
"Jadi ceritakan bagaimana kegiatanmu disana, aku ingin bersiap-siap jadi nanti aku tidak terkejut ketika mengurusmu!" Tanya Gienka.
"Its normally, aku biasa bangun di jam 6 atau jam 7 sedikit berolahraga lalu bersiap pergi ke kantor, aku biasa kembali dari kantor jam 5, tidak banyak yang aku lakukan, aku hanya akan beristirahat sebentar sebelum memeriksa pekerjaan lagi setelah itu tidur, aku hanya akan keluar ketika perlu saja!"
"Kau pasti sering jalan-jalan dengan Camilla? Kemana biasanya kalian pergi??"
"Ya sesekali, tidak sering, itupun karena aku kasihan kepadanya, dia sering mengajakku keluar entah sekedar berbelanja atau menonton tetapi aku sering menolaknya! Oh iya....! Besok Apap akan mengantar kita ke kedubes untuk mengurus CNI, beliau punya relasi disana yang akan membantu memudahkan urusan kita, kau tahu kan bahwa aku adalah warga asing" Ujar Kyros.
Ya, Kyros memang sudah lama pindah kewarganegaraan, keputusan itu dia ambil ketika dia berkuliah disana selama 2 tahun, dimana dia memang harus melakukannya untuk mendapatkan tempat magang yang diinginkannya. Lalu kelebihan lainnya tentu saja adalah agar dia mendapat kemudahan ketika ingin bekerja di tempatnya saat ini. Menjadi warga negara tersebut adalah sebuah kewajiban, tetapi meski begitu Kyros sangat paham bahwa dia tetap mencintai negara asalnya dan bisa jadi suatu saat nanti dia akan kembali lagi seperti sebelumnya dimana dia dilahirkan.
"Ah iya ya....! Kita baru bisa pergi mendaftar kalau kau dapat CNI, ya semoga saja besok lusa berjalan dengan lancar jadi kita tidak perlu wara-wiri kesana kemari!" Gumam Gienka.
"Kau seperti arus listrik yang begitu cepat dan membahayakan, kau meminta sesuatu yang besar tetapi kau tidak berpikir kesulitan apa saja yang harus kita hadapi, aku meminta waktu tetapi kau tidak mau memberiku waktu, beruntungnya Apap memiliki banyak relasi sehingga pengurusan dokumen kewarganegaraanku bisa berjalan lancar, kau menyebalkan sekali"
Gienka tertawa, dia benar-benar tidak berpikir sampai kesitu, tetapi dia berharap semua persyaratan bisa terpenuhi sehingga pernikahan mereka bisa lancar sampai hari H tiba. Gienka menatap Kyros membelai rambutnya seraya meminta maaf. Gienka juga memberi sebuah kecupan di bibir Kyros lalu mengajaknya untuk pergi, karena Aditya tadi meminta Kyros untuk segera pulang. Kyros juga ingin segera memberitahu Apapnya tentang Kyra, permasalahannya dengan Gienka kemarin membuatnya mengurungkan niatnya, tetapi hari ini tentu dia akan membahasnya. Bergegaslah mereka berdua meninggalkan rumah Ariel. Tidak lupa Gienka meminta pelayan yang ada dirumah ini memberitahu Ariel jika tadi dia kesini.
★★★★★★
Ketika sampai dirumah, Kyros mengernyit menemukan sebuah mobil sport terparkir dihalaman rumahnya dan penasaran siapakah pemiliknya. Kyros dan Gienka keluar dari mobil, hendak melangkah masuk ke dalam rumah tetapi tiba-tiba saja Aditya, Cahya dan Kyra keluar dari dalam rumah.
"Surprise. .....!!!!!" Kyra berteriak dan berlari memeluk Kyros.
Kyros sendiri masih bingung dan heran. Surprise apa yang dimaksud oleh adiknya. Aditya tersenyum lalu melemparkan sesuatu pada Kyros dan meminta putranya itu agar menangkapnya.
"Kunci mobil??? Mobil siapa??" Tanya Kyros.
"Mobil untukmu lah.....! Apap membelikanmu mobil sebagai hadiah pernikahanmu tetapi alasan yang utama adalah agar kau tidak lagi memakai mobilku untuk pacaran" Ujar Kyra sambil mengedipkan matanya.
"Mobil untukku???" Tanya Kyros masih tidak percaya.
"Iya, Apap membelinya untukmu jadi kau tidak perlu lagi bingung mau memakai mobil siapa ketika ingin pergi dan adikmu juga tidak perlu lagi meminjamkan mobilnya untukmu!" Ucap Aditya.
