I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 38 (Harapan Kyros)



Gienka dan Geffie langsung duduk diatas tempat tidur dan membongkar belanjaannya. Geffie mengeluarkan sebuah kotak berisi gaun berwarna peach yang sangat cantik. Ini adalah gaun yang pernah Gienka lihat beberapa hari yang lalu saat sedang berjalan-jalan dengan Geffie dan Elea di salah satu pusat perbelanjaan. Saat itu Gienka menunjukkan pada Geffie bahwa gaun itu sangat lucu dan cantik tetapi ketika Elea mengajaknya masuk, Gienka menolak karena dia hanya menyukainya saja dan tidak ada niat untuk membelinya. Dan kali ini justru gaun itu benar-benar menjadi miliknya.


Tak lama setelah itu, mereka teringat dengan ulang tahun Gienka sehingga Elea menyuruh Geffie agar membeli gaun itu untuk Gienka yang bisa di gunakan saat ulang tahunnya nanti. Itulah kenapa Geffie tadi pergi bersama dengan Maysa dan membeli gaun itu. "Bagaimana??? Kakak menyukainya???" Tanya Geffie.


"Kau memberi tahu Mamay ya???" Tanya Elea balik. Mamay adalah panggilan sayang untuk Maysa dari Gienka.


"Iya, tetapi yang memberitahu sebenarnya auntie Elea, dia menyuruhku untuk membeli ini dan memberitahu Mama, ya sudah tadi kami berangkat untuk membelinya, untuk ada yang seukuran kakak...!"


Gienka memeluk Geffie. "Thanks ya adikku sayang....!"


"Iya sama-sama... Lihatlah aku dan mama juga memilih sepatu yang senada...!"


Geffie pun membuka box sepatu dan memberikannya pada Gienka. Kebahagiaan juga Geffie rasakan saat ini. Kakaknya adalah teman yang baik, pengertian dan mereka selalu berbagi banyak hal. Geffie sangatlah menyayangi kakaknya. Mereka begitu dekat meski usia mereka terpaut beberapa tahun. Geffie selalu merasa aman karena memiliki 2 kakak yang menyayanginya dan selalu menjaganya yaitu Gienka dan Friddie.


★★★★★


Kyra dan kedua orang tuanya sampai juga di rumah setelah tadi puas berbelanja dan membeli hadiah untuk Gienka. Sedangkan Louis dan Phoebe sudah diantar pulang. Mereka akan bertemu lagi nanti malam saat pesta ulang tahun Gienka. Sudah sore, dan Kyra juga akan mulai membungkus kado yang sudah di belinya untuk sahabatnya itu, beserta kado dari Kyros yang sudah sampai disini beberapa hari yang lalu. Kyros sengaja mengirim kado untuk Gienka langsung dari Swiss jauh jauh hari sebelum ulang tahun Gienka dan sampai lebih awal.


"Ra... Sekalian ini juga di bungkus ya???" Pinta Cahya.


"Iya Mam, sini berikan padaku, Ra akan membungkusnya juga...!"


Cahya membelai rambut panjang putrinya. "Mandi dan ganti pakaian, Amam akan membuatkan jus untukmu dan Apapmu juga..."


"Iya...!" Kyra mencium pipi Cahya kemudian naik ke kamarnya.


Sementara itu di tempat lain, Kyros tengah beristirahat di bagian belakang rumah. Duduk berselonjor di atas rumput. Hari libur, dan dia baru sampai di rumah setelah pergi jogging dan kembali ketika hari sudah siang seperti ini. Itu biasa Kyros lakukan karena dia senang menyendiri, duduk memandangi danau yang sangat indah yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya.


Tadi Chika, tantenya menyuruhnya untuk beristirahat lebih dulu sebelum nanti makan siang. Om nya juga sedang pergi bersama dengan anaknya. Ya, Kyros sekarang tinggal bersama om dan tantenya, yaitu adik dari orang tuanya. Chika adik dari Cahya sedangkan Adri adalah adik sepupu dari Apapnya Aditya. Beberapa tahun terakhir memang Om nya mendapat tugas dari Apapnya untuk mengurus perusahaan yang ada disini, dan itu juga membuat kedua orang tuanya setuju Kyros melanjutkan sekolah disini dan menitipkannya pada Om dan Tantenya.


Kyros tiba-tiba saja tersenyum sendiri, ternyata dia sedang teringat dengan Gienka yang hari ini sedang berulang tahun. Dia sekali lagi menjadi orang pertama yang memberi ucapan selamat ulang tahun kepada gadis itu. Gadis yang sejak lama selalu ada di hatinya. Yang sejak kecil menjadi sahabatnya, bahkan saat mereka masih kecil, Kyros sudah menjajikan untuk menikahi Gienka. Ingatan itu masih terpatri dengan baik di hati Kyros. Meskipun pertama kali dia mengajak Gienka menikah saat usia mereka masih 4 tahun, bahkan janji itu selalu Kyros ucapkan di beberapa kesempatan hingga mereka berada di sekolah dasar.


