I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
..



Akhirnya Aditya selesai dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan Aditya juga sudah sepenuhnya sadar. Aditya melihat kesedihan di mata istrinya. Aditya juga mengingat apa yang terjadi tadi malam, semuanya terjadi begitu cepat dan dia tidak menyadari bahwa Camilla senekat itu menusuknya. Sepertinya Camilla bisa membaca situasi sehingga bisa memanfaatkan kelemahannya sehingga Aditya mendapatkan luka yang cukup dalam dan dia sekarang merasakan sakit di bagian punggungnya. Aditya tidak tahu perasaannya saat ini harus bagaimana, marah tentu saja dia marah, tapi dia tidak bisa melampiaskan kemarahannya dalam keadaan seperti ini dan ada di rumah sakit. Mungkin setelah dia sembuh nanti dia akan bisa memikirkan apa yang harus dilakukan ya terhadap Camilla.


Saat perawat dan dokter sudah keluar dari ruangan perawatan Aditya. Cahya langsung memeluk suaminya itu merasa sangat bahagia sekali dan lagi lagi Cahya menangis dia merasa sangat ketakutan akan kehilangan orang yang sangat dia cintai yaitu Aditya. Ketakutan yang sama ketika dulu Aditya mengalami kecelakaan, dan di Nyatakan hilang selama berminggu-minggu. hidup Cahya seperti berakhir begitu saja. Rasanya dia belum siap untuk jauh dari Aditya dan sekarang dia melihat suaminya kembali di rumah sakit, ketakutan itu muncul ketika melihat begitu banyaknya darah tadi malam dan wajah Aditya yang pucat pasi membuat Cahya semakin ketakutan.


Aditya mengusap punggung istrinya dengan sebelah tangannya, untuk menenangkannya. "Jangan pergi, kenapa kau menangis??? Aku baik-baik saja."


"Aku sangat takut sekali tadi malam." Ujar Cahya.


"Tidak apa-apa, aku sekarang ada di sini dan aku baik-baik saja."


Kyros melempar senyumnya kepada Apapnya. "Ky, senang Apap bisa sadar dan dalam keadaan yang baik-baik saja. Maafkan kau andai saja kita tidak pergi pasti kejadian ini tidak akan terjadi."


"Ini bukan salahmu atau bukan salah Gienka, kalau ini sudah terjadi ya itu memang harus terjadi lagi pula Apap juga tidak apa-apa."


"Dimana istri dan anakmu?? Apa kau mengantar mereka pulang??" Tanya Aditya.


"Mereka ada bersama Shanon, tadi malam aku mengantarnya Gienka dan aku tidak bisa membiarkannya di rumah sendirian bersama Lexia, jadi aku menitipkannya pada Shanon."


"Baguslah kalau istrimu bersama Shanon."


"Apap beristirahatlah, setelah ini harus pulang. Tetapi Ky akan menjemput Gienka dan Lexia dulu, lalu ke Kantor Polisi. Setelah itu Ky akan kembali lagi ke sini. Ky juga akan membawa pakaian ganti untuk amam, apap istirahat ya jangan khawatirkan apapun, Ky sudah memikirkan apa yang harus Ky lakukan mengenai Camilla."


Kyros pun berpamitan untuk menjemput Gienka dan pulang, ia meminta amamnya untuk menjaga apap nya dan Kyros berjanji sebelum siang dia akan kembali lagi ke sini. Dia juga harus melihat kondisi istrinya juga anaknya, setidaknya siang ini mereka bisa pulang ke rumah dan ditemani oleh asisten rumah tangga mereka, sehingga Ginka tidak sendirian. Kyros sudah memutuskan bahwa masalah ini tidak akan bisa dia Maafkan begitu saja dan nanti setelah urusan di kantor polisi selesai beres dia akan mengurus untuk izin tinggal Camilla di sini. Kyros ingin Camilla dideportasi dari negara ini sehingga tidak akan bisa lagi mengganggunya atau mengganggu istrinya. Kyros punya izin penuh untuk melakukan itu karena dia adalah warga negara ini sehingga bagi Kayros itu pasti akan cukup mudah untuk melaporkan apa yang dilakukan Camilla kepadanya dan istrinya selama ini. Kyros tidak akan pernah memberi maaf untuk Camilla atas segala apa yang sudah perempuan itu lakukan, bagi Kyros apa yang si lakukanlah Camilla bukan lagi sikap seorang manusia, Camilla sangat jahat dan dia seperti seorang psikopat.