I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 64



Sudah hampir 2 jam berlalu, tetapi Cyntia masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Semua bujukan, permintaan dan negosiasi yang dilakukan baik oleh polisi ataupun Aditya dan Cahya sama sekali tidak membuahkan hasil. Tidak ada juga keluarga Cyntia yang bisa di hubungi mengingat orangtuanya juga berada di luar negeri. Suara Cahya sudah serak dan habis karena terus berteriak meminta belas kasihan Cyntia tetapi itupun tetap tidak membuat Cyntia mau menurutinya. Kondisi Kyros semakin lemah, bahkan bibir bayi itu sudah membiru dan tidak ada gerakan, matanya memejam, membuat siapa saja tidak akan tega melihatnya. Di bawah juga semakin ramai orang yang melihat apa yang terjadi saat ini.


Aditya semakin frustasi tetapi dia mencoba untuk bertahan, bagaimanapun dia harus segera mendapatkan Kyros kembali. Elea kini sudah ada di sebelah Cahya yang berlutut di lantai sambil terus menangis. Cahya semakin histeris memeluk Elea karena Kyros sudah tidak ada gerakan dan matanya sudah menutup, entah dia tidur atau apa, yang jelas Cahya semakin ketakutan.


Terdengar langkah kaki yang menaiki tangga menuju lantai tiga, dan tiba-tiba ada teriakan dari belakang Randy dan Ariel.


"Cyntia.......!!!!!"


Sontak semua pun menengok ke arah belakang ke sumber suara itu termasuk Cyntia.


Elea menghela napasnya dengan lega karena akhirnya Danist datang juga dan berhasil membawa Theo kesini. Semua tidak menyangka jika Theo datang, Aditya sangat terkejut dibuatnya, dengan dibantu Elea, Cahya mencoba berdiri. Elea berharap kali ini mereka berhasil membujuk Cyntia dengan menghadirkan Theo dimana Elea bisa membaca bahwa sepertinya Cyntia melakukan ini karena dia frustasi kehilangan Theo dan mungkin dengan menghadirkan Theo, Cyntia bisa melunak.


"Bagaimana si brengs*k itu bisa datang kesini" Gumam Ariel.


"Aku yang membawanya, Elea tadi menghubungiku dan memintaku untuk segera datang kesini dengan membawa Theo" Jawab Danist.


"Darimana kau tahu tempat tinggalnya? Dia menghilang begitu saja selama ini" Ucap Randy.


"Beberapa waktu yang lalu tidak sengaja aku dan Elea bertemu dengannya di sebuah Bakery, dia bekerja disana"


"Kuharap dengan kedatangan si brengs*k itu, perempuan gila itu bisa menyerah kali ini" Gumam Ariel lagi.


Theo berjalan mendekati Cyntia, tetapi Cyntia menahannya dan mulai mengancam lagi, Theo pun menghentikan langkahnya dan memandang Cyntia.


"Kembalikan bayi itu pada Cahya, kali ini aku yang memintanya padamu" Ucap Theo.


"Tidak!!! Aku tidak bisa melakukannya, jika bayi ini ku kembalikan, mereka akan berbahagia, lalu aku akan menderita lagi dan kau tetap akan meninggalkanku"


"Aku mohon Cyntia, hentikan semua kegilaan ini, maafkan aku jika selama ini aku menghilang, aku hanya ingin memperbaiki diriku, sudah banyak kejahatan yang aku lakukan, aku juga mencarimu selama ini kau menghilang begitu saja setelah keluar dari penjara, aku ingin menemuimu dan mengajakmu memulai kehidupan yang baru lagi setelah apa yang sudah kita lakukan kemarin, aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi"


Cyntia diam dan berpikir, dia takut jika ini hanya akalan dari Theo ataupun Aditya untuk memancingnya. "Tidak, kau bohong!!! Aku tidak akan mengembalikan bayi ini, aku tidak akan pernah membiarkan Aditya bahagia"


*************


"Bayi itu tidak bersalah, kau tidak boleh memisahkannya dari orangtuanya, kemarilah aku ingin kau kembali kepadaku dan kita biarkan mereka menikmati kebahagiaannya, kita juga harus mendapatkan kebahagiaan kita sendiri, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, Cyntia sayang kau mau kan memaafkan kesalahanku?" Theo melangkah lagi perlahan mendekati Cyntia.