I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 54



Aditya mengankat kepalanya dan melihat ke sisi kiri lalu mengernyit karena tidak terlihat Cahya ada disana. Aditya keluar dan menutup pintu mobil, lalu menuju ke sisi kiri dan betapa terkejutnya dia, menemukan Cahya terkapar di tanah dan stroller bayinya dalam keadaan kosong. Kyros tidak ada disana. Aditya panik dan berusaha menyadarkan Cahya, tetapi dia juga bingung karena bayinya tidak ada.


**


Aditya benar-benar dibuat bingung dengan keadaannya. Aditya melihat ke sekelilingnya berharap bisa menemukan siapa yang membawa Kyros. Posisi mobilnya terparkir di tengah-tengah kendaraan lainnya sehingga sulit bagi orang untuk melihat posisi Cahya. Aditya berdiri dan menengok ke penjuru arah, dan tidak melihat ada tanda-tanda orang yang membawa anaknya. Aditya kemudian membuka pintu mobilnya dan mengangkat Cahya ke dalam mobil. Aditya mengutuk dirinya karena dia gagal menjaga keamanan istri dan anaknya.


Aditya mengambil ponselnya dan menghubungi kepolisian melaporkan masalah ini. Setelah itu dia mengunci mobilnya dan berlari ke berbagai arah untuk menemukan keberadaan Kyros. "Ya Tuhan, siapa yang menculik putraku.....!!"


Saat Aditya pergi meninggalkan mobilnya, saat itulah dia menyuruh temannya yang ada dikemudi untuk segera pergi dari tempat ini. Perlahan mobil itu melaju meninggalkan area parkir tanpa disadari oleh Aditya.


Dengan gusar dan panik, Aditya mengambil ponselnya lagi dan menghubungi Randy dan Marco, meminta keduanya agar bergegas menyusulnya. Aditya juga meminta Randy agar mengajak anak buahnya untuk membantu mencari keberadaan Kyros.


Ditempat lain, Ariel sedang bersama Gienka, dia tengah bermain dengan putrinya itu di halaman belakang rumah Elea. Disana juga tentu ada Elea, Danist dan Chika. Ponselnya berdering dan ada nama Aditya disana, dia mengangkatnya.


"Ya Dit??? Kau ini libur-libur masih saja menghubungiku" Gumam Ariel kesal tetapi kemudian raut wajahnya berubah mendengar suara panik Aditya.


"Bisakah kau datang ke taman Pelangi sekarang, Kyros diculik!!!"


"Apa???? Kyros diculik...!!! Bagaimana bisa???" Seru Ariel yang sontak membuat semua yang ada disekitarnya juga ikut terkejut. Danist dan Elea saling berpandangan begitu juga Chika.


"Aku tidak tahu, ada yang membius Cahya, dia masih tak sadarkan diri, dan Kyros tidak ada di strollernya, cepatlah kesini, Randy juga sudah dalam perjalanan"


"Astaga..... Aku sekarang ada di rumah Elea, tetapi aku akan segera kesana sekarang juga, kau jangan panik oke!" Ariel menutup teleponnya dan memberikan Gienka kepada Elea.


*****


Aditya bingung harus mencari kemana, sementara Cahya masih tidak sadarkan diri. Lagi dan lagi hal ini terjadi, dan kali ini karena kecerobohannya, andai saja tadi dia menuruti keinginan Cahya untuk mengajak Soni dan Irwan, pasti hal ini tidak akan terjadi. Tak lama akhirnya polisi datang, Aditya menjelaskan semua yang terjadi dan dia tidak tahu siapakah yang sudah melakukannya karena istrinya masih belum sadar. Polisi pun akan mencoba memeriksa mungkin ada cctv di sekitar tempat ini yang bisa di jadikan petunjuk.


Tak lama Marco datang dan menghampiri Aditya. Aditya kemudian menyuruhnya untuk membawa pulang Cahya, dan untuk memastikan Cahya dan Kyra aman, Aditya meminta salah satu anggota kepolisian berkenan mengawal Cahya sampai di rumah. Aditya tidak mau kepanikan Cahya nantinya malah justru membuat suasana semakin kacau.


"Aku sudah meminta Ibu untuk ke rumah, pastikan jangan sampai terjadi kepanikan di rumah, katakan semuanya akan baik-baik saja, dan jangan sampai ada yang memberitahu kepada Cahya bahwa Ky diculik, kau mengerti kan???"


"Mengerti pak!" Jawab Marco.


"Bagus, bawa Cahya dan Kyra pulang"


Akhirnya Marco ditemani salah seorang polisi pun membawa Cahya dan Kyra pulang. Dan beberapa saat kemudian giliran Randy dan anak buahnya tiba.


"Bagaimana Dit???" Tanya Randy.


"Lalu Cahya sekarang dimana??"


"Aku menghubungi Marco, baru saja dia membawa Cahya dan Kyra pulang, aku juga sudah menghubungi Ibu agar ke rumah"


"Aku juga akan meminta Chitra dan Mama untuk ke rumahmu, biar mereka menemani Cahya"


Randy kemudian menyuruh anak buahnya untuk menyisir tempat ini, siapa tahu para penculik itu masih berada di sekitar sini. Atau setidaknya mereka juga menemukan petunjuk. Aditya duduk di trotoar dengan perasaan yang tidak menentu, bingung harus bagaimana, juga takut terjadi sesuatu pada Kyros. Randy mencoba menenangkan Aditya dan terus mencari kabar terbaru dari kepolisian.


******


*


"Ky......!!!!" Cahya berteriak dan bangun dari tempat tidur.


Kini dia sudah berada di rumah dan Ibunya juga sudah ada disana bersama dengan Chitra. Dan Cahya saat ini berada di kamar tamu bawah.


"Ca... Kau sudah sadar!" Ucap Ibunya yang langsung memeluk Cahya.


"Kenapa ibu disini? Chitra juga kenapa ada disini?? Adit mana??? Ky dan Kyra mana??"


"Adit sedang pergi ada urusan pekerjaan, anak-anak sedang tidur, kau minum dulu" Ibu Cahya memberikan segelas air dan menyuruhnya untuk meminumnya.


"Ibu....!!! Sejak semalam aku terus saja bermimpi buruk tentang anak-anak, semalam aku melihat mereka didorong oleh anjing dan jatuh ke dalam lubang, dan baru saja aku mendengar tangisan Ky dia memanggilku, aku harus melihat mereka di kamar!" Cahya hendak beranjak dari tempat tidurnya tetapi di tahan oleh Ibunya.


Saat ini Kyra sedang bersama dengan Mama Chitra di kamar, dan seperti pesan Aditya bahwa Cahya tidak boleh tahu jika Kyros saat ini sedang di culik.


"Kau istirahat saja, kau baru siuman, ayo istirahat saja, anak-anak sedang tidur kau tidak boleh mengganggunya"


"Aku ingat tadi ada seseorang yang menyekapku saat di tempat parkir, apa Adit pergi untuk mencarinya??"


Ibu Cahya dan Chitra saling berpandangan, lalu Chitra memejamkan matanya memberi isyarat kepada Ibu Cahya.


"Iya, Adit sekarang sedang mengejarnya itu sebabnya Ibu dan Chitra ada disini menjagamu dan anak-anak, sekarang kau berisitirahat saja" Ujar Ibunya. Cahya pun akhirnya berbaring lagi.


*****