I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 341



2 minggu kemudian....


Sejak semalam, Gienka sudah mulai merasa mulas-mulas, Kyros dan kekuarganya segera membawanya ke rumah sakit. Geinka terus merintih menahan rasa sakit yang dirasakannya tetapi pembukaannya tidak juga bertambah. Kyros selalu memegang erat tangan istrinya itu dan tidak mau melepaskannya. Sejak kepulangannya, Kyros benar-benar menghabiskan seluruh waktunya untuk bersama dengan Gienka dalam kondisi apapun, bahkan bisa dibilang Kyros juga tidak bisa tidur dengan nyaman. Saat malam dia akan sibuk dengan laptopnya tetapi tetap memantau Gienka yang sedang terlelap, karena ternyata setiap malam Gienka sering meminta minum, atau terkadang juga merasa lapar, sehingga Kyros harus mengupaskan buah-bahan untuk mengganjal perut Gienka.


Sudah terlalu lama dia meninggalkan istrinya, dan saat ini adalah saat yang tepat untuk memanjakannya, menuruti semua keinginannya. Kyros benar-benar mengabdikan dirinya hanya untuk Gienka dan calon bayi mereka.


Gienka terus merintih kesakitan, membuat Kyros tidak tega melihatnya. Ini sudah hampir 20 jam tetapi tidak ada tanda-tanda bayinya akan keluar. Kyros benar-benar tidak kuat melihat istrinya tersiksa seperti ini. Kyros berdiskusi dengan Cahya serta Elea dan Maysa bahwa lebih baik Gienka melakukan operasi sesar saja. Gienka sudah terlalu lama kesakitan. Setelah melakukan pertimbangan dengan keluarga, dan Arindah selaku dokter yang selama ini di percayai oleh Gienka untuk memeriksa kandungan Gienka sejak awal, juga Kyros berhasil membujuk Gienka. Tindakan operasi sesar pun di ambil. Walaupun sejak awal Gienka ingin sekali lahiran secara normal, tetapi Gienka memang kesakitan sekali, dan dia juga tidak bisa menelan apapun termasuk air, hingga sepertinya tenaga sudah terkuras habis lebih dulu.


Akhirnya segala persiapan yang di butuhkan di siapkan untuk di lakukannya operasi pada Gienka. Kyros di ijinkan untuk masuk menemani Gienka. Hanya Kyros saja yang boleh masuk sehingga yang lainnya menunggu di depan. Kyros masuk ke dalam ruang operasi dan menemani Gienka.


★★★


Annora Galexia Sahasya, akhirnya lahir dengan selamat lewat operasi sesar. Tangisan begitu keras hingga memekikkan telinga. Bayi itu lahir cukup besar dengan berat 3.1 kg. Wajahnya begitu putih, dengan rambut lurus berwarna cokelat seperti rambut Ayahnya. Matanya begitu cantik berwarna abu-abu seperti mata Kyros tetapi wajahnya seperti Gienka. Dokter mengangkatnya dan langsung membersihkannya sebelum nanti diberikan pada Kyros untuk di adzankan kemudian diberikan kepada Gienka.


Kyros dan Gienka sebelumnya sudah menyiapkan nama yang cantik untuk putri mereka. Annora diambil dari nama awal Gienka yang memiliki arti Cahaya, sementara Galexia adalah nama pilihan Kyros yang berarti Galaksi, dan Sahasya tentu diambil dari nama keluarga Kyros yang artinya kuat. Nama itu tentu memiliki pengharapan yang besar untuk Kyros dan Gienka, sehingga kelak Lexia bisa menjadi perempuan yang bersinar seperti galaksi yang kuat.


Kyros terus menciumi kening Gienka dan tidak berhenti mengucap syukur kepada Tuhan karena istri dan bayinya selamat. Gienka masih dalam pengaruh bius hingga dia masih belum sepenuhnya sadar dan hanya menatap Kyros yang menangis diatasnya.


Setelah Baby Lexia di bersihkan, perawat memberikannya pada Kyros dan masih dalam perasaan terharu, Kyros mencoba melantunkan adzan ditelinga putrinya untuk pertama kalinya dengan suara bergetar menahan tangis penuh haru. Setelahnya dia kembali memberikan pada perawat. Sebelum pergi keluar dari ruang operasi, Kyros tidak lupa mencium kening Gienka. Meminta istrinya menunggu karena harus di bereskan setelah melakukan operasi sebelum di pindah ke ruang perawatan biasa.


