
Sampailah mereka di panti asuhan. Semua turun dari mobil dan mereka sudah di sambut oleh anak-anak panti asuhan. Semua terlihat gembira sekali dan menyalami Cahya dan Aditya, juga yang lainnya. Ini bukanlah kunjungan pertama yang di lakukan oleh Cahya dan Aditya, tetapi mereka sudah beberapa kali kesini bersama Kyra dan yang lainnya, membuat anak-anak penghuni panti asuhan ini sudah mengenal mereka. Ya, karena Aditya adalah donatur tetap di panti asuhan ini.
Karena hari sudah siang, maka sebelum kegiatan di mulai, Aditya mengajak semuanya untuk menikmati makan siang yang sebelumnya sudah di siapkan oleh petugas cathering. Semua langsung berbaris rapi untuk mengantri mengambil makanan.
Seolah tidak ada jarak, mereka menikmati makanan sederhana yang tersedia. Baik Kyra, Gienka dan lainnya sudah akrab sekali dengan anak-anak. Kyra juga mengenalkan Sanne kepada mereka. Sanne terlihat senang dan ini adalah sesuatu yang akan Sanne ingat.
Sementara mereka menikmati makan siang bersama, supir dari Cahya dan Aditya sibuk mengeluarkan beberapa alat musik yang tadi di bawa oleh Kyra. Itu semua akan di gunakan untuk menghibur anak-anak. Dan beberapa lainnya, sibuk mengeluarkan mainan serta bahan pokok, snack, biskuit, susu,hingga baju, sepatu, buku hingga tas sekolah yang akan di bagikan kepada anak-anak dari truck box. Semua sudah di kemas rapi dalam goodie bag. Selain dari Aditya dan Cahya, sebenarnya keluarga Gienka dan Louis juga berperan dengan menitipkan sebagian uang mereka kepada Aditya untuk di belikan semua barang dan kebutuhan dari Panti asuhan atau panti jompo. Mereka juga donatur tetap di tempat-tempat itu seperti hal nya Aditya. Itulah kenapa, anak-anak mereka juga ikut turun tangan untuk menyalurkan bantuan yang orang tua mereka berikan. Jika tidak sedang sibuk, biasanya Ariel, Maysa, Danist, Elea, Randy dan Chitra juga akan ikut bergabung dengan Aditya dan Cahya. Atau mungkin kebalikannya. Kali ini Cahya dan Aditya yang sedang ada waktu, sementara lainnya tidak bisa ikut karena memiliki kesibukkan.
Inilah cara Aditya dan Cahya serta Ariel dan yang lainnya mengajarkan anak-anak mereka untuk selalu berbagi dengan sesama, dan tidak bersikap sombong kepada orang lain, apalagi yang berada di bawah mereka. Hal itu sudah mereka ajarkan sejak kecil kepada anak-anak mereka sehingga saat ini Kyra, Kyros, dan yang lainnya bisa mengikuti jejak orang tua nya untuk menjadi orang yang bisa membahagiakan orang lain meskipun hanya dengan hal kecil dan sederhana tetapi memiliki kesan mendalam untuk mereka yang membutuhkan.
Dan di luar kegiatan yang mereka lakukan ini, sebenarnya Kyra dan yang lainnya juga memiliki organisasi yang bergerak di bidang yang sama. Setiap sebulan sekali juga selalu ada kegiatan bantuan sosial kemanusiaan semacam ini, yang awalnya di pelopori oleh Kyros saat masih disini, dan sekarang diserahkan kepada Kyra, Gienka dan Louis. Bahkan organisasi kemanusiaan mereka memiliki motto yang begitu baik yaitu TPWK atau kepanjangan dari TREAT PEOPLE WITH KINDNESS yang memiliki arti Memperlakukan Orang Dengan Kebaikan, yang artinya adalah semua orang tanpa terkecuali harus di perlakukan dengan baik, tidak boleh memandang suku, ras, agama dan tingkat sosial. Semua orang harus di perlakukan sama dan tidak di beda-bedakan. Dan itu menjadi pedoman bagi Kyra cs.
Setelah makan siang bersama. Waktunya acara bermain bersama dengan anak-anak panti asuhan. Berbagai games menarik pun di mainkan di pimpin oleh Kyra dan juga Gienka. Suasana menjadi semakin ceria, tawa, teriakan dan kegembiraan anak-anak sangat jelas terlihat. Selain mengajak bermainan, tentu anak-anak yang bisa menyelesaikan misi tertentu akan mendapatkan berbagai hadiah mulai dari mainan hingga snack dan suusu.
Ketika beberapa permainan serta hadiah di bagikan semua anak-anak duduk manis di tempatnya lagi. Gienka menggendong bayi perempuan yang usianya sekitar enam bulan lalu membuainya dengan sangat manis kemudian mengajaknya duduk. Bayi itu sangat menggemaskan sekali, membuat Gienka terus menciuminya dengan gemas. Tiba-tiba saja pikirannhmya berlari jauh ke masa depan. Gienka berandai dan membayangkan jika dia nanti benar-benar menikah dengan Kyros, Gienka sangat ingin memiliki anak peremluan yang sangat menggemaskan. Terlebih lagi dia cukuo cantik dan Kyros sangatlah tampan, anak mereka juga pasti sangat menggemaskan sekali nantinya. Gienka terkekeh karena pemikirannya sudah terlalu jauh. Entah itu akan terjadi kapan etapi saat ini mereka masih duduk di bangku sekolah. Terlalu dini untuk memikar semua itu. Tetapi Gienka masih memiliki waktu untuk meminta kepada Tuhan agar dia bisa di satukan dengan Kyros yang sangat dia cintai sejak dulu.
Sementara itu Geffie berdiri di depan keyboard. Louis dan Kyra berdiri memegang microfon. Friddie duduk di atas cajon. Mereka akan memulai untuk bernyanyi lebih dulu, sebelum nanti bergantian dengan Geffie ataupun Sanne, Gienka dan lainnya.
"A whole new world, A new fantastic point of view, No one to tell us "No", Or where to go, Or say we're only dreaming...!"
Kyra menyambung nyanyian Louis dengan di ikuti oleh anak-anak. "A whole new world, A dazzling place I never knew, But when I'm way up here, It's crystal clear, That now I'm in a whole new world with you...!"
Acara yang sangat mengesankan meskipun hanya di adakan sederhana. Kebahagian terpancar dari wajah anak-anak penghuni panti asuhan. Semua berbahagia, termasuk Kyra dan yang lainnya yang jadi bagian dari acara ini.
Setelah menghibur anak-anak itu, saatnya membagikan lagi bingkisan untuk mereka berisi berbagai keperluan seperti snack, pakaian, peralatan sekolah, uang saku dan barang lainnya yang sudah di kemas rapi di dalam goodiebag. Sedangkan untuk sembako di berikan kepada pengurus panti asuhan.
Kyra Cs pun harus melanjutkan lagi kegiatan mereka berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan di jalanan. Sudah tersedia puluhan Goodie bag berisi bahan pokok serta uang yang hanya tinggal di bagikan kepada orang-orang yang mereka temui, yang sekiranya membutuhkan hal itu. Berbagi membuat semuanya menjadi lebih menyenangkan, karena mereka bisa menghabiskan waktu untuk hal yang positif.
***
Hari sudah mulai senja, semuanya kembali ke rumah Aditya lagi. Semua sembako juga sudah habis. Dan hari ini sangatlah menyenangkan sekali. Melelahkan tetapi tidak terlalu di rasakan karena semua berjalan dengan sangat lancar.
★