I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 88



"Diamlah Lou...!!" Protes Zayan. "Nanti Kyra mendengarnya...!"


Louis masih terkekeh. "Kau belum menjawab pertanyaanku Zay??? Kau menyukai Kyra ya???" Tanya Louis lagi.


"Sudah sejak lama sebenarnya tetapi memang sulit mendekati Kyra...!" Ucap Zayan dengan suara pelan.


Louis tertawa terbahak-bahak hingga membuat sahabat-sahabatnya meboleh ke arahnya. Zayan pun lekas memelototi Louis dan meminta agar berhenti tertawa, takut Kyra dan Kyros curiga. "Lou... Diamlah... Bukankah sudah aku bilang jangan membuat Kyra ataupun Kyros dan yang lainnya curiga... Kau ini...!" Protes Zayan.


"Oke Oke.... Hahaha... Kalau kau memang menyukai nya, kau pasti tahu siapa yang harus kau hadapi??? Iya kan???"


Zayan mengangguk. "Aku tahu Lou... Ky juga sangat protektif dalam mengawasi Kyra meskipun dia jarang ada disini, dan untuk bisa mendekati Kyra memang harus bisa dekat dengan Kyros, tetapi please jangan katakan hal ini kepada siapapun tentang aku yang menyukai Kyra, please ya Lou??? Please..." Zayan memasang wajah memelas berharap Louis mau mengerti nya dan tidak mengungkapkan hal ini pada siapapun, menjadikan ini rahasia mereka berdua.


"Iya... Iya... Aku tidak akan memberitahu siapapun... Berjuanglah untuk cintamu... Meskipun terlihat cuek dan diam, tetali Kyra sangat baik untukaku bangga sekali jika kau bisa mendalatkannya...!" Ujar Louis.


"Aku sepertinya akan meminta bantuan Kyros juga untuk bisa dekat dengan Kyra, seperti katamu bahwa harus ada lampu hijau dari si Raja..!"


"Itu memang benar Zay, tetapi kau jangan sampai memanfaatkan Ky untuk rencana mu itu, jika aku melihat ada niat busuk dibik obsesimu pada Kyra awas saja kau...!" Ancam Louis.


"Aku mengerti maksudmu... Aku tidak pernah bermain-main soal hati...!"


"I trust you...!" Gumam Louis.


****


Kyros dan sahabat-sahabat nya turun dari mobil, mereka sampai di salah satu Villa milik Papa Gienka. Villa mewah itu memiliki dua lantai serta kolam renang pribadi. Pembagian kamar sudah di lakukan dimana para gadis akan menempati dua kamar di lantai dua, sedangkan para lelaki akan menempati kamar di lantai satu. Hari ini mereka akan menginap di villa sebelum besok pergi untuk berlayar dengan yacht selama beberapa hari menikmati keindahan laut serta pulau-pulau yang cantik dan juga betglunjung ke pulau yang terkenal dengan hewan purba yang sampai saat ini masih ada dan hanya hidup di pulau itu.


Para laki-laki menurunkan koper dari bagasi mobil dan para gadis menunggu koper mereka di keluarkan. Kali ini Zayan ternyata yang menurunkan koper milik Kyra. Koper itu cukup berat membuat Zayan tersenyum tipis tetapi lekas memberikannya pada sang empu nya.


"Thanks...!" Ucap Kyra pelan, Zayan hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala nya tetapi merasa bahagia luar biasa.


Sampai kemudian semua sibuk dengan kopernya masing-masing dan mereka akan membawa masuk ke kamar. Kyra menarik kopernya perlahan dan ketika sampai di lantai villa yang sedikit tinggi beberapa centi, Kyra harus mengangkat kopernya, tetapi dia sedikit kewalahan karena kopernya cukuo berat. Melihat itu, Zayan langsung berlari menghampiri Kyra kemudian membantu gadis itu mengangkat kopernya.


"Aku bantu...!" Ujar Zayan yang lekas membantu Kyra menaikkan koper itu ke lantai villa.


"Terima kasih....!" Ucap Kyra lagi setelah tadi Zayan juga membantu nya mengeluarkan koper dari bagasi mobil.


"Aku membawa banyak baju dan cokelat faforitku...!" Jawab Kyra.


"Cokelat???? Kau membawa cokelat??? Kenapa tidak membeli disini saja???"


Kyra tersenyum. "Aku sangat menyukai cokelat dari Swiss, Ky membeli banyak sekali untukku, bahkan ketika stok di rumah habis, Ky akan langsung mengirimkannya, aku selalu membawa itu kemana pun aku pergi, seperti saat ini...!"


"Wow... Kalau tas mu seberat itu, berapa banyak cokelat yang kau bawa???" Tanya Zayan lagi.


"Cukup banyak, sekitar tiga puluhan, sehari aku bisa habis dua sampai tiga bungkus, less sugar jadi aku tidak khawatir untuk mamakannya"


"Hahahaha banyak juga ya???"


