I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 115



"Morning Pap... Mam... Oma Opa....!!" Kyra mencium pipi Aditya dan Cahya lalu menarik kursi kemudian bergabung untuk sarapan.


"Morning Sayang... Amam sudah membuatkanmu oatmeal berries kesukaanmu... Eitsss kenapa sudah rapi sekali??? Apa kau mau pergi keluar??? Ini masih pagi loh, katanya Zayan akan menjemputmu malam nanti???" Tanya Cahya.


Kyra tersenyum. "Iya Zayan akan datang malam nanti, aku kan mau ikut Apap ke kantor...! "


"Ke kantor????" Seru semua orang bersamaan termasuk Aditya.


"Kau mau ikut Apap ke kantor??? Kau kan baru sampai kemarin sayang??? Lebih baik kau istirahat saja di rumah, kau pasti masih lelah sekali, besok saja ikut Apap ke kantor...!" Ujar Aditya.


Kemarin siang dia dan Cahya baru kembali setelah menjemput Kyra di Amerika. Kyra dan Kyros baru saja menyelesaikan kuliahnya disana, dan juga baru di wisuda. Seluruh anggota keluarganya datang untuk merayakan kelulusan Kyra dan Kyros, termasuk Oma Opa mereka, nenek mereka juga Adri dan keluarganya. Dan kemarin mereka baru sampai disini. Sayangnya Kyros tidak bisa ikut pulang karena Kyros harus kembali ke Washington untuk bekerja dan hanya Kyra yang pulang dan membawa seluruh pakaian dan barang miliknya dari apartemen yang selama ini di tinggali.


Kyra dan Kyros lulus kuliah dengan hasil yang sangat baik sekali. Dan kedua nya mendapat predikat summa cumlaude, dimana itu adalah predikat tertinggi. Mereka berdua menyelesaikan kuliah mereka dengan baik, tepat waktu dan nilai mereka sangat sempurna. Bahkan Kyros mendapatkan penghargaan istimewa dari kampusnya karena Kyros banyak sekali membawa kebanggaan bagi kampusnya. Aditya dan Cahya tidak pernah lupa mengucap syukur atas raihan yang telah di capai oleh kedua anaknya. Bangga bercampur harus untuk kedua nya. Bahkan di Semester kedua, Kyra juga menyusul Kyros mendapatkan beasiswa atas prestasinya dan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Kebahagiaan orang tua adalah ketika mereka bisa melihat anak-anaknya berjuang keras untuk bisa mendapatkan apa yang mereka mau tanpa menggunakan embel-embel nama besar keluarganya dan itu adalah hal yang luar biasa sekali. Kyra dan Kyros mampu membuktikan kepada kedua orang tua nya bahwa mereka adalah anak-anaknya yang tidak pernah mau menyerah dan terus berjuang demi cita-cita mereka.


"Tidak Pap... Ra ikut Apap saja ke kantor, Ra bosan jika seharian di rumah lagipula mau ke rumah Gie juga dia tidak ada di rumah, Gie hari ini sudah mulai kerja... Lebih baik Ra kan ikut Apap ke kantor saja, tidak apa-apa kan??? " Tanya Kyra.


Aditya melirik ke arah Cahya. Kemudian tersenyum. "Baiklah jika kau ingin ikut Apap... Kita pergi nanti, kau sudah lama juga tidak kesana...!"


Kyra tersenyum. "Thanks Pap....!!"


"Sama-sama sayang, ya sudah habiskan sarapan mu, kita langsung berangkat, sudah cukup siang, Apap ada meeting soalnya...!"


"Ya..! " Kyra menyuapkan oatmeal ke mulutnya dan menghabiskannya agar dia bisa segera ikut Aditya ke kantor.


***


"Gienka sudah mulai bekerja??? Di kantor utama???" Tanya Aditya pada putrinya yang sekarang duduk di sebelahnya. Mereka sedang dalam perjalanan ke kantor dan Aditya mengemudikan mobilnya sendiri.


"Katanya sih bukan Pap, bukan di kantor utama tetapi di kantor anak cabang..! "


"Oh....! Kau sendiri bagaimana sayang???" tanya Aditya lagi.


"Bagaimana apanya Pap???"


