I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 47



Gienka tertawa. "Tetapi mungkin jika aku tidak mengatakan semua itu pasti Papa Iel tidak akan menyadari perasaan papa Iel kan???"


"Hahaha sebenarnya saat itu belum sepenuhnya menyadarinya sayang....! Mamay mu bertingkah aneh seperti orang cemburu saat ada teman Papa bernama Brianna, hahaha dia di landa cemburu yang luar biasa, tetapi ada satu hal yang membuat Papa tersadar saat itu, ketika Papa mendatangi rumah Danist, ya saat itu Danist ada sedikit permsalahan dengan Brianna dan aku membantunya menyelesaikan masalah itu, selain ingin memberitahu tentang Brianna, Papa juga ingin meminta saran pada Papa Dan mu mengenai Mamaymu...!"


"Saran??? Saran apa???" Tanya Gienka lagi.


★‡★‡★‡ Back to 14 Years Ago★‡★‡


Ariel meminta Brianna agar menunggu karena dia akan mengambil minuman di dapur dan akan kembali lagi nanti. Ariel masuk dan menaiki tangga untuk mengambilkan Brianna minuman sehingga mereka bisa melanjutkan mengobrol. Ariel tahu jika suasana hati Brianna saat ini pastilah tidak baik, tetapi dia akan mencoba menghibur perempuan itu. Sampai di dapur, Ariel mengambil sebotol wine dan menuangkannya di gelas, tetapi kemudian pandangannya tertuju ke luar, dimana disana dia melihat mobil Maysa melangkah pelan akan memasuki halaman rumahnya. Ya perempuan itu tadi sudah mengatakan akan kesini dan membawa makan siang untuknya.


Ariel meletakkan botol yang ada di tangannya dan berlari ke ruang tamu untuk keluar rumah dan menyambut Maysa, tetapi batu membuka pintu, mobil Maysa malah maju terus tidak belok masuk halaman rumahnya. Ariel mengernyit tetapi kemudian dia dengan cepat menuruni tangga, dan mendapati mobil Maysa sudah berbalik arah, seharusnya Maysa bisa masuk saja ke halaman rumah mengingat itu masih muat satu mobil lagi, dan bisa memarkirkan kendaraannya di sebelah mobil Brianna.


"Ya Tuhan ...! Kenapa dia turun, padahal aku tidak ingin mengganggunya dan Brianna" Gumam Maysa.


Tadi dia ingin makan siang bersama Ariel tetapi saat sampai dia malah menemukan ada mobil Brianna disana membuatnya mengurungkan niatnya karena tidak ingin mengganggu mereka. Sayangnya Ariel malah memergoki kedatangannya, kali ini dia tidak bisa mundur dan terpaksa menghentikan mobilnya kemudian turun. Maysa tersenyum ketika turun dari mobil dengan menenteng makanan yang dibawanya.


"Kenapa kau harus memutar mobilmu, kau bisa masuk ke halaman dan memundurkannya lalu membelokkan ke arah kanan dan kau nanti bisa pergi dengan mudah seperti biasanha?" Tanya Ariel.


"Ehhhhh tidak apa aku hanya ingin mencoba yang berbeda saja"


"Kenapa tidak memarkirnya didalam, berikan kuncinya aku akan memvawanya masuk"


Maysa menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa dia hanya ingin mengantar makan siang untuk Ariel saja, dan harus segera pergi untuk urusan mendadak. Setelah memberikan makanan yang di bawanya, Maysa buru-buru kembali ke mobilnya dan langsung meninggalkan Ariel. Sementara Ariel dibuat keheranan dengan sikap Maysa yang tidak seperti biasanya, tetapi dia tidak mau terlalu ambil pusing lalu masuk ke dalam rumahnya untuk menemui Brianna lagi.


