I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 93



Kyros memandang Zayan dengan tatapan bingung serta berusaha menelaah apa yang saja baru dia dengar. Tetapi tiba-tiba saja Zayan tertawa terbahak-bahak dan meminta maaf kepada Kyros atas pertanyaan konyolnya. "Sorry Ky.... Aku hanya bercanda dan jangan kau masukkan ke hati..."


Kyros mengernyit. "Bercanda????? Tapi dari cara bicaramu sepertinya itu tidak bercanda...!"


Zayan mencoba terus tertawa untuk menutupi kegugupannya meskipun dia benar-benar tidak memungkiri dengan apa yang baru saja dia katakan pada Kyros. Karena kenyataannya memang benar bahwa dia memiliki masalah dengan alat viitalnya yang berukuran kecil. "Tidak Ky... Aku hanya bercanda..."


"Kau serius????" Tanya Kyros lagi.


"Ya...!" Jawab Zayan sambil tersenyum.


Kyros mengangguk-anggukkan kepala nya, mencoba mempercayai ucapan Zayan meskipun tidak sepenuhnya percaya karena apa yang tadi di ungkapkan oleh Zayan seperti benar-benar terjadi. "Oke baiklah...! Bercandamu sangat mengejutkanku hahahha..." Kyros menepuk-nepuk bahu Zayan sambil terkekeh sedangkan Zayan juga hanya membalas dengan senyum.


Di dalam hati, Zayan terus mengutuk dirinya sendiri, mulutnya sudah melewati batad dengan tidak sengaja mengungkapkan apa yang seharusnya menjadi rahasia nya sendiri. Jika sudah seperti ini, Zayan justru merasa bersalah dan niatnya untuk membahas Kyra pada Kyros jadi terpaksa dia urungkan. Jika dia lanjutkan yang ada Kyros justru tidak akan mengijinkannya mendekati Kyra. Ini adalah masalah besar dan sensitif, karena gugup, Zayan justru membuat kesalahan yang sangat fatal, itulah kenapa dia tidak berhenti mengutuk dirinya sendiri dalam hati.


"Bagaimana kuliahmu Zay??? Apakah Toronto membuatmu betah???" Tanya Kyros sambil memakan fish and chips.


"Lumayan, suasa di awal tidak cukupi baik tetapi aku mencoba menikmati nya dan sekarang sudah cukup terbiasa...! Kau sendiri ku dengar sudah pindah kewarganegaraan ya Ky??? Kenapa??? Apa kau sudah terpincut dengan Amerika!???"


Kyros tertawa. "Hahaha tidak Zay bukan begitu, sebenarnya ada hal yang memang memaksaku untuk mengganti kewarganegaraanku, aku ingin melakukan praktek kerja di perusahaan astronomi besar, dan mereka hanya menerima mahasiswa yang berkewarganegaraan Amerika, itu syarat utama nya, ya sudah aku harus merubah identitasku untuk hal itu, suatu kebanggaan bagiku bisa bekerja sama dengan mereka itu impianku sejak lama, jadi aku harus merelakan beberapa hal berat seperti melepaskan kewarganegaraanku..!"


"Apakah selamanya kau akan menetap dan berkewarganegaraan disini??" Tanya Zayan.


Kyros menggelengkan kepala nya. "Keluarga ku ada di Indonesia, aku tetap akan kembali ke mereka, tetapi tentu tidak dalam waktu dekat, kau pasti tahu bahwa aku sangat ingin menjadi astronot tetapi tentu untuk itu aku harus tetap menetap disini, tetapi bukan berarti selamanya, pasti suatu saat aku akan kembali, maybe setelah umurku 50 tahun hahahaha yang jelas setelah pensiun lah...!" Ujar Kyros.


"Sejak dulu tekadmu begitu kuat Ky untuk mewujudkan impianmu, dan tidak semua orang memiliki hal seperti itu, kau benar-benar sepenuh hati...!"


Kyros tersenyum. "Sebagian orang menganggapku aneh dan terlalu berlebihan dengan keinginanku itu, tetapi yang harus dilakukan manusia untuk mendapatkan apa yang di inginkan adalah berdoa dan berusaha, aku memiliki orang tua yang luar biasa dan mereka selalu mendukungku setiap waktu, dan aku ingin membanggakan mereka... Jika pun seandainya aku tidak bisa memenuhi keinginanku menjadi astronot setidaknya aku bisa menjadi astronom, bagiku itu sudah cukup, maybe rejeki ku hanya sampai disitu...!"


