I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 136



"Kau menolaknya??? Kenapa sayang???" Tanya Maysa.


"Entah kenapa, Gie merasa jika hal itu untuk saat ini belum perlu di lakukan, maksud Gie, Axel kan belum mendapatkan lampu hijau dari Mama Celia, pertemuan kedua keluarga kan harus di sepakati kedua belah pihak, lalu bagaimana jika nanti ada penolakan dari keluarga Celia??? Kan kita tidak tahu, bisa saja mereka mengeluarkan ucapan yang tidak baik pada Axel dan orang tua nya, mengingat selama ini Axel juga sering mendapatkan ucapan yang jika di dengar sangat tidak baik dari Mama Celia dan juga Oma nya... Entah kenapa Gie takut mereka juga bisa mengatakan hal yang buruk pada om Alex dan tante Erina, mengingat tabiat Mama Celia tidaklah baik...!" Ujar Gienka dengan penuh kekhawatiran.


Ariel dan Maysa saling melempar pandangan. "Ada benarnya juga... Papa bangga padamu, kau bisa berpikir sampai sejauh itu dan itu memang ada benarnya juga, pertemuan dua keluarga itu memang harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak, sehingga nantinya tidak ada miskomunikasi.. Tetapi jika memang Celia menginginkan hal itu, harus mulai ada pembicaraan antara Celia dan keluarga nya lebih dulu, hanya saja benar katamu bahwa saat ini masih belum terlalu di perlukan membawa orang tua Axel kesana, jika ini hanya membicarakan keseriusan Axel saja belum mengarahkan pada rencana pernikahan ataupun lamaran...!"


Maysa mengangguk. Menurutnya apa yang di sampaikan Gienka ada benarnya. Jika hanya sebuah pembicaraan untuk keseriusan hubungan dan belum mengarahkan ke pembicaraan pernikahan memang ada baiknya jangan dulu mempertemukan kedua orang tua. Karena bisa saja hubungan yang berniat serius bisa saja nanti putus, yang mungkin bisa menimbulkan kecanggungan dua keluarga yang sudah bertemu. Di tambah lagi sikap Mama Celia juga belum ada tanda-tanda menerima Axel. Masih bisa terlihat nyata ada penghalang di antara hubungan Axel dan juga Celia. Meluluhkan hati Mama Celia itu hal yang saat ini harus di lakukan oleh Axel.


★★★


Keesokan harinya....


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Kyra sampai di rumah Om nya, yaitu Yongki yang adalah kakak sepupu dari Cahya. Kyra turun dari mobil, sementara supirnya lekas membuka bagasi dan menurunkan koper milik Kyra. Tak lama, Yongki dan Olivia istrinya keluar dari dalam rumah menyambut Kyra. "Hai Uncle.. Hai.. Aunty...!" Kyra setengah berlari dan langsung memeluk Yongki dan juga Olivia bergantian.


"Hai Kyra sayang, apa kabarmu??? Kau sudah tumbuh semakin dewasa dan cantik...!" Puji Yongki pada sang keponakan.


"Aku memang selalu cantik sejak dulu.. Hehehe...!"


"Iya, Kyra memang selalu cantik...!" Ucap Yongki.


"Perempuan itu biasanya semakin dewasa biasanya semakin cantik...!" Timpal Olivia. "Kyra sayang, ayo kita masuk, kau pasti lelah...!"


Olivia mengajak Kyra masuk, sedangkan Yongki membawa koper Kyra.


"Ruby mana Aunty???" Tanya Kyra.


"Dia bermain di belakang"


"Kalau kakek???"


"Kakekmu sedang tidur, tadi sebenernya ikut menunggu tapi karena kau lama jadi pergi tidur...!"


Kyra terkekeh. "Iya tadi pakai macet segala setelah keluar tol..!"


"Itu sudah biasa, ayo kita ke kamar, Aunty sudah menyiapkan kamar untukmu.. Sudah lama kau tidak menginap disini...!" Olivia mengantar Kyra ke kamar yang sudah dia bersihkan.


Setelah mengantar Kyra, Olivia meminta Kyra untuk istirahat sebentar dan dia akan memanggil Ruby putrinya yang sedang bermain di belakang rumah. Yongki juga membawa koper Kyra ke kamar. Kyra sedang duduk di atas tempat tidur, dan Yongki menghampiri nya.


"Bagaimana perjalananmu??? " Tanya Yongki sambil menarik kursi dan tersenyum sumringah karena akhirnya bisa bertemu dengan Kyra.


"Lancar, hanya tadi beberapa kilo meter setelah keluar dari tol sempat terjebak macet...!" Jawab Kyra.


