I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 333



Gienka hendak berbaring di tempat tidur tetapi ponselnya tiba-tiba berbunyi. "Shanon???" Ucap Gienka sembari tersenyum ketika melihat nama Shanon. Istri dari sahabat baik Kyros di Amerika. Dan Shanon juga yang dulu sudah menemani Ginka saat di rumah sakit, sejak saat itu, Gienka juga menjadi akrab dan bersahabat dengan Shanon. Gienka pun mengangkatnya. "Hai Shanon???" Sapa Gienka.


"Hai Gie... Kau sudah sampai Jakarta ya???" Tanya Shanon.


"Iya, aku sudah sampai kemarin???? Kau sendiri bagaimana liburanmu??? Kau masih di Indonesia atau sudah kembali ke Washington???"


"Aku masih di Indonesia, sekarang malah di Jakarta, aku kembali lusa, aku menghubungimu karena Smith memintaku bertanya apa kau sudah pulang atau belum, Smith ingin mampir, sudah lama tidak bertemu dengan keluarga Ky.."


"Ah ya kebetulan sekali, nanti malam datang ke rumah, kebetulan ada acara, kalian datang saja, keluargaku dan keluarga Ky berkumpul semua di rumah, kalian datang ya????"


"Acara apa?!?" Tanya Shanon lagi.


"Ada acara syukuran kecil-kecilan, datang saja pokoknya nanti kalian akan tahu syukuran untuk apa, nanti aku share alamatnya.. Bagaimana????Please datang ya, sudah lama kita tidak mengobrol, apalagi setelah aku pindah ke Houston.. Aku kangen sekali denganmu Shan, datang ya???"


"Baiklah kalau begitu, rencana nya ingin besok, tapi kalau kau meminta malam ini kami datang, oke kami akan datang, share lokasi nya saja.. Tapi btw jam berapa Gie???"


"Ya jam 7 lah, nanti sekaligus kita makan malam bersama.. Oke aku nanti akan mengirimkan alamatnya, aku tunggu kedatangan kalian berdua.."


Setelah berbincang sebentar, kanggilan itu berakhir. Gienka mengirim lokasi rumahnya saat ini kepada Shanon. Merasa senang karena sahabatnya itu bersedia mampir dan ikut bergabung nanti malam di acara nya.


Gienka naik ke tempat tidur, berbaring dan menarik selimut untuk istirahat setelah mengkonsumsi vitamin yang di berikan oleh dokter tadi.


****


Kyra, Axel serta Nyonya dan Tuan Harry akhirnya pulang setelah berkunjung ke rumah orang tua Axel. Mereka terlihat terkejut dengan keberadaan Ariel dan Danist. Tetapi mereka memiliki feeling bahwa sepertinya sesuatu terjadi. Kyra tersenyum tetapi dia dengan sopan menyalami Ariel dan Danist, begitu juga dengan Axel. "Pap, bagaimana hasilnya???" Tanya Kyra langsung pada Aditya. "Positif ya??? Gienka hamil kan??? Ah jahat Apap, tadi kami bertanya di grup tapi tidak kalian jawab.. Gienka beneran hamil kan???"


Aditya terkekeh. "Iya, dia hamil...!!!" Jawab Aditya.


"Yeaaayyyy.....!!!! Alhamdulillah....!!!" Kyra berteriak dan melompat kegirangan. Kyra juga memeluk Axel dengan perasaan terharu. Senang rasanya akhirnya Gienka hamil. "Dimana dia??? Di kamar ya??? Aku akan kesana..!!"


"Eh jangan, Gienka baru saja naik dan dia bilang dia sakit kepala dan ingin istirahat, jangan mengganggu nya, nanti saja.." Cegah Aditya.


"Owh lagi istirahat ya, oke oke aku akan menemui nya nanti saja kalau begitu.. "


"Amam mu ada di belakang dengan Elea dan Maysa, mau kesana saja temui mereka.!" Titah Aditya.


Kyra mengangguk, dia mengambil Athan dari gendongan suami nya dan pergi ke taman belakang rumah bersama Nyonya Harry untuk menemui Mama Gienka yaitu Elea dan juga Maysa.


"Mam....!!!" Sapa Kyra.


Cahya, Elea dan Masa menoleh mendapati Kyra sedang bersama Athan dan Nyonya Harry, mertua Cahya. Ketiga nya berdiri, dan menyalami serta memeluk Kyra dan Nyonya Harry. Mereka terlihat bahagia serta mengucapkan selamat satu sama lain. Kepulangan Gienka membawa kebahagiaan untuk semua orang. Mereka berkomitmen bersama-sama untuk menjaga Gienka.


★★★


Sore harinya....


Kyra naik ke lantai empat bersama dengan Axel, Oma juga Opa nya, Athan serta Cahya, membawa segelas jus dan juga biskuit asin untuk Gienka. Mereka belum memberikan selamat kepada Gienka. Saat sampai di rooftop ternyata pintu kamar Gienka dj buka. Gienka keluar, senyumnya mengembang ketika menemukan Kyra dengan yang lainnya ada disini.


