
Malam harinya, Kyros dan Gienka mengajak Kyra, Axel dan Athan untuk makan malam di luar. Mereka menikmati makan malam bersama setelah sekian lama tidak bertemu. Senyum bahagia Gienka tidak luntur dari wajah cantiknya. Dia sangat bahagia dengan kedatangan Kyra dan Axel apalagi ada juga Athan yang bersama mereka.
Gienka tidak mau melepaskan Athan sejak bocah itu datang, bahkan dia meminta ijin Kyra dan Axel agar memperkenankan Athan tidur dengannya dan Kyros. Kyra serta Axel tidak mempermasalahkan nya, mereka sangat tahu bahwa Gienka sangat menginginkan memiliki bayi. Dan orang jaman dulu bilang bahwa mengajak anak kecil seperti keponakan atau sepupu tidur bersama itu bisa memancing untuk bisa memiliki bayi juga. Walaupun hanya sekedar mitos tetapi banyak orang yang mempercayai itu hingga saat ini. Kyra dan Axel mencoba memahami nya meskipun baik Gienka ataupun Kyros tidak mengatakan bahwa mereka ingin melakukan itu. Mengajak Athan tidur bersama adalah bukti kecintaan dan kerinduan mereka kepada keponakannya itu yang sudah lama tidak mereka temui.
"Apap bilang, kau ingin membuat produk pakaian olahraga raga untuk perempuan dengan merk mu sendiri???" Tanya Kyros pada adiknya yang sedang menikmati makan malamnya.
Kyra memandangi Kakaknya sambil tersenyum. "Ya, aku sekarang sedang mengurus ijin dan beberapa hal mengenai rencana itu, mencari perusahaan yang bagus, perusahaan penyedia bahan pakaian itu sendiri, aku masih belum menemukannya, aku berharap dapat produksi lokal yang bagus, karena tentu produk lokal akan menambah nilai jual dan juga bermanfaat untuk pengusaha lokal..." Jawab Kyra.
"Ide mu sangat bagus sekali Ra, sekarang produk lokal juga bisa bersaing dengan baik di luar negeri.. " Puji Kyros. "Kau bekerja dengan sangat baik, Apap pasti sangat bangga padamu.. "
"Aku mencoba memikirkan sesuatu yang baru, agar aku juga bisa terus berkembang sendiri dengan baik, dan agar orang-orang yang memandangku sebelah mata, mereka yang menurutku bersembunyi di balik nama besar Apap juga mulutnya bisa terbungkam melihat aku bisa mengembangkan sesuatu dari diriku sendiri, serta tidak melulu di sangkut pautkan dengan Apap... Hehehe.. "
Kyros tersenyum. "Sejak awal kau sudah berusaha sendiri untuk mendapatkan pekerjaanmu, memang benar kau bekerja di kantor orang tua sendiri tetapi kau tetap mengikuti semua prosedur yang ada, dan sekarang kau akan menambah anak perusahaan baru atas kerja kerasnya sendiri, Apap pasti bangga dan dia akan selalu mendukung mu..."
"Jangan lupa launching produk, kirim untukku ya???" Celetuk Gienka. "Tapi aku tidak mau bayar, aku mau gratisan...!"
Semua terkekeh mendengar celetukan Gienka. "Jangan khawatir, semua model baju nya akan aku kirim padamu yang pertama.. " Ujar Kyra.
"Aku akan menunggu nya.. " Gienka mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum dengan cantiknya.
"Oke tenang saja aku tidak pernah mengingkari janjiku.. Oh iya Ky, Gienka bilang kau akan kembali ke ISS lagi tahun depan??? Kapan???"
"Awal tahun depan, aku belum memberitahu Amam dan Apap, tapi mungkin nanti saja... Yang kali tidak tiga bulan, tetapi sekitar enam atau tujuh bulan.. Lebih lama dari sebelumnya.. " Ujar Kyros.
"Lama juga... Gie apa kau siap???" Tanya Axel.
Gienka tertunduk. "Aku tidak tahu, tetapi bukankah aku memang harus siap untuk hal itu.. " Gumam nya.
