
"Apa...!???" Kali ini Zayan yang terkejut mendengar perkataan Kyros tentang Jelena dan Kyra.
"Kau benar-benar terkejut atau pura-pura???" Kyros mencela sikap Zayan.
"Tidak Ky...! Aku tidak mengerti dengan apa yang tadi katakan tentang Jelena! Kau pasti salah paham!"
"Salah paham??? Sekali lagi aku bertanya ekpsresi terkejutmu itu pura-pura atau kau memang benar-benar terkejut? Oke tanyakan saja pada kekasihmu yang bodoh ini tentang apa yang sudah dia lakukan pada Kyra! Tanyakan....!!!" Kyros menggebrak meja membuat semua yang ada di atasnya bergetar. Wajah Kyros benar-benar marah sekali.
Kyros kembali memandang Jelena dengan tatapan mencela serta membuang muka juga ekspresi Kyros yang seolah mengeluarkan air liur ke samping menandakan betapa muaknya dia terhadap Jelena.
"Aku baru pertama kali melihat perempuan murahan sepertimu, kau pikir kau bisa bersikap sesuka hatimu kepada adikku? Kau pikir siapa dirimu? Seenaknya berkata dan bersikap buruk pada Kyra, kau menyombongkan dirimu dan merasa hebat karena berhasil merebut Zayan si bodoh ini? Kau bangga karena bisa memberi pelayanan gratis tubuhmu pada Zayan lalu mengatakan bahwa Kyra perempuan sok suci, cihh...! Bukan sok suci tetapi adikku memang suci dan berakhlak baik karena orangtuaku berhasil mendidiknya dengan benar, bukan sepertimu yang murahan!"
Kyros kembali beralih memandang Zayan. Dan dengan cepat dia meraih kerah kemeja Zayan, menariknya dengan penuh kemarahan membuat Zayan langsung berdiri dan kursi yang di dudukinya jatuh. "Jangan berpikir aku bodoh tidak mengetahui semua hal yang sudah kau lakukan pada Kyra! Meskipun adikku memilih diam dan menyembunyikan semuanya dariku tetapi aku tetap bisa mengetahuinya! Kau meninggalkan bongkahan emas murni seperti adikku dan kau lebih memilih perempuan yang bagaikan kotoran anjing seperti dia, memalukan sekali...!! Hati Kyra sudah kau patahkan dan kali ini aku yang akan mematahkan rahangmu!" Geram Kyros dan langsung mendorong Zayan ke belakang hingga membuat Zayan terjatuh di lantai.
Kyros langsung mendekati Zayan dan menarik kerah kemejanya lagi dengan penuh kemarahan. Kyros mengangkat tangannya untuk memukul Zayan.
"Ky.... Stooopppp....!!!"
Teriakan itu membuat Kyros dan Zayan menoleh bersamaan ke sumber suara. Kyra berlari menghampiri mereka berdua, lalu dengan kasar menarik Kyros. "Lepaskan dia...! Apa yang kau lakukan???" Seru Kyra.
Kyros kemudian melepaskan pegangannya pada Zayan, mendorongnya sekali lagi dengan kasar dan berdiri. Kyra tidak melepaskanpegangannya pada Kyros membuat Kyros merasa jengkel. "Ra...! Jangan hentikan aku, biarkan aku menghajar si brengsekk ini...!"
Kyra terus menarik kakaknya menjauh dari Zayan dan Jelena. Kyra berbisik pada Kakaknya itu. "Apa yang kau lakukan hah??? Kau mau jadi jagoan dan merusak semua reputasimu? Bagaimana jika ada yang mengenalimu dan mereka membuat berita buruk tentangmu, biarkan saja mereka, ayo pergi!!!"
Kyros menarik napasnya dalam-dalam lalu menghelanya untuk meredam kemarahan dan kekesalannya. Kemudian perlahan mendekati Zayan yang sudah berdiri dan di bantu oleh Jelena.
Kyra dan Gienka mengikuti Kyros dari belakang.
"Bersyukurlah adikku menghentikanku untuk menghajarmu, sepertinya sayang jika tanganku yang terlalu bersih ini ku gunakan untuk menghajar kalian yang seperti kotaran anjing ini!! Zayan...!! Mungkin kau sudah lupa bagaimana dulu kau mengemis meminta ijinku untuk memiliki Kyra, lalu kuijinkan kau untuk melakukan itu dan berharap kau bisa menjaganya tetapi kau malah meninggalkannya begitu saja, tidak apa, karena akan kupastikan bahwa suatu saat kau akan menyesal sudah menyakiti hatinya"
Kyros kemudian beralih memandang Jelena. "Jangan berharap kau bisa melenggang dengan tenang setelah menyakiti Kyra kemarin, jika adikku diam bukan berarti kau bisa seenaknya menghina dan menyakitinya, aku sudah ada disini dan aku yang akan menyeretmu ke polisi! Kau pikir kami bodoh? Kau sangat salah...! Bahwa hanya dengan satu jentikan jari, aku dan keluargaku bisa menghancurkanmu bahkan seluruh keluargamu! Dan kau pasti akan menyesali itu...!"
