I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 147



Kyra berjalan mondar-mandir di balkon apartemen Kyros. Hari sudah mulai gelap, sejak pagi tadi Zayan belum juga menghubunginya. Dan disana pasti sudah pagi tetapi Zayan masih belum juga mengabari nya padahal biasanya setiap subuh lelaki itu sudah menghubunginya atau sekedar mengirim pesan kepada nya. Kyra khawatir takut terjadi sesuatu dengan Zayan, lelaki itu tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Pesan yang dikirim nya juga belum di balas oleh Zayan. Kyra ingin menghubungi lewat telepon takut Zayan masih tidur, meskipun tidak biasanya bersikap seperti ini.


"Ra.... Makan yuk???" Gienka muncul dari dalam memanggil Kyra.


Kyra melempar senyum. "Iya...!"


Gienka mendekati Kyra, menyentuh pundak sahabatnya. "Kenapa??? Kau gelisah sekali seharian ini??? Memikirkan Zayan ya???"


Kyra menggeleng, malu dengan tebakan Gienka. Tetapi Gienka mengerti bahwa Kyra pasti sedang memikirkan Zayan. Sejak pagi tadi Kyra tidak tenang sama sekali, dan terus melihat ke arah ponselnya. "Zayan mungkin masih tidur Ra, nanti dia juga akan menghubungimu, ayo makan, Uncle dan Aunty juga Oma Opa sudah menunggu mu.."


Kyra kembali tersenyum. "Ya..!"


Kyra dan Gienka masuk ke dalam apartemen dan keluarga nya sudah duduk di kursi untuk makan malam bersama. Kyros sedang tidak bersama mereka saat ini dan baru akan pulang besok, karena banyak sekali persiapan yang harus di lakukan Kyros sebelum pergi.


Apartemen Kyros tidak terlalu besar dan hanya memiliki satu kamar saja, sehingga Aditya memilih untuk menyewa salah satu unit yang tidak jauh dari unit milik Kyros, untuk di tinggali dengan anggota yang lain.


Gienka menepuk paha Kyra, mengingatkan sahabatnya itu agar jangan terlalu banyak melamun tentang Zayan dan fokus ke makan malam. Karena jika Kyra terus melamun, yang ada justru menimbulkan kecurigaan dari keluarga nya. Kyra pun mengangguk pada Gienka.


Setelah selesai makan malam, dan membereskan meja makan, Kyra dan Gienka kembali ke balkon. Kyra kembali fokus pada layar ponselnya dan ini sudah jam tujuh malam lebih, di Indonesia pasti sudah jam enam pagi lebih. menurut Kyra tidak mungkin Zayan belum bangun tidur.


Sementara di tempat lain, ponsel Zayan terus berdering. Ponsel itu berada di saku celana Zayan yang tergeletak di lantai. Sedangkan Zayan masih terlelap di samping Jelena. Perlahan Jelena membuka matanya karena mendengar suara ponsel yang terus berdering. Jelena mendapati lelaki itu terlelap di sebelahnya, dan mereka sedang tidak mengenakan apapun di balik selimut. Jelena bergerak pelan agar tidak membangunkan Zayan untuk mengambil celana lelaki itu dan melihat siapa yang menghubungi Zayan.


Jelena berhasil meraih celana Zayan, dan mengambil ponsel lelaki itu. Di dapati bahwa kekasih Zayan yang ternyata menghubungi lelaki itu. Kontak tanpa nama tetapi berupa sebuah emoticon ❤ hati berwarna merah, dan foto profil kontak itu adalah foto Zayan sedang bersama seorang perempuan yang sudah Jelena pastikan adalah kekasih Zayan.


Jelena melempar senyum, tidak berusaha menjawab panggilan itu. Dan mengembalikan ponsel itu ke celana Zayan. Jelena lalu kembali berbaring perlahan di samping Zayan yang masih terlelap. Bisa saja Jelena mengangkatnya dan mengejutkan kekasih Zayan, tetapi Jelena merasa ini belum waktu nya, karena dia masih belum sepenuhnya menguasai Zayan, dan ini baru awal untuk memulai semuanya. Jelena mendekatkan tubuuhnya ke Zayan, menutup matanya dan berpura-pura membingungkan Zayan, memberitahu jika ponsel Zayan sejak tadi terus saja berbunyi.


Zayan akhirnya bangun, dan dia mengerjapkan matanya, sedikit bingung kenapa dia ada di tempat yang asing dan kenapa ada Jelena bersama nya tetapi kemudian Zayan teringat apa yang terjadi tadi malam, dimana dia sudah melakukan hubungan baadan dengan Jelena. Zayan berhadap-hadapan dengan Jelena, perempuan itu tersenyum sumringah menatapnya. Jelena menggeser badannya dan lebih dekat lagi dengan Zayan, kemudian memeluk lelaki itu.


"Good morning Zay... How do you feel???" Tanya Jelena tanpa merasa malu, tubuuhnya menempel dengan Zayan, dan kulit mereka langsung bersentuhan.


"My feeling so good..!" Jawab Zayan yang kemudian membalas pelukan Jelena. "Ini pengalaman yang luar biasa.. Thanks Je...?" Ucap Zayan lagi.


"Sama-sama, aku juga merasa senang bisa memberimu pengalaman pertama yang luar biasa, kalau kau menginginkannya lagi, aku akan dengan senang hati mau memberikannya, kau pasti tersiksa sekali kerena kekasihmu tidak pernah mau memberikannya padamu, menurutku dia kuno sekali, padahal hal itu adalah untuk membahagiakan dirinya sendiri dan juga pasangannya..." Ujar Jelena.