"Kau akan memilih dikantor mana?? Di kantor utama bersama Apap saja ya??? "


Kyra menoleh menatap Apap nya yang tersenyum. kepadanya. "Ih Apap... Nanti saja ya??? Ra masih ingin libur sebentar saja, tidak apa-apa kan Pap??? "


Aditya terkekeh. "Iya iya.... Maafkan Apap, kau bisa nikmati liburmu semaumu, kalau sudah merasakan cukup langsung beritahu Apap, jadi kau bisa memulai semuanya nanti...!"


Kyra ingin menikmati waktunya saat ini untuk sekedar santai sesaat, selama beberapa minggu. Sebelum nanti mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan. Saat di Amerika dia di sibukkan dengan kuliah serta mengisi waktu luangnya bekerja paruh waktu, dan sesekali pergi jalan-jalan. Kyra akan sangat bahagia sekali ketika Kyros pulang untuk kuliah. Kakaknya selalu berusaha untuk menyisihkan waktu untuk bisa quality time bersamanya meskipun hanya sekedar pergi minum kopi atau mengobrol di apartemen saja ketika sedang malas pergi keluar.


Beberapa bulan setelah Kyros bekerja di Washington, yang awalnya Kyra tinggal bersama Camilla, ternyata Camilla harus pergi dari apartemen Kyra, dimana Camilla memilih untuk tinggal bersama saudara sepupu nya. Itu terjadi karena Sepupu Camilla datang untuk bekerja di kota yang sama yang di tinggali oleh Camilla, dan meminta Camilla tinggal bersamanya. Sehingga Camilla meminta maaf pada Kyra karena harus menuruti keinginan sepupu nya itu, tetapi hal itu tidak membuat hubungan Camilla dan Kyra merenggang. Mereka tetap berteman dengan baik dan Kyra selalu pergi dan pulang bersama Camilla saat kuliah. Mereka tinggal di kawasan apartemen yang sama hanya beda bangunan saja. Kyra tidak mempermasalahkan hal itu. Dan karena itu juga hubungan Camilla dan Kyra sangat baik, bahkan Camilla juga sangat akrab dengan Anaknya Kyra yaitu Cahya. Karena Camilla pergi dari apartemen Kyra, disitulah keputusan di ambil oleh Kyros yang kemudian memindahkan seluruh barang miliknya yang ada di apartemennya di pindah ke apartemen Kyra, sehingga ketika Kyros kembali dari Washington, Kyros akan pulang ke apartemen Kyra.


Kyros menolak ketika Aditya ingin membelikannya apartemen itu, karena Kyros ingin menggunakan uangnya sendiri untuk membayar sewa nya bahkan jika Kyros merasa nyaman disana, Kyros akan membelinya untuk bisa dia tinggalin seterusnya. Kyros mengatakan kepada Aditya bahwa uangnya lebih dari cukup untuk sekedar membayar sewa apartemen, karena gaji nya selama bekerja juga cukup besar bahkan dia juga tidak mau lagi menerima uang bulanan dari Aditya. Mengingat aktifitas kuliahnya sudah selesai dan Kyros ingin belajar hidup mandiri. Sebagai orang tua Aditya mengerti hal itu, akan tetapi tetap mengingatkan Kyros agar memberitahunya jika membutuhkan sesuatu karena tugasnya sebagai orang tua harus tetap berjalan sebagaimana mestinya meskipun Kyros sudah memiliki pekerjaan sendiri. Hal itu juga berlaku kepada Kyra.


Kyra sendiri saat di Amerika sangat menikmati kesehariannya dengan berbagai aktifitas yang di lakukannya. Kuliah, bekerja, Jalan-jalan, belajar semua di lakukannya dengan suka cita. Dia menjalani harinya dengan banyak senyum dan tertawa. Hubungannya dengan Zayan juga berjalan dengan sangat baik meskipun dia harus menjalani hubungan jarak jauh, tetapi sesekali di waktu kosong Zayan akan datang untuk menemuinya ataupun Kyra akan memilih ikut Kyros ke Washington dan Zayan akan datang kesana.


Zayan sudah di wisuda satu bulan sebelum Kyra sehingga Zayan memilih pulang lebih dulu dan sekarang sudah mendapatkan pekerjaan disini. Tetapi ketika Kyra di wisuda, Zayan tetap menyempatkan untuk datang ke Amerika meskipun hanya dua hari dan langsung kembali lagi.