****


Ariel mendatangi rumah Danist dan Elea, membahas permasalahan tentang Brianna. Brianna adalah teman sekolah Ariel dan Mantan kekasih Danist. Ada hal penting yang harus diselesaikan dan Ariel membantu Danist. Setelah selesai, Ariel pun memberitahu Danist bahwa Brianna tidak akan berulah lagi. Selain memberitahu hal itu, Ariel juga ingin mendiskusikan sesuatu dengan Danist mengenai Maysa.


"Iel, silakan makan siang saja disini???" Gumam Elea.


"Tidak El, Maysa tadi mengirim makan siang untukku!" Ujar Ariel.


"Lalu dimana dia sekarang???"


"Sudah pulang" Jawab Ariel singkat.


Beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan Friddie, membuat Elea bergegas meninggalkan ruang makan. Hanya berdua dengan Danist, Ariel pun mulai menceritakan tentang Maysa dan meminta saran kepada kakaknya itu. Ariel meminta saran kepada Danist tentang permasalahannya dengan Maysa, dan dia mengaku bahwa cinta untuk Maysa selama ini masih ada di dalam hatinya.


Setiap ingin mengatakannya, Ariel selalu meragu dan teringat dengan semua kesalahan yang pernah di perbuatnya, juga bagaimana dulu ucapannya kepada Maysa, merendahkan perempuan itu di depan semua orang. Ariel merasa takut bahwa jika mengungkapkan dan meminta Maysa kembali padanya, perempuan itu akan menolaknya.


Danist mengerti sekali perasaan dari Adiknya itu, dan memintanya agar tetap mengatakan semuanya pada Maysa. Permasalahan diterima atau Di tolak itu menjadi hal nomor sekian, yangbterpenting perasaan itu harus diungkapkan. Hanya saja Danist mengingatkan Ariel dan memintanya untuk berfikir lebih dulu sebelum mengambil keputusan, karena jika dia sudah mengambil keputusan untuk kembali dengan Maysa. Ariel harus bisa bertanggung jawab dan menerima semua kekurangan serta kelebihan Maysa dengan baik, jangan sampai suatu hari ada perkataan buruk lagi tentang kekurangan dari perempuan itu, mengingat perempuan harus benar-benar di hormati dan jangan lagi Ariel mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya, seperti yang pernah dilakukan pada Elea dan Maysa.


"Tentu saja aku tidak akan pernah mengulang kesalahan seperti itu lagi, aku sudah menderita selama ini karena kesalahanku sendiri" Ucap Ariel.


"Iel, kau pasti tahu kan penyebab Maysa bercerai dengan mantan suaminya???" Tanya Danist dengan tatapan penuh keseriusan, mengingat pertanyaan ini adalah poin penting untuk Ariel jika memutuskan untuk benar-benar kembali dengan Maysa.


"Ya aku tahu...!" Jawab Ariel.


"Jika kau memang tahu itu, apakah kau benar-benar bersedia menerima kekurangannya itu??? Well, bukannya aku ingin mengungkit masalalu mu , tetapi kau dulu meninggalkan Elea karena kau berpikir bahwa dia perempuan mandul, hanya saja aku tidak ingin kau menyakiti perempuan lagi dengan hal semacam itu, sekarang semua keputusan itu ada pada dirimu sendiri, ingin tetap mengungkapkannya atau kau tetap ingin menjadi sahabatnya saja, pikirkan itu dengan baik"


Ariel terdiam memikirkan semua ucapan dari Danist. Memang benar kekurangan Maysa yang satu itu cukup besar, dan jika nanti dia mengungkapkan perasaannya dan mengajak Maysa kembali, tentu dia harus menerima itu dan tidak boleh menuntut Maysa. Tetapi jika tidak mengungkapkan tentu dia dan Maysa hanya akan menjadi teman saja, dan harus melepaskan perasaan cintanya pada Maysa.


"Aku akan memikirkannya dengan baik Kak... Aku butuh waktu" Gumam Ariel.