Kyros mengusap punggung istrinya. "Sebenarnya Gienka sempat mengajakku untuk melakukan promil, ya semacam bayi tabung dan lainnya, tetapi aku meminta nya untuk bersabar dulu sampai aku kembali, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja jika kami memulai promil sekarang.."
"Kalian ingin melakukan bayi tabung???? Tapi bukanlah kondisi kalian berdua sangat baik sekali dan kemungkinan besar Gienka pasti bisa hamil, kenapa harus melakukan itu???" Tanya Kyra .
Kyros tersenyum. "Apa pernah aku menolak keinginan Gienka???? Aku selalu ingin melihatnya bahagia setiap waktu, dan dia sangat menginginkan segera memiliki bayi, jadi jika aku bisa mewujudkannya, kenapa aku harus menolaknya, bukankah itu salah satu bentuk usaha yang bisa kami lakukan untuk memiliki bayi???"
"Ky, benar..!" Ucap Axel. "Selain berdoa, usaha juga di butuhkan jika ingin mencapai sesuatu, lalu biarkan Tuhan yang menentukan apakah itu akan di kabulkan atau tidak... Tidak pernah ada yang salah dengan kata berusaha.. " Lanjutnya lagi.
"Jika itu pilihan kalian berdua, kami tentu akan mendukung sekali. Aku berharap Gienka tidak terlalu memusingkan memiliki anak untuk saat ini, kau harus menjalani harimu dengan ceria seperti sebelumnya, jangan cemberut lagi dan patah semangat, Tuhan pasti akan mengabulkan keinginanmu untuk memiliki bayi nanti, dan Athan akan senang punya saudara untuk di ajak bermain.. "
Gienka tersenyum dan mengangguk. "Iya Ra, dan untuk saat ini aku akan mengisi hari ku dengan lebih baik lagi, dan aku juga akan mempersiapkan diri untuk menjalani program bayi tabung nanti sebelum Ky kembali.. "
. Mereka melanjutkan lagi obrolan dan makan malam mereka dengan suasana penuh bahagia. Berbincang berbagai hal menarik. Gienka juga tampak bahagia menyuapi Athan kentang goreng yang menjadi favorit bocah itu.
Dansetelah selasai makan malam bersama, mereka pun akan kembali pulang dan beristirahat. Axel dan Kyra juga masih merasa lelah setelah perjalanan mereka kesini. Mereka berjalan keluar restoran, dengan Gienka yang menggendong Athan. Bocah itu sudah jadi miliknya mulai hari ini dan selama beberapa hari ke depan.
Sampai di mobil, mereka bergegas masuk karena cuaca sedang dingin. Kyros dan Axel duduk di kursi depan sedangkan Gienka dan Kyra juga Athan duduk di kursi penumpang belakang.
Saat sedang sibuk mengenakan seatbelt, tidak sengaja Axel melihat dua orang yang berjalan di trotoar dan asyik mengobrol. Seorang laki-laki dan perempuan. Axel mengernyit karena dia seperti pernah melihat kedua orang itu terutama perempuan itu, tetapi Axel lupa dia pernah melihat ataupun bertemu dimana. Saat dia coba mengingat, ternyata kedua orang itu masuk ke sebuah tempat. Axel kemudian membaca tulisan di tempat itu yang ternyata adalah sebuah diskotik.
Kyros menjalankan mobilnya dan meninggalkan restoran itu, untuk membawa istri dan adiknya pulang karena hari sudah hampir larut dan Athan juga pasti sudah mengantuk. Beberapa kali bocah itu tadi menguap. Kyros melirik Axel yang terdiam dan seperti sedang kalut dengan pikirannya sendiri. "Kau tidak apa-apa???" Tanya Kyros sambil menepuk paha adik iparnya itu.
Axel terlonjak dan menoleh ke arah Kyros lalu tersenyum. "Ah tidak Ky.... Aku sedang berpikir, tadi aku sempat melihat dia orang yang rasa-rasa nya aku seperti pernah melihat mereka.. "
Axel menggeleng. "Aku tidak tahu, ada seorang perempuan dan laki-laki... Aku lupa pernah melihat mereka dimana.. Seperti tidak asing saja, tapi mungkin hanya perasaanku saja.. Lupakan. !!"