"Kenapa harus memberiku mobil? Aku hanya sebentar disini, dan nanti mobil ini siapa yang akan memakainya jika aku kembali? Bukankah itu hanya mubazir saja Pap? Kita hanya membeli mobil untuk digunakan seperlunya saja, bukan untuk koleksi!" Kyros kembali menimpali.
"Hei tuan astronot....! Kenapa kau khawatir tentang hal itu, jika kau pergi tentu saja aku yang akan memakainya, aku akan menjual mobilku dan memakai mobilmu, its so simple...!" Sahut Kyra.
Ucapan itu membuat semua orang tertawa. Kyros langsung menghadiakan cubitan gemas pada kedua pipi adiknya itu. Kyros memeluk Aditya dan mengucapkan terima kasih serta mengatakan seharusnya Apapnya itu tidak perlu melakukan hal ini. Tetapi tentu Aditya juga ingin memberikan hadiah untuk putra kebangaannya itu. Aditya mengatakan sebenarnya hadiah ini adalah ide dari Cahya karena Cahya kasihan melihat Kyros harus selalu meminjam mobil Kyra, dan kemarin Cahya juga sempat melihat Kyros harus memesan taksi ketika ingin pergi. Akan lebih baik Kyros juga harus memiliki mobil sendiri, meskipun tinggal disini hanya satu bulan saja. Mendengar itu, Kyros juga memeluk Cahya dan mengatakan bahwa Amamnya itu memang selalu yang terbaik dan mengerti sekali dengan anak-anaknya.
"Oh iya Ra, aku tadi mengajak Ky berbelanja, dan aku membeli keperluan untuk makan malam, bagaimana kalau kita membuat bolognese untuk makan malam??? Aku sudah membeli semuanya!" Pinta Gienka pada Kyra.
Kyra tersenyum dan langsung menyetujui karena mereka berdua sangat menyukai bolognese dan bolognese buatan Gienka sangatlah lezat. Kebetulan juga makan malam baru saja akan disiapkan jadi ini adalah ide yang baik dari Gienka. Bergegas Kyra mengajak Gienka masuk dan mulai memasak.
Sementara itu, Aditya dan Cahya juga hendak menyusul Gienka dan Kyra tetapi Kyros langsung menghentikan mereka berdua dan meminta waktu untuk berbicara tentang hal penting dan mengajak keduanya ke ruang kerja saja. Ya, Kyros sengaja meminta Gienka agar mengalihkan perhatian Kyra dengan mengajaknya memasak. Kyros tidak mau Kyra mengetahui jika dia akan mengatakan semuanya tentang apa yang dilakukan Jelena pada orangtuanya takut Kyra akan menghentikannya, tetapi tentu saja nanti Kyra tetap akan diberitahu jika tindakan sudah diambil olehnya dan Aditya.
Sampai di ruang kerja, Aditya dan Cahya dilingkupi ketakutan dan kekhawatiran tentang apa yang akan dibicarakan lagi oleh Kyros. Mereka takut jika ada permasalahan besar tentang persiapan pernikahan Kyros dan Gienka tetapi ketakutan itu hilang saat Kyros mengatakan jika ini bukan tentang masalahnya dan Gienka melainkan tentang Kyra.
"Aku yakin kalian masih ingat dengan cidera yang dialami oleh Kyra beberapa waktu yang lalu yang membuatnya tidak bisa berjalan? Ingat tidak??? Dan kalian juga pasti ingat dengan jawaban Kyra tentang penyebabnya seperti itu...!" Tanya Kyros.
"Ya... Kyra mengatakan jika dia terkilir dan kejatuhan benda sehingga tangannya terluka begitu juga dengan kakinya! Memangnya kenapa kau bertanya tentang hal itu? Apa ada hal serius tentang luka yang diderita Kyra???" Cahya balik bertanya pada putranya.
"Tidak Mam, Kyra memang terkilir dan tangannya terluka bukan karena kejatihan benda melainkan ada seseorang yang sengaja menginjaknya dan sebelum itu Kyra sengaja dijegal oleh seseorang agar terjatuh hingga membuat kakinya terkilir barulah setelah itu tangannya diinjak!"
"Apa.....????!!!???" Cahya dan Aditya berseru secara bersamaan.
Wajah Aditya berubah seketika menjadi marah, heran dan juga terkejut. "Sengaja? Siapa yang dengan sengaja melakukannya kurang ajar sekali...!"
"Jelena... Perempuan bernama Jelena!"
"Jelena??? Siapa dia? Amam sangat mengenal semua teman Kyra! Tetapi Amam tidak pernah mendengar namanya!" Ujar Cahya.
