I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 94



Satu bulan kemudian.....


Gienka memiliki waktu untuk datang menemui Kyra. Meskipun hanya beberapa hari tetapi itu tidak jadi masalah bagi Gienka, karena yang terpenting adalah bisa bertemu sahabatnya dan juga Kyros yang sangat dia rindukan. Komunikasi nya dengan Kyros masih lancar, meskipun tidak setiap hari karena Gienka tahu Kyros cukup sibuk. Dan sebenarnya kedatangannya ini juga untuk merayakan ulang tahun Kyra dan Kyros yang ke 23. Dimana nanti keluarga Kyros dan Kyra akan datang kesini untuk memberi kejutan tanpa sepengetahuan mereka berdua. Gienka dan lainnya sudah menyusun rencana untuk memberi kejutan pada di kembar. Selain orang tua Kyros dan Kyra, Orang tua Gienka juga akan datang ikut merayakan sekaligus mengunjungi Gienka. Ariel, Maysa, Elea dan Danist serta kedua adik Gienka yaitu Friddie dan Geffie juga akan ke Boston tempat dimana Gienka berkuliah dan tinggal.


Gienka berjalan menuju pintu keluar airport, Kyra dan Kyros sudah menunggu nya di luar. Ya, Kyra dan Kyros menjemput Gienka di airport.


"Gie.....!!!" Teriak Kyra ketika dia melihat Gienka sedang menengok ke kanan dan ke kiri mungkin sedang mencari keberadaannya.


"Hai...." Sahut Gienka sambil melambaikan tangannya dan tersenyum lebar.


Kyros dan Kyra menghampiri sahabatnya yang baru tiba. Dan mereka berpelukan untuk melepaskan rindu mereka. Gienka memeluk erat Kyra dan melompat-lompat karena kegirangan. Kemudian beralih memeluk Kyros yang juga sangat di rindukannya.


"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi Gie, dan kau datang dalam keadaan sehat...!" Ucap Kyros.


"Aku sudah datang menemuimu untuk kesekian kakinya, dulu saat aku di Inggris aku juga sering datang tapi sekalipun kau belum pernah datang menemuiku... Kapan-kapan kau datanglah ke Boston...!" Ujar Gienka.


Kyros tertawa. "Iya.... Aku janji aku akan menemui ke Boston kapan-kapan...! Ayo kita ke mobil, kau pasti lelah sekali...!"


Mereka bertiga menuju mobil Kyros. Kyros membawa tas Gienka dan meletakkannya di bagasi. Kyra memilih duduk di belakang, sementara membiarkan Gienka duduk di depan di samping Kyros.


"Kau tidak sibuk Ky?? Sampai bisa menjemputku??? " Tanya Gienka.


Kyros menoleh lalu tersenyum. "Untuk menjemputmu tidak ada kesibukan, aku memprioritaskan mulai Gienka...! "


"Ciyeeee... Masa??? " Tanya Gienka sambil tertawa mengejek.


"Hmmm.... Aku menyempatkan waktuku untuk menjemputmu, kau malah tidak percaya... Terserah saja...!"


"Ya ngambek dahh...!!! " Ucap Kyros.


"Sudah... Sudah.... Ambil ini Gienka...! " Kyra menyodorkan minuman berwarna hijau dengan wipping cream diatasnya.


Gienka menoleh dan senyumnya mengembang. "Greentea latte???" Gumam Gienka.


Kurang mengangguk. "Yupzzz Greentea latte shot 3 seperti kesukaanmu, tandi aku membeli nya di airport sambil menunggumu, Ky ini juga pesananmu tadi..! "


"Thanks ya Ra... Kau memang sahabat baikku... "


"Sama-sama Ra...!" Ucap Kyra.


Mereka bertiga kemudian mengobrol dan bercanda selama perjalanan menuju apartemen Kyra.


Sementara itu, di apartemen Kyra, Camilla duduk di depan jendela yang mengarah keluar, tepatnya mengarah ke jalanan di depan apartemen. Camilla menunggu kedatangan Kyra dan Kyra yang menjemput sahabat Kyra di airport. Ingin sebenarnya tadi Camilla untuk ikut tetapi dia merasa tidak enak dengan Kyra karena dia belum mengenal sahabat Kyra yang bernama Gienka itu, jadi dia memilih untuk menunggu mereka di apartemen saja. Sebenarnya selain itu, Camilla juga ingin bertemu Kyros kakaknya Kyra.


