
"Apa kesibukanmu di luar sekolah Ne???" Tanya Louis mencoba membuka obrolan dengan gadis itu.
Sanne menoleh dan tersenyum. "Seminggu 3 kali aku harus mengisi waktuku untuk bimbel, dan kegiatan lainnya, aku suka hang out dengan teman-teman, nonton film atau sekedar pergi untuk nonton konser..! Normal sih..!" Jawab Sanne.
"Berapa lama kau akan disini???" Tanya Louis lagi.
"Sampai libur musim dingin...!"
"Lama juga ya???"
"Iya...!" Jawab Sanne sambil tersenyum.
"Baguslah, ada banyak waktu untuk berkumpul bersama kami...!" Ucap Louis.
Ehem......
Tiba-tiba Gienka yang duduk di depan berdehem membuat Louis melihat ke arahnya.
"Itu memang bagus Ne, kau bisa menghabiskan waktu dengan Lou, dan dia akan mengantarmu ke seluruh penjuru Jakarta... Dia tour guide terbaik disini... Tapi waspadalah, dia senang sekali masuk ke hati seseorang...!! Apalagi perempuan...!" Sahut Gienka.
"Apa sih Gie.... Kau menyebalkan sekali....!" Gerutu Louis.
Gienka pun tertawa di buat nya. Dia langsung tahu bahwa Louis sepertinya berusaha mendekati Sanne. Semua bisa terlihat dari gerak-gerik Louis dan cara Louis bersikap. Gienka sangat hafal sekali dengan sikap Louis jika ingin mendekati seseorang. Apalagi beberapa kali Louis sering bergumam tentang Sanne ketika Gienka dan Kyra membahas Sanne.
★★★★
Sampailah mereka di panti asuhan. Semua turun dari mobil dan mereka sudah di sambut oleh anak-anak panti asuhan. Semua terlihat gembira sekali dan menyalami Cahya dan Aditya, juga yang lainnya. Ini bukanlah kunjungan pertama yang di lakukan oleh Cahya dan Aditya, tetapi mereka sudah beberapa kali kesini bersama Kyra dan yang lainnya, membuat anak-anak penghuni panti asuhan ini sudah mengenal mereka. Ya, karena Aditya adalah donatur tetap di panti asuhan ini.
Karena hari sudah siang, maka sebelum kegiatan di mulai, Aditya mengajak semuanya untuk menikmati makan siang yang sebelumnya sudah di siapkan oleh petugas cathering. Semua langsung berbaris rapi untuk mengantri mengambil makanan.
Seolah tidak ada jarak, mereka menikmati makanan sederhana yang tersedia. Baik Kyra, Gienka dan lainnya sudah akrab sekali dengan anak-anak. Kyra juga mengenalkan Sanne kepada mereka. Sanne terlihat senang dan ini adalah sesuatu yang akan Sanne ingat.
Sementara mereka menikmati makan siang bersama, supir dari Cahya dan Aditya sibuk mengeluarkan beberapa alat musik yang tadi di bawa oleh Kyra. Itu semua akan di gunakan untuk menghibur anak-anak. Dan beberapa lainnya, sibuk mengeluarkan mainan serta bahan pokok, snack, biskuit, susu,hingga baju, sepatu, buku hingga tas sekolah yang akan di bagikan kepada anak-anak dari truck box. Semua sudah di kemas rapi dalam goodie bag. Selain dari Aditya dan Cahya, sebenarnya keluarga Gienka dan Louis juga berperan dengan menitipkan sebagian uang mereka kepada Aditya untuk di belikan semua barang dan kebutuhan dari Panti asuhan atau panti jompo. Mereka juga donatur tetap di tempat-tempat itu seperti hal nya Aditya. Itulah kenapa, anak-anak mereka juga ikut turun tangan untuk menyalurkan bantuan yang orang tua mereka berikan. Jika tidak sedang sibuk, biasanya Ariel, Maysa, Danist, Elea, Randy dan Chitra juga akan ikut bergabung dengan Aditya dan Cahya. Atau mungkin kebalikannya. Kali ini Cahya dan Aditya yang sedang ada waktu, sementara lainnya tidak bisa ikut karena memiliki kesibukkan.
Inilah cara Aditya dan Cahya serta Ariel dan yang lainnya mengajarkan anak-anak mereka untuk selalu berbagi dengan sesama, dan tidak bersikap sombong kepada orang lain, apalagi yang berada di bawah mereka. Hal itu sudah mereka ajarkan sejak kecil kepada anak-anak mereka sehingga saat ini Kyra, Kyros, dan yang lainnya bisa mengikuti jejak orang tua nya untuk menjadi orang yang bisa membahagiakan orang lain meskipun hanya dengan hal kecil dan sederhana tetapi memiliki kesan mendalam untuk mereka yang membutuhkan.
Dan di luar kegiatan yang mereka lakukan ini, sebenarnya Kyra dan yang lainnya juga memiliki organisasi yang bergerak di bidang yang sama. Setiap sebulan sekali juga selalu ada kegiatan bantuan sosial kemanusiaan semacam ini, yang awalnya di pelopori oleh Kyros saat masih disini, dan sekarang diserahkan kepada Kyra, Gienka dan Louis. Bahkan organisasi kemanusiaan mereka memiliki motto yang begitu baik yaitu TPWK atau kepanjangan dari TREAT PEOPLE WITH KINDNESS yang memiliki arti Memperlakukan Orang Dengan Kebaikan, yang artinya adalah semua orang tanpa terkecuali harus di perlakukan dengan baik, tidak boleh memandang suku, ras, agama dan tingkat sosial. Semua orang harus di perlakukan sama dan tidak di beda-bedakan. Dan itu menjadi pedoman bagi Kyra cs.