
"Itu tadi pasti Zayan ya??? Dia sangat tampan!" Gumam Axel membuka pembicaraannya dengan Kyra. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan untuk ke toko bunga dan membeli beberapa bunga lagi untuk keperluan dekorasi.
"Ya dia Zayan...!" Jawab Kyra dengan senyumnya yang cantik. "Apa gunanya tampan jika memiliki cara berpikir yang buruk seperti dia??" Lanjutnya lagi.
"Dia datang pasti untuk menemuimu, mungkin ingin minta maaf dan mengajakmu kembali lagi" Ujar Axel.
Kyra menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak memiliki niat untuk kembali kepada Zayan. Dia sudah belajar untuk mengubur semua kenangannya bersama laki-laki itu. Kehadiran Axel sebenarnya cukup membantu Kyra untuk melupakan Zayan. Kyra sudah sangat menyukai Axel bahkan mungkin sejak pertama kali dia melihatnya ketika Axel membantunya berdiri.
"Kau hanya diam dan menggelengkan kepalamu saja! Jika kau memang masih mencintainya dan dia mengajakmu kembali kau bisa saja menerimanya lagi, aku tidak masalah, toh hubungan kita saat ini juga masih belum jelas! Aku sangat tahu bahwa hubungan kalian sudah berjalan bertahun-tahun, tidak akan mungkin mudah bisa saling melupakan!"
Dengan cepat Kyra membantah pernyataan dari Axel. Kyra benar-benar sudah tidak lagi memikirkan Zayan, bahkan dia sudah lama mengubur cinta dan kasih sayangnya untuk Zayan setelah tragedi malam itu dimana Jelena sudah mengungkapkan semua alasan Zayan meninggalkan dirinya. Alasan yang tentu saja sangat melukai hati Kyra. Kyra berpikir bahwa Zayan sangatlah rendahan dan hanya mementingkan nafsunya saja tanpa memikirkan perasaan atau luka yang diterimanya.
Kyra menoleh ke arah Axel dan menemukan lelaki itu hanya diam tanpa menanggapi penjelasannya. "Apa kau ingin bukti jika aku sudah benar-benar melupakan Zayan???" Tanya Kyra dan tiba-tiba saja Kyra melirik ke arah tombol autopilot mobil Axel dan langsung menekannya membuat Axel terkejut.
Belum sempat bertanya tentang alasan Kyra mengaktifkan autopilotnya, Axel kembali di buat terperangah ketika Kyra menarik kepalanya dan Kyra langsung mencium bibirnya. Kyra berusaha membuka bibir Axel tetapi lelaki itu tampaknya masih belum percaya, dan Kyra terus mencobanya. Hingga akhirnya Axel pun perlahan menyadari dan membalas ciuman Kyra. Hanya sebentar dan bibir keduanya pun terlepas, karena mereka sedang berada di jalan raya.
"Saat kau datang bersama orang tuamu ke rumahku, aku menerima permintaanmu untuk mengenalku lebih dalam, itu artinya aku juga punya ketertarikan padamu, tetapi bukan berarti hubungan pendekatan kita ini tidak akan berlanjut ke yang lebih serius, aku hanya ingin melihat seberapa besar kau memiliki cinta untukku, jika kau benar-benar memilikinya aku pasti akan menerimamu dengan baik untuk mendampingiku...! Jadi aku mohon percayalah kepadaku, oke daripada berbasa-basi, aku akan katakan sekarang padamu, mulai hari ini kita pacaran, bukan lagi masa pendekatan!!! Karena aku juga merasa bahwa aku sudah mulai menyukaimu!" Ujar Kyra.
"Kau serius???" Tanya Axel yang masih tidak percaya.
"Tentu saja, kalau kau mau aku menarik lagi ucapanku ya sudah aku akan menariknya!"
"Jangan jangan.... Thanks ya Ra....!!! Aku mencintaimu..." Axel langsung menggenggam jemari Kyra dan menciumnya, merasa bahagia sekali karena Kyra sudah memperjelas hubungan mereka.
★★★★★★
Kamar Kyros sudah selesai di hias dengan sangat cantik oleh Cahya, Kyra, Oma nya juga Axel. Supir Aditya juga sudah memberi informasi jika Kyros serta Gienka sudah check out dari hotel dan saat ini sudah dalam perjalanan pulang. Kyra serta yang lainnya juga sudah bersiap menyambut kedatangan pengantin baru itu. Kamar Kyros yang awalnya terlihat dingin khas laki-laki kini berubah 180° bagaikan taman karena banyak sekali bunga yang diletakkan serta ditaburkan disetiap sudut kamar itu.