Mendengar itu, Aditya pun bertanya kenapa Kyra ataupun Gienka tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan mereka berdua malah sama-sama berbohong.
"Jawabannya hanya satu Pap, Kyra tidak ingin memperpanjang masalah itu sebabnya dia meminta Gienka agar tutup mulut, padahal Gienka sendiri sudah ingin mengatakan semuanya!"
"Lalu kenapa Gienka tidak menghentikan hal itu? Dia kan bersama Kyra???" Tanya Aditya lagi.
Kyros kemudian menjelaskan semuanya alasan Gienka tidak menghentikan itu karena Gienka berada ditempat pesta sementara Kyra ada di toilet. Kyros juga menuturkan semua yang dia dengar dari Axel teman Gienka, bagaimana Jelena menghina Kyra karena saat itu Axel sedang berada disisi yang cukup jauh sedang menerima telepon, tetapi Axel bisa mendengar dengan jelas penghinaan Jelena. Setelah melukai Kyra, Jelena melenggang pergi meninggalkan Kyra yang kesakitan.
Cahya tiba-tiba meneteskan airmatanya dan dia mundur beberapa langkah kemudian terhenti ketika pinggangnya menyentuh meja kerja Aditya. Melihat itu, Kyros menghampiri Amamnyaalu memeluknya. "Mam...! Kenapa???" Tanyanya dengan perasaan khawatir.
Cahya terisak di pelukan Kyros. "Kenapa hal seperti itu dialami lagi oleh putriku? Bahkan itu lebih parah dari apa yang dulu aku alami, aku selalu berdoa agar anak-anakku diberi kebahagiaan dan tidak pernah mengalami hal buruk seperti yang dulu pernah aku alami, tetapi kenapa hal itu bisa terjadi lagi?? Kejahatan apa yang sudah aku lakukan sehingga anakku harus menerima hukuman seperti itu?"
"Mam...! Please don't cry...! Ini bukan tentang kesalahanmu atau kesalahan Kyra, tetapi itu terjadi karena kalian terlalu baik, sifat lemah lembut serta kebaikan Kyra semuanya dia warisi dari Amam, tidak ada yang melarang untuk berbuat baik atau memaafkan kesalahan orang lain tetapi kita harus tahu batasannya, jika sudah menyangkut harga diri dan orang lain melakukan penindasan tentu itu tidak bisa dimaafkan begitu saja, Kyra salah dalam hal ini, dia terlalu mengikuti kebaikan hatinya dan melupakan bahwa dia harus mendapatkan keadilan, aku tidak suka itu jadi ketika aku tahu tentang hal ini aku langsung memberitahu kalian agar kita bisa mengambil langkah tegas kepada Jelena"
Cahya senang jika apa yang dulu terjadi padanya dan Aditya juga terjadi pada anak-anaknya tetapi tentu saja hal-hal yang baik baik saja, seperti yang terjadi pada Kyros dan Gienka dimana mereka memutuskan menikah dalam waktu yang singkat, bukan hal yang seperti ini dimana Kyra mengalami penghinaan juga perlakuan tidak baik. Cahya masih mengingat jelas bagaimana dia dulu di permalukan oleh Cyntia, semua penghinaan Cyntia kepadanya. Dan sangat berharap hal itu tidak pernah terjadi lagi pada oranglain terutama anaknya tetapi ternyata itu terjadi dan lebih parahnya lagi adalah kesakitan Kyra dengan cidera yang diterimanya.
Aditya masih tidak percaya jika Kyra membohongi nya tentang hal sebesar ini padahal dia sudah sering mengingatkan putrinya itu bahwa harus bisa mengambil sikap ketika terjadi sesuatu. Tetapi kenapa hal sebesar ini justru dianggap enteng oleh Kyra. Aditya pun meminta Kyros agar bisa membawa Axel kesini dan dia akan menginterogasi lelaki itu yang tahu betul dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Mendengar nama Axel, Cahya tiba-tiba teringat bahwa dulu Gienka pernah datang bersama dengan laki-laki bernama Axel ke rumah ini untuk menjenguk Kyra. Cahya yakin bahwa sepertinya laki-laki itu yang dimaksud oleh Kyros karena saat itu Gienka mengatakan jika Axel yang sudah memberikan pertolongan pertama pada Kyra.
"Dia pernah datang? Kenapa aku tidak tahu?? Kapan??" Tanya Aditya.
"Iya dia pernah datang bersama Gienka, saat itu kau sedang pergi, dan aku masih ingat aku menggoda Gienka karena datang bersama Axel, aku pikir itu kekasihnya Gienka tetapi ternyata temannya dan kalau tidak salah Axel juga yang mengadakan pesta saat itu"
"Kita berhutang budi pada Axel" Ujar Kyros kemudian.