Kyros tersenyum. "Mungkin salah satu temanmu, atau teman Kyra yang juga ada disini, tapi bisa jadi juga hanya mirip, kau pernah dengar pasti mengenai kembaran kita di dunia ini yang kata nya ada tujuh hahaha.. Bisa jadi saja.. "
****
Camilla dan Kevin masuk ke sebuah diskotik. Mereka malam ini akan minum sekaligus sedikit berpesta kecil untuk merayakan kepindahan mereka ke tempat baru dan tempat kerja baru. Ya, meskipun bagi Camilla ini bukan tempat yang baru karena dia pernah tinggal di sini sebelumnya. Mereka memesan minuman dan duduk di kursi bar. Camilla menatap Kevin, dia merasa senang sekali karena dia bertemu dengan orang yang tepat untuk dia jadikan sebagai umpan balas dendam kepada Gienka dan Kyros. Tidak di sangka ternyata Kevin mengenal Gienka dan dulu pernah menyukai Gienka. Tetapi nasib Kevin sama seperti nya yaitu cintanya di tolak oleh orang yang di sukai dan orang itu memilih orang lain. Jika Gienka menolak Kevin karena Gienka lebih memilih Kyros, maka dia di tolak Kyros karena Kyros memilih Gienka. Ini bisa jadi hal yang baik untuk menghancurkan rumah tangga kedua orang itu. Kevin adalah orang yang tepat yang bisa Camilla manfaatkan. Dan dia akan coba memancing untuk mengetahui banyak hal mengenai Kevin dan Gienka.
Minuman Kevin dan Camilla sudah jadi, kedua nya melakukan cheers dan meminum nya. Camilla tersenyum karena dia begitu merindukan minuman ini. Dia dulu sering datang kesini dan memesan minuman ini. "Aku sangat merindukan ini.... Aku tidak dapatkan di LA... " Gumam Camilla.
"Apa iya tidak ada???" tanya Kevin.
"Ada tetapi rasanya berbeda, beda komposisi.. Oh iya bagaimana dengan suasana kantor di divisi mu???" Tanya Camilla.
"Masih mencoba terbiasa tetapi semua membantu dengan baik, terutama Gienka, sejak kemarin dia membantuku, tapi entah kenapa tadi dia pulang lebih cepat, kata yang lain, Gienka ijin untuk menjemput adiknya yang datang kesini.. "
"Menjemput Adiknya???"
Kevin menganggukkan kepala nya. "Ya itulah yang di bilang oleh salah satu temanku, tapi ya sudahlah... Besok aku akan bertemu lagi dengannya, aku sangat senang sekali bisa melihag dan bertemu Gienka lagi... Dia semakin cantik dan selalu mempesona, siaaallll.... Aku kalah saing dengan pria itu, Bila-bila nya Gienka memilihnya daripada memilihku.. "
"Kau pasti dulu sangat mencintai nya ya????" Tanya Camilla.
Kevin menyesap lagi vodka nya. Dan menganggukkan kepala nya. "Ya, tentu saja, jika tidak benar-benar menyukai dan mencintai nya aku pasti tidak akan terus mengejarnya, walau aku tahu sangat sulit sekali untuk bisa mendapatkannya, karena dia dari keluarga yang kaya raya, bahkan Papa nya saja adalah pemilik perusahaan real estate terbesar di Indonesia, dan juga sangat berpengaruh, dan dia juga bersahabat dengan anak dari pemilik perusahaan besar lainnya yang selalu menduduki peringkat satu sebagai perusahaan sukses dan terbesar di Indonesia juga, dan sahabatnya itu adalah adik dari suami nya sekarang..."
Camilla tersenyum, dia tahu siapa yang di maksud Kevin, itu sudah pasti Kyra. Dia juga tahu siapa keluarga Gienka dan Kyra. Keluarga mereka berdua memang terkenal dengan bisnis yang mereka geluti dan perusahaan mereka memang besar sekali. Dan Camilla juga pernah mendapat informasi bahwa Papa Gienka memiliki banyak hotel bintang lima bahkan bintang 6 di Indonesia juga di beberapa luar negeri. Gienka memang dari keluarga yang tidak sembarangan, sama hal nya dengan keluarga Kyra dan Kyros.
