I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 71.



"Sumpah deh Ra, aku benar-benar tidak menyangka ada orang sejahat itu, padahal dia seorang perempuan, dan dia mungkin juga memiliki anak sekarang tetapi kenapa dia bisa bersikap sekasar itu pada seorang Bayi...!" Gumam Gienka.


"Kau benar Gie... Aku hanya pernah mendengar dari Oma Opa, Amam dan Apap jika Ky pernah di culik tetapi tidak menyangka jika Ky di perlakukan seperti itu...!"


"Lihatlah wajahnya, dia cantik tetapi hatinya seperti nenek sihir, jangan sampai kita berurusan atau bertemu dengannya, menyebalkan sekali...!" Gerutu Gienka.


"Kata Apap, dia sudah tidak tinggal disini, semoga saja kita tidak lagi berurusan dengan wanita bernama Cyntia ini...!"


Gienka mengangguk. Mereka berdua membereskan buku dan koran lama, memasukkannya lagi ke lemari kecil seperti semula. Mereka akan belajar sebentar sebelum nanti ikut Cahya dan Aditya ke panti asuhan. Tetapi sebelum itu, mereka juga harus menghubungi yang lainnya, seperti Louis, Phobie, Geffie, Friddie dan Sanne agar bisa ikut bergabung bersama mereka.


Gienka menghubungi kedua adiknya sementara Kyra menghubungi Louis dan Sanne. Sedangkan untuk Phobie bisa di beritahu oleh Louis. Mereka sudah sering melakukan ini, dan pasti akan ikut jika tidak sedang ada kegiatan. Karena Sanne selama ini tinggal di luar negeri, jadi mungkin ini pertama kalinya Sanne ikut bergabung dengan Gienka, Kyra dan yang lainnya. Kyra berharap Sanne mau untuk ikut, agar pertemanan mereka bisa semakin dekat lagi.


Sementara itu, Sanne sedang duduk bersama dengan kedua orang tuanya yaitu Rana dan Vitto di halaman belakang rumah mereka. Mereka sedang bersantai menikmati harinya di rumah yang sudah lama tidak mereka tempati. Kunjungan Sanne kesini bersama kedua orang tuanya adalah untuk liburan selama beberapa minggu. Sanne ingin bertemu dengan sepupunya, sayangnya saat ini sepupunya sedang pergi ke luar kita dan besok baru kembali, jadi untuk dua hari ini Sanne hanya menghabiskan waktunya di rumah.


Sanne melamun menatap langit yang hari ini begitu cerah. Sedangkan Rana sedang asyik membaca buku, Vitto sibuk dengan ponselnya.


Melihat putrinya diam memandangi langit, Vitto pun tersenyum sekaligus merasa kasihan, karena sepertinya Sanne merasa kesepian, di rumah dan tidak pergi kemana-mana. Tetapi mau bagaimana, kemarin adalah hari biasa dimana teman-teman Sanne yang ada diaini seperti Gienka dan Kyra sedang ke sekolah sehingga Sanne juga tidak bisa menemui mereka.


"Sanne sayang....!" Panggil Vitto.


Sanne pun langsung meboleh ke arah Papanya. "Iya...!"


"Kau pasti bosan ya di rumah tidak punya teman? Papa akan menyuruh supir mengantarmu ke rumah Kyra ya??"


"Kyra pasti sedang ada di sekolahnya Pa, tidak apa, Sanne tidak bosan kok....!"


"Hari ini tanggal merah, sepertinya Kyra dan Gienka ada di rumah, pergilah untuk bertemu dengan mereka supaya bisa kembali akrab, kau bisa pilih mau ke rumah Gienka atau Kyra, Papa akan menghubungi supir supaya mengantarmu...!"


Sanne menggeleng sambil tersenyum. "Aku takut mereka sibuk, tidak apa-apa aku di rumah saja...!"


Sanne terlonjak ketika ponselnya bergetar, tetapi senyumnya tersungging di wajah manisnya. Nama Kyra terpampang di layar ponselnya. Dia memberitahu kedua orang tuanya jika Kyra menghubunginya. Vitto pun menyuruh Sanne agar mengangkatnya. "Hai kak...!" Sapa Sanne.


"Hai Ne... Sibuk tidak???" Tanya Kyra.


"Tidak Kak... Aku sedang di rumah saja.. Kenapa???"


"Mau ikut tidak??? Nanti siang aku dan yang lainnya ada kegiatan sosial rutin di panti asuhan, dan Amam Apap bilang dia menyuruhku mengajakmu dan yang lainnya, kalau kau mau kau bisa bergabung bersama kami...! Bagaimana???"


Tanpa pikir panjang, Sanne mengiyakan bahwa dia mau untuk ikut. Itu pastilah menyenangkan sekali. Kyra pun berniat mampir untuk menjemput Sanne nanti tetapi ternyata Sanne menolak karena dia akan ke rumah Kyra saja nanti jadi Kyra tidak perlu repot-repot menjemputnya.


"Baiklah kalau begitu, kami berangkat sekitar jam satu jadi datanglah sebelum jam satu ya???"


"Iya kak..!"


"Oke see you... Salam buat Uncle dan Aunty...!" Kyra kemudian mengakhiri panggilannya.


Sementara senyum Sanne terlihat jelas di wajahnya membuat Rana dan Vitto saling berpandangan, penasaran dengan apa yang membuat putri mereka begitu bahagia. "Kau bahagia sekali Ne, ada apa???" Tanya Rana.


"Kak Kyra mengajakku ke panti asuhan, hari ini ada acara rutin bakti sosial, ada teman-teman yang lain juga...! Karena yang lain ikut, Uncel Adit dan Aunty Cahya menyuruh kak Kyra mengajakku juga... Aku boleh pergi kan Ma, Pa???" Tanya Sanne.


"Tentu saja boleh... Papa akan mengantarmu kesana...! Ini kegiatan bagus dan positif, itu juga bisa menambah pengalamanmu sayang...! Jam berapa kau akan pergi???" Tanya Vitto.


"Sebelum siang harus sampai disana sih, tapi aku akan berangkat lebih awal...!"


Rana tersenyum. "Ya sudah lebih baik satu jam lagi kau bersiaplah...!"


"Baik Ma...!"