
Gienka masuk ke dalam ruang ganti dan Kyros sedang mengganti pakaiannya. Gienka bergegas membantu nya. Mengancingkan kemeja suami nya. Kyros tersenyum menatap kecantikan istrinya. Gienka nya yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap hari. Gienka yang selalu membuatnya merasa sebagai laki-laki yang beruntung di dunia ini memiliki istri yang luar biasa seperti Gienka. Kyros membeIai rambut Gienka dan mendaratkan kecupan manis disana.
"Kenapa Senyum-senyum???" Tanya Gienka.
"Memangnya kenapa??? Tidak boleh??? Kau kan istriku, aku bebas melakukan apapun padamu... Mengelus, senyum, menciun bahkan menyetubuuhi mu aku bisa melakukannya sesuka hatiku, kau istriku kan???"
Gienka mencubit pinggang Kyros. "Ky... Kau ini... Aku akan mengantar aunty Rana ke supermarket setelah kau berangkat, tidak apa-apa kan???" Tanya Gienka.
"Ya, tentu saja kau bisa pergi...." Jawab Kyros.
"Terima kasih suamiku yang tampan.... Eh tapi fix kan nanti Ethan akan datang kesini??? Jangan sampai semua sudah di siapkan, terus dia membatalkannya, Aunty Rana pasti kecewa sekali.. "
"Hmmm ya semoga saja.. Tapi nanti aku coba hubungi Ethan lagi dan menanyakan kesediaannya atau tidak... "
Gienka mengangguk. "Ya, tanyakan dan kabari aku...."
"Smith akan kesini bersama dengan Shanon serta ada satu orang lagi teman Smith, dan sebenarnya aku ada tujuan kenapa mengundang mereka, selain agar tidak menimbulkan kecurigaan Ethan... "
"Memangnya apa???" Tanya Gienka.
"Kau akan tahu nanti jika memang ini sesuai ekspektasi kita semua... Aku sudah berbicara dengan Smith semalam sebelum kita makan malam bersama, dan Smith merekomendasikan sesuatu... Ya aku pikir ini cukup berguna, dan nanti aku akan menjelaskannya pada uncle Vitto.. "
Gienka menganggukkan kepala nya dia meraih dasi dan memakai kanna di leher suami nya. "Yang terbaik saja, aku percaya rencana mu akan berjalan dengan baik..."
"Aku sendiri pun berharap Ethan adalah teman kita, saudara kita yang sudah lama hilang, Naufal... Jika benar, aku sangat yakin semua orang akan berbahagia... Dan apa yang terjadi saat ini mungkin bukan hanya sebuah kebetulan, tetapi pasti sudah di rencanakan oleh Tuhan... Doa kita semua selama ini mungkin sudah di dengar..."
"Ya, tidak akan pernah ada yang menduga dengan keajaiban yang sudah Tuhan berikan..! Sudah selesai, pakai jas mu, sepatu dan bersiaplah, aku akan turun untuk siapkan makanmu sebelum kau berangkat. " Gienka mengecup bibir Kyros. "Aku mencintaimu.. " Ucapnya lalu pergi keluar meninggalkan suami nga untuk turun ke lantai satu dan menyiapkan makanan. Karena Kyros belum sarapan.
★★★★
Sore hari nya.....
Rana, dibantu Sanne, Gienka dan Vineet mulai menyiapkan masakan untuk nanti malam. Gienka sudah di beritahu Kyros jika Ethan nanti akan datang bersama pacarnya yang bernama Leona. Itulah kenapa sejak siang setelah mengantar Rana berbelanja di supermarket, Gienka dan yang lainnya mulai menyiapkan bahan untuk di masak dan di sajikan malam nanti.
Tadi saat baru sampai di rumah setelah berbelanja, Rana langsung sibuk membuat marshmallow untuk hiasan kue yang akan di buatnya nanti. Karena marshmallow butuh waktu berjam-jam untuk mengeras, sehingga hrus sedmgera di kerjakan supaya bisa di aplikasikan dj atas kue buatannya nanti. Rana lebih suka membuat marshmallow sendiri di bandung harus membeli, karena dia ingin membuat bentuk yang lucu, seperti dulu saat dia sering membuat itu untuk anak-anak, yaitu Kyros Kyra, Gienka kecil hingga Sanne, Vineet dan bahkan Naufal juga sangat menyukai nya.
Dan marshmallow itu sudah tidak lagi cair, dan kenyal. Kue choux juga sudah dingin sehingga Rana mulai menghiasnya dengan marshmallow di atas nya. Gienka melempar senyumnya melihat berapa menggemaskan nya kue kue itu. Dia benar-benar teringat masa kecilnya ketika Rana sering memberi nya kue ini. Rasanya sudah pasti enak, crispy di luar dan lumer di dalam karena berisi kan berbagai varian cream yang super lezat, belum lagi tekstur marshmallow semakin menambah kenikmatan saat memakannya. Dessert sempurna untuk menutup makan malam.
Rana menoleh dan melempar senyum. "Kalian sangat menyukai nya, itulah kenapa Aunty membuat ini sekarang, sayangnya Kyra dan Louis tidak ada disini, karena pasti mereka juga akan senang aunty membuat ini.. "
"True... Hahaha kami semua selalu ketagihan dan kalap ketika memakannya... Seolah peraturan untuk tidak makan yang manis-manis secara berlebihan jadi tidak berguna karena terlalu enak.. " Ujar Gienka.
