
Malam harinya.....
Kyros mengetuk pintu kamar adiknya yang tidak di kunci. Kyra yang sedang duduk di atas tempat tidur dan memasukkan pakaiannya ke dalam koper pun menoleh dan mendapati kakaknya terse yum ke arahnya. Kyros bertanya apakah dia boleh masuk lalu Kyra mempersilahkannya untuk masuk. Hal yang selalu di ajarkan oleh kedua orang tua mereka agar saling menghargai privasi dan meminta ijin lebih dulu jika ingin masuk ke kamar satu sama lain.
"Apa saja yang kau masukkan ke dalam koper itu, sejak tadi belum juga selesai...!" Tanya Kyros.
"Tidak banyak tetapi aku menyelingi nya dengan bermain ponsel...!" Jawab Kyra.
Kyros terkekeh dan duduk di sebelah adiknya. "Kau ini...!"
"Ky....???" Panggil Kyra.
"Ya...???" Jawab Kyros.
"Kenapa kau harus mengajak Zayan??? Kita semua terbiasa berlibur bersama karena kita sudah mengenal sejak lama...! Kalau kau mengajak Zayan kan pasti ada kecanggungan di antara yang lain...!"
Kyros tersenyum. "Jadi ini yang sejak tadi membuatmu cemberut???" Tanya Kyros.
"Aku tidak bisa menolak keinginan Apap..!" Gumam Kyra.
"Ra...! Tidak akan ada masalah apapun jika kita pergi dengan Zayan, dia baik dan dia juga sudah kenal dengan Lou, mungkin karena kau ataupun Gienka belum mengenalnya saja...!"
Kyra memasang ekspresi cemberut. "Aku hanya tidak senang saja harus pergi bersama orang yang tidak terlalu aku kenal...!" Protes Kyra lagi.
Kyros kembali tersenyum kemudian memeluk punggung adiknya.
"Sampai kapan kau akan jadi orang yang selalu menutup diri??? Bagaimana orang akan bisa memasuki hatimu jika kau tidak bisa menerima orang baru?? Kita masih muda Ra, kita perlu memiliki banyak teman, koneksi dan lainnya.. Kita tidak selama nya akan terus bersama dengan Louis, Gienka, Friddie ataupun Phoebie, lihatlah kita juga terpisah dengan Sanne selama ini, dan tahun depan kau juga akan berpisah dengan Louis serta lainnya, bisa saja Gienka nanti di terima di Oxford sementara bisa saja kau tidak di terima, lalu kalian akn berpisah bukan???"Ucap Kyros dan dia kembali melanjutkan ucapannya untuk membuat Kyra mengerti.
"Semua akan punya jalannya sendiri-sendiri, dan kau harus membuka pertemanan baru, just friend, not friendship, kalau friendship ya selama nya kita akan friendship tetapi bagaimana dengan teman??? Tentu di luaran kita harus mencari nya dan tidak terus menutup diri..!"
Kyra mendongak menatap sang Kakak dalam diam. Sedangkan Kyros tersenyum kepada nya. "Kau setuju tidak dengan kata-kataku tadi???" Kyros kembali bertanya pada Kyra.
"Memang bebar tapi???"
"Tapi apa lagi??? Ayo mulai sekarang biasakan untuk membuka pertemanan baru, kau adikku, dan aku sangat menyayangimu itulah kenapa aku sering menasehatimu agar kau bisa selalu menjadi yang terbaik lagi ke depannya...!"
"I know... Kau memang kakak yang terbaik..." Kyra membalas pelukan Kyros.
Kyra sangat mengerti setiap nasehat yang di berikan oleh Kyros karena selalu penuh dengan kebenaran dan seringkali membuatnya termotivasi. Kyros tidak pernah menghakimi atau merasa lebih cerdas, karena Kyra tahu bahwa Kyros selalu memandang sesuatu dari sudut lain berbeda dengan cara pandang orang lain tetapi Kyros selalu menyampaikannya dengan baik, mudah sekali di mengerti, dan selalu positif. Itulah kenapa Kyra selalu merasa nyaman jika dia menceritakan permasalahannya pada Kyros meskipun mereka terpisah oleh jarak. Kyros selalu jadi pendengar dan penasehat yang baik.