Zayan tersenyum, tidak ada yang berubah dari Kyros, sejak dulu sampai saat ini. Temannya ini selalu saja memiliki pandangan yang luar biasa terhadap sesuatu, dia akan menilainya dari sudut pandang yang berbeda dan membuat siapa saja yang mendengarnya ketika berbicara akan terpukau. Dan Kyros juga cerdas di berbagai bidang. Dari cerita Kyra, ternyata Kyros selama ini mendapatkan beasiswa karena prestasi nya. Orang tua Kyros hanya membiayai hidup Kyros saja serta keperluan membeli buku dan lainnya, sedangkan untuk biaya kuliahnya hingga S2 saat ini adalah hasil dari beasiswa yang di terima nya.


"Setidaknya kau sudah berusaha Ky, tetapi aku yakin apapun hasilnya nanti, Om Aditya dan tante Cahya pasti akan bangga denganmu...!"


"I hope so...!" Ungkap Kyros. "Sebenarnya minggu kemarin aku mendapatkan surat panggilan dari N*sa, kampus merekomendasikanku untuk bisa Magang disana selama 2 tahun. Ya, mereka bilang karena hasil dari praktekku juga nilai kelulusanku bagus, jadi mereka memintaku agar aku bisa kembali kesana lagi...!"


Zayan terperangah mendengar itu dari Kyros. "What....??? N*sa??? Kau di minta magang disana?? Astaga Ky.... Itu kesempatan yang luar biasa sekali, kau pasti tidak akan menolaknya kan???"


"Bagaimana aku bisa menolak ya Zay??? Itu adalah salah satu impianku... Tetapi aku belum memberitahu ini kepada keluargaku termasuk Kyra, baru kau saja.. Aku ingin membuat kejutan untuk mereka...!"


"Kau belum memberitahu mereka??? Hahaha lalu kapan kau akan memberitahu mereka???" Tanya Zayan.


"Beberapa hari lagi, disaat ulang tahunku dan Kyra..."


Zayan tertawa. "Kau yang berulang tahun tetapi kau malah yang memberi keluargamu kejutan... Hahaha tetapi sekali lagi aku ucapkan selamat untukmu Ky....!"


"Thanks Zay... Dan tolong jangan beritahu ini kepada siapapun termasuk Kyra...!" Pinta Kyros dan Zayan menganggukkan kepala nya. Zayan berjanji tidak akan memberitahu hal itu pada Kyra.


Malam harinya....


Di tempat lain, Gienka memilih untuk bersantai duduk di kursi belajarnya yang menghadap jendela keluar apartemennya. Tidak lupa dia membawa kopi dan camilan sambil menikmati suasana Boston di malam hari. Kerlap-kerlip lampu kota dan kendaraan yang berlalu lalang adalah hiburan tersendiri bagi Gienka, apalagi saatdia tinggal di lantai paling atas apartemen yaitu lantai enam.


Sementara itu, Kyra juga sudah sampai di apartemennya setelah kembali dari kampus. Dia pulang sendiri tidak bersama dengan Camilla, karena temannya itu sedang ada urusan. Yang artinya Kyra akan sendirian di apartemen. Daripada merasa bosan, dia memilih untuk menghubungi Gienka. Karrna berbeda 2 jam, Gienka seperti nya belum tidur.


"Hai Gie.....!" Kyra langsung menyapa sahabatnya ketika panggilannya langsung di angjat di deringan pertama.


"Hai Ra....!!" Gienka melambaikan tangannya.


"Sedang apa??" Tanya Kyra.


"Kau benar sekali Ra... Hahaha aku malas kemana-mana, kau sendiri sedang apa???" Tanya Gienka balik.


"Aku baru kembali dari kampus, sedang boring juga, malas jalan-jalan...!"


Gienka tertawa. "Inilah yang terjadi ketika kita berpisah... Hahaha...!"


"Kau benar sekali... Aku juga sebenarnya ingin banyak cerita denganmu tetapi kita berjauhan, rindu sekali rasanya...! Gie... Jika kau mau, aku ingin menceritakan sesuatu serta meminta saranmu, tetapi please jangan cerotakan ini pada Ky, oke???"


Gienka mengernyit "Cerita apa Ra??? Dan kenapa Ky tidak boleh tahu???"


"Nanti saja memberotahu dia tetapi untuk sekarang jangan memberitahu nya...!"


"Oke oke tetapi ini masalah apa???" Tanya Gienka.


"Gie...!" Panggil Kyra.