Kyros masih ingat ketika pertama kali dia mengatakan hal itu adalah saat pernikahan Om dan Tantenya, Adri dan Chika, 14 Tahun silam. Ketika itu Kyros sedang bermain dengan Gienka, Kyra dan Louis saat acara pernikahan sedang berlangsung. Mereka berempat ada di sebuah gazebo yang ada disalah satu sudut tempat acara. Ketika itu acara pernikahan itu di adakan di salah satu Villa milik keluarga Kyros yang ada di Bali, di tepi pantai. Kyros duduk bersama Kyra, Gienka dan Louis dengan di awasi oleh bodyguard atau penjaganya saat itu. Sejak kecil Kyros dan Kyra memang selalu di awasi oleh bodyguard kemana pun mereka pergi. Seperti pada hari itu juga.


"Gie...!!! Pakaian kita berdua sama seperti pakaian Onty Chika dan Uncle Adri ya?" Tanya Kyros.


"Ya..! Baju ontymu belwalna putih sepelti bajuku" Jawab Gienka dengan suara cadel khas anak kecil.


"Nanti aku juga akan menikahimu seperti uncle Adri dan Onty Chika, kau mau kan menikah denganku?" Ucap Kyros dengan polosnya saat itu.


"Menikah sepelti meleka?" Gienka menunjuk ke arah Chika dan Adri yang berdiri di pelaminan, Kyros kemudian mengangguk.


"Tentu saja aku mau!" Ucap Gienka lagi dan tidak kalah polosnya dengan Kyros.


Kyros memegang jemari Gienka, dan mereka tertawa sambil mengayunkan kedua kaki mereka. Kyros tiba-tiba mencium pipi Gienka untuk kesekian kalinya.


Ternyata kejadian serupa juga di lakukan Kyros saat pernikahan Papa Gienka yaitu Ariel dan Maysa. Dimana konyolnya saat itu Kyros menarik Gienka membawanya ke atas pelaminan. Itu di awali ketika Kyros dan orang tuanya serta orang tua Gienka bersama Gienka juga sedang duduk menikmati jamuan di pernikahan Ariel saat itu.


Kyros tiba-tiba melangkah mendekati Gienka dan Kyra yang sedang duduk dan tampak serius melihat pelaminan. Kyros memegang pergelangan tangan Gienka dan menyuruhnya untuk turun dari kursi. "Kenapa menyuluhku tulun??" Tanya Gienka bingung.


"Bajumu seperti baju tante May, bajuku juga seperti Papa Yel mu??? Ayo kita kesana" Ajak Kyros dengan polosnya.


"Kenapa kita kesana???" Tanya Gienka lagi.


"Papa Yelmu dan Tante May menikah, kau juga harus menikah dengaku, ayo kita kesana...!" Kyros menarik Gienka dan membawanya melangkah pelan ke arah pelaminan.


Hingga sampailah keduanya di atas pelaminan, membuat Ariel dan Maysa bingung tetapi kemudian mereka tersenyum. Aditya yang melihat kedua anak itu langsung berlari untuk menurunkan keduanya.


"Gie, Ky, ayo turun...! Kenapa kalian ada disini?? Ayo turun dan makan es krim disana??" Aditya menunjuk ke arah tempat es krim berada.


"Uncle...! Ky yang mengajakku kesini, katanya dia mau menikahiku sepelti Papa Yel menikah dengan tante Cantik kalena pakaian kami sama" Ucap Gienka yang langsung membuat Ariel, Maysa dan Aditya tertawa mendengar jawaban polosnya ketika itu.


"Oke-oke nanti kalian boleh menikah, tetapi sekarang ayo turun dulu dan kita makan es krim" Aditya kemudian mengajak mereka berdua turun dari pelaminan.


Kepolosan khas anak-anak saat itu masih teringat jelas di pikiran Kyros dan itu mempengaruhinya hingga saat ini. Di dalam hatinya selalu ada Gienka. Sahabatnya itu menjadi cinta pertamanya dan sampai saat ini itu sama sekali tidak berubah. Disaat teman-temannya sedang bersenang senang dengan kekasih mereka, dan Kyros sama sekali tidak tertarik untuk melakukan hal itu. Dia hanya mencintai Gienka. Walaupun disini juga banyak teman perempuannya yang berusaha mendekatinya tetapi Kyros tidak memiliki ketertarikan dengan mereka. Kyros ingin mewujudkan keinginanya untuk menikahi Gienka suatu hari nanti tetapi Kyros juga ingin mewujudkan cita-citanya. Mungkin keinginannya itu pada Gienka harus ditepiskannya untuk sementara waktu sampai semua impiannya tercapai. Setelah dia sukses menjadi astronom ataupun Astronot suatu hari nanti, dia baru akan mengajak Gienka untuk serius. Saat ini Kyros hanya berharap Gienka juga memiliki perasaan terhadapnya dan nanti tidak bersama dengan laki-laki lain. Tetapi jika itu terjadi, Kyros akan berusaha menerimanya, karena Gienka juga berhak untuk bahagia.