I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 270



Beberapa hari kemudian...


Kondisi Ethan semakin membaik. Dan dia mendapatkan perawatan yang sangat baik di rumah sakit. Dia juga di jaga oleh Vineet dan kedua orang tua nya dengan penuh ketulusan. Ethan tidak menyangka jika ada orang lain yang begitu perhatian terhadapnya bahkan dia sebelumnya tidak pernah merasakan hal seperti ini. Karena selama ini jika sakit, dia selalu sendirian dan tidak ada yang mengurusnya. Tetapi kali ini, dia merasa doa nya seperti sedang di kabulkan oleh Tuhan. Dan dia dikirimkan orang-orang yang baik seperti Vineet dan kedua orang tua nya. Orang tua Sanne juga setiap hari datang menjenguk, serta Kyros dan Gienka juga sama. Mereka begitu baik padahal baru bertemu beberapa kali tetapi Ethan merasa bahwa dia seperti bagian keluarga mereka.


Ketika sedang melamun, pintu ruang perawatannya di buka dari luar. Ethan melempar senyumnya ketika dia mendapati ada kedua orang tua Vineet yaitu Vino dan Arindah, bersama dengan itu juga ada orang tua Sanne yaitu Vitto dan Rana, serta Kyros. Mereka masuk bersama-sama dan berjalan ke arahnya. Sementara itu, Vineet keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat kedatangan kedua orang tua nya. Dia sejak pagi menjaga Ethan sendirian karena orang tua nya harus pergi sebentar keluar dan akan kembali lagi. Sekarang mereka sudah kembali.


"Ethan, how are you??? Are you still feeling pain in your surgical wound???" Tanya Kyros.


"I'm good, it doesn't hurt so much... " Jawab Ethan.


"Oh Thank goodness for that... " Kyros merasa bersyukur karena kondisi Ethan semakin membaik.


"Gienka's not coming???" Tanya Ethan.


"No, she has some work to do... Oh yeah, we came here not only to see you but also to talk about something, and we hope you don't feel offended and listen well until it's over..." Kyros mengatakan jika Gienka ada urusan pekerjaan jadi tidak ikut datang. Dan Kyros memberitahu Ethan jika kedatangannya kesini selain untuk menjenguknya juga untuk berbicara tentang satu hal.


"What talk? ????" Tanya Ethan. Lalu dia melempar senyum. "Oh about hospital fees? No need to worry, I have insurance.. " Ethan memberitahu Kyros jika dia punya asuransi jadi untuk biaya perawatannya tidak perlu di pikirkan.


"No, not that... I ask you to listen carefully until the end, so that there will be no misunderstandings.. " Kyros tidak ingin membahas mengenai biaya rumah sakit melainkan berbicara tentang hal lain dan meminta Ethan mendengarkannya dengan baik sampai selesai sehingga tidak terjadi kesalahpahaman nantinya.


Ethan menganggukkan kepala nya. "Yes, go ahead, just say it!! Please.. " Ucap Ethan.


Kyros memandang ke arah Vino dan Arindah.Mempersilahkan mereka untuk menjelaskan. Vino mendekati Ethan, dan Arindah menggenggam jemarinya dengan kuat. Mereka berdua sudah memutuskan untuk menjelaskan semua ini kepada Ethan dan berharap Ethan mengerti kondisinya saat ini.


"We both lost a 5 years old boy, about 22 years ago... We never knew where he was, despite all our efforts to find him...!!" Vino mulai bercerita. Bahwa dia dan Arindah pernah kehilangan seorang anak laki-laki berumur 5 tahun pada 22 tahun yang lalu. Mereka sudah berusaha mencari nya dengan berbagai cara tetapi tidak pernah menemukannya.


Ethan terlihat bingung tetapi dia mencoba mendengarkan lagi karena ingat dengan apa yang di katakan oleh Kyros tadi bahwa dia di minta untuk mendengarkan sampai selesai agar tidak terjadi kesalahpahaman. Vino kemudian menceritakan bagaimana awal mula dia dan Arindah kehilangan anak mereka itu. Serta bagaiamana usaha nya sampai saat ini untuk menemukannya tetapi tidak pernah membuahkan hasil. Dan dia selalu percaya bahwa anaknya itu masih hidup sampai sekarang dan mengabaikan ucapan orang bahwa sangat mustahil jika anaknya itu masih hidup. Tetapi Arindah dan Vino selalu mengabaikannya. Mereka tetap percaya dengan perasaannya bahwa anak itu masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja.


"Then what is the point of you telling me this???" Tanya Ethan bingung kenapa mereka menceritakan itu kepada nya.


"I'm so sorry Ethan, after aunt Rana told me about your birthmark, I made a plan to invite you to the house with the aim of finding information about you, and William is a detective. We paid him to find out who you and your family are, this is the result of William's investigation. I hope you won't take offense and try to understand why we did that.. " Kyros meminta maaf kepada Ethan karena saat mendengar Rana bercerita tentang tanda lahir itu, Kyros mengusulkan agar mengundang Ethan datang ke rumahnya untuk mencari tahu informasi tentang Ethan. Dan menjelaskan juga siapa itu William. Dimana William adalah seorang detektif yang sengaja di bayar untuk mencari tahu tentang keluarga Ethan.


