I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 145



★★★★ 1 Tahun Kemudian.... ★★★★


Suasana diskotik begitu ramai. Musik di putar dengan begitu keras, dan sebagian orang berjoged mengikuti alunan musik, sebagian lagi duduk menikmati minuman mereka dan berbincang satu dengan yang lainnya. Zayan masuk ke diskotik itu, dan tampak sedang mencari seseorang. Pandangannya memutar ke berbagai sudut, hingga akhirnya seorang perempuan melambaikan tangan ke arahnya. Zayan tersenyum dan menghampiri perempuan itu.


"Hai Je..!" Sapa Zayan dan mengalami Jelena.


"Hai Zay... Kenalkan ini teman-temanku... Girls ini Zayan..!" Jelena memperkenalkan Zayan pada teman-temannya.


Jelena adalah kenalan Zayan. Sekitar satu bulan yang lalu Zayan tidak sengaja bertemu Jelena di salah satu acara temannya dan berkenalan disana, bertukar nomor diam-diam. Lalu mereka mulai akrab seperti saat ini. Jelena adalah seorang model, dan saat bertemu Zayan, dia menjadi salah satu brand ambasador dari salah satu produk kecantikan milik teman Zayan. Dan pertemuan mereka di saat acara launching produk itu, yang kebetulan Zayan di undang kesana.


Pertemuan itu membawa mereka semakin akrab dan sering jalan bersama. Zayan sesekali juga mengantar Jelena pergi untuk pemotretan. Tentu hal itu tidaklah di ketahuilah oleh Kyra. Akhir-akhir ini Kyra memang sangat sibuk sekali hingga sering mengabaikan Zayan. Bahkan mereka jarang sekali bertemu. Kyra sering pulangalam dari kantornya membuat Zayan ingin sekali memprotes kesibukan Kyra tetapi Zayan menahan diri. Dan saat ini Kyra sedang pergi ke Amerika bersama dengan keluarga nya, karena Kyros akan berangkat ke luar bumi untuk pekerjaannya sebagai astronot. Dan Kyra sudah berada disana sekitar satu minggu lebih, itu karena keberangkatan Kyros di tunda dengan alasan cuaca yang tidak mendukung dan Kyra serta keluarga nya harus menunggu sampai Kyros benar-benar berangkat baru mereka akan kembali lagi kesini.


Zayan benar-benar merasa kesepian, dan itulah kenapa dia setuju ketika Jelena menawari nya untuk datang kesini dan bertemu dengan teman-teman Jelena. Zayan berpikir mungkin ini bisa menghilangkan rasa sepi nya.


"Kau mau minum apa Zay??? Tequilla atau Martini??" Tanya Jelena.


Zayan menggeleng. Dia tida terbiasa minum yang terlalu berat seperti itu. Zayan hanya ingin minum biir saja. Jelena pun memesan biir untuk Zayan.


"Kenapa hanya biir??" Tanya Salah seorang teman Jelena pada Zayan.


"Aku tidak bisa minum yang terlalu berat..!" Jawab Zayan.


"Lain kali kau harus mencoba yang berat supaya lebih asik.."


Zayan tersenyum. "Besok aku ada meeting, aku tidak mau pengar di pagi hari.."


"Ya, Zayan benar, dia harus bertemu banyak orang di kantor, jadi tidak boleh mabuk.. Itu biir nya datang..!" Ucap Jelena.


Seorang pelayanan membawa biir pesanan Zayan. Zayan menerima nya dan menyesapnya sedikit, baru setelah itu meminumnya. Zayan pun mengobrol dengan Jelena dan teman-temannya.


****


Sementara di tempat lain...


Gienka menghampiri Kyra yang sedang duduk di balkon apartemen Kyros. Gienka membawa kopi untuk Kyra. Gienka baru saja selesai berbicara dengan Axel melalui panggilan telepon. Sekarang ini Axel sedang berada di puncak karienya sebagai pemain sepak bola. Nama Axel juga sudah di kenal di tempat dia membela tim sepak bola nya saat ini. Usaha Ariel untuk mengakusisi tim sepak bola yang di bela Axel ternyata berhasil, dimana tim itu juga mencari pelatih yang berkualitas sehingga tim sepak bola itu menjadi tim besar hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Itu juga tidak terlepas dari usaha Axel yang berlatih keras sehingga fisiknya dan juga kualitas cara bermain Axel setiap harinya semakin baik dan semakin lebih baik lagi. Dan Axel saat ini bisa menjadi pemain yang kualitasnya sedang di pertaruhkan dan di lirik oleh beberapa tim sepak bola lainnya.


Gienka merasa senang sekali atas pencapaian Axel. Penghinaan yang sempat di lontarkan oleh keluarga Cekia, ternyata menjadi penyemangat Axel untuk bisa membuktikan bahwa apa yang di geluti nya bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Dan sampai saat ini Axel juga masih bertahan dengan kesendiriannya. Meskipun dia di dekati oleh banyak perempuan, akan tetapi Axel masih ingin sendiri dan berfokus untuk membiayai kuliah adiknya. Axel sudah mengambil tanggung jawab untuk membiayai seluruh kebutuhan adiknya.


