
Malam harinya...
Kyros, Kyra, Gienka, Louis, Zayan, Sanne, Friddie dan Phoebie berkumpul di halaman belakang villa. Mereka saling membagi tugas untuk acara barbeque. Ada yang bertugas membakar daging, membuat saus, membuat minum juga membuat salad.
Kyros dan Gienka membakar daging dengan berbagai potongan. Friddie dan Phoebie bertugas membuat minuman, Louis dan Sanne membuat salad sementara Kyra dan Zayan bagian membuat saus untuk daging yang sudah di bakar, juga membuat saus marinasi sebelum di bakar.
Zayan memotong jamur untuk membuat creamy mushroom sauce, mereka ada di dapur sedangkan yang lain ada di luar. Sesekali Zayan mencuri pandang ke arah Kyra yang sedang sibuk memilah jamur. Zayan tersenyum karena ketika serius, Kyra ternyata terlihat lebih manis.
"Kata Ky, kau berniat melanjutkan ke Oxford ya Ra???" Tanya Zayan membuka obrolan.
"Ya, jika di terima...!" Jawab Kyra.
"Pasti di terima lah... Kau kan cerdas..!"
Kyra menoleh kemudian tersenyum. "Amin...!"
"Kenapa kau tidak ke Stanford saja, bukankah Ky juga akan kesana???"
Kyra menggeleng. "Apap menyuruhku kesana untuk magister saja, aku juga belum ada keinginan kesana, mungkin saat magister saja sih...! Kau sendiri???" Tanya Kyra.
"Aku akan mencoba semuanya... Hahaha...!"
Kyra kembali melempar senyumnya. "Itu bagus sekali... Mencoba semua nya akan lebih baik...! Tolong berikan jamurmya???" Pinta Kyra.
Zayan memberikan jamur yang sudah di potong nya pada Kyra. Kemudian Kyra memasukkannya ke dalam pan. Kyra menumis sebentar kemudian memasukkan krim dan memasaknya. Zayan hanya menatap Kyra dan senyumnya tidak lepas dari bibirnya. Selain cantik, Kyra juga seperti nya pandai memasak. Sejak tadi membuat saus untuk marinasi, Kyra juga terlihat seperti sudah terbiasa.
"Ra...!!!" Panggil Louis dari luar membuat Kyra teralihkan saat sedang mengaduk saus.
"Ya...!"
"Salad nya sudah selesai, berapa lama lagi sausnya selesai??? Dagingnya sudah ada yang matang, aku ingin mencoba nya...!"
"Tinggal tunggu mendidih, tidak sabar sekali...!"
"Zayan... Kau jangan terus-terusan mengajak Kyra mengobrol, akan lama nanti sausnya matang...!" Protes Louis dengan nada mengejek Zayan.
"Diamlah...!" Gerutu Zayan, Kyra kemudoan meminta Zayan membawa beberapa saus yang sudah matang keluar, sementara dia akan menunggu saus jamurnya mendidih sebentar lagi.
Ketika keluar, Zayan mendapati di atas meja sudah ada daging yang sudah matang, minuman sudah siap, salad juga sudah ada. Dia kemudian menyajikan saus yang di buatnya bersama Kyra, menunggu satu saus lagi yang belum matang.
"Zay... Cobalah daging yang aku bakar bersama Gie, rasanya enak sekali karena Kyra juga membuat saus marinasi nya dengan sangat baik...!" Ucap Kyros.
Zayan tersenyum dan mengangguk, kemudian mengambil garpu dan menusukkannya ke potongan daging yang terlihat menggoda itu. Zayan menyuapkannya ke mulutnya dan benar kata Kyros bahwa rasanya enak. Daging premium yang sudah enak di tambah saus marinasi yang juga enak.
"Zay... Ambilkan Kyra juga, biar dia mencoba nya...!" Pinta Gienka.
"Oke...!" Jawab Zayan yang kemudian menusukkan lagi garpu ke potongan daging, dan membawa nya masuk untuk di berikan pada Kyra.
"Iya, bawalah keluar, aku akan mencuci ini dulu...!" Jawab Kyra.
"Gienka menyuruhmu mencoba ini.." Ujar Zayan sambil menunjukkan garpu yang ada dagingnya.
"Tanganku penuh sabun, bisakah kau menyuapkannya ke mulutku???" Pinta Kyra.