Kyros kemudian memberikan sebuah berkas kepada Ethan dan meminta Ethan membaca nya lebih dulu dengan seksama. Ethan menerima berkas itu dan membuka serta membaca nya. Semua orang terdiam memandangi Ethan yang sedang sibuk membaca berkas berisi laporannya. Sementara Arindah memegang kuat tangan Vino. Menyembunyikan sebelah wajahnya di belakang lengan suami nya. Arindah sangat cemas, takut bercampur dengan perasaan khawatir bahwa Ethan akan menolaknya dan marah kepadanya tentang apa yang terjadi di masalalu.


"So you're saying I'm their child????" Tanya Ethan setelah dia membaca berkas itu dan melihat fotonya saat kecil bersama kedua orang tua angkatnya. Serta ada juga foto nya yang terbaru. Ethan mempertanyakan kepada mereka apakah mereka berpikir bahwa dia adalah anak dari Vino dan Arindah.


"Your face as a child is so similar to Naufal, Vino and Arindah's son... " Jawab Vitto. Wajah Ethan kecil sangat mirip dengan Naufal anak Vino dan Arindah.


Ethan mengernyit dan terlihat sangat bingung sekali dengan apa yang terjadi saat ini. "But how can that be???? I don't even remember you at all???" Dia mempertanyakan bagaimana bisa ini terjadi, bahkan dia tidak begitu ingat dengan mereka semua.


"At that age of course your memories are very few, and there could also be an influence from the accident you had with your adoptive parents... " Sahut Vineet. Di usia Ethan dulu kecil kemungkinan bisa ingat semua nya, dan bisa jadi kecelakaan yang Ethan alami dengan kedua orang tua angkatnya juga memperngaruhi seluruh ingatannya.


"We have photos and video footage of when you were a child and still with us, you can look at it and judge for yourself, whether it's you or not... We always pray to God that we can be reunited with our son Naufal whatever the circumstances. Your meeting with our children before must have something behind it, and it could be a plan that has been arranged by God..!" Ucap Vino. Dia ingin menunjukkan kepada Ethan beberapa foto dan video kenangan saat Ethan kecil dulu dan Ethan bisa menilai sendiri apakah itu dirinya waktu kecil atau tidak. Selama ini dia selalu berdoa kepada aTuhan agar bisa di pertemukan dengan anaknya yang hilang itu dalam keadaan apapun. Dan Vino menjelaskan pada Ethan bahwa pertemuan Ethan dengan anak-anaknya yaitu Vineet, Sanne, Gienka dan Kyros tentu bukan suatu kebetulan semata, melainkan itu mungkin bagian rencana yang sudah di dusun oleh Tuhan.


Vino kemudian memberikan ponselnya kepada Ethan agar Ethan bisa melihat isi foto dan video yang ada disana. Vino masih menyimpan semuanya dengan baik. Dan sebelumnya dia sudah meminta kepada asisten nya untuk mengirimkan semua itu ke ponselnya. Karena datanya sebelumnya ada di Indonesia sehingga harus di kirim ke ponselnya


Ethan melihat foto-foto itu serta memutar video-vidro nya juga. Dan dia yakin bahwa situ memanglah dirinya. Dari suara juga wajahnya memang sangat mirip dengan dirinya saat kecil. Walaupun masih bingung, tetapi Ethan bisa langsung mengambil kesimpulan dari setiap penjelasan orang-orang yang ada di depannya ini.


Kyros lun menambahkan dan coba mengingatkan Ethan mengenai Indonesia. Dimana Ethan pernah mengatakan bahwa mungkin dia pernah kesana, saat Ethan mengantarkan pizza ke rumahnya. Dan bagaimana Leona menjelaskan jika Ethan dm sangat ingin ke Indonesia. Mungkin karena hal inilah, Ethan seolah merasa punya ikatan di Indonesia. Sehingga semua ini bukanlah suatu kebetulan semata.


"What makes you so sure of that??? What if it turns out that I'm not your child???I don't want to be labeled as someone who wants to take advantage of an situation...?" Ethan mempertanyakan kenapa mereka begitu yakin bahwa dia adalah anak Vino dan Arindah. Ethan tidak mau mengiyakan begitu saja dan tidak mau di anggap sebagai orang yang memanfaatkan keadaan.


"We explain this to you, of course we also want to prove it, are you really our missing Naufal, or are you someone else?? And we need your approval to do a DNA test.. How about it?? Do you want it or not???" Tanya Vino. Dia dan Arindah datang untuk menjelaskan kepadanya tentang semua ini. Untuk membuktikan apakah dia adalah Naufal anaknya dan Arindah atau tidak. Dan dia butuh persetujuan Ethan untuk melakukan test DNA agar semua nya menjadi jelas. Vino pun menanyakan apakah Ethan bersedia melakukan tes DNA atau tidak.


Ethan terdiam cukup lama. Dia tampak berpikir. Saat ini dia benar-benar masih bingung harus bagaimana, senang atau harus bagaimana. "Okay, I'll do the dna test... " Ucap Ethan. Dia setuju untuk melakukan tes DNA.


Mendengar itu wajah semua orang yang ada di ruangan itu sangat bahagia. Mereka tersenyum, dan Vino langsung memeluk Arindah. Berharap dalam hatinya bahwa hasil tes DNA akan bagus dan mengatakan bahwa Ethan memanglah anak mereka.