I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 312



Sampai di rumah, Athan sudah tidur. Gienka dan Kyros membawa nya naik ke atas ke kamar mereka. Karena sudah mendapatkan ijin dari Kyra dan Axel, maka Kyros dan Gienka pun berani membawa Athan untuk tidur bersama mereka berdua.


Kyros membuka pintu kamarnya dan Gienka masuk lebih dulu menggendong Athan. Gienka membaringkan Athan di tempat tidur, dia meminta Kyros agar berganti pakaian lebih dulu baru setelah itu dirinya. Meski sedang tidur, Gienka tidak berani meninggalkan Athan sendirian di tempat tidur.


Gienka menatap wajah Athan yang begitu damai dan sangat menggemaskan sekali. Wajah anak kecil yang sedang tidur selalu mendamaikan siapa pun yang memandangi nya. Gienka mengusap kening Athan dengan lembut lalu menciumnya.


Beberapa saat kemudian, Kyros keluar dari ruang ganti, dan dia sudah mengganti pakaiannya. Dia pergi ke kamar mandi sebentar untuk menggosok gigi baru setelah itu akan bergantian dengan Gienka menjaga Athan yang sedang tertidur.


Pintu kamar mandi terbuka dan Kyros melempar senyum. "Pergi lah, aku akan menjaga Athan...!!!" Ucap Kyros sambil menghampiri Gienka.


Gienka melempar senyumnya pada Kyros. "Kau tampan sekali, aku mencintaimu.. " Gienka mengecup bibir Kyros lalu pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya. Kyros hanya tersenyum, inilah setiap hari yang di lakukan Gienka, selalu mengatakan bahwa istrinya mencintai nya dan memberikan kecupan manis di bibirnya. Hal sederhana tetapi mammpu membuat Kyros meleleh di buatnya dan setiap hari semakin jatuh cinta pada Gienka.


Kyros berbaring di sebelah Athan, dia mengusap kepala keponakannya dengan lembut. Dia bisa melihat kebahagiaan kec yang di rasakan Gienka setelah Athan disini. Kyros sadar bahwa keinginan Gienka begitu besar memiliki seorang bayi, dia tidak berhenti berharap kelak Tuhan akan memberinya dan Gienka bayi yang menggemaskan, tampan atau cantik. Kyros yakin kebahagian keluarga kecilnya pasti akan bertambah lagi. Gienka akan semakin ceria lagi.


Beberapa menit kemudian, Gienka sudah selesai berganti baju dan sudah gosok gigi. Dia menghampiri Kyros dan naik ke tempat tidur. Dia berbaring di sebelah Athan, mengapit bayi itu dengan Kyros.


Gienka dan Kyros berbaring miring, menghadap ke arah Athan yang ada di tengah mereka. Gienka memandangi Kyros, begitu juga lelaki itu yang sama-sama tersenyum memandangi wajah istrinya. Kyros meraih tangan Gienka dan menggenggam nya lalu mengecupnya. "Aku juga mencintaimu.. " Ucap Kyros dan Gienka hanya tersenyum.


"Kau senang bisa tidur lagi dengan Athan???" Tanya Kyros.


"Iya, aku senang sekali.. Lihatlah wajahnya, sangat menggemaskan sekali, pili nya tembem dan dia mirip Axel.. Aku jugai ngin nanti bayi kita mirip denganmu..." Ujar Gienka.


"Kenapa harus mirip denganku?? Aku ingin bayi nya mirip denganmu saja, saat kau bayi, terlihat menggemaskan sekali dengan pipi lumermu, sayangnya saat dewasa kau terlalu bisa menjaga penampilanmu sehingga kau tidak lagi memiliki pipi lumer seperti saat masih kecil.. "


"Jadi menurutmu aku tidak semenarik saat masih kecil???" Gienka memasang wajah jutek dan cemberut nya.


Kyros terkekeh. "Bukan begitu sayang, hahaha aku hanya tidak menyangka jika kau yang bulat dan menggemaskan saat kecil bisa sangat berubah saat dewasa, tidak menegaskan memang tetapi cantik sekali.. "


"Gombal.... Aku sama sekali tidak mempercayai mu..!" Gerutu Gienka.


"Kalau kau tidak mempercayai ku kenapa kau menikah denganku????"


"Karena aku mencintaimu.. Kalau aku mempercayaimu yang ada jadi syirik, menyekutukan Tuhan jadinya.. Syirik kan dosa besar.. "


Kyros semakin tergelak. "Hahahaha kau ini dasar....!!!!"