Aditya mengangguk dan merasa bersyukur Axel menolong Kyra bahkan juga jadi saksi kunci tentang hal ini. Tetapi Aditya merasa geram sekali karena selama ini dia sudah membesarkan anak-anaknya dengan penuh cinta dan dilimpahi kasih sayang serta tidak pernah sekalipun dia melukai anak-anaknya tetapi justru orang lain yang bersikap buruk kepada putrinya.
"Sekalipun aku tidak pernah menyakiti putriku, bahkan aku menangis dan memeluknya ketika dulu dia menangis kesakitan karena terjatuh dan terluka, tetapi berani sekali dia melakukan hal itu, aku tidak akan memberinya maaf...! Ky... Aku ingin kau dan Gienka mencaritahu tentang keluarga perempuan bernama Jelena itu, aku akan membuat perhitungan dengan mereka...!" Ujar Aditya.
★★★★★
Keesokan harinya.....
Kyros dan kedua orangtuanya sedang menunggu kedatangan Axel dan Gienka. Mereka masih memilih diam dan tidak memberitahu Kyra tentang rencana mereka menyeret Jelena ke penjara. Mengenai Jelena, semalam Gienka sudah mendapatkan informasi lengkapnya tentang dia dan keluarganya. Dan Axel juga ternyata sudah mendapatkan rekaman cctv dari tempat pesta waktunitu dimana disana merekam aktifitas dari orang-orang yang tengah berlalu lalang di lorong toilet berada. Bukti rekam medis Kyra juga ada, bahkan Gienka diam-diam mempotret luka yang dialami oleh Kyra. Itu dilakukan Gienka memang untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Kyra berubah pikiran dan melaporkan Jelena. Gienka bersyukur karena ternyata itu berguna juga sekarang.
Bel rumah berbunyi, disaat yang bersamaan, Kyra turun dari tangga dan berlari ke arah pintu untuk membukanya. Kyra tersenyum sekaligus terkejut melihat Gienka datang bersama dengan Axel. Tetapi dengan ramah dia menyapa keduanya dan mempersilahkan untuk masuk.
Axel senang sekali bisa bertemu dengan Kyra lagi setelah sekian lama. Tetapi dia memilih untuk tidak lagi menyukai Kyra karena dia merasa Kyra terlalu sempurna.
Lamunan Axel teralihkan ketika melihat Kyros dan Cahya keluar dari ruang kerja diikuti dengan Aditya di belakangnya.
Kyros langsung mengenalkan Axel pada Aditya tetapi saat itu juga Aditya dibuat terkejut dengan kehadiran Axel. "Axel? Jadi kau yang sudah menolong putriku???" Ucap Aditya.
"Apap mengenalnya???" Tanya Kyros.
"Tentu saja, dia ini Axel Leonard pemain tim sepak bola kita, dia pemain hebat itu sebabnya ketika ada yang merekomendasikannya untuk merekrut pemain luar dan melihat semua prestasi nya Apap membelinya untuk menambah kekuatan di tim kita!"
Aditya tersenyum, menyalaminya dan memeluknya. "Senang sekali bisa bertemu denganmu untuk pertama kalinya, padahal beberapa hari ke depan aku ingin mengajak anak-anakku untuk datang dan berkenalan dengan seluruh pemain termasuk dirimu! Terima kasih kau sudah membantu putriku ketika kemarin dia mengalami kecelakaan! Aku berhutang budi padamu"
Axel tersenyum. "Sama-sama Pak... Itu sudah jadi tugas kita untuk saling membantu, dan aku juga terkejut ketika mengetahui bahwa Kyra adalah putri bapak..!"
"Ya .... Kyra adalah putriku, dan nanti juga dia yang akan menjadi direktur bagian keuangan di klub sepak bola kita, kalian nanti akan sering bertemu sepertinya karena dia juga aku tugaskan untuk mengawasi keseluruhan dari management yang ada! Aku berpikir bahwa sepertinya kalian juga sudah berteman baik setelah kejadian itu? Aku senang sekali" Ucap Aditya.
Axel hanya mengangguk dan tersenyum. Dia sama sekali tidak menyangka jika Kyra yang akan mengurus tim sepak bola milik Papanya, karena Axel berpikir bahwa Aditya sendiri lah yang akan mengursnya tetapi ternyata dilemparkan pada Kyra. Sementara itu Gienka juga tidak menyangka jika hal seperti ini terjadi. Fakta Axel yang ternyata akan membela klub sepak bola milik calon mertuanya membuatnya sama sekali tidak menyangka.