
Kyros membawa turun baby Lexia dan Gienka sedang menyiapkan makanan di meja makan. Kyros pun menghampiri istrinya itu. "Selamat pagi Mama..." Ucapnya. Gienka membalikan badan dan tersenyum melihat suaminya menggendong baby Lexia.
"Wah cantik sekali.." Puji Gienka, kemudian ia bergegas mengambil stroller untuk membarringkan bayinya itu sarapan dengan Kyros..
"Kau mengurusnya dengan sangat baik.."
Kyros tersenyum. "Ya tentu saja, aku harus membantumu untuk mengurus bayi kita yang cantik ini dan Ini pertama kalinya aku melakukannya dan berhasil."
"Kau terbaik. Ayo kita sarapan dan setelah itu kita pergi jalan-jalan. Oh iya tadi Papa Iel mengirim pesan, katanya dia dan Geffie akan ke sini siang nanti."
Kyros mengernyit. "Siang nanti??? Katanya lusa???"
"Aku tidak tahu tapi tadi pesannya begitu."
"Kok aneh??? Kenapa tiba-tiba jadi dipercepat???"
"Ya aku juga tidak tahu, tapi mungkin supaya lebih cepat pindahnya dan Papa juga bisa segera kembali ke Indonesia pekerjaan kan juga banyak pasti."
"Ya sudah kalau begitu nanti kalau sudah sampai aku akan menjemput nya di bandara."
"Papa memang ada-ada saja.."
"Coba nanti kau tanya dulu pada Geffie.."
"Aku sih sudah mengirim pesan ke Geffie. Kenapa tiba-tiba dipercepat tapi belum dibalas, mungkin dia masih sibuk."
"Ya sudah kalau begitu, kalau memang mau kembali ke sini lebih cepat. Ya tidak masalah." Gumam Kyros.
****
Kyros mengajak istri dan anaknya jalan-jalan ke sebuah taman, mereka jalan-jalan duduk dan bersantai Menikmati keindahan Taman seni itu, di mana ada banyak bunga tumbuhan dan air mancur serta ada beberapa karya seni yang menghiasi taman itu. Suasananya sama, sejuk dan dikelilingi oleh banyak tumbuhan serta bunga-bunga.
Baby Lexia juga sangat tenang dan tidak rewel sama sekali. Dia hanya menangis ketika merasa lapar dan Gienka langsung sikap untuk memberinya susu.
Dan kali ini mereka memilih duduk di sebuah bangku taman. Gienka memegang botol susu yang menempel di mulut Baby lexia, bayi itu pun memejamkan matanya dan tidur. Gienka dan Kyros duduk Sambil memandangi bayinya yang terlelap di stroller.
"Aku senang kita menikmati waktu kita menjadi orang tua dan ini adalah hal yang sangat menyenangkan sekali apalagi bayi kita sangat cantik dan menggemaskan." Ucap Gienka.
"Itu sudah jadi kewajibanku dan juga kewajiban kita berdua untuk merawat anak kita. Entah kenapa Terkadang aku merasa bahwa Kenapa tidak sejak awal saja kita memiliki bayi, kesenangan ini pasti bisa kita rasakan lebih awal."
Kyros memeluk Gienka. "Tetapi tidak ada salahnya juga kita menunda memiliki bayi di awal pernikahan kita karena memang kita juga butuh waktu untuk bisa menikmati waktu berduaan hubungan kita sangat singkat sehingga tentu kita butuh banyak waktu untuk bisa menikmati masa pacaran kita tetapi dalam ikatan pernikahan dan sekarang yang terpenting adalah kita bisa bersama-sama dengan bayi kita yang cantik ini."
"Setelah memiliki Lexia, aku juga lebih bersemangat untuk nanti kita bisa memiliki bayi lagi."
"Semangat untuk memiliki bayi lagi???" Tanya Kyros.
"Ya ya aku bersemangat untuk memiliki bayi lagi dan seperti kataku kemarin bahwa aku ingin kita memiliki bayi kembar, kita harus melakukan program bayi kembar. Bagaimana menurutmu???"
