I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 277



"Sayang...!!!" Kyra menghampiri Axel yang sedang duduk sofa ruang keluarga sendirian. Axel sedang menonton televisi.


Lelaki itu melempar senyum nya. "Ya???" Jawab Axel. "Kau sudah selesai mengobrol dengan Mama???" Tanya Axel.


"Mama sedang membereskan bunga yang tadi di tanam nya, aku ke kamar mandi ya???"


"Iya, masuk saja ke kamar ku... " Jawab Axel.


"Oke... " Kyra kemudian meninggalkan Axel dan menuju kamar lelaki itu untuk ke kamar mandi. Axel melanjutkan lagi menonton televisi nya.


Kyra masuk ke kamar Axel. Dan senyumnya mengembang melihat kamar itu tertata rapi dan khas kamar laki-laki dengan dominasi warna abu-abu. Kyra selalu senang jika masuk ke kamar ini. Ada banyak buku yang tertata rapi di rak dan di meja. Meskipun kamar ini tidak seluas kamarnya di rumah, tetapi Kyra bisa merasakan kenyamanan jika tidur disini dan memungkinkan nanti setelah menikah dia akan meminta Axel agar membawa nya ke rumah ini, tidur di kamar ini dan tentu Kyra juga ingin merasakan menjadi menantu yang baik untuk keluarga suami nya. Kyra sudah banyak belajar dari Amam nya mengenai menjadi menantu yang baik dan bisa di sayang oleh mertua nya, karena saat menikah dengan Apap nya, Amam nya langsung beradaptasi di lingkungan keluarga suaminya. Dan langsung mendapatkan tempat yang baik.


Dan yang paling membuat Kyra tertarik adalah dua frame foto yang ada di meja dimana disana ada fotonya yang terpajang. Ternyata Axel mencetak foto itu dan memajangnya di kamar. Manis sekali dan Kyra merasa senang, hal itu menunjukkan bahwa Axel sangatlah mencintai nya. Sebelumnya dia tidak melihat foto itu, tetapi hari ini dia melihatnya.




"Bukannya foto dengannya saja yang di cetak tetapi malah fotoku sendirian... Dasar.. " Gumam Kyra. Dia lalu masuk ke kamar mandi di kamar Axel.


Beberapa menit kemudian, Kyra keluar dan dia kembali menghampiri Axel yang ada di ruang keluarga. Kyra memeluk Axel dari belakang dan mencium pipi lelaki itu. Lalu dia duduk di sebelah Axel. Menggelayut dengan manja. "Kenapa kau menyimpan dan mencetak foto seseorang lalu memajangnya di kamarmu dan kau tidak meminta ijin kepadanya langsung??? Itu adalah perbuatan ilegal.. " Ucap Kyra.


Axel tersenyum. "Benarkah itu perbuatan ilegal??? Berarti jika ada orang yang mencetak foto idola nya di kamar tanpa meminta ijin pemilik fotonya bisa di hukum dong??? Lalu akan ada berapa banyak orang yang masuk penjara di dunia ini jika gara-gara foto, mereka di penjara???" Tanya balik Axel.


"Kau selalu saja bisa membantah ku...??" Protes Kyra. "Sebelumnya aku tidak melihatnya, kenapa sekarang ada???" Tanya Kyra.


"Aku baru memajangnya kemarin, kau sangat cantik di foto itu, menggemaskan juga, jadi aku mencetaknya... " Jawab Axel.


"benarkah???? Nanti setelah kita menikah, aku akan merubah kamar itu jadi versiku... "


Axel menatap kekasihnya itu sambil mengernyit. "Kenapa di ubah??? Kau bilang bagus dan menyukai nya???"


"Terlalu laki-laki... " Gumam Kyra.


Axel terkekeh. "Ya tentu saja laki-laki, apa kau pikir aku akan mengecat kamarku dengan warna pink??? Dan meletakkan banyak boneka disana??? Ada-ada saja kau ini... "


"Ya, ide bagus jika aku merubahnya jadi serba pink.. "


"Ah tidak-tidak... Masa mau di ubah jadi warna pink... Tidak boleh... Warna netral dong, lagipula itu sudah bagus kan...???"


