
Beberapa hari kemudian.....
Kyra berjalan mondar-mandir dengan perasaan gelisah, Gienka ada di sampingnya dan mencoba menenangkan sahabatnya itu. Beberapa menit lagi akad akan di mulai. Kyra merasa gugup dan takut jika Axel salah dalam berucap saat akad nanti.
Hari ini adalah hari yang sudah di tunggu Kyra. Hari dimana dia akan menikah dengan Axel. Dan beberapa menit lagi akad akan di mulai. Kyra akan melihat Axel mengucapkan ijab kabul melalui televisi yang sudah tersambung dengan kamera yang ada di bagian luar villa, tempat dimana ijab kabul di lakukan. Kyra akan menyaksikan Axel dari dalam dan baru akan keluar ketika Axel selesai mengucapkan ijab kabul.
Sudah beberapa hari, Kyra selalu tidur larut. Banyak hal yang mengganggu pikirannya Banyak ketakutan juga yang mendera nya dimana dia takut Axel salah berucap, atau Axel gagal mengucapkan ijab kabul. Apalagi nanti Apap Kyra sendiri yang akan menikahkannya.
Kyra juga sedih saat dia diberi tahu jika Celia meninggal dunia. Dan juga sempat terjadi ketegangan di pemakaman Celia. Dimana Cyntia menyalahkan Axel atas apa yang terjadi pada Celia. Kyra cemas dan takut Axel akan terpengaruh dengan hal itu. Itu terbukti, setelah kejadian siang itu, Kyra di beritahu oleh Lexy jika Axel terlihat murung saat perjalanan pulang dan mengunci diri di kamar untuk beberapa saat. Kyra sangat khawatir Axel nanti akan tidak fokus saat acara pernikahan. Kekhawatiran Kyra itu membuat Kyros, Gienka dan Louis akhirnya menemui Axel saat malam hari nya, dan mengajak Axel berbicara. Beruntungnya itu berhasil dan Axel tidak lagi menyalahkan dirinya.
Kepergian Celia yang mendadak itu tentu membuat semua orang terkejut di tambah lagi dengan kekacauan yang di ciptakan Cyntia. Entah terbuat dari apa hati dan otak wanita itu. Tidak ada penyesalan dengan perbuatannya terhadap Celia dan malah melempar kesalahan pada orang lain. Semua orang berharap Cyntia bisa mendapatkan hukuman yang setimlal atas perbuatannya dan Celia bisa mendapat kan tempat yang terbaik di sisi Tuhan.
"Ra....!!!??? Kau ini kenapa berjalan mondar-mandir seperti itu???? Nanti malem up nya luntur, jelek, lihatlah kau berkeringat... " Ucap Gienka.
"Aku takut Axel salah ucap... " Jawab Kyra.
Gienka mengernyit. "Kenapa kau yang panik??? Kalau salah ucap ya di ulangi lagi... Lagipula yang seharusnya panik itu Axel, bukan kau, sekarang duduk, dan tenanglah... Acara akan di mulai... "
Kyra mengangguk dan duduk di sebelah Gienka. Mereka berdua menatap layar televisi yang merekam suasana di meja yang akan di gunakan untuk akad nikah. Tampak Aditya juga sudah duduk bersama penguhulu dan saksi. Tak lama, Axel datang bersama Papa nya. Axel duduk dan berhadapan langsung dengan Aditya.
Untuk beberapa saat, terlihat Axel menarik napasnya dalam-dalam lalu menghela nya. Ada sedikit obrolan di meja itu, kemudian penghulu memulai acara nya.
Axel menggenggam tangan Aditya dengan kuat. Aditya pun memilih untuk menikahkan sendiri Kyra tanpa menggunakan wali hakim. Karena itu sebagai tanda bahwa Axel akan mengucapkan janji kepada nya sebagai Ayah dari Kyra yang akan menyerahkan putri kesayangan nya itu pada Axel. Dan janji yang akan di ucapkan Axel saat ini tentu harus di tepati yaitu menjaga dan menghormati Kyra sebagai seorang istri.
Aditya langsung menikahkan Axel dengan Kyra, dia menyebut nama Axel dengan lengkap beserta nama Papa Axel di ikuti dengan menyebut nama lengkap Kyra juga namanya sendiri sebagai ayah kandung dan wali Kyra. Dan Aditya juga menyebutkan mas kawin yang akan di berikan Axel kepada putrinya.
