
"Geffie belum pulang???" Tanya Ariel pada Maysa yang sedang melepaskan jas nya. Ariel baru saja sampai di rumah nya setelah bekerja seharian di kantor. Dan sudah jadi kebiasaan, Maysa akan selalu menyambutnya.
"Belum... Dia sedang ke rumah Phoebe, nanti malam baru akan pulang... " Jawab Maysa. "Kau mandi dulu, aku siapkan minuman untukmu.. Kau ingin apa??? Air, kopi, atau jus???" Tanya Maysa.
"Air dingin saja...!!" Jawab Aeiel, dan dia mengecup kening istrinya, lalu hendak beranjak ke kamar mandi tetapi langkahnya terhenti ketika dia mendengar ponselnya berbunyi.
"Biar aku yang ambil...!" Ucap Maysa dan mengambil ponsel Ariel yang ada di atas meja. "Kyra... Dia yang menelepon... "
"Kyra????" Tanya Ariel, Maysa mengangguk lalu memberikan ponsel itu kepada suami nya. "Hai Kyra sayang...!!" Sapa Ariel.
"Hai Uncle... Apa uncle sedang berada di rumah???" Tanya Kyra di ujung telepon.
"Iya... Uncle baru sampai di rumah, kenapa??? Kau mau datng ke rumah??? Tetapi bukankah kau dan Apapun mu sedang berada di luar kota???"
" Iya Uncle.. Sebenarnya Kyra ingin meminta bantuan uncle, sebelumnya Kyra minta maaf... "
Ariel mengernyit sambil tersenyum. "Meminta bantuan Uncle??? Bantuan apa??? Tentu saja uncle akan dengan senang hati membantumu...! Kenapa dan ada apa???" Tanya Ariel.
"Ehhh aku dan Apap sekarang sedang di jalan menuju pulang tetapi itu butuh waktu yang lama, jadi Apap meminta Uncle agar bisa datang sekarang ke rumah Axel, karena disana ada keributan, Cyntia Mama nya Celia datang dan berulah serta marah-marah karena mencari Celia, dan Lexy sendirian di rumah, Mama Papa belum pulang, Lexy ketakutan sepertinya.. "
Ariel terlonjak. "Apa....??? Cyntia berulah di rumah Axel???? Kenapa bisa???"
"Sepertinya dia marah karena Celia tidak ada di rumah. dan dia menuduh Axel yang menyembunyikan Celia, jadi dia datang dan mengacau mencari Celia, dan sebenarnya Celia tadi datang ke tempat latihan Axel bersama Papa nya, kami semua bertemu dengannya... Dan sekarang Lexy ketakutan, jadi jika bisa tolong Uncle kesana dan menghentikan Cyntia.."
"Astaga.... Si nenek sihir itu.. Benar-benar tidak mau bertaubat.. Oke oke, uncle akan kesana sekarang... Katakan pada Axel agar dia tenang, uncle akan membereskannya..."
"Thanks uncle... Kalau begitu sudah dulu ya, dan sekali lagi Kyra minta maaf sudah merepotkan uncle... "
"No problem sayang... Kau sudah seperti putri uncle.. oke Uncle akan kesana sekarang, Hati-hati..."
Panggilan itupun di tutup dan Ariel bergegas turun dan akan langsung menuju rumah Axel. Maysa tentu saja mendengar semua nya, dan dia pun ikut Ariel untuk ke rumah Axel yang memang tidak jauh dari rumah mereka, hanya berbeda blok saja.
****
"Uncle Ariel akan kesana...!" Gumam Kyra memberitahu orang tua nya juga Axel yang ada di sebelahnya.
"Baguslah jika Ariel sudah ada di rumah...." Sahut Aditya.
"Ya Pap..." Ucap Kyra. Dia memegang tangan Axel dan tersenyum menatap lelaki itu yang terlihat sangat cemas. "Tenang saja... Uncle Ariel akan membereskannya... Lagipula Lexy juga pasti lebih aman di luar rumah, dia bersama tetangga..."
"Mama Papa sedang pergi ke luar kota, sedang mengunjungi temannya yang sakit...!" Jawab Axel.
"Jangan khawatirkan apapun, Lexy akan baik-baik saja... Ariel akan menangani Cyntia... Si nenek sihir itu pasti akan di buat diam oleh Ariel, dia sangat takut denganku, dengan Ariel dan juga Randy, lihat saja nanti, dia pasti akan di bungkam oleh Ariel dan tidak akan berani macam-macam...!" Ujar Aditya. Cyntia memiliki om pengalaman buruk dengannya juga Ariel dan Randy, sehingga Cyntia pasti tidak akan berani jika berurusan dengannya serta Ariel dan Randy. Tentu karena kejadian masalalu yang membuat Cyntia seperti itu. Dan dia, Ariel serta Randy lah yang dulu menyeret Cyntia ke penjara atas segala perbuatan buruk perempuan itu yang hampir mencelakai Kyros.