"Benarkah??? Berarti dia dan suami nya bersahabat lalu saling jatuh cinta..???"
"Aku berpikir juga seperti itu, mereka bersahabat sejak masih kecil, karena orang tua mereka juga bersahabat.. " Gumam Kevin.
"Jika seperti itu, pantas saja dia menolakmu hahahaha....!!!" Camilla menepuk bahu Kevin lalu tertawa.
"Tetapi aku sebenarnya tidak mau menyerah begitu saja untuk mendapatkannya, hanya saja ketika aku berusaha lagi, kami lulus, dia berkuliah di Inggris sedangkan aku kuliah di Australia.. Lalu tiba-tiba aku mendengar dia menikah dengan si Kyros itu, kesal sekali aku... "
Camilla kembali tersenyum. "Apa kau sampai sekarang masih menyukai nya????"
"Masih, tetapi agak ngeri juga dengan suami nya.. Dia ada disini pasti karena ikut suami nya yang temannya Alien itu hahaha.. Aku berpikir untuk menggoda dan mengganggu nya saja di kantor, itu menyenangkan sekali membuat Gienka jengkel... Dia semakin terlihat cantik."
"Dekati saja dia lagi, kenapa harus takut suami nya, hahahaha.... siapa tahu dia berniat untuk berpaling dari suaminya dan kau mendapatkan cintamu lagi.. Hahahaha.. "
"Ah iya kau benar sekali, menyenangkan jika harus membuat onar dalam rumah tangga orang... Hahaha lagipula si Alien itu juga terlihat sangat membosankan, Gienka pasti sudah tidak mencintai nya lagi... Ide mu bagus sekali, pasti seru jika harus merusak rumah tangga orang, berselingkuh dengan istri orang juga sesuatu yang menantang, ah bukan berselingkuh tapi memberi Gienka pelajaran karena terus saja menolakku sejak dulu, dia harus di beri sesuatu yang tidak akan bisa dia lupakan, aku harus bisa menjebak Gienka kapan-kapan... Hahaha... " Kevin tertawa. "Apa kau punya ide untuk menjebak Gienka, dia terus saja menghindariku, aku ingin membuat perhitungan dengannya???" tanya Kevin pada Camilla. "Aku ingin memperkoosa nya, sekali-kali dia harus merasakan milik laki-laki lain selain milik suami nya.. Hahaha.. "
Camilla kembali tersenyum jahat. Dia tidak menyangka bahwa Kevin juga ingin memberi pelajaran pada Gienka. Ini kesempatan yang bagus untuk membalas Gienka dan Kyros. Jika Kevin menjebak dan memperkoosa Gienka, Kyros pasti akan murka dan marah sekali, lalu akan membuang Gienka karena sudah ternodai oleh laki-laki lain. "Hahaha kau konyol sekali... Bila-bila berpikir seperti itu.. " Ujar Camilla sambil tertawa seolah menganggap ucapan Kevin adalah candaan.
"Biar saja, mempermainkan seseorang itu menyenangkan, bantu akh memikirkan ide yang bagus untuk menjebaknya?? Apa kau punya ide??"
Camilla terdiam dan tampak berpikir, lalu dia tersenyum karena menemukan sesuatu yang bagus. Dulu dia berhasil membuat Gienka sekarat dengan memasukkan obat berbahaya maka tidak ada salahnya juga jika dia menyuruh Kevin melakukan hal yang sama, tetapi bukan obat yang seperti itu lagi, melainkan obat rangsangaan seksuaI yang akan membuat Gienka tidak sadar dan ingin di gauIi oleh laki-laki. Itulah ide yang bagus, dan jika Kevin mengajak Gienka pergi maka Gienka pasti akan memaksa Kevin untuk berciinta dengannya karena tidak ada Kyros.
Camilla punenjelaskan ide nya itu pada Kevin, dan lelaki itu mendengarkan dengan seksama. Tampak setuju sekali dengan ide Camilla.