"Saya Terima nikahnya Kyra Aditya Sahasya binti Armand Aditya Sahasya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai..!!" Ucap Axel mantap dengan satu tarikan napas. Menandai bahwa dia telah menerima Kyra sebagai istrinya. Saksi dan para tamu undangan serempak mengucapkan kata Sah di lanjutkan dengan ucapan syukur kepada Tuhan atas kelancaran ijab kabul ini. Dan detik ini juga Kyra sudah sah menjadi istri Axel.
Gienka berteriak dan langsung memeluk Kyra. "Ahhhh salahh... lancar...!!" Seru nya, sedangkan Kyra tidak berhenti mengucap syukur dan dia menahan air mata nya agar tidak jatuh.
Semua orang menadahkan tangan berdoa untuk kedua pengantin. Setelahnya Cahya masuk untuk menjemput Kyra. Di dampingi Gienka, Kyra pun keluar dari dalam villa dan berjalan menghampiri Axel yang sudah menunggu nya.
Untuk sesaat, Axel di buat terpana saat melihat Kyra berjalan menghampiri nya. Kyra sudah cantik tetapi saat ini kecantikannya bertambah berkali-kali lipat. Axel merasa lega sekali karena dia berhasil mengucapkan ijab kabul hanya satu kali dan tidak mengulangi nya. Dia penar-benar merasa nervous apalagi dia langsung berhadapan dengan Aditya yang adalah Ayah Kyra yang bertindak untuk menikahkan sendiri, tetapi Axel berusaha menguatkan hati. Dan meminta pada Tuhan agar di beri kelancaran.
Cahya dan Gienka mengantar Kyra pada Axel, dan riuh reputasi tangan dari tamu undangan. Kyra mencium tangan Axel untuk pertama kali nya setelah menjadi suami istri. Kemudian duduk lagi dan menandatangani beberapa berkas termasuk surat nikah kedua nya.
Setelah prosesi ijab kabul selesai, waktunya untuk menyalami keluarga dan para sahabat yang datang. Untuk acara kali ini memang hanya di hadiri oleh keluarga besar dan sahabat dekat. Sedangkan untuk acara resepsi nanti malam tentu akan banyak sekali yang datang, selain keluarga dan sahabat, ada teman juga rekanan bisnis Aditya dan Kyra juga dari kolega orang tua Axel dan teman-teman Axel.
★★★★★★
Kyra keluar bersama dengan Axel. Kyra melingkarkan lengannya di lengan Axel dan berjalan menuju ke altar pernikahan yang memiliki baground laut lepas dengan iringan tepuk tangan dari seluruh tamu undangan yang datang. Kyra terlihat sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun berwarna oranye muda, gaun dengan potongan pendek dibagian depan dan memiliki ekor cukup panjang di bagian belakang membuat Kyra semakin terlihat elegan. Sementara Axel memakai tuksedo dengan warna senada dan celana model selutut. Mereka berjalan beriringan, sangat serasi dan senyumnya tidak hilang dari wajah mereka berdua.
Acara akad nikah sudah dilaksanakan pagi tadi dengan sangat sakral dan penuh kekhidmatan. Dan mahar yang diminta Kyra juga sangat sederhana yaitu hanya uang sebesar 333.333 rupiah saja. Angka 3 dipilih karena Kyra dan Axel lahir di tanggal tiga, pertama bertemu juga di tanggal tiga, dan pernikahan ini juga dilaksanakan di tanggal 3 bulan 3. Semua serba 3, membuat angka itu menjadi sangat spesial bagi keduanya.
Kebahagiaan yang dirasakan oleh Axel dan Kyra juga dirasakan oleh seluruh tamu undangan yang hadir, bahkan mereka semua memakai pakaian warna senada sesuai dengan yang tertulis di undangan, yaitu warna putih. Sementara pengantin memilih warna yang berbeda dari tamu undangannya yaitu warna oranye yang menjadi warna kesukaan dari Kyra.
Kyros dan Gienka berdiri berpelukan menatap kedua mempelai yang terlihat begitu bahagia di depan. "Aku jadi ingin menikah lagi seperti itu....!" Gumam Kyros.
Gienka langsung menoleh dan melepaskan pelukan suaminya. "Owh jadi kau ingin menikah lagi...!!!???"
Kyros langsung tersadar dengan ucapannya yang salah. "Bukan begitu hahaha maksudku kita bisa menikah kembali dengan suasana seperti ini, pernikahan pantai...! Bukan aku mau menikah lagi dengan orang lain... Bukan begitu maksudnya..." Kyros mencoba memperbaiki ucapannya.
"Alasan....! Awas saja kalau kau berani melakukannya, kau milikku, kau suami sexy ku yang luar biasa, dan aku sangat mencintaimu...!
