
"Aunty, kenapa aku tiba-tiba bisa hamil??? Padahal aku dan Ky memutuskan untuk menunda kehamilan, dan Ky juga selalu mengeluarkannya di luar, ya memang beberapa kali dia lupa mencabutnya. Yang membuatku bingung kenapa dulu saat kami mengharapkannya aku tidak kunjung hamil, padahal hampir setiap hari kami berhubungan???" Tanya Gienka akhirnya pada Arindah yang pasti lebih tahu mengenai hal itu.
Arindah melempar senyumnya. "Mungkin mau dan Ky kemarin sedang dalam kondisi yang paling subur sayang, itulah kenapa kau bisa hamil.. Dan sebenarnya
cairan praejakuIasi juga mengandung sperrma. Banyak orang mengira bahwa speer'ma hanya terdapat dalam air maani yang dikeluarkan saat eja kuIasi. Padahal, itu tidak sepenuhnya benar. Cairan praejaku Iasi yang sudah mulai diproduksi begitu pe'nis mengalami ereksi atau tegang juga dapat mengandung speer'ma. Inilah alasan mengapa peluang kehamilan masih tetap ada, meskipun pe'nis ditarik sebelum ejaku Iasi. " Arindah menjelaskan. "Salah satu nya itu, dan ada alasan lainnya juga sebenarnya.. Jadi semua kemungkinan itu bisa terjadi sayang." Arindah tersenyum.
"Dari yang aunty lihat, kau sangat menyukai yoga, dan sering berolah raga, itu juga bisa membuat kesehatan dan hormonmu baik termasuk kesuburanmu, begitu juga dengan Kyros yang setiap hari melatih fisik nya karena akan pergi ke luar angkasa, Kyros juga pasti memiliki kesehatan dan kesu urang yang baik karena banyak berolahraga sehingga sekarang kau bisa hamil, serta efek dari alat kontraseepsi mu juga sudah hilang sepenuhnya. Kau tidak perlu bingung memikirkan semua itu, karena ini sudah masuk dalam rencana Tuhan.. " Lanjut Arindah lagi.
"Jadi begitu ya??? Terima kasih atas penjelasannya Aunty, aku jadi mengerti. "
Arindah mengangguk dan tersenyum. "Gienka sayang, Aunty akan meresepkan vitamin untukmu juga obat penguat kandungan, kau harus mengkonsumsi nya sehari tiga kali, dan jaga kesehatanmu dengan baik, jangan terlalu lelah, dan beristirahat dengan cukup.. Jangan banyak stres dan juga jauhi pikiran yang membuatmu sedih, karena itu bisa berpengaruh terhadap perkembangan bayi mu, ibu nya sedih maka bayi nya juga akan sedih, jadi jangan banyak pikiran ya???" Pinta Arindah.
"Iya Aunty... " Gumam Gienka.
Arindah tersenyum. "Karena sekarang usia nya sudah memasuki minggu ke 5 maka prediksi Aunty bayi mu akan lahir di usia 37 sampai paling lama 42 minggu, tapi biasanya 39 minggu sudah lahir, kalau terhitung dari sekarang kau akan melahirkan. maksimal sekitar pertengahan November.."
"Itu artinya Ky bisa jadi sudah kembali ke bumi... Gienka sayang jangan khawatir, Amam pastikan suami mu akan pulang sebelum kau melahirkan." Sahut Cahya.
"Sangat bagus, kau akan melahirkan di temani suami mu, sekali lagi aunty sarankan kau jangan terlalu banyak pikiran ya??? Kau sudah menantikan ini cukup lama, Tuhan sudah mempercayakanmu, jadi harus di jaga dengan baik.." Ujar Arindah lagi sembari menyodorkan rsepe vitamin untuk Gienka. Arindah juga menyarankan Gienka untuk mengkonsumsi susu ibu hamil, itupun jika Gienka tidak merasa mual saat meminumnya, tetapi jika merasa mual atau tidak suka, Gienka tidak perlu mengkonsumsi nya, dan perlu mengkonsumsi banyak buah dan sayur yang mengandung banyak serat, sehingga manfaat dan vitamin yang terkandung di dalamnya bisa terserap dengan baik oleh janin nya di dalam perut, selain itu juga untuk memperlancar Gienka ketika buang air besar sehingga tidak sembeIit.
Selain kepada Gienka, Arindah juga meminta Cahya agar selalu memastikan mood Gienka selalu baik dan tidak mengalami stres berlebihan, apalagi Gienka menjalani kehamilannya sendirian. tanpa ada suami di sampingnya. Gienka butuh support dari semua orang sehingga Gienka merasa tidak kesepian dan mood nya terjaga dengan baik.
Cahya mengangguk, dia sangat mengerti sekali dan berjanji akan menjaga Arindah dengan baik, memastikan segala kebutuhan Arindah terpenuhi serya tidak akan membiarkan Gienka merasa stress berlebihan. Cahya dan Gienka pun berpamitan dan keluar dari ruangan Arindah. Mereka akan langsung pulang. Karena Gienka juga butuh beristirahat agar tidak terlalu lelah.
Di luar ruangan, Aditya berdiri dari kursi tunggu dan mendekati istri serta menantu nya yang baru keluar. "Bagaimana???" tanya Aditya.
