I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 363



Sampai lah Kyros dan yang lainnya di rumah sakit, mereka langsung menuju kamar perawatan Aditya. Ariel dan yang lainnya mengikuti Kyros dan kemudian sampailah mereka di ruangan itu. Kyros membuka pintu dan dia melihat Amamnya sedang duduk di sebelah Aditya dan Mereka tampak sedang mengobrol. "Pagi Mam, Pap.!" Sapa Kyros sembari masuk ke dalam ruangan itu.


"Ky, kau sudah datang???" ucap Cahya.


"Iya Mam, aku juga membawa sandwich buatan Gienka untuk Amam. Amam pasti belum sarapan kan???"


memang belum, Amam tadi hanya makan anggur yang kau bawa kemarin. Tapi tadi Amam hendak membeli sarapan dan Amam terkejut karena ternyata orang tua Camilla datang ke sini. Mereka bilang kau yang memberitahu ruangan nya."


"Iya, tadi kami bertemu di kantor polisi." Ucap Kyros, tak lama dari luar pintu muncul lah Ariel, Adri, Randy dan Danisit. kedatangan merika berempat membuat Cahya terkejut. Begitu juga dengan Aditya yang sedang berbaring.


"Loh kalian kok ada di sini???" Tanya Cahya.


"Kalian kapan datang ke sini???" Tanya Aditya juga.


"Bagaimana keadaan kakak???" Adri mendekat ke sisi ranjang Aditya.


"Aku baik, kalian kenapa bisa ada di sini???" Tanya Aditya lagi.


"Karena kau berbaring di sini, itulah kenapa kami datang ke sini???" Jawab Ariel. "Bagaimana kondisimu?? Apa kau masih merasakan sakit di lukamu???"


"Masih sakit. Siapa yang memberitahu kalian kalau aku ada di sini??? Dan bagaimana dengan Papa dan Mama di rumah???"


"Kami sudah mendengar semuanya tentang apa yang terjadi padamu dan apa yang sudah dilakukan oleh Camilla, perempuan giIa itu." Celetuk Ariel.


"Gienka tidak sengaja memberitahu Ariel kalau anda ditusuk oleh Camilla, sehingga kami ada di sini, kami juga baru kembali dari kantor polisi. Ariel juga ingin bertemu dengan Camilla." Danist menyela menjelaskan pada Aditya.


"Seharusnya kalian tidak perlu ke sini, aku baik-baik saja, aku malah justru menjadi merepotkan kalian."


"Kami sama sekali tidak direpotkan Dit. Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Kami khawatir saat datang ke sini." Randy menimpali.


"Kau ini bagaimana Dit??? Kau kan selama ini hidup dengan penuh kewaspadaan. Lalu bagaimana kau bisa membiarkan si cecunguk itu menusukmu dan kau tidak menghindarinya. Aku heran sekali padamu." Gerutu Ariel, kemudian dia duduk di sofa yang ada di ruangan itu disusul oleh Danist dan juga Randy sedangkan Adri masih Berdiri di sebelah ranjang Aditya.


"Kalian menemui Camilla???" Tanya Cahya. "Tapi untuk apa???"


"Hanya aku yang menemuinya, mereka semua menunggu di luar. Aku hanya ingin berbicara dengannya, aku juga ingin melihat apakah ada penyesalan di hatinya setelah melakukan semua ini." jawab Ariel.


"Lalu apa yang kau dapatkan???" Tanya Aditya kemudian.


"Camilla seperti Orang dalam gangguan jiiwa, otaknya sudah tidak berfungsi dengan baik, tidak ada penyesalan sama sekali di matanya dan konyolnya dia justru menentangku. Aku rasa kita tidak perlu mencabut laporan itu atau membebaskannya, dia sama sekali tidak perlu menerima kebaikan hati kita. Kita lanjutkan proses ini selain itu, Ini tidak hanya masalah tentang penusukan yang kemarin, juga masalah apa yang sudah dilakukan Camilla pada Gienka beberapa tahun yang lalu, jadi aku rasa tetap harus melanjutkan laporan ini."


