
"Lalu apa yang terjadi???" Tanya Kyra.
"Apap langsung mengejarnya tapi dia berhasil lolos ke luar negeri sehingga masalah itu pun begitu saja padahal Apap ingin sekali menghajarnya."
"Lalu Amam keguguran ya Pap???"
"Untuk teror itu, Amam mu tidak keguguran, karena yang menyebabkan Amam mu keguguran kan tusukan dari Theo."
"Oh iya ya, jadi Apap yakin kalau pelakunya adalah orang yang sama seperti dulu yang meneror Amam mu."
"Entahlah tetapi bisa jadi ada kemungkinan kalau itu memang benar-benar Erica yang sama." Gumam Aditya.
"Ya sudah masa lalu tidak perlu dibahas lagi, sekarang Ayo kita ke kamar dan istirahatlah, Athan juga sedang tidur kan???" Cahya pun membantu suami nya berdiri dan membawanya keluar dari kamar Kyra. Aditya memang harus beristirahat setelah perjalanan lama sehingga lukanya juga bisa cepat sembuh.
"Kyra sayang, aku ingin kau menghubungi orang itu dan pancing dia untuk bertemu, aku sangat ingin bertemu dengan nya." perintah Aditya.
"Apap ingin bertemu dengannya itu saja." Gumam Aditya, karena dia sangat penasaran sekali.
SSetelah membahas tentang Erica itu, Cahya pun kembali teringat masa-masa itu saat dia hamil anak pertamanya banyak hal terjadi yang membuat hidup Cahya berubah, dia juga kehilangan calon bayinya yang masih ada di kandungan karena perutnya tertusuk oleh Theo. Cahya dalam keadaan yang sangat buruk, terus menyalakan dirinya sendiri atas kematian anaknya dan Hal itu membuat Cahya menjadi orang yang pendiam dan tidak berbicara dengan siapapun termasuk dengan Aditya saat itu. Akan tetapi Aditya Akhirnya bisa membuat Cahya kembali sadar dan menjalani harinya seperti biasanya, kemudian tak lama setelah itu Kyros dan Kyra pun lahir secara normal di rumah sakit itu menjadi hal yang tidak pernah terlupakan untuk Cahya.
"Jadi bagaimana??? Apa kau masih ingin bertemu dengan wanita itu???" Tanya Cahya kepada Aditya sembari membantu suaminya itu berbaring di tempat tidur.
"Ya tentu saja, aku akan menemuinya untuk menyelesaikan beberapa masalah selain masalah Athan, aku juga ingin menyelesaikan masalah yang dulu terjadi."
"Untuk apa harus mengungkit-ungkit kejadian di masa lalu??? Kan kita sekarang harus berfokus kepada masa depan bukan terus terkungkung kepada masa lalu." Ungkap Cahya.
"Iya, tentu saja aku harus berbicara dengannya untuk membuatnya bungkam dan tidak melakukan kesalahan lagi apalagi sampai membentak cucuku dan membuat cucuku sangat ketakutan hingga harus terapi ke psikoIog. Iya pokoknya akiu emosi saja jika mengingat kejadian dulu dan kemarin, Erica harus di beri pelajaran agar tidk lagi bersikap seperti itu. Awas saja dia." Ujar Aditya geram. Cahya hanya bisa terdiam saja. Dia bisa melihat kemarahan suaminya sejak awal mendengar jka ada yang bersikap buruk kepada Athan. Dan sekarang justru Aditya ingat denga Erica, yang di yakini nya adalah Erica yang sama, Erica mantan kekasihnya yang dulu juga pernah bersikap buruk kepada Mama Aditya yaitu Nyonya Harry. Stelah itu meneror Cahya yang sedang hamil, dan sekarang bersikap buruk pada Athan. Erica masih jadi orang yang sama dengan sikap buruknya semacam itu, seharusnya Erica bisa berubah, nyata nya tidak berubah sama sekali, masih angkuh dan tidak memiliki hati seperti dulu. Aditya benar-benar geram di buatnya.