Kyros terkekeh dan kembali membawa Gienka dalam pelukannya. "Kau juga istriku yang cantik dan sexy, aku juga sangat mencintaimu... Oh iya... Apa kau ingat bahwa di tempat ini dulu pertama kalinya aku mengajakmu menikah?" Tanya Kyros.
Gienka tersenyum, menyandarkan kepalanya di dada Kyros. "Tentu saja aku ingat...! Di gazebo itu kau mengucapkan janji mu padaku... "
"Hmmmm jadi bukan Kyra dan Axel yang seharusnya berdiri diaana tetapi kita berdua, kau mau aku mengusir mereka?"
Gienka tertawa. "Dan Axel akan langsung menendangmu sampai ke laut jika kau melakukannya...! Hahaha"
Suasana sudah begitu nyaman dan menyenangkan jadi sangat tidak baik jika harus membahas hal yang tidak penting seperti Camilla. Kyros tidak peduli apakah Camilla masih berada di apartemen itu atau tidak, dan dia lebih suka menikmati kebersamaannya dengan istrinya, juga pekerjaannya dibanding harus memikirkan hal lain.
Elea tersenyum bahagia mendapati Gienka sedang tertawa bahagia bersama dengan Kyros. Putri semata wayangnya itu sudah hidup berbahagia dengan suaminya. Elea merasa bangga sekali Gienka sudah berusaha menjadi istri yang baik. Sudah banyak sekali kesulitan yang dulu dihadapinya ketika mengandung Gienka bahkan sampai Gienka lahir kesulitan yang dihadapinya masih saja terus ada. Butuh perjuangan dan perjalanan panjang sampai akhirnya Ariel mau berdamai dengan keadaan dan mereka bersama-sama melakukan yang terbaik untuk Gienka.
Drama di keluarga mereka begitu pelik hingga terkadang sampai saat ini Elea masih enggan untuk mempercayainya, tetapi memang itulah kenyataannya. Dan pada akhirnya semua kesulitan dan rumitnya masalah itu bisa berakhir dengan baik, semua adalah demi Gienka. Itu sebabnya Elea selalu berdoa pada Tuhan agar jangan sampai Gienka mengalami hal yang sulit seperti apa yang dulu sudah dia alami, bagi Elea cukup dirinya saja jangan sampai anak-anaknya juga mengalami hal serupa. Elea bersyukur Kyros menjadi menantunya dan bisa memberikan kebahagiaan untuk Gienka nya yang tersayang.
Geffie berkumpul dengan Phoebe, Lexy, Sanne, Niall, Friddie dan juga Vineet serta Naufal. Mereka tampak berbincang satu sama lain dengan perasaan yang begitu bahagia seperti yang saat ini di rasakan oleh Kyra dan Axel.
Vineet mengikuti pinggang kakak nya. "You've been so focused on the scenery here, it's beautiful, isn't it???" Tanya nya pada kakaknya itu. Naufal sejak acara tadi sore, tampak fokus melihat suasana dan pemandangan di tempat ini.
Naufal tersenyum dan mengangguk "Yes, very beautiful and very nice place.."
"In the past Uncle Vitto and aunt Rana also got married here, including Niall's parents, Uncle Adri and aunt Chika ... Mama said that she once invited you here to attend Uncle Vitto and Aunty Rana's wedding..." Vineet menjelaskan jika tempat ini dulu juga di gunakan oleh om dan tante nya yaitu Vitto dan Rana menikah. Termasuk orang tua Niall yaitu Om Adri dan Tante Chika. Dulu Mama nya juga pernah membawa Naufal kesini saat menghadiri pernikahan orang tua Sanne.
"Oh yeah??? Too bad I can't remember..." Ucap Naufal. Dia tidak ingat jika pernah kesini.
Vineet tersenyum. "Of course you don't, you were only 2 years old then. . There were many others too, usually rented out to Aditya's friends, for weddings too... " Tentu saja kakaknya tidak mengingatnya karena saat itu kakaknya masih berusia dua tahun. Dan tempat ini juga banyak di sewa oleh kolega orang tua Kyra dan Kyros sebagai tempat untuk melangsung berbagai acara seperti pernikahan dan lainnya.
"It's natural, because it's very beautiful, and suitable for such events..." Naufal setuju, karena tempatnya sangat bagus sekali. Natural, pemandangannya luar biasa sehingga cocok untuk di jadikan tempat dari suatu acara seperti ini.
