
Camilla keluar bersama dengan seorang polisi dan diantar untuk bertemu dengan seseorang, langkah Camilla terhenti ketika dia dihadapkan dengan Ariel yang duduk dan sedang menunggunya.
Camilla berpikir bahwa orang tuanya mungkin kembali lagi untuk menemuinya tetapi ternyata itu bukan orang tuanya, melainkan mertua dari Kyros ataupun orang tua dari Gienka. Camilla akhirnya duduk dan berhadapan dengan Ariel di ruangan yang berbeda di mana hanya dibatasi oleh kaca yang memiliki beberapa lubang untuk bisa merambatkan suara antara ruangan pengunjung dan juga tahanan.
Ariel melempar senyum ketika melihat Camilla yang lainnya menunggu di luar sedangkan dia memilih untuk menemui Camilla sendirian karena dia ingin berbicara dengan Camilla. "Apa kabar Camilla???" tanya Ariel dengan nada yang mengejek pada Camilla. Camilla tidak melihat ke arahnya dan memalingkan wajah. Camilla juga tidak menjawab pertanyaan Ariel itu.
"Akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama aku bisa melihatmu lagi di sini. Oh ya tadi di depan aku juga sudah bertemu dengan kedua orang tuamu kami bercakap-cakap sebentar di depan dan aku tidak menyangka bahwa kau ternyata memiliki orang tua yang luar biasa baik sangat pengertian dan mereka mau mengakui kesalahanmu sangat jauh berbeda dengan dirimu yang tidak pernah mau mengakui kesalahan dan kau adalah seorang pendendam sejati. Kenapa kau bisa melakukan hal serendah ini lagi untuk kesekian kalinya, aku hanya terus bertanya-tanya Camilla apa sesungguhnya kesalahan yang dilakukan oleh keluarga Kyros padamu, kau terlihat sangat membenci Putri ku juga dan kau tega melakukan sesuatu yang fatal pada orang yang pernah menganggapmu seperti putrinya sendiri sebenarnya. Apa yang sedang kau pikirkan dan apa sebenarnya yang membuatmu bisa bersikap seperti itu??? Aku sama sekali tidak mengerti dengan cara berpikirmu." Ungkap Ariel.
Kamila masih memalingkan wajah enggan menatap Ariel dan Ariel sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu dia hanya ingin bicara dengan Camilla dan ingin meminta jawaban dari setiap pertanyaan yang selama ini.
"Apa kau masih dendam dengan pernikahan Kyros dan Gienka???" tanya Ariel lagi.
Camilla mentap tajam ke arah Ariel. "Lalu menurutmu bagaimana???" Tanya Camilla.
"Dan apa menurutmu pernikahan mereka adalah sebuah kesalahan??? Mereka menikah atas dasar saling cinta satu sama lain, tidak ada cerita bahwa Gienka merebut Kyros darimu, karena memang sebelumnya kau tidak memiliki hubungan apapun dengan dan hubungan kalian juga hanya sebatas sahabat. Aku merasa itu bukanlah sebuah kesalahan dan juga tidak salah jika kau memiliki perasaan pada Kyros karena kalian juga berteman akan tetapi jika akhirnya Kyros tidak memilihmu dan lebih memiliki Gienka putriku itu juga bukan kesalahan Kyros lah yang memutuskan sendiri untuk menikahinya. Lalu kenapa kau harus dendam dan marah kepada mereka berdua hanya karena cintamu tidak berbalas padahal kau bisa mencari laki-laki lain yang juga pasti banyak dan mau menerimamu. Lalu kenapa kau harus memendam dendam dan kemarahan hanya karena sebuah penolakan. Kecewa marah boleh sekali kamu lakukan hal itu akan tetapi bukan dengan cara seperti ini melukai orang dan ingin membuat mereka meninggal itu sama saja kau merencanakan pembunuhan."
Camilla tersenyum jahat dan mendekatkan wajahnya di kaca. Dan menyeringai menatap Ariel. "Kau pikir kau siapa??? Berani sekali menceramahiku???? Itu terserah aku ingin membunuh siapa dan bagaimana???? Siapa pun yang berani menyakitiku, maka mereka tidak berhak untuk hidup, termasuk Kyros dan keluarganya. Persetan dengan mereka."
Ariel mencoba menahan diri untuk tidak terpancing emosi nya. "Seharusnya aku juga tahu bahwa Gienka dan Kyros selalu memberimu maaf untuk setiap kesalahan yang kau lakukan, seharusnya kau juga mengerti akan hal itu tetapi kau sepertinya tidak mengerti dan terus memupuk rasa benci dan dendam itu. Padahal mereka berdua sangat peduli padamu dan ingin mengakhiri situasi yang tidak mengenakkan ini, mereka berharap kau bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi akan tetapi apa yang sudah kau lakukan kemarin sudah membuat mereka merasa bahwa mereka sudah cukup untuk mentolerir kesalahanmu."
Ariel menggelengkan kepala nya. Dia sudah berusaha untuk berbicara baik-baik dengan Camilla tetapi respon perempuan itu justru sebaliknya. "Rasanya percuma saja berbicara dengan orang giIa sepertimu, kau memang sudak tidak waras dan kehilangan akaI sehatmu...! Kau pikir kau siapa berani mengancamku?? Aku tidak pernah takut dengan ancaman siapapun, kau lah yang akan menyesal karena sudah bersikap kurang ajar padaku dan berani mengancamku... Kau yang akan rugi, bukan aku, hidupmu yang akan tidak beruntung karena kau berurusan denganku.." Ariel beranjak dari kursi nya. Kemudian pergi meninggalkan Camilla. Dia ingin berbicara dari hati ke hati tetapi respon yang di berikan Camilla justru seperti itu. Dan hal itu membuat Ariel semakin yakin bahwa dia memang harus melakukan sesuatu untuk membuat Camilla jauh dari kehidupan Kyros dan Gienka. Dan Camilla harus menerima hukuman yang berat atas perbuatannya.
Ariel keluar dan kembali menemui Kyros dan yang lainnya. Dan mengajak mereka untuk langsung ke rumah sakit. Karena Ariel ingin menemui Aditya dan melihat kondisi sahabatnya itu. Kyros mengambil mobil di parkiran, dan Ariel, Randy, Danist dan Adri masuk. Mereka kemudian meninggalkan kantro polisi.
"Bagaimana Iel???" Tanya Randy.
Ariel tersenyum kecut. "Dia memang sudah tidak waaras...!!! Aku rasa dia butuh psikiiater dan tempatnya bukan lgi di penjara tetapi di rumah sakit jiiwa."
"Kenapa??? Apa yang dia katakan???" Tanya Danist.
"Dia tidak terlihat menyesal sama sekali dan malah mengancamku dengan omong kosongnya.. Memang sudah giIa anak itu..! Aku rasa dia memang perlu di masukkan ke rumah sakit jiiwa. Aku juga semakin yakin untuk membuangnya dari negara ini, dia sangat berbahaya sekali, hati dan jiwa nya sudah gelap. Dia menyeringai seperti orang yang tidak memiliki dosa, ucapan dan cara nya berbicara sekaligus tatapan nya menakutkan untuk orang yang dalam keadaan normal."
"Itulah Pa, aku mengatakan bahwa dia seperti seorang psyc0." Sahut Kyros.
"Papa akan mengurus deportase nya besok atau lusa biar bisa segera di putuskan, dia sangatberbahaya jika ada disini, jika aada di sekitarmu dan juga Gienka.." Ujar Ariel.