
Kedatangan Aditya membuat kedua orangtua Cyntia terkejut, wajah mereka seketika berubah menjadi panik. Aditya melangkah mendekati mereka dengan tatapan yang tajam dan seolah ingin meremukkan mereka.
"Kalian datang kesini dengan membawa kesombongan yang sama seperti dulu, seolah kalian bisa menggenggam dunia ini hanya dengan uang, kalian masuk tanpa permisi lalu menawarkan hal konyol itu kepada istriku? Kalian pikir bisa memanfaatkan kebaikan hatinya untuk menuruti keinginan kalian??? Ciiihhhhh perbuatan kalian memalukan sekali, dan apa tadi kau bilang?? Perbuatan Cyntia adalah sebuah kekhilafan? Dia dulu hampir membakar ibu mertuaku hidup-hidup, lalu kemarin dia juga ingin melenyapkan putraku, bahkan dia juga menyiksa bayi yang tidak berdosa ini, dia memukulnya, mencubitnya bahkan putrimu juga memasukkan obat keras kepadanya, lalu dengan mudahnya kau bilang itu sebuah kekhilafan??? Astaga.. busuk sekali mulutmu nyonya, apa kau ingin tahu busuknya seperti apa?? Ciumlah aroma kotoranmu sendiri maka kau akan tahu bagaimana busuknya"
"Kurang ajar sekali kau kepada kami orang yang lebih tua, apa kau tidak diajarkan sopan santun oleh orangtuamu???" Ucap Mama Cyntia dengan penuh kemarahan kepada Aditya, bahkan menunjuk wajah Aditya.
Aditya membuang muka dan terkekeh mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Mama Cyntia. "Anda menanyakan tentang ajaran sopan santun dari orangtua saya??? Apa saya tidak salah dengar?? Lalu bagaimana dengan Cyntia? Apa dia sudah mendapatkan ajaran sopan santun serta bagaimana cara bersikap baik dari orangtuanya??? Apa yang sudah kalian ajarkan padanya??? Cara membakar rumah orang lain?? Atau cara melenyapkan orang lain? Atau mungkin juga cara menghina dan merendahkan orang lain yang dia pikir tidak sederajat dengannya? Sebenarnya kalian itu mendidiknya atau tidak selama ini, hingga anak kalian memiliki sifat dan sikap yang begitu menakutkan"
Pandangan penuh kemarahan dari Mama Cyntia ke Aditya justru hanya membuat Aditya ingin tertawa melihatnya.
"Begini saja Aditya, jika kau menolak mencabut laporanmu terhadap Cyntia tidak apa tetapi aku memohon kepadamu untuk bisa mengurangi tuntutanmu, kami akan mengganti biaya ganti rugi kebakaran yang terjadi jadi kah bisa menghapuskan tentang hal itu, tetapi permasalahan penculikan bayimu Cyntia akan mendapatkan hukumannya, kau bisa kan??? Kami akan membayar 2x lipat dari kerugian yang sebenarnya, kami sekarang sudah membawa uangnya, kau bisa mengambilnya" Ujar Papa Cyntia.
Aditya mengernyit, ternyata mereka masih belum menyerah juga. Benar-benar orang yang tidak tahu diri, datang tidak meminta maaf tetapi malah bersikap seperti ini.
"Sudah ku katakan itu tidak perlu, hanya dengan sekali menjentikkan jari, aku bisa membuatkan 100 tempat usaha untuk ibu mertuaku dalam waktu yang bersamaan jika beliau mau, perbuatan Cyntia kemarin sudah tidak bisa lagi ku tolerir, ini sudah kesekian kalinya dan tidak akan kubiarkan juga dia bisa lolos dari jeratan hukum seperti waktu itu, entah apa yang sudah kalian lakukan sehingga dia bisa keluar lebih cepat dari yang seharusnya, tetapi kali ini ku pastikan itu tidak akan terjadi lagi, jangan harap hanya dengan uang kalian bisa membungkam keluargaku, tidak akan pernah! Bawa saja kembali uang kalian!!"
"Kau angkuh sekali, kau tidak sadar sedang berurusan dengan siapa? Kami pasti akan membalas kesombonganmu" Ancam Mama Cyntia.