"Sssttt... Jangan berisik, nanti bayi kita yang menggemaskan ini bangun, kau mau menyussui nya????"


Kyros menggelengkan kepala nya. "Kau saja yang menyuusui ku, aku suka sekali.. " Kyros mengediokan matanya dengan nakal.


Gienka dan Kyros tergelak sambil menahan suara mereka agar tidak berisik dan mengganggu tidur Athan. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Gienka beranjak dari tempat tidur dan mendapati Kyra ada disana. Kyra membawa botol susu milik Athan sekaligus susu untuk Athan. "Ini botol dan susu nya Athan, aku juga membawa air, supaya kau tidak perlu turun ke dapur mengambilnya. Ada juga diapers, takut nya Athan banyak mengobrol. "


Gienka tersenyum dan mengambil botol serta susu itu. "Aku baru akan meminta nya padamu, thanks ya Ra???"


Kyra menganggukkan kepala nya. "Kalau dia merengek di tengah malam, artinya dia lapar, langsung berikan susu nya, kau tidak apa-apa harus bangun tengah malam??? Aku takut Athan mengganggu istirahatmu.. "


Gienka tersenyum. "Ra, aku kan dulu pernah mengajak Athan juga tidur di kamarku dan Ky, kami tidak masalah bangun di tengah tidur kami untuk menenangkan Athan, lagipula itung-itung kami belajar mengurus bayi... Athan akan aman dengan kami.. "


"Aku percaya kalian akan menjaga nya... Kalau rewel dan kalian kesulitan menenangkannya bangunkan saja aku.. "


"Oke... Tenang saja.. "


"Baiklah, aku ke kamar dulu, kau juga istirahatlah.. Sampai jumpa besok.. " Kyra pun pergi meninggalkan kamar Gienka dan Kyros. Gienka membawa suusu, botol dan airnya, serta diapers nya masuk ke kamar dan meletakkannya di meja sebelah tempat tidur agar memudahkannya membuat itu jika Athan nanti kelaparan di tengah malam.


"Kyra mengantarkan ini untuk Athan.. " Gumam Gienka memberitahu Kyros.


"Itu akan sangat memudahkan kita nanti jika di perlukan.."


"Iya.. " Gienka kemudian kembali naik ke tempat tidur dan berbaring miring menatap Athan yang terlelap.


"Kau yakin besok tidak ingin membawa mobil ke kantor???? Aku bisa menyewakan mobil untuk Kyra dan Axel, sehingga mereka bisa pergi keluar dengan mobil sewa saja, dan kau bisa tetap pergi ke kantor dengan mobilmu sendiri.. " Ucap Kyros.


"Tidak apa sayang, aku bisa berangkat denganmu, dan pulang naik taksi, atau kau bisa menjemputmu jika kau tidak ada lembur... "


"Kau lebih aman dengan mobil sendiri sebenarnya. "


"Sama saja, sebelumnya aku juga pernah pulang menggunakan taksi ataupun bus kan??? Tidak apa, toh untuk beberapa hari selama mereka ada disini.."


"Baiklah jika seperti itu, kita berangkat bersama, dan aku akan usahakan bisa menjemputmu.. "


Gienka tersenyum. "Iya, tenang saja... Aku mengantuk, kita tidur ya???" Ajak Gienka.


"Ya..!" Jawab Kyros. Dia kemudian menarik selimut dan menutupi tubuhnya dan tubuh Gienka serta Athan. Gienka masih berbaring miring dan mulai memejamkan mata nya. Kyros tersenyum melihat wajah istrinya juga wajah keponakannya.


Tidak hentinya Kyros bersyukur atas apa yang saat ini di miliki nya. Tuhan begitu baik kepadanya dan memberikannya orang-orang yang sangat menyayangi dan mendukungnya setiap waktu. Keluarga dan istrinya adalah anugerah dari Tuhan yang tidak ternilai harga nya. Dan begitu berat sebenarnya nanti harus meninggalkan mereka begitu jauh, tetapi itulah konsekuensi yang harus di ambilnya ketika dia sudah memutuskan untuk bekerja seperti ini. Rela tidak reka, dia harus merelakannya. Dan Kyros seluruh meminta keselamatan untuknya dan keluarga nya setiap waktu di manapun berada. Dan di jauhkan dari segala marabahaya yang sedang mengintai mereka.