Saat ini Kyra merasa bahagia sekali bisa pulang dan bisa dekat dengan Zayan setelah dua tahun menjalin hubungan jarak jauh. Berharap hubungan yang dekat ini membuat mereka menjadi lebih baik lagi. Sejauh ini keluarga Kyra juga mendukung hubungan Kyra dan Zayan, begitu juga dengan Kyros yang tidak pernah lagi mempermasalahkan hubungan mereka. Karena Kyros melihat bahwa Kyra dan Zayan sejauh ini masih dalam hubungan yang wajar dan tidak pernah ada sesuatu masalah yang berat yang di hadapi kedua nya.


"Kau ingin liburan kemana??? " Tanya Aditya lagi.


"Tidak ingin kemanapun, ingin di rumah saja, ikut Apap ke kantor atau ikut Amam, itu menyenangkan, atau sekedar menghabiskan waktu di rumah bersama Opa, Oma dan juga nenek...! " Jawab Kyra.


"Jadi intinya kau ingin quality time bersama kami??? "


"Yupz....!!!"


"Manis sekali...! Hahaha oh iya bagaimana dengan Zayan??? Kau bilang dia sudah bekerja??? Bekerja dimana??? " Tanya Aditya lagi.


Kyra menjelaskan jika saat ini Zayan sedang bekerja di perusahaan milik dari salah satu anggota keluarganya karena mereka sendiri yang langsung meminta Zayan agar bergabung. Sehingga sekarang Zayan sibuk mempersiapkan diri untuk jabatan yang cukup bagus di perusahaan itu.


Aditya tersenyum dan memuji Zayan. Dia menyadari bahwa Zayan juga adalah anak yang cerdas dan juga menjadi salah satu lulusan terbaik di kampusnya. Sejauh yang Aditya tahu dari Kyra dan Kyros, Zayan adalah pekerja keras dan sangat menyanyi dan mencintai Kyra, selalu bisa membuat Kyra tertawa. Hal itu membuat Aditya yakin bahwa Zayan bisa menjaga Kyra dengan baik, dan bisa jadi Zayan nanti menjadi suami Kyra. Sebagai orang tua Aditya tetap akan menyerahkan hal itu kepada Kyra dan Zayan yang menjalani hubungan itu, Aditya hanya berharap Kyra bisa berbahagia selalu.


"Kapan kau akan bertemu Gienka???"


"Belum tahu Pap, aku belum berani mengajak Gienka bertemu atau berniat ke rumahnya, dia baru memulai kesibukannya di kantor, mungkin beberapa hari ke depan aku baru akan mengajaknya bertemu..."


"Iya, lebih baik memberi waktu untuk Gienka, dia sekarang pasti akan di sibukkan dengan pekerjaannya...! "


"Pap...! " Panggil Kyra.


Aditya menoleh. "Kenapa sayang??? "


"Nanti Ra akan bikin CV dan akan Ra kirim ke HRD kantor ya??? Terus Ra minta agar Apap tidak ikut campur saat Ra akan melakukan test dan hal lainnya sebelum jadi staf di HS Enterprise, pokoknya Apap harus membiarkan Ra berusaha sendiri agar bisa masuk disana, Ra tidak mau jika nanti ada orang yang bergunjing mengenai Ra yang di istimewakan saat test masuk perusahaan, oke??? "


" Memangnya siapa yang berani menggunjing putri Apap yang cantik dan cerdas ini??? Tidak akan ada yang berani sayang...!" Ucap Aditya.


"Ih Apap... Mungkin kalau di depan Apap mereka tidak berani, tetapi bisa jadi debalakangku atau di belakang Apap nanti ada orang yang menggunjinku dan mengatakan bahwa aku di anak emaskan di perusahaan Apap....Aku ingin mandiri dengan usaha ku sendiri, Apap tidak boleh ikut campur, awas saja.. Nanti Ra bisa marah pada Apap...! kalau Ra gagal ya biarkan saja, Ra akan mencoba lagi, jadi please please please jangan mengistimewakan Ra nanti...!"


Aditya terkekeh, tetapi dia berjanji kepada Kyra bahwa dia akan membiarkan Kyra mengeksplor dirinya sendiri dan bisa berusaha dengan kemampuannya untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Aditya tidak akan ikut campur mengenai hal itu dan akan mengawasi Kyra. Aditya merasa bangga dengan keputusan yang di ambil oleh Kyra, dimana putrinya tidak ingin menggunakan embel-embel nama besar keluarganya dalam mendapatkan pekerjaan.