"Tadi orang tua Camilla juga mengatakan hal yang sama. Mereka ingin Camilla dihukum atas segala perbuatan yang sudah dia lakukan." Sahut Cahya.


"Itu benar, tadi kami juga bertemu dengan mereka berdua. Dan aku serta Kyros sudah mengatakan pada mereka berdua bahwa kami tidak akan mencabut laporan yang sudah masuk ke Kepolisian, selain masalah yang Camilla lakukan padamu, hukuman Camilla juga harus diperbuat atas apa yang sudah dia lakukan kepada Ginka dulu, aku benar-benar tidak ingin melihat Camilla bisa bebas dengan mudah."


"Tadi kau bilang Camilla menentangmu, bagaimana maksudnya???" Tanya Aditya.


"Camilla mengancam bahwa dia akan terus berusaha untuk bisa menghabisi keluarga Kyros, dia sudah tidak peduli bahwa kalian berdua pernah menganggapnya sebagai anak, dia hanya ingin balas dendam saja, serta akan mengancam ingin membunuh Lexia. Jika dia sudah keluar dari penjara. Aku bisa melihat mata yang penuh dengan kebencian dan juga tidak ada penyesalan sama sekali, orang yang seperti itu sangat berbahaya, karena biasanya mereka akan mencari cara untuk melakukan apa yang sudah mereka inginkan jadi aku merasa khawatir dengan hal itu dan aku memutuskan untuk melakukan sesuatu, supaya dia tidak bisa tinggal di sini lagi dan jauh dari Kyros dan juga Gienka, tapi dia harus dihukum atas perbuatannya lebih dulu."


"Memang apa yang kau ingin kau lakukan???"


"Aku akan mengurus untuk deportasinya dari sini dan kau terima beres saja,  jadi biar besok aku dan yang lainnya mengurusnya. Memang benar orang tuanya meminta maaf atas namanya. Maaf Dari orang tuanya kita harus Terima tetapi tidak untuk kesalahan anaknya, aku melihat mereka juga orang yang baik jadi ya sudah kita hargai saja."


Ya, Aditya pun tahu bahwa kedua orang tua Camilla memang benar-benar sangat sedih, prihatin sekaligus meminta maaf atas nama Camilla kepada dirinya dan Cahya tadi, saat mereka datang ke sini. Aditya pun masih belum bisa berpikir apa sebenarnya rencana yang harus dia lakukan mengenai Camilla ini tetapi sepertinya kedatangan Ariel ke sini bisa di diaandalkan. Aditya akan membiarkan Ariel untuk mengurus segala yang menurut Ariel baik mengenai Camilla.


Sangat berbahaya juga jika Camilla terus berada di negara ini, apalagi Camilla menyimpan dendam yang sangat besar kepada Kyros dan Gienka. Aditya juga tidak mau mengambil resiko mengenai keselamatan diri anak, menantu serta cucunya di sini. Camilla juga harus mendapat hukuman atas segala perbuatannya selain itu Dia harus diusir dari negara ini.


"Semuanya akan jauh lebih mudah jika Kyros meminta perlindungan dari sini, mengingat Kyros sudah menjadi warga negara ini dan aku yakin prosesnya juga tidak akan Butuh waktu yang lama, apalagi ini mengenai keselamatan dari Kyros serta keluarganya." Sahut Randy kemudian.


Cahya memandangi sahabat-sahabat suaminya, dia juga merasa cukup takut dengan apa yang baru saja yang diucapkan oleh Ariel mengenai dendam Camilla dan bagaimana Camilla tidak menyesali perbuatan yang selama ini.


Cahya kembali teringat dengan seringai Camilla sebelum Camilla meninggalkan ruang VIP di restoran itu. Camilla sangat menakutkan, bukan lagi seperti manusia tetapi dia sudah seperti ibIis yang penuh dengan kedengkian. Cahya juga sangat setuju jika Camilla harus diusir dari negara ini apalagi Kyros juga punya privilege sebagai warga negara ini untuk melindungi keselamatannya dan keluarganya.