"Ya, kau harus pikirkan dengan matang, jangan tergesa-gesa, baik buruknya harus kau pertimbangkan dengan baik Iel"


★★★★★★


Ariel kembali ke rumahnya, dan naik ke kamarnya. Dia duduk di kursi kerjanya dan memandang keluar jendela dalam diam, memikirkan setiap ucapan Danist. Tentang cintanya kepada Maysa, tetapi jika dia memilih untuk kembali tentu dia harus menerima semua kekurangan Maysa termasuk kekurangan perempuan itu yang tidak bisa memiliki anak. Bagaimanapun itu harus diterimanya jika tetap memilih Maysa sebagai istrinya. Tetapi jika dia mundur maka dia harus merelakan perasaannya.


Maysa sudah merebut hatinya sejak lama, tetapi kemarahan dan kesalahannya dulu membuatnya harus kehilangan semua itu. Dan saat ini keadaan sudah kembali seperti dulu walauoun tidak 100% karena Maysa pasti memiliki luka dalam akibat ucapannya dulu.


Ariel beranjak dari kursi tempat duduknya dan pergi ke lemari pakaiannya untuk mengambil pakaian ganti karena dia harus mandi sebelum menjemput Gienka di apartemen Aditya. Tangan Ariel meraih tshirt nya tetapi tiba-tiba.


Bruk......


Sesuatu terjatuh dan ikut tertarik bersama dengan Tshirtnya. Ariel membungkuk dan mengambil sebuah kotak beludru berwarna biru itu. Ariel membukanya dan ternyata kotak itu adalah kotak berisi perhiasan yang dulu ingin dia berikan kepada Maysa tetapi tidak jadi karena pertemuannya dengan Mama Maysa membuat amarahnya memuncak dan membatalkan acara lamarannya. Perhiasan itu akhirnya dia bawa pulang dan dia simpan sampai saat ini, padahal masalah itu sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu. Dulu dia sangat ingin sekali jika Maysa memakai perhiasan itu tetapi keinginannya itu tidak pernah terwujud.


Ariel meletakkan perhiasan itu diatas tempat tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Ini sudah lewat dari siang, Gienka pasti sudah menunggunya.


Dalam guyuran air shower, Ariel memejamkan matanya, pikirannya masih dipenuhi dengan permasalannya dengan Maysa. Dia harus memikirkan semua konsekuensi yang akan terjadi dengan keputusan yang diambilnya.


###


Ariel sampai di apartemen Aditya, dan langsung disambut oleh teriakan Gienka. Bocah itu berlari dan langsung memeluk Ariel. Gienka menciumi seluruh wajah Ariel, sedangkan Ariel hanya bisa meringis menahan senyumnya. Setelah itu Ariel menggendong dan membawa putrinya masuk kembali ke apartemen Aditya.


"Dari mana Iel???" Tanya Aditya.


"Dari rumah....!" Jawab Ariel.


Aditya kemudian mengajak Ariel untuk mengobrol di balkon sebelum mengajak Gienka untuk pulang. Sementara Gienka kembali bermain dengan Kyros dan Kyra.


"Dit... Aku ingin meminta pendapat serta saranmu??" Gumam Ariel.


"Pendapatku??? Tentang apa Iel???" Tanya Aditya.


Ariel kemudian menceritakan semuanya kepada Aditya, tentang niatnya, juga hal-hal lainnya. Juga segala konsekuensi yang harus di terimanya ketika niatnya benar-benar tercalai atau tidak.


Dengan bijak Aditya pun memberikan pandangannya, ternyata hal yang diungkap Aditya juga sama seperti yang dikatakan oleh Danist tadi.


★★★★★★


Ariel dan Gienka menekan tombol interkom apartemen Maysa sambil menenteng kotak makanan yang tadi dibawa Maysa ke rumahnya. Ariel sengaja belum memakannya karena ingin menikmatinya bersama dengan Maysa. Tak lama pintu terbuka dan Maysa dibuat terkejut dengan kedatangan Ariel dan Gienka. Ariel tahu bahwa Maysa pasti kembali ke apartement nya dan tadi perempuan itu pasti hanya berpura-pura mengatakan sedang ada keperluan mendesak. Benar saja Maysa saat ini sedang berada di apartemen.