Kyra meminta Axel agar tetap disini agar nanti malam juga bisa makan malam bersama karena sudah disipakan makan malam spesial untuk menyambut si pengantin baru. Lagipula ini juga hari terakhir Axel ada di Jakarta karena besok siang sudah harus pergi untuk tim sepak bolanya. Baru beberapa hari memulai pendekatan dengan Kyra, Axel sudah mulai merasa sangat nyaman dan bahagia karena keluarga Kyra benar-benar sangat baik, bahkan dia juga diperlakukan dengan sangat baik seperti anak sendiri oleh mereka. Axel merasa sangat diterima dan tidak berhenti bersyukur karena hal ini. Apa yang sempat dia pikirkan dulu tentang keluarga Kyra ternyata semuanya salah besar. Mereka benar-benar keluarga yang baik dan tidak ada keangkuhan sama sekali diantara seluruh anggota keluarganya.
"Mereka sudah datang...!" Ujar Kyra ketika ponselnya berkedip dan mendapati security rumahnya menghubunginya. Kyra sengaja meminta tanda dari security rumahnya jika nanti Kyros sudah datang dan dia mendapatkan tanda panggilan darinya.
Semua orang berdiri untuk bersiap di depan pintu, sedangkan Kyra menenteng bucket bunga yang sangat besar sekali. Ketika sudah bersiap, bel rumah dibunyikan dari luar dan Cahya pun membuka pintu perlahan dan semua orang berteriak.
"Surprise.....!!!"
Suasana semakin meriah ketika Axel memutar confetti. Karena terkejut, Gienka sampai harus menutup telinganya ketika mendengar suara confetti. Tetapi sedetik kemudian Gienka tersenyum bahagia menyadari jika saat ini semua orang menyambutnya kedatangannya bersama Kyros. Kyra membawa bucket bunga yang di pegangnya dan memberikannya pada Gienka.
"Selamat datang dirumah kakak iparku yang cantik, aku sangat menyayangimu....! Aku senang kau menjadi kakak iparku....! Ummmhhh apa aku harus merubah caraku memanggilmu?? Mungkin aku harus memanggilmu Kakak Gienka...!" Ucap Kyra menggoda lalu mengulurkan bunga yang di pegangnya.
"Diamlah Ra....! Jangan panggil aku seperti itu, panggil saja namaku seperti biasanya....! Aku juga sangat senang kau menjadi adikku, tetapi kau tetaplah sahabat terbaikku... Aku sangat menyayangimu....!" Gienka menerima bunga dari Kyra dan langsung memeluk sahabatnya itu yang sekarang menjadi adik iparnya.
"Sepertinya sudah cukup kita mengganggu mereka, sekarang kita biarkan pengantin baru ini pergi ke kamarnya, dan satu lagi, semua orang yang ada di rumah ini tidak boleh naik ke lantai empat! Ingat ya? Tidak boleh sama sekali, apapun itu alasannya" Ujar Kyra.
Kyros mengernyit. "Kenapa memangnya Ra?" Tanya Kyros.
"Anggap saja lantai empat itu apartemen kalian! Private room, pokoknya tidak ada yang boleh ke lantai empat kecuali benar-benar urgent, itupun kalian semua harus meminta ijin Ky atau Gie dengan menghubungi mereka lebih dulu, faham semuanya...??" Kyra mengedipkan matanya sambil tersenyum.
Dan semua orang mengangguk mengatakan bahwa mereka akan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh Kyra. Mendengar itu, Gienka langsung mencubit pinggang Kyra, sedangkan Kyros memilih untuk mencubit pipi adiknya.
"Dasar...! Kau ini Ra...!" Gumam Kyros.
"Sudah... Sudah... Biarkan mereka beristirahat, nanti jangan lupa turun seperti biasa untuk makan malam, karena nanti juga akan ada Nenekmu, serta Adri, Chika dan dua keponakan kalian yang akan datang untuk makan malam bersama disini" Cahya memberitahu Gienka dan Kyros, mereka berdua pun mengangguk.
"Oh c'mon Mam, jika mereka nanti tidak turun, ya kita biarkan saja, kita jangan memaksa mereka...! Hahaha" Kyra kembali menggoda dan tertawa puas.
"Menyebalkan sekali memiliki adikmu sepertimu....!" Gumam Kyros lagi.
Cahya pun menyuruh Kyra agar tidak lagi menggoda Kyros dan Gienka, kemudian menyuruh keduanya agar ke kamar dan beristirahat. Kyros dan Gienka berjalan meninggalkan keluarganya menuju lift, tapi bukan Kyra jika tidak kembali berulah. Kyra berlari dan berhenti tepat di depan Kyros dan Gienka yang sudah sampai di depan pintu lift. Kyra menadahkan tangannya di depan Kyros.