Axel sebenarnya juga masih merasa takut akan di tolak lagi jika dia dekat perempuan, terlebih lagi dia juga memiliki keinginan untuk serius dalam sebuah hubungan dan tidak mau terlalu lama. Di awal-awal dulu putus dengan Celia, perempuan itu masih berusaha menemui Axel, tetapi Axel mencoba terus menghindari nya hingga Axel juga memilih pindah dari tempat tinggalnya sebelumnya, dan usaha Axel berhasil untuk menghindari Celia. Sampai saat ini Axel tidak pernah lagi bertemu Celia, kabarnya juga Axel tidak mengetahui nya lagi. Axel benar-benar sudah melupakan semua kenangan manisnya dengan perempuan itu. Bagi Axel, melupakan seseorang tidak harus mencari pengganti nya karena masih banyak kegiatan yang bisa di lakukan untuk mengalihkan perhatiannya dari perempuan itu. Sehingga saat ini, Axel sudah benar-benar melupakan Celia, dan menganggap Celia sebagai bagian dari masalalu yang pernah di lalui nya. Ketika mengingat Celia, Axel hanya akan tersenyum sesaat lalu kembali melupakannya.


"Thanks Gie... Sudah teleponnya??" Tanya Kyra.


"Sudah...!"


Kyra melemparkan senyum. "Kau selalu saja berbicara lama dengan temanmu itu, apa kau sedang dekat dengannya???" Tanya Kyra lagi.


"Dia hanya sahabat ku, tidak pernah ada hubungan lebih di antara kami, dia seperti layaknya kau dan aku, sahabat rasa saudara..." Jawab Gienka.


"Itu saja yang kau katakan, kau tidak pernah berceria apapun padaku tentang kau dekat dengan siapa, kau masih normal kan suka dengan laki-laki????"


"Diihhh... Normal lah... sembarangan... Ya kali jeruk makan jeruk...! "


"Ya siapa tahu kau tidak suka laki-laki, selama ini kau tidak pernah menceritakan kepadaku tentang laki-laki, kau seolah menyimpan kisah cintamu untuk dirimu sendiri...!"


Gienka tersenyum. "Apa yang harus aku ceritakan, aku tidak sedang dekat dengan siapa pun..!"


"Ya tetapi kenapa kau selalu menghindari ketika ada yang mencoba mendekatimu??"


"Karena aku tidak suka dengan mereka, dan aku tidak mau memberi harapan kosong, aku hanya sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun saat ini...!" Ucap Gienka.


"Gie... Sejak sekolah sampai sekarang, kau sama sekali tidak memiliki kekasih, sebenarnya siapa yang sedang kau tunggu???" Tanya Kyra penasaran.


"Aku menunggu yang terbaik saja Ra... Siapa tahu nanti tiba-tiba ada laki-laki yang kurasa cocok denganku dan akun justru akan menikah lebih dulu daripada kau.. Hahahaha Jodoh siapa yang tahu Ra, aku hanya sedang menunggu yang terbaik saja...!"


"Semua juga harus ada usaha nya Gie, jangan menunggu saja..!"


"Hahaha iya deh...!" Gienka meminum kopi nya. Gienka masih menahan diri meskipun dia sudah bertemu Kyros, karena tahu bahwa Kyros saat ini sedang di sibukkan dengan kegiatannya untuk pergi ke luar bumi. Dan Gienka tidak mau membebani Kyros dengan perasaannya. Gienka berharap saat Kyros kembali nanti, dia bisa benar-benar mengungkapkan perasaannya pada lelaki itu.


Saat ini Kyros juga tidak ada di apartemen karena Kyros harus menjalani karantina sebelum pergi, tetapi nanti ada waktu untuk Kyros bertemu lagi dengan keluarga nya sebelum pergi. Saat datang kesini sebenarnya Kyros sudah di beri waktu untuk pulang sehingga bisa quality time dengan keluarga sebelum berangkat, tetapi Kyros harus di karantina lagi karena tidak jadi berangkat. Dan rencana nya minggu depan lagi di jadwalkan berangkat, lalu Kyros akan di beri waktu sebentar untuk pulang. Itulah kenapa Kyra dan Keluarga nya memilih untuk bertahan disini dan tidak kembali, karena masih menunggu Kyros.


"Zayan tidak menelepon Ra???" Tanya Gienka.


Kyra menggeleng. "Belum Gie, mungkin dia sudah tidur, pesanku juga belum di balas sejak tadi..."


"Hubunganmu dengannya baik-baik saja kan???" Tanya Gienka lagi.


"Iya... Tetapi akhir-akhir ini aku sedikit mengabaikannya karena pekerjaan di kantor juga sedang banyak, apalagi kau tahu sendiri kan, Apap akan memberimu tanggung jawab yang besar, aku harus banyak belajar mengenai berkas-berkas kantor yang akan aku tempati... Jadi aku sedikit mengabaikan Zayan, aku berharap dia bisa mengerti.." Ujar Kyra sedih.