"Hai tante cantik...!" Sapa Gienka sambil melambaikan tangannya.


Maysa tersenyum. "Kalian??? Kenapa tidak memberitahu jika akan kesini??"


"Aku membawa ini" Ariel menunjukkan kotak makan milik Maysa. "Aku belum memakannya dan ingin memakannya denganmu, boleh kami masuk???"


Maysa memundurkan tubuhnya membiarkan Ariel dan Gienka masuk. Maysa mengambil kotak makanan itu dan memindahkannya ke mangkuk dan piring, sementara Ariel sudah duduk di kursi makan bersama dengan Gienka.


"Kenapa tadi kau buru-buru pulang??? Padahal sebelumnya kau bilang akan makan siang denganku??? Apa karena ada Brianna jadi kau langsung memutuskan untuk pulang?"


"Aku tidak ingin mengganggumu, kau pasti sedang sibuk dengan Brianna"


Tidak ingin Maysa salah faham, Ariel pun menjelaskan perihal kedatangan Brianna ke rumahnya karena permintaan dari Danist. Tadi dia hanya mengobrol sebentar dengan Brianna dan menenangkan perempuan itu setelah terisak karena Danist meminta agar hubungan mereka berakhir. Ariel menjelaskan semuanya dengan detail siapa itu Brianna dan fakta bahwa Brianna adalah mantan kekasih Danist. Ariel kemudian meminta agar Maysa tidak lagi marah kepadanya karena antara dirinya dan Brianna tidak ada hubungan apapun lagi.


"Lalu jika kau memiliki hubungan dengannya apa urusannya denganku??? Itu adalah hak mu untuk bisa berhubungan dengan Perempuan manapun" Sahut Maysa.


Ariel hanya menimpali dengan senyuman tetapi sangat tahu bahwa Maysa saat ini sedang kesal. Maysa menyerahkan piring kepada Ariel yang sudah dia isi dengan nasi dan lainnya, sementara Gienka menolak karena tadi dia sudah makan bersama Kyra dan Kyros. Ariel langsung memakannya dengan lahap mengingat ini sudah sore tetapi dia baru menikmati makan siangnya. Gienka mulai berceloteh menceritakan kegiatannya hari ini bersama dengan Kyra dan Kyros pada Maysa. Gienka pun meminta Maysa agar menemaninya untuk bermain karena Ariel mengatakan bahwa mereka akan pulang malam hari saja, dan akan disini.


★★★★★★


Sementara itu Ariel, Maysa dan Gienka juga sudah menyelesaikan makan malamnya. Maysa sudah menidurkan Gienka di pangkuannya karena bocah itu mengantuk sekali, dan mengatakan jika dia tidak tidur siang karena sibuk bermain dengan Kyra. Ariel hanya menatap Maysa dalam diam. Dia sudah memutuskan hal besar untuk hidupnya nanti bersama dengan Maysa. Dan hari ini dia ingin mengatakan semuanya dan berharap Maysa mau menerimanya kembali.


"Tuhan tolong...!!! Semoga semua berjalan sesuai yang aku mau" gumam Ariel dalam hati.


"Dia sudah nyenyak sekali, lebih baik kai segera membawanya pulang, agar dia beristirahat dengan nyaman...!" Gumam Maysa yang langsung menyadarkan lamunan Ariel.


"Biarkan sebentar saja" Ariel kemudian berdiri dari sofa yang di dudukinya dan menghampiri Maysa, kemudian mengangkat Gienka ke sofa yang lainnya dan menumpukan bantal dikepala putrinya itu. Ariel lalu duduk di sebelah Maysa dan sedikit menyerongkan tubuhnya, menatap Maysa sangat dalam serta menggenggam jemari perempuan itu.


