
‡★‡★‡ Back Now ★‡★‡★‡
Air mata Gienka dan Kyra mengalir deras di pipi mereka mendengar cerita dari kedua orang tuanya. Membayangkan betapa hancurnya hati mereka ketika itu. Hal begitu mengerikan terjadi pada Kyros. Seseorang begitu tega kepada seorang bayi yang tidak berdosa dan hampir saja menghilangkan nyawanya.
"Bagaimana keadaan Ky setelah itu Pap???" Tanya Kyra.
"Sampai di rumah sakit, Ky di tangani oleh dokter, mereka berusaha keras untuk menyelamatkan kakakmu yang sudah dalam kondisi memprihatinkan, Ky mengeluarkan darah baik dari kotoraannya ataupun kenciingnya, membuatnya kehilangan cairan, itu terjadi karena efek obat batuk yang di berikan oleh Cyntia, obat batuk untuk orang dewasa dan dosisnya sangat tinggi....!"
"Obat batuk uncle????" Tanya Gienka bingung. "Kenapa di beri obat batuk???"
Aditya tersenyum. "Obat batuk memiliki kandungan yang bisa membuat orang yang meminumnya bisa mengantuk, Ky di berikan itu agar Ky tidur dan tidak menangis... "
"Dan jumlahnya banyak ya???" Tanya Gienka lagi.
Aditya mengangguk. "Dari keterangan Cyntia pada polisi, dia memberikan obat itu terus menerus ketika Ky bangun, kurang dari 24 jam satu botol obat batuk itu habis di berika pada Ky, itulah kenapa saluran pencernaannya terganggu dan dia mengalami pendarahan di dalam perutnya...!"
"Ya Tuhan... Jahat sekali....!" Gumam Gienka.
Melihat kesedihan Amamnya, Kyra langsung memeluknya.
Sambil terisak Cahya melanjutkan lagi ceritanya. "Tetapi Cyntia, selain menyiksa Ky di luar dan di dalam tubuhnya, dia juga memperlakukan Ky dengan buruk malam itu, Ky di biarkan tidur di lantai tanpa alas apapun, di biarkan kedinginan, dan di lempar ke atas kasur, Ky yang tertidur saat itu langsung bangun dan menangis... Bukannya mendiamkan dia malah memberinya obat batuk, Kyros ku di siksa tanpa dia tahu apa kesalahannya...!"
Gienka mengernyit. "Kenapa bisa ada manusia sejahat itu pada seorang bayi, dia pasti sudah tidak waras, kejahatannya begitu membabi buta...! Sangat tidak bisa di maafkan...!" Gerutu Gienka
"Apa dia di hukum berat???" Tanya Kyra.
Aditya mengangguk. "Dia mendapatkan hukumannya walaupun sebenarnya tentu itu masih belum cukup bagi Apap, tetapi setidaknya dia sudah di hukum...!"
Aditya kemudian menjelaskan bagaimana proses penyembuhan Kyros, hingga proses hukum yang berjalan mengenai pelaku penculikan Kyros. Bahkan beberapa drama harus di hadapi oleh Aditya dan Cahya ketika menghadapi sikap orang tua Cyntia saat itu. Mereka membuat masalah baru hingga akhirnya memaksa Aditya untuk melakukan sesuatu kepada mereka yaitu membuat investor dan klien perusahaan mereka mundur. Bisnis keluarga Cyntia pun goyah dan mengalami kemunduran.
Ya, karena orang tua Cyntia sama sekali tidak memiliki niat baik untuk meminta maaf. Justru mereka menghina Aditya dan Cahya. Menganggap sepele apa yang di alami oleh Kyros karena Kyros selamat dan tidak memiliki sesuatu yang perlu di khawatirkan pada tubuhnya seperti luka atau cacat. Hal itulah yang membuat Aditya sangat marah kepada mereka karena menyepelekan sesuatu yang jelas-jelas membahayakan nyawa seseorang tetapi mereka malah bersikap seperti itu. Padahal Aditya dan Cahya sudah sedikit luluh ketika Theo, suami Cyntia datang ke rumah sakit menjenguk Kyros dan meminta maaf kepada mereka atas nama Cyntia serta sangat menyesal. Sebagai manusia yang memilili hati nurani, tentu, Aditya dan Cahya berniat memaafkan meskipun proses hukum akan tetap berjalan, sayangnya kedua orang tua Cyntia malah melakukan hal yang sangat memantik emosi Aditya. Seolah mereka sedang menertawakan dan menghina Kyros, dan tidak ada empati sama sekali dari mereka.
"Apa yang mereka lakukan Pap???" Tanya Kyra lagi.