"Ambil dan cobalah supaya kau bisa kembali bernostalgia... " Ucap Rana dan Gienka mengambil satu lalu menyiapkan ke mulutnya. Rasanya sangat enak dan tidak pernah berubah, masih sama seperti dulu.
****
Beberapa jam kemudian......
Semua orang sedang bersiap menunggu kedatangan Ethan. Kyros sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Vitto, serta sahabatnya bernama Smith, yang istrinya dulu pernah membantu menjaga Gienka saat di rumah sakit. Selain itu Smith juga membawa seorang teman lagi. Mereka sedang sibuk membicarakan sesuatu mengenai Ethan. Sampai kemudian terdengar suara bel berbunyi. Vineet bergegas berlari untuk membuka pintu dan mendaoati Ethan berdiri dengan seorang perempuan yang sangat cantik di sebelahnya. Mungkin perempuan ini yang di ceritakan Kyros bernama Leona yang adalah kekasih Ethan.
Vineet tersenyum kepada mereka berdua, lalu menyalami nya secara bergantian. Tak lama Kyros bersama dengan Gienka menyusul Vineet dan menyapa Ethan serta Leona sebagai penyambutan untuk kedua tamu nya itu. Kyros menyalami kedua nya begitu juga dengan Gienka. Lalu berkenalan dengan Leona.
Kyros mempersilahkan Ethan dan Leona masuk ke dalam. Sampai disana, mereka di sambut oleh Vitto juga Rana. Kyros tersenyum dan memperkenalkan mereka kepada Ethan dan Leona.
"This is my uncle and aunt, they are Sanne's parents, ah yupz, Ethan you have previously met Aunt Rana." Ucap Kyros.
Ethan mengangguk dan melempar senyum kemudian menyalami Rana dan Vitto. "Yes, I met her yesterday, good evening aunt and uncle, I am Ethan and this is Leona my girlfriend, sorry for yesterday because when you came I was not at home, once again sorry." Ethan sekali lagi meminta maaf kepada Rana dan Vitto karena kemarin saat mereka datang dia tidak ada di rumah.
"It doesn't matter, because we were the ones who came inappropriately, namely during working hours... " Ucap Vitto. Rana terus menatap Ethan seperti sedang mencari sesuatu pada diri laki-laki itu tetapi Vitto lekas menyadarkannya agar sikap Rana tidak menimbulkan kecurigaan. Kyros juga langsung mengenalkan temannya pada Ethan.
"Yes Ethan, we should apologize, and also introduce this is my best friend Smith, this is Shanon his wife and this is William my friend too.."
Ethan tersenyum dan menyalami ketiga orang itu, begitu juga dengan Leona. Kyros mempersilahkan mereka duduk di sofa untuk mengobrol sebelum nanti makan malam bersama. Sebelumnya Kyros meminta maaf pada Ethan karena mengundangnya untuk datang kesini, dimana malam ini dia ingin mengadakan pesta kecil bersama temannya untuk merayakan kepindahannya ke rumah ini. Hanya pesta kecil sehingga tidak mengundang banyak orang. Mereka pun larut dalam obrolan berbagai hal. Hingga Vitto dan Kyros saling mencuri panjang. Mungkin ini waktunya mereka beraksi untuk mencari informasi tentang Ethan.
"Ethan, are you from Washington or do you just work here???" Tanya Vitto.
Ethan menggelengkan kepala nya. "No, I'm actually from Portland, but moved to Seattle and then here...!" Jawabnya, menjelaskan jika dia berasal dari Portland bukan dari Washington. Lalu pindah ke Seattle.
"Oh, so your family is from Portland????" Tanya Vitto lagi pada Ethan apakah keluarga Ethan berasal dari Portland.
"No, I'm not..." Jawab Ethan. "I don't have any family since I was a kid, in Portland I used to live in an orphanage, then after graduating high school I went to Seattle for college and worked there.. " Ethan menjelaskan jika dia tidak memiliki keluarga karena sejak kecil dia tinggal di sebuah panti asuhan. Setelah lulus sekolah menengah atas dia pindah ke Seattle untuk kuliah dan bekerja disana.
Dengan cepat Vitto meminta maaf pada Ethan. Dia tidak tahu jika Ethan sudah tidak memiliki keluarga sejak kecil. "I'm sorry Ethan for asking my question earlier...I didn't know that you didn't have a family..."
"It's okay Uncle, it doesn't matter, it's natural for you to ask that question because most people ask me that too.. And I really don't like it when people look at me with pitying eyes, living in an orphanage and not having a family doesn't really bother me, because the people in the orphanage are my family... " Ethan tidak mempermasalahkan pertanyaan Vitto, karena memang sudah sangat sering orang bertanya hal itu kepada nya. Dan Ethan menjelaskan meskipun dia tidak memiliki keluarga kandung, karena penghuni panti asuhan adalah keluarga nya. Dan dia tidak suka jika ada yang memandang kasihan kepada nya setelah mengetahui fakta mengenai masa kecilnya.
Sontak mendengar itu, semua orang sangat terkejut. Itu artinya bahwa Ethan tidak memiliki keluarga disini dan sejak kecil di panti asuhan. Rana seperti nya semakin yakin bahwa Ethan mungkin benar adalah Naufal.