Kyra dan Zayan sampai di dalam villa, yang lainnya sepertinya sudah membawa barang mereka ke kamar masing-masing. Karena kamar Kyra ada di lantai dua, Zayan menawarkan diri membawa koper Kyra ke atas karena Kyra pasti akan kesulitan membawa nya menaiki anak tangga ke lantai dua. Kyra sempat menolak tetapi Zayan memaksa dan pada akhirnya Kyra tidak bisa menolaknya, lalu membiarkan Zayan membawa kopernya ke atas.


Kyra mengikuti Zayan di belakangnya, menatap punggung laki-laki yang sedang berusaha membawa koper berat miliknya itu. Selama ini Kyra hanya sekedar tahu Zayan di sekolah sebagai seseorang yang cerdas dan sangat aktif di berbagai kegiatan organisasi di sekolah, dan Zayan jadi salah satu murid kesayangan banyak pengajar disana. Sekedar itu saja yang Kyra tahu, tetapi kesan pertama yang di ambil oleh Kyra terhadap Zayan sepertinya lelaki itu adalah pribadi yang cukup menyenangkan. Entahlah, itu hanya sekedar kesan pertama Kyra, untuk lebih jauhnya Kyra akan melihatnya beberapa hari ini saat Zayan liburan bersamanya dan sahabatnya yang lain.


Sampai di atas, Zayan terlihat ngos-ngosan dan dia mengatur napasnya. Kemudian menurunkan koper Kyra dan menariknya menuju kamar.


"Thankz ya Zay... Kau sudah membantu Kyra, aku baru akan turun untuk membantu nya tetapi ternyata kau zudah membantu nya...!" Ujar Kyros yang baru saja keluar membawakan koper Gienka.


"Its okay Ky...!"


Kyra menghampiri Zayan dan kembali mengucapkan terima kasih atas bantuan lelaki itu. Kyros kemudian menyuruh Kyra agar masuk ke kamar dan beristirahat sebentar, dia dan Zayan juga akan melakukan hal yang sama. Sementara nanti malam mereka akan barbequan di halaman belakang villa di tepi kolam renang.


"Bagaimana Zay, kau menikmati perjalanan kita tadi???" Tanya Kyros pada Zayan, kali ini mereka menuruni tangga untuk ke kamar mereka.


Zayan melempar senyumnya. "Ini pengalaman pertama ku liburan bersama geng kalian, menyenangkan sekali, apalagi mereka semua sangat baik dan juga welcome kepadaku... Awalnya aku sedikit khawatir bahwa kehadiranku akan membuat kalian tidak nyaman, tetapi ternyata tidak... Kalian luar biasa...!" Puji Zayan.


Kyros terkekeh sambil merangkul bahu Zayan. "Kan aku sudah bilang padamu bahwa kau tidak perlu khawatir pergi dengan kami, enjoy saja dan kita nikmati liburan ini dengan hal menyenangkan, jarang-jarang juga aku pergi liburan bersama mereka dan juga kau... Kita have fun disini...! Oke???"


Zayan menganggukkan kepala nya. Ternyata geng Kyros dan sahabat-sahabatnya tidak semenakutkan yang ada di bayangannya. Dia selalu mengira bahwa Kyra, Gienka dan Louis adalah anak-anak yang angkuh dan sulit meberima teman baru karena mereka bertiga selalu terlihat bersama, dan ketiga nya adalah anak dari orang-orang terpandang, dimana orang tua mereka adalah orang-orang yang memiliki kerajaan perusahaan berbagai bidang. Seperti Kyra yang adalah putri dari Armand Aditya Sahasya pemilik HS Enterprise, perusahaan terbesar nomor satu di negera ini, sementara Gienka adalah putri dari Ariel Harsha pemilik Eerma's Group kerajaan bisnis real estate terbaik di negera ini, ratusan hotel terbaik bintang lima dan enam juga berbagai villa, resort serta apartemen terkemuka. Sementara Louis, adalah putra dari Randy Gennadi pewaris tunggal Gennadi Group, perusahaan otomotif yang juga terbesar.


Louis, Kyra dan Gienka sahabat sejak mereka masih bayi dan itu tidak bisa di pisahkan begitu saja. Zayan juga mengakui hal itu, dan ada ketakutan sejak kemarin yang dia rasakan, takut tidak di terima oleh ketiga nya ketika dia memutuskan untuk mengiyakan ajakan Kyros. Tetapi hal baiknya adalah mereka semua menerima nya dengan sangat baik dan tidak menganggapnya berbeda. Meskipun Zayan tahu bahwa orang tua nya juga adalah rekanan bisnis dari orang tua Gienka. Tetapi tentu nya bisnis orang tua nya tidaklah sebesar bisnis orang tua Kyra, Gienka dan Louis yang sudah tidak lagi di ragukan betapa sangat berpengaruh sekali mereka di dunia bisnis.