Zayan mengangguk dan dia mendekat ke Kyra kemudian menyuapkan daging itu ke mulutnya. Kyra mengunyah sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Zayan meletakkan garpu dan membantu Kyra mencuci peralatan masak, baru nanti dia akan membawa sausnya keluar.
Selesai mencuci peralatan masak, Kyra dan Zayan keluar membawa saus yang tadi mereka buat. Disaat itu juga ternyata daging sudah selesai di panggang semua nya. Semua duduk melingkari meja yang cukup besar yang mereka keluarkan dari ruang makan kemudian menyiapkan piring masing-masing, juga gelas yang mulai di isi dengan minuman.
"Ky..??? Kau mau saus yang mana???" Tanya Gienka. "Biar aku ambilkan...!"
"Creamy mushroom saja Gie..!" Jawab Kyros.
"Baiklah...!" Gienka mengambil mangkuk kecil untuk saus, kemudian mengisi nya dengan saus jamur dan memberikannya pada Kyros.
Mereka semua menikmati makanan yang mereka masak bersama sambil di selingi berbagai obrolan dan bercanda membuat suasana malam ini menjadi lebih berwarna. Keakraban semakin terlihat ketika mereka bisa berbaur dengan Zayan yang baru bergabung liburan dengan mereka. Tidak ada sekat, dan Kyra juga seperti nya mulai merasa nyaman dengan Zayan, tidak lagi tertutup seperti sebelumnya. Setelah makan malam, mereka akan bermain kartu, bernyanyi sambil bermain musik serta melakukan kegiatan menyenangkan lainnya sebelum akhirnya tidur. Dan besok pagi mereka akan langsung berkemas untuk pergi ke pelabuhan dan menaiki yacht yang menjadi tujuan utama mereka datang kesini.
******
Keesokan harinya....
Kyros dan sahabat-sahabatnya saat ini sudah mulai berlayar. Semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing-masing, ada yang sibuk berfoto, sekedar diam memandangi pemandangan biru nya laut dan juga pulau-pulau kecil yang terlihat cantik.
Kyros memegang gitar dan duduk sendirian. Dia bersenandung lirih dan rambutnya di terpa angin membuatnya semakin terlihat tampan sekali.
"If I was a bluebird, I would fly to you... You'd be the spoon.. Dip you in honey so I could be sticking to you.. Daylight, you got me cursing the daylight ooh-ooh.. Daylight, you got me cursing the daylight oh-ooh.. Daylight, you got me calling at all times ooh-ooh.."
"Ain't gonna sleep 'til the daylight ooh-ooh.." Gienka tiba-tiba muncul dan menyahut nyanyian Kyros.
Gienka tersenyum dan duduk di sebelah Kyros. Mereka saling melempar senyum dan menyanyi bersama sambil menikmati suasana nyaman dengan langit biru. Kyros dan Gienka menyelesaikan lagu yang mereka nyanyikan.
"Bagaimana menurutmu??? Pemandangannya tidak kalah dengan Lauterbrunnen dan juga Lungernsee kan???" Tanya Gienka.
Kyros terkekeh. "Ya... Kedua nya juga tidak kalah cantiknya seperti disini, langit biru, laut biru dan menaiki kapal sangat menyenangkan.. Hanya saja disana sedikit lebih dingin...!" Jawab Kyros.
"Aku senang kau bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama kami semua, mungkin hal ini akan terjadi beberapa tahun lagi, atau mungkin saja sepuluh tahun lagi hahahaha karena setelah ini mau akan sibuk sekali dan pasti tidak mudah mendapatkan waktu kosong seperti ini...!"
"Kenapa kau berbicara seperti itu??? Kita harus berusaha mendapat waktu yang bagus untuk bisa seperti ini...! Aku pun akn berusaha keras untuk bisa berkumpul dengan kalian nanti nya...!"
Angin menerpa Gienka membuat rambutnya berantakan dan menutupi wajah cantiknya. Dengan cepat dia menyelipkan rambut panjangnya di belakang telinga dan menatap lurus ke arah laut. Kyros tersenyum mencuri pandang ke arah gadis yang sangat di cintai nya itu. Gienka terdiam seperti sedang membayangkan sesuatu hingga tiba-tiba senyum manis menghiasi wajahnya.
"Apa yang sedang kau pikirkan Gie??? Sampai kau tersenyum seperti itu???" Tanya Kyros.