Cahya tersenyum. "Gienka memang hamil, dan usia kandungannya sudah sebelas minggu.." Jawab Cahya.
"Alhamdulillah....!!! Selamat ya sayang????" Aditya mencium kening menantu nya dan memeluknya penuh cinta. "Jaga kehamilanmu dengan baik, saat suami mu kembali, dia pasti akan. sangat bahagia sekali.. " Ucap Aditya.
"Terima kasih Pap.... Gie akan menjaga kehamilan Gie dengan baik.. " Sahut Gienka.
Aditya mengusap kepala Gienka. "Kau harus menjaga cucu Apap dan Amam, juga jaga kesehatanmu, sekarang kita pulang, kau pasti butuh istirahat.. "
"Ada resep vitamin yang harus di tebus.. " Ucap Cahya.
Cahya mengajak Gienka ke mobil yang ada di parkir dan menunggu Aditya selesai menebus obat. Cahya menggenggam jemari Gienka, memberi kekuatan dan semangat agar Gienka merasa lebih baik. Dan dia juga akan memberitahu Kyra serta yang lainnya mengenai kabar membahagiakan ini.
Sampai di parkiran, Cahya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Elea lebih dulu. Dalam beberapa kali deringan, akhirnya di angkat oleh Elea. "Iya Ca????" Jawab Elea di telepon.
"Kau sedang sibuk???" Tanya Cahya.
"Ah tidak, aku ha ya sedang mengkoreksi beberapa berkas, kenapa Ca??? Kau butuh sesuatu???"
"Tidak El, aku baru saja keluar dari rumah sakit, mengantar Gienka.. "
"Ke rumah sakit???? Kenapa??? Ada apa??? Apa Gienka atau kau baik-baik saja???" suara Elea terdengar panik.
"Lebih baik membahasnya di rumah saja, bisakah kau datang ke rumah???? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan..!"
"Kenapa Ca??? Ada apa???? Gienka baik-baik saja kan??? Jangan membuatku panik...!"
"Beritahu Danist, Maysa dan Ariel, kalian semua harus datang ke rumah hari ini, kita butuh berbicara dengan kalian berempat... Datang ya???"
"Ada apa Ca???? Semua baik-baik saja kan? mm Kenapa kami semua harus kesana???? Kau ada di rumah sakit mana???"
"Kami sudah keluar dan akan pulang, Adit sedang menebus obat untuk Gienka, kami akan menunggu kalian nanti. pokok nya datang saja, dan jangan panik, kalau begitu sudah dulu ya? mm Jangan lupa memberitahu suami mu, Maysa dan Ariel juga.. Bye El.. " Cahya mengakhiri pannggilannya dengan Elea. Cahya kemudian mengirim pesan di grub keluarga na agar jangan memberitahu siapa-siapa terutama keluarga Gienka mengenai apa yang terjadi dengan Gienka tadi pagi.
Cahya menoleh dan tersenyum pada Gienka. Cahya meraih tangan menantu tercinta nya itu. "Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui semua ini???? Kau bahagia???" Tanya Cahya.
"Aku sangat bahagia Mam, hanya sedih saja karena menurutku waktu nya tidak terlalu tepat, kenapa aku hamil saat Kyros tidak bersamaku, itu saja yang membuatku sedih.. "
Chayank tersenyum. "Kenapa hal ini terjadi, ya karena Tuhan yakin bahwa kau bisa melewati harimu dan bayi mu tanpa seorang suami di sampingmu, kau di anggap kuat da. mampu menjalani semua ini.. Kau lupa ya??? Bahwa dulu Mama mu juga menjalani kehamilan tanpa suami, tetapi keadaan nya jauh berbeda, Mama mu tidak seberuntung dirimu, kehidupannya ketika itu begitu buruk dan penuh dengan tangisan, tetapi dia punya keyakinan dan keinginan yang kuat sekali untuk menjaga dan merawatmu dengan baik, kau adalah sumber kekuatannya saat itu untuk menghadapi harinya yang begitu sulit, dan dia mampu menjalankan kehidupan yang sulit itu hingga melahirkanmu.." Ujar Cahya.
"Kesedihanmu sekarang hanya karena kau jauh dari suami mu saja dan suamimu sangat mencintaimu, tetapi Mama mu dulu berbeda, dia di ceraikan, di khianati dan juga di abaikan, kau bisa bayangkan berapa sulitnya dalam keadaan seperti itu, karena Elea harus berjuang sendiri dengan keterbatasan, sedangkan kau sekarang hanya di takdirkan jauh dari suamimu saja, kau memiliki cinta dari semua orang dan kau hanya perlu bersabar menunggu suami mu kembali.. Sementara dulu Elea tidak memiliki harapan apapun selain ingin membahagiakan mu ketika kau lahir.. Sekarang kau hanya perlu mensyukuri apa yang sudah di gariskan Tuhan, sabar, berdoa untukmu, untuk bayimu dan untuk Kyros agar kalian di berikan kebahagiaan untuk selama nya.. " Cahya memeluk Gienka, mengusap punggungnya dengan lembut.
"Iya Mam... Aku akan menjaga bayiku dengan baik sampai Ky kembali, lalu kami bertiga akan semakin bahagia" Ucap Gienka sembari membalas pelukan Cahya.