Camilla sangat terpesona dengan ketampanan Kyros ketika pertama kali bertemu Kyros di apartemen ini untuk mengantar sesuatu pada Kyra beberapa bulan yang lalu, yaitu ketika dirinya baru sehari tinggal bersama Kyra. Kyros sangat tampan, baik dan juga ramah. Kesan pertama itu yang membuat Camilla menaruh hati pada Kyros dan ingin lebih dekat mengenal lelaki itu tetapi tentunya dia tidak boleh terlalu kepo tentang berbagai hal mengenai Kyros apalagi sampai mencari tahu langsung kepada Kyra. Camilla selama ini hanya mendengar banyak hal tentang Kyros dari Kyra ketika sahabatnya itu memberitahunya sendiri tanpa Camilla bertanya.


"Apa teman kamarmu ada dalam??? " Tanya Gienka.


Saat ini Gienka dan Kyra menaiki tangga menuju kamar Kyra, sedangkan Kyros mengikuti mereka dari belakang sambil membawa tas Gienka yang berisi pakaian.


"Ada... Camilla ada di dalam, tadi dia sudah pulang saat aku di jemput oleh Ky.. " Jawab Kyra.


"Owh... Aku harap dengan kau tinggal bersamanya, kau tidak melupakan bahwa aku sahabatmu..! " Gumam Gienka.


Kyra tertawa dan menepuk bahu Gienka. "Kau ini.. Hahaha... Camilla hanya teman, berbeda denganmu, kau adalah sahabatku selamanya...!"


"Ahhh manis sekali kau Ra... Hahaha...!" Gienka kemudian mendekat ke Kyra dan berbusik. "Bagaimana dengan Sayang??? Kau bilang dia akan datang??"


"Ssstttt... Diamlah... Jangan bicarakan sekarang, ada Ky..! "


Gienka tersenyum dan mengangguk.


Mereka bertiga sampai di unit apartemen milik Kyra. Kyra menekan interkom, tak lama pintu di buka dari dalam. Senyum Camilla mengembang. "Ra, sudah pulang??" Sapa Camilla, berpura-pura terkejut.


"Iya...! " Sahut Kyra kemudian menengok ke samping. "Gie, ini Camilla, teman sekamar ku yang sering aku ceritakan kepadamu..!"


Gienka tersenyum, mengulurkan tangannya menyalami Camilla. "Gienka... " Gienka memperkenalkan diri.


"Camilla...!" Ucap Camilla membalas uluran tangan Gienka.


Camilla kemudian mempersilahkan mereka masuk. Gienka melirik dan memutar pandangannya ke apartemen Kyra. Rapi, terlihat nyaman. Kyra mengajak Gienka ke kamarnya karena Gienka nanti akan tidur bersama nya karena apartemennya hanya ada dua kamar dan satunya tentu di gunakan oleh Camilla.


"Kamarmu cukup luas...! "Gumam Gienka.


" Memangnya kamarmu sempit?? Kan tidak juga..! " Kyra menimpali.


"Sedikit lebih besar dari kamarmu Ra...! " Gienka duduk di atas tempat tidur Kyra.


"Hahahaha kau ini Gie...! " Sahut Kyra yang juga ikut duduk bersebelahan dengan Gienka.


Kyros masuk ke kamar Kyra dan meletakkan Tas Gienka di meja. "Enjoy ya Gie.. " Ujar Kyros kemudian duduk di sofa.


Gienka tersenyum. "Besok kau juga harus membawaku ke apartemenmu, aku ingin datang kesana..."


"Iya.. Kau bisa datang bersama Kyra besok tetapi sekarang kau harus istirahat...! "


Di dapur, Camilla membuat minum untuk Kyra, Gienka dan Kyros. Setelah menuang jus di gelas, Camilla kembali merapikan rambut nya, dia tidak boleh terlihat berantakan di depan Kyros.