kembali dengan Celia... Awas saja Kyra... " Ucap Cyntia.