"May, jika aku boleh berkata jujur, aku masih sangat mencintaimu selama ini tetapi setiap aku ingin mengatakannya, aku selalu malu karena teringat akan kesalahanku kepadamu, tetapi aku tidak bisa terus menahan semua ini terlalu lama, jadi aku ingin kau kembali padaku dan kita lanjutkan apa yang dulu pernah kita rencanakan, yaitu berbahagia bersama, kau sangat menyayangi Gienka, aku ingin kau juga jadi ibu sambung yang baik untuk putriku, dia sangat menyukaimu, aku yakin kau tahu akan hal itu"


Maysa terperangah, tidak menyangka jika Ariel akan mengatakan hal itu. Sama halnya dengannya, dia juga sebenarnya masih sangat mencintai Ariel, tetapi keadaan memaksa mereka harus terpisah. Tetapi banyak sekali hal yang membuatnya meragu harus menolak atau menerima, mengingat dia memiliki banyak kekurangan dan bagaimana bisa dia menikah lagi sedangkan dia adalah perempuan mandul. Ariel, lelaki itu dulu bercerai dengan Elea di karenakan hasutan dari perempuan lain yang mengatakan bahwa Elea mandul. Sekarang Ariel malah memintanya untuk kembali.


"Jika kita bisa bersahabat seperti ini, kenapa kita harus kembali seperti dulu??? Aku tidak ingin kita seperti dulu menjalin hubungan yang bebas tetapi pada akhirnya kau merendahkan harga diriku didepan orang lain, dan jika kau menginginkan hubungan yang serius, lalu bagaimana dengan kekuranganku sebagai seorang perempuan yang sudah tidak bisa memiliki anak? Apa kau mau menikah dengan perempuan sepertiku??? Tidak Iel, aku tidak ingin disakiti lagi oleh ucapan menyakitkan tentang diriku lagi, lebih baik kita bersahabat seperti ini saja!" Ujar Maysa dengan mata berkaca-kaca.


Ariel mengangkat kedua jemari Maysa, menciumnya dan menatap perempuan itu semakin dalam penuh dengan keyakinan. "May, aku butuh pendamping hidup untuk menemani hariku, aku hanya menginkan dirimu untuk melakukannya, kita sudah punya Gienka? Lalu apalagi? Kita bisa membesarkannya dengan penuh kasih sayang, aku tidak menginkan apapun lagi, jika Tuhan nanti tidak memberi kita anak, itu tidak apa mungkin bukan rejeki kita tetapi kembali lagi bahwa kita sudah punya Gienka, dan jika Tuhan memberikan kita anak, kita harus bersyukur, aku sudah memutuskan untuk menghabiskan hariku bersama perempuan yang sangat aku cintai, melewati setiap pagi dengan memandang wajahnya dan memulai malam dengan berpelukan itulah yang aku inginkan. Aku tidak akan menuntut apapun darimu, baik itu anak atau hal lainnya, satu hal yang pasti kita harus berbahagia selamanya, please aku janji? Jika perlu kita akan membuat perjanjian pra nikah, jika sampai suatu hari aku mengatakan hal buruk atau memaksamu memiliki anak, kau bisa menuntutku dan memenjarakan diriku. Please May?? Kita bisa membesarkan Gienka bersama, dia pasti akan bahagia memiliki ibu sambung sepertimu seperti kebahagiaannya memiliki Danist, kau mau kan kembali lagi denganku???


"Tapi Iel???" Ucap Maysa lagi karena masih ragu.


"Please....!?? Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi dalam bentuk ucapan atau perbuatan dan aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama seperti yang dulu aku lakukan pada mantan istriku, aku bersumpah demi Gienka" Ariel kemudian merogoh kantong celananya dan mengeluarkan cincin yang dulu pernah dibelinya untuk Maysa. "Aku ingin mengikatmu dan menjadikanmu istriku, kau mau kembali padaku kan???"


Maysa terdiam cukup lama, mencoba mencari keseriusan Ariel. Lama dia menatap Ariel masih meragu hingga kemudian memejamkan matanya seraya menyebut nama Tuhan berharap ini adalah awal yang baik. "Aku mau, aku akan mengingat semua janjimu ini, jika kau melanggarnya, aku akan benar-benar kecewa padamu"


"Kau mau???" Tanya Ariel tidak percaya, Maysa mengangguk.