Yongki tersenyum. "Tapi kau akhirnya sampai juga disini, bagaimana Ky?? Dia sehat??!"


"Ky sehat Uncle, semalam dia memberitahu katanya dia masuk jadi kandidat astronot, dan harus mengikuti beberapa seleksi untuk bisa benar-benar jadi astronot..!"


"Wah, serius??? Bagus dong, semoga saja dia bisa melewati seleksi itu dan di Terima, dia pasti senang sekali...!"


"Semoga saja dia bisa lolos, dan dia bisa jadi kebanggaan kita, tekadnya selama ini begitu kuat, dia tidak boleh melewatkan kesempatan yang bagus ini...!"


"Ra senang karena sebelumnya dia bilang akan pulang tetapi karena hal ini jadi batal dan mungkin lebih dari setahun lagi baru pulang... Sedih..!" Ucap Kyra.


"Ya tidak apa-apa Ra, dia pasti akan pulang nanti, hal sebagus ini tidak boleh di sia-sia kan..!"


"Ra...!" Olivia masuk ke kamar menghampiri Kyra dan suaminya yang sedang mengobrol. "Ruby tidak mau kesini, dia bilang aku berbohong jika kau ada disini, lebih baik kau kesana saja, aunty siapkan makan siang dulu, kau pasti lapar..!"


Kyra mengangguk dan tersenyum, kemudian beranjak dan pergi ke halaman belakang rumah Yongki dimana disana ada sepupu nya yang sedang bermain.


Sementara itu di tempat lain......


Axel sedang duduk sendirian di taman kecil yang ada di belakang rumahnya sambil meminum kopi. Dia sedang malas pergi keluar dan ingin di rumah saja. Ingin ke rumah Gienka juga tidak mungkin karena Gienka sekarang sedang ada di kantor. Axel masih bingung dan terus memikirkan permintaan Celia. Sebenarnya bukan Gienka saja yang meragu dengan hal itu, tetapi dia sendiri juga meragu jika harus melibatkan orang tua nya secepat ini. Meskipun orang tua nya juga sudah kenal dengan Celia dan Celia juga sering ke rumah ini jika sedang liburan seperti saat ini. Axel benar-benar merasa bingung sekali.


Lamunan Axel terbuyarkan ketika ponselnya berdering. Nama Celia muncul disana. Dia kemudian mengambil dan mengangkatnya. "Hallo sayang...!" Sapa Axel.


"Hai... Selamat siang... Apa kau sudah makan???" Tanya Celia.


"Belum... Mungkin sebentar lagi, makan siangnya belum selesai di buat... Kau sendiri???"


"Ini aku sedang makan siang, kau sendiri sedang apa??" Tanya Celia lagi.


"Aku sedang duduk di belakang rumah, sedang malas keluar, Mama juga tadi memintaku agar di rumah saja...!" Jawab Zayan.


"Owh di rumah saja... Oh iya lusa jadi kan ke rumah untuk menemui Mama dan Oma bersama dengan Kedua orang tua mu??? Jadi kan???"


Axel terlonjak. "Ehhh aku belum memutuskan sayang..!"


Wajah Celia langsung berubah kesal. "Kok belum di pikirkan??? Kan aku sudah memintamu untuk berpikir semalam, seharusnya kau sudah mengambil keputusan.."


Axel mencoba tersenyum. "Aku masih bingung, dan juga belum memberitahu Mama dan Papa, aku rasa sepertinya mengenai hal yang satu itu jangan dulu ya???"


"Jangan??? Kenapa jangan?? "


"Ya kan aku harus bisa mengambil hati Mama mu dulu, baru setelah itu mengajak Mama dan Papa ku ke rumahmu...!"


"Kan kemarin aku sudah mengatakan padamu, bahwa kau harus datang bersama Om dan Tante kesini supaya Mama mau merestui hubungan kita, masa begitu saja kau tidak mengerti...!" Celia terlihat mulai kesal.


"Ya tapi kan aku harus lebih dulu mendapatkan hati Mama mu, baru aku mengajak orang tua ku..!" Axel mencoba menjelaskan dan meminta pengertian Celia.


"Tidak.... Kalau kau menolak keinginanku artinya kau memang tidak berniat serius denganku... Aku memintamu datang bersama orang tua mu dan kau menolak nya... Kau memang hanya ingin mempermainkanku saja...!" Celia langsung mengakhiri panggilannya dengan marah.


"Celia... Sayang...!" Panggil Axel tetapi ternyata sudah di putus oleh Celia panggilan itu.