"This place is still maintained, not much has been changed since the old days, and is well maintained..." Sahut Sanne. Tempat ini tidak banyak berubah dan selalu di pertahankan seperti ini. Di rawat dengan sangat baik sehingga selalu nyaman untuk di tempati dan di gunakan untuk menginao dan berlibur
"Maybe Naufal will want to get married here too, hahaha.." Sela Friddie sambil tertawa
"Yes, you should get married here later..." Lexy menimpali. Dan Naufal hanya tersenyum.
Phoebe memegang lengan kakaknya dan menunjukkan ke arah seseorang yang sedang berdiri sendirian memandangi kedua mempelai yang sedang sibuk menyalami para tamu. Phoebe meminta agar kakaknya mendekati lelaki itu.
Zayan memegang sebuah gelas berisi champagne dan menatap kebahagiaan yang ada di wajah Kyra dan Axel dari jauh. Melihat Zayan sendiri, Louis pun mendekatinya, dan berdiri tepat di sampingnya. "Apa kau masih mencintainya???" Tanya Louis pada Zayan.
Zayan menoleh, tersenyum kemudian menggelengkan kepala. "Aku sudah menyakitinya begitu dalam, dan dia sekarang mendapatkan kebahagiaan lebih dulu daripadaku, dia sudah menemukan orang yang benar-benar mencintainya, dan aku merasa dikhianati oleh Jelena, the real karma for me...!" Gumam Zayan sambil terkekeh.
"Yang menyakitkan harus segera dilupakan dan mengejar yang baik dan jangan melakukan kesalahan yang sama, its so simple! Yang penting jangan pernah merusak kebahagiaan orang lain untuk mengikuti ego kita, sudah pasti itu salah...!"
"Kau benar Lou...! Ketika aku tahu Kyra akan menikah aku sedih sebenarnya tetapi kemudian aku sadar bahwa itu salahku sendiri yang sudah meninggalkannya padahal dia dulu sangat mencintaiku, tapi semua ini terjadi pasti ada campur tangan tuhan jadi kita hanya bisa mengikutinya saja sambil berusaha...!" Zayan mengangkat gelasnya dan mengajak Louis untuk mengetukkan gelas yang mereka pegang dan mengatakan Cheers secara bersamaan.
"Kau ikhlas dengan semua ini???" Tanya Louis.
"Tentu saja...! Kyra gadis yang baik, terhormat dan penuh kembutan, dia sangat pantas mendapaatkan kebahagiaannya...!"
"Inilah yang di namakan Gentleman...!" Puji Louis pada Zayan.
"Menangis lagi...??? Kau ini!" Protes Aditya pada Cahya yang ada disebelahnya, kemudian dengan cepat dia menyeka airmata istrinya itu.
"Aku menangis bukan karena sedih tapi karena bahagia...!"
"Bahagia itu tertawa, tersenyum dan lain sebagainya bukan menangis...!" Protes Aditya lagi kemudian memeluk istrinya.
"Putri kecil kita sekarang sudah menikah, waktu terasa begitu cepat sekali, rasanya seperti baru kemarin menggendongnya, menciuminya dengan gemas tetapi lihatlah dia disana sekarang, wajah dan senyum cantiknya itu sekarang bukan lagi menjadi milik kita melainkan milik suaminya...!"
"Kau benar.... Tetapi dia tetap Kyra kita yang cantik dan manis!" Aditya mempererat pelukannya pada Cahya.
Aditya dan Cahya merasa sangat terharu dan tidak berhenti bersyukur dengan apa yang terjadi saat ini. Kedua anak kebanggaannya itu telah tumbuh menjadi anak-anak yang dewasa, cerdas, bertanggung jawab dan hatinya dipenuhi dengan cinta dan kebaikan. Kyra dan Kyros menjalankan semua ajaran baik yang dia dan Cahya ajarkan selama ini, sehingga mereka tumbuh menjadi orang yang luar biasa.
Aditya dan Cahya selama ini sudah banyak sekali melewati pahit, manis, dan getirnya kehidupan, tangis, tawa, kehilangan, kepedihan serta perjuangan untuk mempertahankan cinta mereka. Perjalanan panjang yang penuh duri itu bisa mereka lewati dengan sangat baik selama ini. Kedua bayi kecil yang menggemaskan itu juga sudah tumbuh dewasa dan memiliki kehidupan yang baru. Sebagai orangtua, Cahya dan Aditya hanya selalu berharap agar anak-anaknya bisa hidup bahagia dan dipenuhi oleh cinta serta dijauhkan dari segala macam hal buruk dan juga dijauhkan dari orang-orang yang berniat jahat.
Hanya ada satu cara untuk mengalahkan kejahatan, keburukan, rasa dengki, kebencian, rasa keras hati dan kemarahan yaitu hanya dengan CINTA.