Kyros tertawa. "Jadi kau serius ini memiliki bayi kembar???"
"Iya serius lah, masa aku bercanda pasti lucu sekali jika kita memiliki bayi kembar."
Kyros tersenyum. "Ya itu bisa kita bahas nanti, sekarang kita fokus saja untuk Lexia, kita harus benar-benar menjadi orang tua yang baik untuknya dan mencurahkan semua kasih sayang kita kepadanya, aku ingin dia menjadi anak yang bahagia dan ceria serta merasa bangga memiliki orang tua seperti kita, dan kita juga akan menjadi orang tua yang bangga memiliki anak seperti dia."
"Iya, kau memang benar sekali." Gienka membalas pelukan Kyros. Dia sangat bahagia sekali dengan kehidupannya saat ini sangat luar biasa ketika menjadi orang tua.
*****
Keesokan harinya
Kyra sudah menghubungi wanita bernama Erica itu, dimana ya sudah diminta oleh Aditya untuk menghubungi wanita itu karena Aditya ingin bertemu dengannya. Kyra pun mencoba mencari cara untuk bisa mengajak wanita itu makan di luar dan benar saja rencana Kyra itu berhasil dan wanita itu mau bertemu dengannya. Tentu saja Kyra tidak memberitahu wanita itu bahwa apap nya yang ingin bertemu Kyra hanya mengatakan Jika dia ingin bicara dengan wanita itu sembari makan siang bersama.
Kyros sudah mencari tempat yang cocok untuk bertemu dengan wanita bernama Erica itu dan saat ini Kyra sudah duduk bersama dengan Aditya dan Cahya, mereka menunggu Erica datang.
Sebenarnya dia sudah mencoba berbicara dengan suaminya agar tidak perlu mengajak atau menemui Erica tetapi Aditya tetap memaksa, dia ingin bertemu dengan Erica. Dia ingin juga memastikan apakah itu adalah Erica yang sama atau tidak, juga ingin memperingatkan Erica untuk tidak lagi bersikap buruk seperti sebelum-sebelumnya dan Aditya sangat merasa kasihan sekali melihat cucunya yang saat ini sedang dalam tahap untuk bisa kembali seperti sebelumnya, dan takut pada keramaian. Apa yang terjadi pada Athan sangatlah mengusik hati Aditya cucunya benar-benar trauma dengan apa yang sebelumnya terjadi dan itu atas ulah wanita bernama Erica yang Aditya juga meyakini bahwa itu adalah Erica yang sama.
Mereka menunggu kedatangan wanita itu, sampai kemudian ponsel Kyra berbunyi dan Kyra mendapatkan pesan dari perempuan itu mengatakan bahwa dia sudah ada di depan. Kyra pun Kediri untuk menjemput wanita itu di depan supaya wanita itu tidak kesulitan mencari meja yang sudah dia pesan.
Kyra keluar dari restoran yang melihat wanita itu, dia kemudian menghampirinya menyelamnya dan mengajaknya untuk masuk karena dia sudah reservasi meja sebelumnya. Wanita itu tidak curiga sama sekali dan mengikuti Kyra di sebelahnya dan ketika mendekat ke meja itu, langkah wanita itu terhenti ketika dia melihat seseorang yang sangat dikenalnya sekali dulu dan orang itu tidak lain adalah Aditya dan juga Cahya.
Aditya terkekeh seolah mengejek Erica juga, memang benar bahwa itu adalah Erica yang sama dan sekarang mantan kekasihnya itu sedang berdiri dengan terkejut menatapnya. "Hai sudah lama kita tidak bertemu!!! Ayo silakan duduklah!!!" Perintah Aditya pada Erica tapi wanita itu hanya terdiam dan dia sendiri sudah lama sekali tidak bertemu dengan Aditya dan tiba-tiba Erica merasa takut sekali dengan tatapan Aditya yang terlihat memang ramah tetapi Erica tahu itu adalah tatapan kemarahan dari Aditya.