Kembali ponsel Zayan berbunyi lagi. "Sejak tadi terus berbunyi, lebih baik kau angkat, takutnya penting.." Perintah Jelena. Perempuan itu mengambil celana Zayan dan memberikannya kepada lelaki itu.


Zayan bangun dan duduk bersandar, Jelena memeluk Zayan lagi, kendaraan kepala nya di dada lelaki itu, sedangkan Zayan mengambil ponselnya. Terlonjak menyadari bahwa yang menelepon adalah Kyra. "Ini pacarku yang menelepon, bagaimana??" Tanya Zayan panik dan bingung.


"Angkat saja, aku akan diam..!" Ucap Jelena.


Zayan menarik napasnya dalam-dalam kemudian menghela nya panjang untuk menenangkan diri, kemudian baru mengangkat panggilan Kyra. "Hai sayang.. Selamat pagi..!" Sapa Zayan.


"Astaga.... Kau ini kenapa?? Sejak semalam tidak memberi kabar??? Aku sangat mengkhawatirkanmu..!" Suara Kyra terdengar panik.


Kyra menghela napasnya. "Syukurlah jika tidak terjadi sesuatu padamu.. Aku sangat khawatir sekali...!"


"Maaf ya sayang... Sudah jam segini, aku harus bersiap ke kantor, ada meeting pagi ini... Kau sudah makan..??"


"Aku baru saja selesai makan, ya sudah kau bersiaplah ke kantor... I love you..!"


Zayan terdiam sesaat. Kemudian meragu untuk membalas pernyataan cinta Kyra karena ada Jelena akan tetapi dia tetap harus menjawabnya agar Kyra tidak curiga. "I love you too..! " Jawab Zayan dan Kyra mengakhiri panggilannya.


Zayan meletakkan ponselnya di atas meja di sebelah tempat tidur. Dia menunduk mendalati Jelena tersenyum manis kepadanya. Perempuan itu semakin mendekatkan tuubuhnya dan memeluk erat Zayan. "Dia masih akan tinggal lama di Amerika???" Tanya Jelena.


"Tidak tahu... Mungkin saja..!"


"Kalau begitu, kita punya banyak waktu untuk bersama, kau tinggal disini saja, kita bisa bermain sepuasnya setiap hari... Aku benar-benar sangat menikmati waktu kita semalam dan ingin mengulanginya lagi... Bagaimana??".


" Tinggal disini???" Zayan mencoba mempertegas lagi.


"Iya sayang... Apa kau tidak mau kita melakukan hal yang semalam lagi???"


"Ya mau sih, tapi apa tidak masalah aku disini???"


Jelena menggelengkan kepala nya. "Tentu saja tidak sama sekali, kau bahkan bisa datang kapan saja, jika kau membutuhkanku mau bisa menghubungiku dan kita have fun bersama... Jangan terlalu pikirkan kekasihmunitu, aku juga tidak akan buka suara mengenai hubungan kita ini... Toh kita sama-sama saling membutuhkan jadi tidak masalah bukan???"


"Jika kau menginginkan seperti itu, tentu saja aku tidak akan menolaknya...!" Ujar Zayan.


Jelena mengecup bibir Zayan, dan tangannya mulai bergerak pelanggan menyentuh milik Zayan. Jelena kembali melakukan hal seperti semalam, dan Zayan sangat menikmati nya. Mereka berdua kembali berhubungan seperti semalam, dan Zayan baru setelah itu, Zayan bersiap untuk pergi bekerja.


★*★*★


"Bagaimana kau sudah bicara dengan Zayan???" Tanya Gienka pada Kyra yang duduk menikmati kopi.


"Sudah... Kau benar, dia sedang tidur tadi...!"


Gienka terkekeh. "Aku kan sudah bilang... Dia mungkin kelelahan dan langsung tidur..!"


"Gie...! Menurut mu apa ini sudah waktu yang tepat untuk. mengajak Zayan menjalin hubungan yang lebih serius lagi??? Apa aku harus yang memulai itu??? Karena aku pikir sudah cukup hubungan kami seperti ini, dan harus melangkah ke hal yang lebih serius lagi..!"


"Tidak ada salahnya sih Ra, hubungan kalian sudah lebih dari tiga tahun, sudah waktu nya untuk hal yang lebih serius...! Aku sangat mendukung hal itu, kau harus berbicara dengan Zayan sepulang dari sini.. Jika kalian setuju, tentu kami semua tidak sabar menunggu kabar yang lebih membahagiakan lagi.. Hehehe... "


Kyra tersenyum. Dia merasa memang sudah waktu nya untuk lebih serius dan membicarakan hal yang lebih jauh lagi mengenai hubungan mereka. Kyra sudah sangat mantap dengan Zayan. Dan berharap Zayan nanti setuju dengan ajakannya untuk lebih serius dan membicarakan mengenai pernikahan. Zayan adalah laki-laki yang baik, tidak pemaksaan dan juga sangat mencintai nya. Setiap hari Kyra merasa semakin nyaman dengan Zayan, dan keluarga nya sendiri sejauh ini juga sangat mendukung hubungan mereka. Kyra berharap nanti dia bisa menikah dengan Zayan dan hidup berbahagia dengan laki-laki itu.