I LOVEd YOU Since 18

I LOVEd YOU Since 18
Eps 314



Sebuah tarikan kasar membuat Kevin jatuh. Pukulan keras juga langsung menghujam wajah Kevin beberapa kali sampai Kevin terbaring di tanah. "Sayang...!!! Cepat hubungi polisi, agar si brengseek ini di tangkap...!" Teriak Axel pada Kyra yang sedang berlari menghampiri nya.


Kyra mengambil ponselnya dan dia menghubungi 911 untuk meminta bantuan agar mereka mengirim polisi. Tadi dia dan Axel sedang menuju ke kantor Gienka akan tetapi mereka berdua justru melihat Gienka sedang berjalan dengan seseorang, tetapi saat mereka akan menghentikan mobil dan hendak memanggil Gienka, mereka di kejutkan oleh lelaki itu yang ternyata adalah Kevin, teman sekolah Kyra dan Gienka dulu. Kevin menyeret Gienka masuk ke sebuah gang kecil antara dua bangunan. Kyra dan Axel menghentikan mobil nya dan keluar untuk menghampiri Gienka tetapi berapa terkejutnya mereka mendapati Kevin bersikap tidak sopan kepada Gienka. Beruntungnya Axel segera berlari dan menghentikan Kevin.


Kyra sudah berbicara dan meminta di kirimkan polisi di tempat mereka berada sekarang. Polisi akan sampai beberapa menit lagi. Kyra duduk berjongkok dan memegang kedua bahu Gienka. Sahabatnya itu terlihat berkeringat dan tidak fokus. "Panas....!!!" Ucap Gienka.


"Gie....???? Kau tidak apa-apa???" tanya Kyra yang khawatir. Sementara Axel, menahan Kevin agar tidak kabur sambil menunggu polisi.


"Panas Ra.... Tubuhku panas sekali... " Ucap Gienka dengan suara lemas.


"Panas????" Kyra bertanya sambil memeriksa dahi dan tangan Gienka. Kyra mengernyit karena tubuh Gienka tidak panas, dan dalam keadaan normal. "Badanmu tidak panas Gie...!!??" Tanya Kyra lagi.


"Bawa Gienka ke mobil segera, takut juga Athan bangun, dan nanti kita bawa Gienka ke rumah sakit..!!" Ucap Axel.


Kyra mengangguk dan dia coba membantu Gienka berdiri. "Kita ke mobil...!!" Ajak Kyra. Tubuh Gienka lemas tetapi Gienka berusaha bangun dan akhirnya dia di topang oleh Kyra, berjalan menuju mobil.


"Aku harus Ra.... Panas sekali...!!" Ucapnya dengan suara yang lemah.


"Kita minum di mobil, ayo...!!" Ajak Kyra lagi.


Gienka berusaha berjalan sambil tertatih, dan dengan sabar Kyra menopang dan membantu nya.


Sementara itu, dengan penuh kemarahan Axel memegang kerahasiaan kemeja Kevin. Axel mencoba menahannya dan menatap tajam lelaki itu. Axel teringat bahwa lelaki ini adalah lelaki yang sama yang di lihatnya semalam. Tetapi Axel benar-benar tidak ingat siapa lelaki ini, dia hanya pernah melihatnya saja. Tetapi tadi saat tadi di mobil, Kyra menyebut nama Kevin. Axel benar-benar mencoba mengingat siapa Kevin itu.


"Lepaskan aku brengseeekkk...!!!" Teriak Kevin.


"Jangan harap aku akan melepaskanmu....!!! Kau sudah kurang ajar sekali dengan Gienka, berani nya kau ingin meIecehkannya... "


"Apa yang kau tahu....??? Kau menurutku tanpa bukti..!!!"


Axel menatap tajam Kevin. "Tidak usah banyak bicara, polisi akan datang, dan kau akan di hukum atas perbuatanmu.. Jadi diamlah...!!!"


Kyra membuka pintu mobil dan meminta Gienka untuk masuk. Kyra mencari botol air dan memberikannya pada Gienka yang sejak tadi mengeluh haus da minta minum. Tidak di duga, Gienka langsung menghabiskan air satu botol itu. Kyra mengernyit melihat apa yang di lakukan oleh Gienka.


Gienka meletakkan botol itu di dasbor mobil. "Aku masih harus Ra, badanku panas sekali..." Gienka kembali mengeluh dan melepaskan mantel nya. Keringatnya juga mulai bercucuran.


"Tapi suhu badanmu normal, sebenarnya kau kenapa???? Kenapa kau bisa bersama Kevin???"


"Ceritanya panjang... Kevin ingin menciumku.. "


"Iya, tapi bagaimana bisa kau bersama nya???" Tanya Kyra lagi.


Gienka mengibas kan tangannya untuk, mengipasi tubuhnya yang kepanasan. "Aku haus sekali...!!! Ayo kita pulang..!!"


Gienka menggelengkan kepala nya. "Aku ingin mandi...!! Ayo pulang...!!"


"Tapi kau??"


"Kita ke apartemen Ky, ada di dekat sini, aku ingin mandi Ra.!!" Ucap Gienka. Selain panas, sebenarnya Gienka juga merasakan denyutan yang luar biasa di area vitaInya, tiba-tiba dia ingin sekali bercinta. Denyutan seperti ini selalu terjadi ketika dia sedang bernapsu atau saat sedang bermesraan dengan Kyros. Tetapi Gienka tentu tidak mungkin memberitahu Kyra.