"Apa mungkin Celia kabur dari rumah??? Sehingga Cyntia mencari nya????" Celetuk Cahya.
"Bisa jadi... Karena Celia sudah muak dengan sikap Ibunya yang gila itu... Sehingga dia memilih kabur dan ke rumah Theo... Dia mungkin merasa nyaman di rumah Papa nya... " Sahut Aditya kemudian.
"Om benar.... Celia dulu sering mengatakan jika dia sebenarnya sangat nyaman berada di dekat Papa nya, hanya saja Mama nya tidak pernah mengijinkannya untuk menemui Papa nya, dan jika di ijinkan pun hanya sehari, dan Celia juga tidak boleh menginap di rumah Papa nya... " Ucap Axel.
Aditya menganggukkan kepala nya. "Theo memang sudah berubah, dan dia benar-benar merubah dirinya menjadi lebih baik, tetapi aku masih melihat dia masih kurang sedikit tegas, dan sama seperti dulu dia akan memilih diam untuk beberapa saat ketika ada sesuatu yang terjadi sebelum akhirnya dia menyadari, dan dia tidak cepat tanggap.. "
"Tetapi hal bagus, jika dia benar-benar berubah menjadi lebih baik... Semoga setelah ini dia bisa memberi pengertian pada Celia...." Cahya menimpali.
"Yah.. Kau benar sayang... Untuk saat ini Celia masih belum 100℅ tercuci otaknya dan dia masih bisa di selamatkan untuk bisa berpikir waras, tidak seperti ibunya... "
***
2 security kompleks akhirnya datang dan langsung masuk ke rumah Axel. Cyntia masih disana dan dia terlihat masih berusaha mencari keberadaan Celia di rumah itu dengan masuk ke setiap ruangan yang ada, setelah di dalam dia juga mengecek di dalam lemari hingga kamar mandi tak luput dari pencarian Cyntia.
Kedua security itu menghampiri Cyntia, dan meminta Cyntia agar segera pergi meninggalkan rumah ini karena tidak ada siapapun disini. Dan tentu saja Cyntia menolak dengan marah-marah memaki kedua security itu. Dia tidak akan pulang jika belum menemukan putrinya.
"Tetapi Ibu tidak bisa bersikap seperti ini, membuat haduh, dan bersikap tidak sopan di rumah orang lain... Harusnya Ibu bisa mengajak bicara baik-baik pemilik rumah..." Ucap seorang security.
"Kau diamlah... Dan jangan ikut campur masalah keluarga ku... Putriku menghilang entah sejak kapan, dan dia sangat mencintai Axel, dan aku yakin dia pasti ddatang kesini dan bertemu dengan Axel.. Atau mungkin Axel sudah mengajaknya kabur.... Aku akan disini saja menunggu si Axel pulang, lalu menanyakan keberadaan putriku... "
"Baiklah jika seperti itu, akan tetapi ibu datang dengan tidak sopan dan membuat berantakan rumah orang, itu adalah hal yang tidak baik... anda bisa bertamu dengan baik dan menunggu pemilik rumah datang, bukan malah bersikap seperti ini....!"
"Hei.... Kalian berdua, diamlah....!!!" Teriak Cyntia sambil menunjukkan ke arah kedua security itu. "Kalian saja yang pergi....!!! Ini bukan urusan kalian, jadi jangan ikut campur...!"
"Tetapi Ibu sudah membuat kegaduhan disini... Ibu harus pergi atau kami akan menyert ibu keluar....!!!"
"Aku bilang diamlah...... Kalian harus tahu... Keluarga ini sudah menculik putriku, dan aku akan melaporkan mereka semua termasuk kalian berdua kepada polisi karena menghalangiku bertemu dengan putriku dan menghalangiku mencari nya....!!!" Cyntia kembali berteriak dengan penuh kemarahan.
"Laporkan saja ke polisi..... Jika kau berani....!!!" Teriak seseorang dari luar.
Cyntia dan kedua security itu menoleh dan mendapati Ariel masuk serta melipat kedua lengannya, berjalan menghampiri mereka. Ariel bersendekap sambil tersenyum mengejek ke arah Cynta tetapi ada tatapan menyala dari mata Ariel. Tatapan itu tentu memiliki arti kemarahan.