Dengan perasaan bahagia Ariel menyematkan cincin yang dibawanya di jari manis Maysa lalu mencium punggung tangan perempuan itu. Ariel memeluk Maysa dan mengucapkan terima kasi, setelah itu dia melepaskan pelukannya dan mendongakkan dagu Maysa. Memandangnya begitu dalam lalu perlahan wajah Ariel mendekat ke wajah Maysa.


Ariel mengerang menahan perasaannya, kemudian dikecupnya bibir Maysa lembut. Lidahnya mendesak masuk kemudian, terasa hangat,, tanpa permisi menjelajahi seluruh bagian mulut Maysa yang sudah lama dirindukannya, mencecapnya dan menggodanya, lidah itu lalu menemukan lidah Maysa yang lembut dan berjalinan di sana. Ariel menjelajah seluruh bagian bibir Maysa, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Maysa, bergerak naik turun.


Ariel perlahan membaringkan tubuh Maysa di sofa, dan menindihnya, masih saling menjelajah kemanisan mulut mereka. Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Ariel lalu mengecup lembut bibir Maysa, beralih ke pipinya, diberinya hadiah kecupan-kecupan kecil, kemudian ke telinganya, menghembus lembut di sana membuat Maysa memekik kegelian. Tubuh Ariel mulai menegang karena suasana romantis ini, tetapi Ariel harus menahan diri agar mereka tidak terlarut dengan kondisi ini.


Ariel mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Maysa dan tersenyum memandang wajah cantik perempuan itu. "Sudah cukup, aku tidak bisa melakukannya walaupun aku sangat menginginkannya saat ini, aku akan melakukannya setelah kita menikah saja" Gumam Ariel kemudia dia terdiam sesaat dan kembali tersenyum. "Aku akan menikahimu minggu depan, kau tidak boleh menolakku, sudah lama aku menahannya dan aku tidak bisa menunggu lagi, besok kita akan mulai mengurus semuanya!" Ucap Ariel dengan penuh keyakinan.


★★★★★


2 minggu kemudian.......


Acara pernikahan Ariel dan Maysa berlangsung di balroom hotel milik Ariel. Sore tadi sudah dilangsungkan akad nikah dan malam ini tentu acara resepsi. Berbalut gaun berwarna putih, Maysa tampil dengan cantiknya bersanding dengan Ariel yang memakai tuksedo dengan dasi kupu-kupu yang menambah ketampanannya. Mereka berdiri di pelaminan yang begitu megah dengan senyum penuh kebahagiaan. Ribuan tamu memenuhi tempat acara. Dan jangan ditanya lagi, acara ini begitu mewah dan meriah.


Meskipun persiapan hanya dilakukan dalam 2 minggu, tetapi semua berjalan dengan lancar. Ariel juga menyempatkan waktu datang ke kota temlat tinggal Mama Maysa dan keluarga besarnya untuk melamar Maysa serta meminta ijin menikahinya. Tetapi selain itu, Ariel juga meminta maaf secara langsung kepada Mama Maysa atas kesalahan yang pernah dilakukannya dulu. Beruntungnya semua itu juga berjalan dengan sangat lancar.


#★‡★★★‡#


"Wow.... Kisah cinta yang luar biasa...!" Ujar Gienka.


Gienka tidak menyangka jika kisah cinta orang tuanya memang sangat rumit tetapi mereka berempat melaluinya dengan sangat baik. Perjuangan, kesabaran dan saling memaafkan. Gienka bisa mengambil pelajaran dari setiap permasalahan yang pernah terjadi pada orang tuanya. Dia berharap kisah cintanya nanti tidak serumit kisah cinta orang tua nya, dan ingin mendapatkan suami yang bertanggung jawab dan penub cinta nantinya. Gienka berharap Kyros bisa mewujudkan semua keinginannya itu suatu saat nanti.