Kyros membalikkan tubuhnya dan mengajak Kyra serta Gienka menjauh dari pasangan itu, tetapi tiba-tiba Kyros berbalik arah lagi dan mendekat ke Jelena sambil tersenyum.
"Ah iya aku lupa nona Jelena, aku ingin bertanya sesuatu padamu, umhhhh bagaimana rasanya bercinta dengan Zayan yang burungnya hanya sepanjang 5 centimeter itu??? Kau menikmatinya atau tidak??? Hahahaha aku ingat bagaimana dulu kekasihmu itu bercerita dengan wajah yang begitu sedih padaku jika dia memiliki permasalahan pada senjatanya yang supermini itu, dan kau tahu kenapa dulu aku agak berat hati memberinya ijin dekat dengan Kyra, karena aku tahu rahasia besarnya itu, tetapi karena kasihan aku biarkan saja dia berpacaran dengan Kyra dan suatu hari nanti aku berniat memberitahu pada Kyra agar dia berpikir ulang untuk melanjutkan hubungannya, tetapi ternyata mereka sudah berakhir, aku senang sekali dengan hal itu, hanya saja aku marah karena cara Zayan, dia meninggalkan Kyra dengan sangat buruk demi perempuan sepertimu, enjoy ya menikmati burung mininya Zayan!" Kyros mengedipkan sebelah matanya, lalu menertawakan Zayan dan Jelena.
Kyros kemudian mengajak Kyra dan Gienka menjauh dari mereka. Pergi dengan tawanya yang menjengkelkan. Sementara Zayan juga Jelena berdiri dengan perasaan malu sekaligus kesal atas ucapan Kyros. Terutama Jelena wajahnya merah padam karena malu, dalam hatinya sebenarnya dia membenarkan ucapan dari Kyros itu tetapi tentu saja dia tidak mungkin mengiyakan secara langsung didepan Kyros yang pasti akan membuatnya semakin malu kepada kedua saudara itu. Jelena sendiri sebenarnya tidak pernah menikmati percintaannya dengan Zayan, karena selain mungil, Zayan juga selalu berakhir lebih cepat, bahkan tidak lebih dari 5menit. Tetapi semua itu tentu harus Jelena simpan dengan rapat karena dia harus menjaga itu dari orang luar karena jika tidak tentu mereka akan menertawakannya. Dan apa yang dia lakukan pada Kyra malam itu hanya ingin menertawakan dan membuat Kyra malu serta tersakiti tetapi sekarang dia sendiri justru ditertawakan oleh Kyra dan Kakaknya. Sementara Zayan tidak lagi bisa berkata-kata, dia kesal dengan dirinya sendiri. Kyros sangat kurang ajar sudah membeberkan rahasianya, tetapi tentu bukan rahasia lagi karena Jelena juga pasti sangat tahu tentang hal itu.
Gienka tidak bisa lagi menahan tawanya, dia menoleh ke belakang dan memandang kedua orang menyebalkan itu masih berdiri terpaku di tempatnya. "Benarkah yang kau ucapkan itu??? Bagaimana kau tahu kalau miliknya sangat kecil??? Hahaha...!" Tanya Gienka dengan suara sedikit keras agar Zayan dan Jelena bisa mendengarnya sambil terus diselingi tawanya.
"Tentu saja benar! Miliknya memang kecil, dia pernah menceritakannya sendiri padaku dengan wajah yang sedih bahkan bertanya bagaimana agar membuat miliknya menjadi besar, ya aku tidak tahu bagaimana caranya, aku bukan dokter spesial kelamiin" Jawab Kyros dengan tenang.
Gienka kembali menoleh ke belakang sambil menertawakan Zayan dan Jelena. "Epic comeback....!" Gienka setengah berteriak kepada mereka berdua.
Gienka merasa kesal sekali dengan tingkah kedua orang itu, dan senang dengan cara Kyros membalas mereka. Tidak perlu dengan pukulan tetapi hanya dengan ucapan saja sudah cukup membuat mereka berdua malu.