"Kita tunggu Axel dulu, dan juga polisi... " Ucap Kyra. Gienka terus saja mengibas kan tangannya. Dia semakin tidak tahan dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.


"Kenapa Polisi Ra... Aku tidak siap sekarang, aku mau pulang...!!"


"Setidaknya Kevin harus di amankan dulu, kita bisa bernegosiasi dengan polisi kalau kau belum siap dan sedang sakit, tenanglah dulu.. " Kyra melempar senyumnya pada Gienka.


Tak lama ada suara sirine dari mobil polisi. Kyra meminta Gienka di mobil saja dan dia akan menghampiri Axel serta polisi. Kyra mengarahkan polisi ke tempat suaminya dan Kevin berada. Kyra juga memberitahu polisi jika Gienka sekarang ada di mobil dan dalam keadaan shock serta tidak enak badan. Seorang polisi perempuan pun meminta pada Kyra agar di antar ke Gienka, sedangkan polisi yang lain menghampiri Kevin dan Axel.


Axel pun menjelaskan ke polisi mengenai apa yang di lakukan Kevin pada Gienka. Hal yang sama juga di lakukan Kyra,. dan polisi perempuan itu mencoba untuk meminta penjelasan Gienka langsung, tetapi kondisi Gienka memang sedang tidak baik, sehingga Gienka tidak terlalu spesifik menjelaskannya. Kyra pun meminta waktu pada polisi untuk mau menunggu sampai Gienka merasa lebih baik, karena Gienka juga pasti masih shock saat ini. Kyra berharap Polisi mengamankan Kevin lebih dulu untuk hari ini. Berjanji jika besok Gienka sudah lebih baik, Kyra akan mengantar Gienka ke kantor polisi sehingga Gienka bisa menjelaskan dengan detail apa yang terjadi. Polisi itupun mengerti sekali kondisi Gienka dan meminta agar Kyra membuat Gienka tenang lebih dulu, jika sudah tenang baru bisa menjelaskan semua nya nanti.


Kevin akhirnya di bawa masuk mobil polisi. Kevin berteriak mencoba membela diri agar dia tidak di tahan tetapi itu sama sekali tidak di pedulikan oleh polisi dan Kevin tetap di bawa oleh mereka. Axel menghampiri istrinya yang masih mengobrol dengan polisi lain.


Dan polisi perempuan itu pun berpamitan pada Kyra setelah mendapatkan data Gienka. Axel mendekati istrinya. "Kau ajak Gienka pulang dulu, atau kalau perlu bawa dia ke rumah sakit, aku harus ke kantor polisi dan mengurus ini.. " Ucap Axel.


Kyra mengangguk. "Aku akan membawa Gienka ke apartemen Ky, kebetulan ada di dekat sini, Gienka kehausan dan dia ingin mandi, karena katanya tubuhnya sangat panas, Gienka tidak mau di bawa ke rumah sakit, tapi aku coba akan memanggil dokter nanti.. "


Axel mengangguk. "Baiklah.. Bawa Gienka dan Athan ke apartemen Ky, aku ke kantor polisi naik taksi saja... "


"Axel... Kyra...!!" Panggil Gienka. "Jangan beritahu orang rumah ya????" Ucapnya dengan suara pelan. Kyra dan Axel mengangguk, mereka mengerti sekali. Lagipula masalah ini harus di selesaikan dulu, mereka tidak akan memberitahu orang yanga ada di rumah. Karena yanga da nanti mereka akan panik semua.


Kyra masuk ke mobil dan akan mengajak Gienka dan Athan yang masih tidur untuk ke apartemen Kyros, karena Gienka yang meminta kesana. Kyra juga akan memanggil dokter serta berbicara dengan Gienka mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Kyra meninggalkan Axel dan menuju apartemen Kyros.


Sepeninggal Kyra dan Gienka, Axel mengambil ponselnya dan memesan taksi online untuk ke kantor polisi. Tidak butuh waktu lama, taksi itu datang, dan Axel masuk. Dia langsung menghubungi Kyros. "Hallo Ky.. Kau masih ada di kantor???" Tanya Axel.


"Hai Xel, aku baru saja keluar, dan akan jalan pulang, kau sudah menjemput Gienka kan???" Tanya Kyros.


"Bisakah kau menyusulku ke kantor polisi????"


"Kantor polisi..!!!!???" Seru Kyros. "Kenapa???? Kau menabrak orang??? Atau kenapa??? Kau dan Kyra juga Athan baik-baik saja kan???" Kyros mulai panik.


"Kami semua baik-baik saja, hanya saja ada masalah dengan Gienka, kau datang saja ya???? Aku menunggumu.. "


"Kenapa??? Gienka kenapa di kantor polisi????" Seru Kyros.


"Ceritanya panjang, kau datang saja ya??? Aku ceritakan nanti.. Jangan panik dan kesini lah..! " Axel kemudian memberitahu Kyros kantor polisi mana yang harus di datangi oleh Kyros. Mengenai hal ini, Kyros memang harus tahu, karena Kyros adalah suami Gienka, dan keputusan mengenai kelanjutan proses hukum ini harus atas persetujuan Kyros. Dan Axel yakin, Kyros akan memberi pelajaran pada Kevin yang tidak akan pernah Kevin lupakan seumur hidupnya.