"Ya...! Katakan apa yang ingin ceritakan padaku..??" Pinta Gienka lagi.


"Menurutmu Zayan itu seperti apa???" Tanya Kyra.


Dahi Gienka berkerut. "Zayan???? Kenapa kau bertanya tentang dia padaku???" Tanya Gienka merasa heran.


"Eh... Sebenarnya...??? Aku dan Zayan....???" Gumam Kyra meragu.


Seperti paham, Gienka pun langsung bisa menebak arah pembicaraan Kyra. "Kau dan Zayan??? Apa kalian...??? Pacaran ya???"


"Tidak.... Tidak.... Kami belum pacaran...!" Sela Kyra dengan cepat.


"Belum pacaran??? Artinya pasti akan ke arah sana kan???" Tanya Gienka mencoba memancing Kyra.


Kyra tersenyum malu, wajahnya terlihat merona. "Aku dan Zayan sedang dekat, aku merasa dia menyukai ku tetapi aku tidak tahu kenapa dia belum mengatakannya, dan aku juga butuh pendapatmu tentang dia..." Ujar Kyra.


Mendengar itu, Gienka tertawa. "Kenapa kau bertanya kepadaku tentang Zayan? Kau kan yang sedang dekat dengannya???"


"Kau ini Gie... Aku meminta pendapatmu tentang dia, jika dia nanti menyatakan perasaannya apakah kau setuju jika aku bersama nya!????"


Gienka tersenyum dan dia mengatakan jika cocok-cocok saja Kyra bersama Zayan. Karena yang Gienka tahu Zayan selama ini adalah laki-laki yang baik. Tetapi Gienka sempat berpikir bahwa Kyra dekat dengan teman kampusnya bernama Maxime karena beberapa kali saat dia video call dengan Kyra, Kyra sedang bersama Maxime. Ternyata dugaan Gienka salah, sepertinya Kyra hanya berteman dengan Maxime dan lebih tertarik dengan Zayan.


"Ku pikir kau sedang dekat dengan si Bule tampan itu, ternyata kau malah demat dengan Zayan... Hahahahahha...!" Ejek Gienka.


"Bule??? Maksudmu Maxime???" Tanya Kyra dan Gienka menganggukkan keoala nya sambil menahan tawa. "Astaga Gie.... Max itu hanya temanku, tidak ada yang lebih dari itu.. Kau ini...!"


Gienka kembali tertawa. Tidak ada yang salah dengan dugaannya, karena selain dia beberaa kali memergoki Kyra sedang bersama Maxime, Kyros juga bercerita kepadanya jika Maxime seperti nya punya perasaan pada Kyra.


"Oke baiklah... Maxime hanya temanmu, tetapi bagaimana kau bisa tahu Zayan menyukaimu??? Jangan-jangan itu hanya perasaanmu saja Ra... Laki-laki sekarang kan tukang PHP."


Kyra menjelaskan jika selama ini hubungannya dengan Zayan semakin dekat dan beberapa kali Zayan juga memanggilnya sayang. Hanya saja Kyra tahu bahwa ada sesuatu yang menahan Zayan untuk mengungkapkan perasaannya. Kyra menebak hal itu adalah Kyros. Karena Kyra pernah bercerita tentang protektifnya Kyros kepada laki-laki yang dekat dengannya, protektif yang Kyra maksud tentu adalah Kyros harus mengetahui dan meminta Kyra agar mengenalkan laki-laki itu padanya lebih dulu.


"Tapi kan Zayan adalah teman Kyros dan Kyros juga mengenalnya, lalu kenapa Zayan meragu menyatakan cinta nya padamu jika dia benar-benar serius??? Lagipula menurutku Ky juga tidak seproktektif yang di pikirkan banyak orang, Ky hanya ingin menjaga mu saja kan?? Harusnya jelaskan itu juga pada Zayan...!"


"Entahkah Gie, apa yang membuat Zayan meragu, tapi aku benar-benar merasa nyaman sekali dengannya, aku juga berharap dia lekas mengungkapkan perasaannya padaku hehehe..."


"Cieee Kyra ngarep... Hahaha...! Begini saja Ra, kau beri Zayan penjelasan jika laki-laki itu meragu pada Kyros, dan jika Zayan butuh ijin Kyros untuk bersamamu, ya biarkan saja dia melakukannya, nanti aku yang akan membantu kalian memberikan pengertian pada Kyros.. Bagaimana???" Tanya Gienka dan Kyra tersenyum lalu mengangguk.