Kyros menghela napasnya dan kembali mengernyit. "Apalagi sih Ra??? Kau bilang tidak ingin mengganggu kami??"
"Aku tidak akan mengganggu kalian, jika kau mengeluarkan seluruh isi dompetmu dan memberikannya padaku sebagai hadiah darimu untukku, ayo berikan semua uang yang ada di dompetmu, umhhh jika tidak ada uang cash, kau bisa memberiku black card milikmu atau kartu kredit atau kartu debitmu, aku akan memakainya membeli tas dan sepatu keluaran terbaru, ayo berikan...! Jika tidak, aku tidak akan beranjak dari sini...!" Kyra kemudian tersenyum lebar dan menggerakkan empat jarinya di depan Kyros sambil mengangkat kedua alisnya.
Kyros benar-benar kesal dengan tingkah Kyra tetapi kemudian Gienka menyuruhnya untuk memberikan saja apa yang diinginkan oleh Kyra. Dengan berat hati, Kyros mengeluarkan dompetnya dan mengambil semua uang yang ada di dalamnya, kemudian menyerahkannya pada Kyra. "Lebih baik aku kehilangan uang di dompetku dari pada harus kehilangan uang dari kartuku yang jumlahnya bisa puluhan kali lipat jika kau akan membeli tas dan sepatu, ambil ini....! Dan cepat menyingkir...!" Gerutu Kyros.
Kyra menerima uang itu dan tidak bergeming, dia justru asyik menghitung uang pemberian dari kakaknya. Setelah selesai menghitung, Kyra melempar senyumnya. "Jumlahnya 3 jt 3 ratus 96 ribu rupiah....! Karena aku baik hati jadi aku kembalikan ini untukmu!" Kyra mengembalikan uang Kyros sebesar 6 ribu rupiah, sisanya masih ada di tangannya. "Ini untukmu sisa enam ribu, yang ini untukku, terima kasih kakakku sayang, enjoy honeymoon nya, aku sangat menyayangi kalian berdua... Bye...!"
Kyra akhirnya menyingkir dari depan Kyros dan Gienka, berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua. Sementara wajah Kyros berubah kesal sekali dan Gienka justru menertawakannya. "Sudahlah...! Anggap saja kau sedang memberinya uang jajan, selama ini dia kan tidak pernah meminta uang padamu...! Ayo kita naik!" Ajak Gienka, mereka masuk ke lift menuju lantai empat dimana kamar Kyros berada.
Akhirnya pintu lift terbuka dan mereka langsung berjalan keluar menuju kamar Kyros tetapi betapa terkejutnya mereka ketika ada red carpet yang terpasang sampai ke pintu kamar Kyros. Mereka berdua terkekeh, dan tidak menyangka jika keluarganya menyiapkan hal semacam ini. Sambil menggandeng tangan Gienka, Kyros menyusuri red carpet itu, dan kembali terperangah ketika memasuki kamar. Karena semua sudah di penuhi oleh bunga-bunga yang sangat cantik.
"Sekarang keluargamu yang menyiapkan kamar seindah ini, dan kita berdua masih tetap tidak bisa menikmati malam pengabtin kita, menyebalkan sekali!" Gumam Gienka kesal.
Kyros tertawa dan menyuruh Gienka agar meminta pada Kyra kamar yang seperti ini lagi saat masa haidnya nanti berakhir agar istrinya itu tidak terus menggerutu. "Atau kau bisa juga meminta manager hotelmu menyiapkan kamar seperti semalam lagi, dan kita bisa melakukannya sesuai keinginanmu!"
"Itu sudah pasti, aku akan meminta mereka membuat ini lagi nanti hahaha...!"
Tawa mereka berdua terdengar sangat bahagia, dan Gienka tertawa di pelukan Kyros. Hingga tiba-tiba ponsel Kyros berbunyi dan dia mengernyit mengetahui siapa yang menghubunginya. Kyros pun melepaskan pelukannya pada Gienka dan menjauh dari istrinya itu untuk menerima telepon itu. Dengan langkah tergesa-gesa Kyros pergi keluar kamar meninggalkan Gienka. Kyros menerima telepon di sisi kanan rooftop, cukup jauh dari kamarnya yang ada di sisi kiri. Sementara Gienka hanya terdiam mengarahkan pandangannya ke Kyros yang sibuk berbicara entah dengan siapa.
Sebegitu rahasianya kah sampai Kyros melepaskan pelukannya tadi dengan sedikit kasar lalu meninggalkan nya begitu saja. Wajah bahagia Gienka seketika langsung berubah menjadi sedih setelah Kyros melakukan hal itu.