"Just kidding... Hahahaha..... Aku tidak akan merubah apapun... " Kyra mencubit pipi Axel dengan gemas. Tiba-tiba ponsel nya berbunyi. "Apap...!!?" Ucapnya Lalu dia mengangkat panggilan itu. "Hai Pap...!!??" Sapa Kyra.


"Kau ada dimana??? Jadi ke rumah Axel???" Tanya Aditya.


"Jadi..! Ini aku sudah ada disini sejak tadi, kenapa Pap???" Tanya Kyra balik.


"Baiklah kalau begitu, takutnya kau dan Axel mampir kemana dulu gitu... Bye sayang.. "


"Bye..!" Kyra mengernyit saat panggilan itu langsung di matikan oleh Apap nya. "Aneh...??" Gumamnya bingung.


"Masa menelepon hanya bertanya apakah aku ada disini atau tidak, setelah itu langsung di matikan.. Di mira aku anak kecil kali ya??? Cuma di pastikan keberadaannya saja. Apap ada-ada saja..." Gerutu Kyra.


Axel tertawa. "Wajarlah, kau kan anak kesayangan mereka, jadi memastikan keberadaanmu itu penting..!!! Apap mungkin berpikir aku akan menculikmu darinya.. "


"Kan sebentar lagi kau memang akan menculikmu darinya... " Kyra memeluk Axel dan mereka tertawa bersama.


Beberapa menit kemudian, Papa Axel menghampiri anak dan calon menantu nya itu yanga da di ruang tengah. "Axel... Kyra.. Ada pak Aditya dan Bu Cahya di depan.. " Ucapnya.


Kyra menatap Axel. "Amam dan Apap???" Tanya nya dan Papa Axel mengangguk.


"Mereka datang bersama dengan seorang laki-laki, kalian berdua ke depan dulu, Papa akan memanggil Mama.. "


Axel mematikan televisi dan dia bersama Kyra keluar untuk menemui Aditya dan Cahya. Mereka berdua terlihat bingung untuk apa datang kesini padahal tadi sudah bertemu di rumah.


"Apap...??? Amam...??? Kalian kok kesini??? Ada apa???" Tanya Kyra saat dia mendapati kedua orang tua nya duduk di ruang tamu. Dan hal yang tidak kalah membuat Kyra dan Axel terkejut adalah kehadiran Theo.


Aditya tersenyum. "Ya, kami datang kesini untuk bertemu kalian, terutama Axel... "


Kyra menoleh dan saling melempar pandangan dengan Axel. "Bertemu Axel??? Untuk apa???" tanya Kyra lagi.


"Theo ada perlu dengan Axel, kalian berdua duduklah.. " Perintah Aditya. Axel dan Kyra kemudian duduk dan kedua orang tua Axel juga muncul dari dalam. Mama Axel mengalami Cahya dan Aditya, juga Theo. Mereka juga terlihat bingung sama seperti Kyra da Axel. Tetapi kemudian juga ikut duduk.


"Minta maaf sebelumnya, jika kedatangan saya membuat kalian bingung... " Ucap Theo dengan suara pelan. Dia kemudian menceritakan kondisi Celia saat ini kepada semua orang. Dan apa yang terjadi pada Celia. Sebenarnya hal ini juga sudah di dengar oleh Axel dan orang tua nya. Karena masalah ini sempat masuk dalam media. Tetapi tentu Axel hanya merasa iba dengang masalah yang terjadipada Celia. Tidak menyangka juga bahwa Mama Celia bisa melakukan hal sekeji itu pada putri nya sendiri. Karena tidak ada salahnya jika seorang anak datang menemui Ayahnya sendiri dan itu di lakukan Celia karena dia merasa lebih nyaman bersama Ayahnya. Axel dan yang lainnya cukup terkejut mendengar kondisi Celia saat ini. Ternyata dampaknya separah itu.