Kyra menghampiri dan langsung memeluk sahabatnya itu penuh dengan rasa haru. "Congrats ya Gie.... Ahhh aku bahagia sekali kau benar-benar hamil.... Ah ya Tuhan, alhamdulillah....!!!" Seru Kyra sembari memeluk Gienka sangat erat. Tidak ada yang bisa Kyra lukiskan untuk kebahagiaannya atas kehamilan Gienka Dia benar-benar bahagia sekali, perasaan yang sama ketika dulu dia juga di nyatakan hamil oleh dokter.


"Iya Gie, senang sekali... Aku tidak bisa membayangkan kebahagiaan Kyros ketika dia pulang nanti, kehidupan kalian pasti akan semakin berwarna sekali, kau harus menjaga bayimu dengan baik, jangan terlalu sedih karena Ky pasti akan segera pulang, ada kami semua disini jangan merasa kesepian oke?????"


"Aku sangat menyayangimu Ra.....???? Thanks ya???"


"Sama-sama... Ah ya Tuhan. aku bahagia sekali...!"


Setelah berpelukan dengan Kyra, Gienka memeluk Oma Kyros, yaitu Nyonya Harry Sahasya. Oma Kyros dan Kyra itu mendaratkan kecupan di kening Gienka. Matanya berkaca-kaca, menahan tangis penuh kebahagiaannya. Dia akan kembali meniman cicit kedua nya setelah anak Kyra dan Axel yaitu Athan lahir, sekarang Kyros dan Gienka juga akan memiliki seorang bayi. Nyonya Harry berharap dia serta suami nya bisa terus di beri kesehatan agar bisa melihat kebahagiaan keluarga nya. "Selamat ya sayang???? Oma bahagia sekali, jaga kesehatanmu, agar bayimu juga sehat..." Ucap Nyonya Harry.


"Terima kasih Oma... Gie janji akan selalu menjaga kehamilan Gie, sehingga nanti bayi Gie lahir dengan sehat dan menggemaskan seperti Athan.. "


"Kau sangat cantik, entah kenapa Oma yakin bahwa bayimu adalah perempuan, sehingga Cicit Oma menjadi lengkap, satu laki-laki dan satu nya adalah perempuan.. "


Semua nya tersenyum mendengar itu termasuk Gienka.


"Mau perempuan mau laki-laki yang penting sehat sampai lahir, begitu juga dengan Gienka.." Sela tuan Harry seraya mengusap lembut kepala Gienka. "Yang paling penting adalah kau harus selalu berpikir positif dan tidak boleh bersedih.."


"Terima kasih Opa... Gie akan selalu ingat semua nasehat kalian.."


"Congrats ya Gie....???? Aku bilang apa??? Tuhan itu selalu punya sesuatu yang akan selalu mengejutkan kita, intinya sabar dan tawakal...!!" Ucap Axel.


Gienka tersenyum, dia memeluk sahabatnya itu. "Thanks.... Kau dan Kyra adalah sahabat terbaikku, selalu mendukungku..."


"Jaga diri baik-baik, semua ada di belakangmu untuk selalu bisa mendukungmu.. " Ujar Axel.


"Onty onty, Ammi bilang aku akan punya adik???" Athan menarik gaun Gienka.


Gienka membungkuk dan menggendong keponakannya yang menggemaskan itu. "Ya, Athan ingin adik perempuan atau laki-laki???" Tanya Gienka.


"Ummm laki-laki, bisa main bola denganku dan juga dengan Baba.."


Gienka terkekeh. "Oh jadi kau ingin mengajaknya main bola dengan Baba mu??? Lalu kalau adik ya perempuan bagaimana???" Tanya Gienka lagi.


Athan mendongak seperti sedang berpikir. "Nanti aku bilang pada Baba dan Ammi supaya membeli boneka saja untuk adik.."


"Lalu apa Athan mau bermain dengan adik???"


"Tentu saja mau.."


Gienka mendaratkan ciuman menggemaskan di pipi chubby keponakannya itu. "Kau memang anak baik..!!" Puji Gienka.


Kyra mengambil Athan dari gendongan Gienka. "Kau tidak boleh menggendong Athan lama-lama, dia semakin berat, jadi ajak dia main saja jangan menggendongnya.. Minum jus mu dan kita duduk disana.. Orang tua mu tadi pulang dan tidak mau mengganggu istirahat mu, mereka akan kesini lagi nanti.. " Ujar Kyra.


"Iya sayang, mereka menitip salam untukmu dan akan kesini lagi, di bawah juga sudah mulai persiapannya, kursi dan meja sedang di siapkan, Semua nya akan datang nanti malam.." Sahut Cahya.


Gienka tersenyum. "Seharusnya tidak perlu mengundang semuanya, aku tadi hanya meminta orang tuaku saja agar disini tapi ternyata malah semua nya di undang, tidak apa sih, aku juga kangen mereka... Oh iya Mam, tadi Shanon menghubungimu, dia kan liburan di Bali dan Lombok seminggu ini dengan Smith, lalu mereka sekarang ada di Jakarta dan akan kembali lusa, aku meminta mereka nanti malam juga datang, tidak apa kan???" Tanya Gienka pada Cahya.


"Tentu saja tidak apa-apa, bagus sekali kau mengundang mereka... Kita berhutang budi pada mereka, dan mereka juga sahabat baikmu dan Kyros..." Cahya mengusap kepala Gienka dengan penuh kasih sayang.