Kyros pergi keluar ruang operasi dan memeluk Amamnya sambil menangis tersedu-sedu. Dia sudah menjadi seorang Ayah, dan putrinya sangatlah cantik seperti Gienka. Semua orang terlihat bahagia dan saling memeluk satu sama lain. Elea dan Maysa saling berpelukan, mereka akhirnya menjadi seorang nenek untuk pertama kali nya. Begitu juga dengan Ariel dan Danist, kebahagiaan yang tidak terkira. Sedangkan Kyros kini berganti memeluk Apapnya, meluapkan segala kebahagiaannya.


Perawat mengurus Gienka dan bayinya sampai benar-benar selesai. Baby Lexia sudah di bersihkan, saatnya membawanya pada Gienka yang juga sudah selesai di urus oleh dokter dan perawat. Bayi cantik itu langsung diletakkan di dada Gienka agar bisa mencari sendiri putiing ibunya dan dengan cepat, Baby Lexia menghisapnya.


★★★


Beberapa hari kemudian, akhirnya Gienka dan Baby Lexia sudah boleh di bawa pulang. Box bayi berwarna pink sudah siap disebelah tempat tidur orangtuanya. Semua saling bergantian untuk menggendongnya. Kyra juga merasa senang sekali memiliki keponakan yang super cantik dan menggemaskan.


"Astaga, dia benar-benar cantik, pipinya menggemaskan sekali...!" Gumam Kyra.


Kyros dan Gienka tersenyum. "Athan sudah besar, seharusnya kau dan Axel sudah mulai membuatkannya adik!" Ucap Kyros.


"Kami selalu melakukannya setiap malam, tapi belum berniat menjadikannya seorang bayi hahahaha.... Nanti dulu lah....!" Sahut Kyra.


Kyros, Gienka dan Axel tertawa. Inilah kebahagiaan yang sebenarnya dalam sebuah keluarga, kehadiran seorang anak selalu membuat suasana semakin istimewa. Kyros tidak berhenti bersyukur karena akhirnya Tuhan memberikannya dan Gienka seorang putri yang begitu manis dan menggemaskan. Kebahagiaannya dan Gienka semakin bertambah. Dan Kyros berjanji bahwa dia akan selalu berusaha menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk istri dan anaknya.


"Sudah waktu nya dia mandi untuk pertama kali nya.." Ucap Kyra.


Kyros tersenyum. "Ya, apa sudah siap?"


"Amam sedang menyiapkan nya, aku akan membawa nya ke luar.."


"Ya, bawa dulu, aku dan Gienka akan menyusul.."


Kyra dan Axel membawa Baby Lexia keluar dari kamar Kyros dan Gienka menuju rooftop yang lebih luas. Ada sudut yang sejuk disana dan biasa di gunakan untuk bersantai dengan keluarga. Tidak panas karena ada atap otomatis yang bisa di buka tutup.


Sementara itu Kyros memeluk Gienka. "Terima kasih sayang, kehadiranmu di hidupku itu adalah anugerah yang selalu setiap saat aku syukuri, dan sekarang kau juga memberiku hadiah yang lebih luar biasa lagi, kau memberiku bayi yang cantik seperti dirimu, bahkan kecantikan kalian berdua mengalahkan kecantikan luar angkasa yang sering aku lihat, terima kasih, aku sangat mencintaimu....!" Ungkap Kyros dengan penuh kebahagiaan.


"Aku juga mencintaimu, terima kasih karena kau juga selalu menghujaniku dengan cinta disetiap waktu...!" Gienka membalas pelukan Kyros.


"Ayo, aku bantu, kau pasti ingin melihat bayi kita di mandikan untuk pertama kali nya kan???" Kyros membantu Gienka berdiri dari tempat tidur. Kemudian memegang istrinya dan berjalan pelan. Tiba-tiba Kyros terkekeh.


"Kenapa???" Tanya Gienka.


"Aku jadi ingat saat pertama kali aku baru turun ke bumi, aku tidak bisa berjalan dan harus di papah oleh dua orang,itu pun aku hampir jatuh berkali-kali, rasanya kakiku kaku sekali, aku seperti anak bayi yang baru belajar berjalan.." Jawab Kyros.


"Lucu katamu??? Hahaha kau ini ada-ada saja.."


Sampai lah mereka di luar. Sudah ada Cahya yang bersiap dengan bak mandi juga air hangat untuk memandikan baby Lexia. Elea dengan hati-hati melepaskan pakaian Baby Lexia di bantu Maysa. Kemudian di berikan kepada Cahya.