°•°°°°•°°°°•°
Keesokan harinya...
Pesawat sudah terbang dan perjalanan akan di tempuh sekitar kurang lebih 2,5 jam. Untuk keamanan anak-anaknya dan sahabat-sahabat mereka, Aditya pun menyuruh mereka untuk memakai pesawat pribadi. Selain untuk keamanan tentu juga supaya mereka nyaman selama perjalanan. Di dalam pesawat mereka tampak mengobrol satu dengan yang lain. Terlihat Kyra, Phoebie, Friddie dan Sanne sedang duduk berhadapan sambil kartu. Sedangkan Kyros dan Gienka memilih duduk di kursi yang panjang dan menonton televisi. Sedangkan Louis sibuk dengan buku yang di baca nya. Lalu apa yang di lakukan oleh Zayan???
Zayan duduk berhadapan dengan Louis, dia juga sebenarnya tadi memilih membaca buku, sayangnya buku yang di baca oleh Zayan tidak terlalu menarik karena pandangan Zayan terus teralihkan pada Kyra yang sedang bercanda dan bermain kartu dengan yang lainnya. Sesekali Kyra tertawa, berbicara dan terkadang berteriak karena dia menang. Hal itulah yang membuat Zayan tidak bisa berkonsentrasi membaca buku.
Disaat Kyra tertawa dan berteriak kegirangan ketika menang, disaat itu pula senyum Zayan tersungging di bibirnya. Zayan seolah ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh Kyra. Gadis yang selalu terlihat cuek dan pendiam itu ternyata asli nya adalah gadis yang ceria, terlihat menyenangkan dan penuh tawa. Kyra juga terlihat lebih manis dan kecantikan nya semakin bertambah.
Zayan tersenyum sendiri sejak tadi dan diam-diam mencuri pandang kepada Kyra. Disaat bersamaan Louis ternyata memergoki aksi Zayan itu. Louis mirik ke arah Kyra kemudian berdehem dan langsung membuat Zayan terkejut serta salah tingkah. Zayan lekas membuka lagi buku yang tadi di baca nya dan pura-pura membaca lagi.
"Buku apa yang sedang kau baca Zay???" Tanya Louis.
"Ah ini, bacalah sendiri..!" Ucap Zayan dengan sedikit terbata.
"Sorry, aku tidak bisa membaca judul buku nya karena terbalik...!" Ejek Louis.
"Terbalik???" Dahi Zayan berkerut, kemudian dia mendaoati Louis mengangkat alisnya sambil memandang ke arah buku yang sedang di pegang oleh Zayan.
Zayan membalik buku yang di pegangnya lalu tersadar jika posisi buku itu terbalik, dimana bagian atas berada di bawah begitu juga sebaliknya. Saat itu juga wajah Zayan memerah menahan malu.
"Sejak kapan kau belajar membaca terbalik??? Dan apa di kelasmu di ajarkan membaca seperti itu???" Tanya Louis dengan nada mengejek.
"Ah... Itu Lou....!"
"Aiissshhhh.... Berhentilah memikirkan alasan apa yang akan kau berikan padaku, aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi, kau sedang mencuri pandang pada Kyra kan????"
Zayan tersenyum dan menggaruk kepala nya bagian belakang lalu menganggukkan kepala nya. Mengiyakan pertanyaan Louis.
"Apa kau menyukai Kyra???" Tanya Louis lagi.
"Diamlah...!"
"Kau serius menyukai Kyra??? Jika iya kau berarti harus siap-siap untuk kecewa, bukan perkara muda mendekati dia, banyak rintangan yang harus kau hadapi, salah satu nya kau harus meminta ijin dulu pada Ky, Ky sangat protektif terhadap Kyra, apa kau siap??? Saranku sebelum perasaanmu terlalu jauh lebih baik kau menyerah saja hahaha...!"