Theo menarik napasnya dalam-dalam dan menghela nya. "Axel....?? Om datang kesini sebenarnya untuk meminta kesediaan mu bisa datang ke rumah sakit dan menjenguk Celia... Mungkin dengan kehadiranmu, Celia bisa sedikit membaik atau mungkin dia bisa mengenali suaramu... Karena dia selalu memanggil nama mu juga Om, hanya kita berdua... Itulah kenapa Om datang kesini menemui mu untuk meminta kesediaan mu datang menemui Celia... Hanya sekali ini saja tidak apa-apa.. "


"Kenapa harus saya Om????" Tanya Axel. "Ah bukan apa-apa tetapi saya tentu tidak bisa melakukan semua itu, hubungan saya dengan Celia sudah berakhir sejak lama, saya tidak mau masuk dan terlibat dalam masalah ini, banyak hal yang harus saya pertimbangkan... Maaf Om... " Ucap Axel.


"Om tahu, kau pasti ingin menjaga perasaan keluarga calon istrimu kan??? Om sudah meminta ijin pada Aditya tadi, dan dia bilang Om harus meminta sendiri kepadamu.. " Ucap Theo.


Axel menggelengkan kepala nya. "Bukan hanya sekedar menjaga perasaan calon istri saya dan keluarga nya saja, tetapi saya juga punya tanggung jawab untuk menjaga nama baik saya dan pekerjaan saya... Setelah masalah ini mencuat, saya sudah menerima beberapa kali komentar dari orang-orang yang mereka turut mengikutkan saya dalam masalah ini, saya tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi sehingga saya cukup tidak nyaman ketika ada orang bertanya kepada saya mengenai masalah ini karena saya sama sekali tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi.. Aku harap Om mengerti maksudku...! Aku sangat prihatin dengan apa yang terjadi dan berharap Celia bisa segera sembuh.. Sekali lagi saya minta maaf om, saya tidak bisa melakukan apa yang Om minta.. " Ujar Axel.


***


Sementara itu di tempat lain....


Cyntia duduk dengan pengacara nya. Dia sedang berdiskusi mencatatkan cara agar bisa terbebas dari masalah yang sedang menjeratnya saat ini. Cyntia dan Mama nya tentu saja tidak ingin mendekam di tempat imburuk ini untuk waktu yang lama. Dia harus bisa segera bebas dari tempat ini


"Aku sudah memikirkan ini sejak kemarin, Axel... Dia juga harus ikut bertanggung jawab akan hal ini, Celia kabur dari rumah karena dia, karena mengejarnya, jadi aku minta padamu untuk mencari akal agar karir Axel hancur akibat masalah ini.... Aku sangat membenci anak itu sejak dulu, dan gara-gaa dia menolak kembali pada Celia, aku di buat pusing karenanya... Aku tidak mau tahu, Axel harus ikut mendekam disini, pernikahannya dengan Kyra harus gagal dan karirnya juga harus hancur... Lakukan sesuatu agar itu bisa terjadi... " Ucap Cyntia.


"Apa yang bisa alami lakukan untuk itu???" Tanya Pengacara pada kliennya Cyntia.


"Buatlah dan ciptakan gosip tentang Axel, hancurkan reputasi nya, katakan bahwa dia menolak Celia karena Kyra anak dari konglomerat Aditya Sahasya, dan Axel ingin menguasai harta dan warisan Kyra. Di karenakan Kyra adalah pewaris utama HS Enterprise, dan Axel gila akan semua kekayaan keluarga Sahasya... Hancurkan Axel sehancur-hancurnya dan dia harus kehilangan segalanya karir dan calon istrinya... Ya intinya itu, lakukan saja... Anak siaIan itu harus di beri pelajaran... Karena dia aku dan Mamaku berada disini... Karena dia aku harus membuat Celia seperti ini... Kalian mengerti kan???"


"Baiklah kami mengerti... Kami akan menyiapkan gosip itu dan menaikkannya ke media dalam beberapa hari ke depan.. " Janji pengacara itu pada Cyntia.