Dengan hati-hati, baby Lexia di letakan di bak mandi dengan di tahan oleh lengan Cahya. Dengan memegang sebuah spons khusus, Cahya meletakkannya di dalam air, laku setelah menyerap air, spons itu di tekan perlahan dan di basuhkan ke kepala baby Lexia. Gienka melihat dengan seksama sambil belajar agar nanti dia bisa memandikan sendiri bayi nya. Sedangkan Kyra justru sibuk dengan ponselnya dan memotret Amam nya yang tengah memandikan baby Lexia.







"Ahhh manis sekali...." Gumam Kyra. "Seperti Athan saat dia pertama kali dimandikan dulu..."


Gienka tersenyum. "Apa Amam dulu melakukan ini saat Kyra dan Kyros pertama kali di mandikan??" Tanya Gienka.


"Sama seperti mu, Akan tidak berani, dan itu hanya di lakukan oleh Oma dan Nenekmu, sekitar satu minggu baru berani melakukannya sendiri, tapi tidak kedua nya, Amam memandikan Kyros pagi nya, sementara Kyra dengan Oma nya, lalu sianganya baru Amam memandikan Kyra, bergantian dengan Kyros.." Jawab Cahya.


"Pasti sedikit repot ya Mam, karena harus mengurus dua bayi sekaligus??" Tanya Gienka lagi.


"Ya, awalnya tentu kerepotan, tetapi Amam merasa beruntung karena Apap mu membantu dengan sangat baik saat malam hari, begadang, dan bahkan hanya sedikit tidn tidur, karena kalau salah satu ada yang menangis, maka satu nya lagi juga akan menangis karena terganggu, dan kami akan bekerja sama untuk menenangkan mereka berdua.." Ujar Cahya. "Semua akan merasakan masa seperti itu.."


Gienka kembali tersenyum. "Kami semua beruntung memiliki orang tua seperti kalian, dan membuat kami harus semangat juga untuk jadi orang tua yang baik untuk anak-anak kami.." Gumam nya.


Sampai akhirnya Baby Lexia sudah selesai di mandikan. Tetapi bayi itu justru menangis dengan kencang. "Mungkin dia lapar???" Ucap Cahya sambil mengelap tubuh cucu nya dengan handuk. "Gienka sayang, kau coba suusui dulu, supaya dia diam dan baru pakai kan pakaiannya.." Perintah Cahya.


"Iya Mam.."


Di bantu Kyros Gienka membawa baby Lexia ke kamar mereka. Gienka duduk di atas tempat tidur bertumpu tumpukan dua bantal dan menyusuui baby Lexia yang masih teIanjang. Kyros kemudian mengambilkan selimut untuk menghangatkan tubuh bayinya itu. Gienka pun menyusuui nya. Tangisan Baby Lexia juga langsung berhenti. Dan tidak butuh waktu lama justru mata indah bayi itu terpejam. Baby Lexi justru memilih tidur di pelukan Gienka sambil menyuusu.



Kyros duduk di kursi di sebelah tempat tidur dan tersenyum memandangi Gienka menyuusui bayi nya. Sangat mengagumkan. Bayi nya sangat sehat, menggemaskan dan begitu lucu. Perpaduan antara dirinya dan juga Gienka. Tidak ada kata yang bisa Kyros ungkapkan selain bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepadanya saat ini. Istri dan bayi nya yang begitu luar biasa. Hadiah yang sudah di tunggu nya selama bertahun-tahun akhirnya hadir juga.


"Sayang...??" Panggil Gienka membuyarkan lamunan Kyros.


"Ya????" Jawab Kyros.


"Lexia sudah pulas dan kenyang, letakkan dia di box bayi nya, sekaligus pasangkan diapers nya, takutnya dia mengompol.." Pinta Gienka.


"Ya, sini berikan padaku.!" Kyros menerima Lexia dan membaringkannya di box bayi nya. Kyros juga bergegas mengambilkan popok dan dengan pelan memasang kan nya pada Baby Lexia. Hanya popok saja dan membjarkan bayi itu tidur dalam keadaan tidak berpakaian. Kemudian Kyros menutup tubuuh bayinya itu dengan selimut lembut agar Baby Lexia tidur dengan nyaman dan hangat.


Sangat cantik, menggemaskan dan begitu lucu. Kyros tidak bisa berhenti mengagumi putri kecilnya itu dalam hati.


"Besok jadi??" Tanya Gienka. Dia menanyakan mengenai pemotretan baby Lexia.


"Jadi dong, fotografer nya akan kesini membawa semua peralatan nya untuk memotret bayi kita uang cantik inj.." Jawab Kyros.